
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Setelah mira pergi, fadli mendekati Aina dan memeluk nya. Fadli menenangkan Aina yang masih terlihat emosi.
" Sabar sayang, sudah tenangkan dirimu. Wanita itu sudah pergi. " Seru Fadli menenangkan Aina yang masih terlihat emosi.
" Mas, kamu tidak akan meninggalkan ku untuk kembali dengan mantan istri mu itu kan mas?" Tanya Aina dengan mata yang berkaca-kaca.
Melihat keadaan Aina yang tidak memungkinkan ,fadli membawa Aina masuk ke dalam ruangan pribadi Aina.
" Sayang kamu jangan berfikir yang tidak-tidak, sampai kapan pun mas tidak akan meninggalkan mu. Sudah ya jangan di fikirkan lagi ucapan mira, ingat ada babby di dalam sini. Jangan sampai kamu stress, kasihan babby nya nanti ikut stress juga" Ucap fadli sambil mengusap perut Aina yang masih rata.
" Terimakasih mas, aku tidak sanggup kalau harus di madu untuk yang ke dua kali, cukup sekali saja dalam hidup ku merasakan di madu. " Jawab aina sambil mengusap air mata nya.
" Kamu satu-satu nya, untuk sekarang dan untuk seama nya. " Ucap fadli dengan pelan, fadli lalu mencium bibir aina dengan lembut.
Fadli membawa merebahkan Aina di kasur kecil yang ada di ruangan itu, entah siapa yang memulai kini fadli dan aina sudah merengkuh kenikmatan nya.
Acara makan siang yang sempat tertunda karena kedatangan mira yang membuat keributan, kini acara makan siang itu pun sudah berpindah di ruangan pribadi Aina, acara makan memakan yang sangat memabukan sepasang suami istri itu pun berlangsung selama hampir satu jam.
Beruntung hari ini fadli tidak ada jadwal operasi, hanya ada visit tapi fadli sudah meminta di gantikan oleh dokter lain.
Ida yang ingin mengantarkan makan siang untuk Aina dan Fadli pun hanya bisa menahan malu saat mendengar suara-suara keramat dari dalam ruangan aina.
" Huhhh... Kalau sudah suami istri dimana pun tempat jika ada kesempatan pasti bisa di lakukan, niat cuma mau mengantarkan makanan tapi malah mendengar suara-suara yang tidak seharus nya aku dengar. Nasib - nadib...." Gerutu Ida sambil berjalan menjauh dari ruangan Aina.
*******
Sepulang nya dari cafe , Mira memilih mendatangi suami nya di perusahaan. Mira ingin meminta uang kepada suami nya untuk shopping, agar rasa kesal nya bisa segera hilang.
" Mas" Panggil mira saat membuka pintu ruangan bimo.
Mira melangkah mendekati suami nya yang sedang duduk di kursi kebesaran nya. Beruntung sang sekretaris sudah keluar dari ruangan bimo sekitar sepuluh menit yang lalu, sehingga tidak terjadi keributan antara mira dan suami nya.
" Ada apa sayang?" Tanya bimo yang mencoba bersikap lembut kepada Mira.
" Aku minta uang dong mas, aku suntuk ingin belanja tapi uang ku kan habis. Kartu kredit juga sudah limit" Ucap mira sambil duduk di pangkuan Bimo.
__ADS_1
Bimo tersenyum dan memeluk pinggang mira dengan erat hingga gundukan kembar mira menempel di dada bimo.
" Hari ini aku baru saja memenangkan tander besar, apa pun yang kamu minta akan aku berikan. Tapi semua itu tidak gratis sayang, kamu harus memberikan permainan yang bagus dulu. " Ucap bimo lalu lalu menciumi leher mira dengan tangan yang mulai menelusup ke dalam dress mira.
Tidak menunggu lama dress yang di pakai mira kini sudah terhempas di atas lantai, mira sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Bimo meminta mira untuk melepaskan pakaian nya.
Dengan senang hati mira mulai melepas pakaian yang di kenakan oleh bimo, senyum mira pun terus mengembang. Kini ke dua nya sudah sama-sama tidak memakai pakaian. Pakaian mereka berdua berceceran di atas lantai ruang kerja bimo.
Posisi mira tetap berada di atas pangkuan suami nya, mereka melakukan nya di atas kursi kerja dengan mira yang memegang kendali.
" Terus lakukan sayang, jangan berhenti sebelum aku puas" Seru bimo sambil terus meracau.
Mira menjalankan tugas nya dengan senang hati, karena ini ysng dia cari. Sang suami mulai berada dalam genggaman nya kembali.
" Sayang kita lepaskan sama-sama ya" Suara mira terdengar sangat berat.
Setelah pergulatan setengah jam di atas kursi akhirnya mereka sampai puncak nya juga.
Mereka tidak puas cukup di disitu saja, kini mereka sudah berpindah di atas meja kerja dengan bimo yang memegang kendali.
Permainan mereka berjalan cukup lama, hingga berbagai gaya mereka lakukan. Sekitar dua jam mereka menyudahi permainan nya, dan mereka pun membersihkan dirinya di kamar mandi.
" Hari ini aku temani kamu belanja, kamu boleh belanja apa pun yang kamu mau. " Ucap bimo mengangetkan mira.
Sudah lama bimo tidak mau jalan ber dua dengan mira apalagi menemani mira belanja, namun hari ini ucapan bimo bagaikan angin segar oleh mira.
" Kamu serius sayang? Kamu mau menemani aku belanja? Aku sedang tidak bermimpikan?" Ucap mira seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Kalau tidak mau ya sudah, aku akan lanjut bekerja lagi." Ucap bimo lagi.
" Mau dong , siapa yang tidak mau belanja dengan di temani suami tampan ku ini" Ucap mira sambil bergelayut manja di lengan bimo.
Bimo dan mira pyn keluar dari ruanganan nya, saat mereka keluar dilihat nya sang sekretaris sudah berada di meja kerja nya, tatapan sekretaris bimo terlihat sangat cemburu.
" Sayang, sekretaris mu itu kenapa? Kok dia menatap kita seperti itu?" Tanya mira.
" Mungkin dia cemburu, oh iya dia juga sudah aku putuskan sebelum kamu datang tadi. Aku sudah tidak membutuhkan dia lagi, Banyak wanita yang lebih cantik dari nya. " Jawab bimo jujur tanpa sedikit pun ada yang dia tutupi.
__ADS_1
Mira hanya menganggukkan kepala nya, dia sangat senang mendengar bimo sudah memutuskan hubungan nya dengan sang sekretaris.
*******
Bimo dan mira sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Mira tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
Dia membeli barang-barang mewah yang sudah lama dia incar. Tas, sepatu, perhiasan hingga pakaian semua mira beli, bimo pun tidak mempermasalahkan nya.
Bimo sebenarnya sudah mulai menyesali perbuatan nya yang selalu bergonta-ganti wanita. Dia ingin memperbaik hubungan nya dengan mira apalagi dia akan menjadi seorang ayah.
Dia ingin menjadi ayah yang baik untuk anak nya, kebiasaan -kebiasaan buruk bimo juga sudah mulai dia tinggalkan.
" Mas, apa kita juga beli keperluan babby?" Tanya mira antusius.
" Memang sekarang kandungan mu sudah berapa bulan? " Tanya bimo yang memang tidak mengetahui usia kehamilan istrinya.
" Masuk 12 minggu sayang, tepat nya sekitar 3 bulan " Jawab mira singkat.
" Ohh kalau begitu nanti saja kalau sudah ketahuan jenis kelamin nya, kita beli sekarang juga tidak tahu mau beli baju cewek apa cowok" Ucap bimo memberi alasan yang tepat.
" Baiklah, kalau begitu kita makan dulu yuk mas. Aku sangat lapar karena tadi aku juga tidak sempat makan siang mana tenaga ku tadi juga terkuras" Seru mira.
" Kenapa kamu tidak makan siang dulu sebelum datang ke kantor? Kalau terjadi apa-apa dengan bayi nya bagaimana? " Tanya bimo yang khawatir.
Mira heran mendengar ucapan bimo, dia pun heran dengan tingkah suami nya hari ini. Bimo terlihat sangat perhatian dan sangat memanjakan mira, perlakuan bimo pun tidak lagi kasar.
Bimo dan mira berjalan beriringan menuju salah satu restoran yang ada di dalam mall itu. Mereka masuk kedalam restoran yang menjual makanan jepang, makanan jepang memang makanan kesukaan Bimo dan mira.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Sudah up dua bab ya kak, semoga kalian suka dengan karya Author. Jangan lupa berikan dukungan nya, LIKE KOMEN VOTE DAN KLIK FAVORITE, SERTA BERIKAN VOTE NYA. ❤❤
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
SEMAKIN BANYAK LIKE DAN KOMEN SERTA VOTE NYA, AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MENULIS DAN UP NYA. 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤