
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Bimo selalu kefikiran dan merasa bersalah kepada fadli, pasalnya dia benar-benar tidak tahu jika mira saat dinikahinya masih status sah istri fadli. Biar pun bimo lelaki yang berkelakuan bejat tapi dia tidak mau tidur dengan wanita yang sudah bersuami.
Hari ini bimo mendatangi fadli di rumah sakit, bimo ingin meminta maaf kepada Fadli. Kejadian beberapa hari yang lalu benar-benar membuat nya malu.
" Dokter fadli nya ada sus?" Tanya bimo saat sudah berada di depan ruangan fadli.
" Maaf, apa bapak sudah membuat janji?" Tanya suster yang menjadi assistent fadli dengan ramah.
" Belum, tolong sampaikan kepada dokter fadli saya Bimo Anggoro ingin menemui nya" Seru bimo sambil memperkenalkan diri nya.
" Emh, bagaimana ya pak. Sebenarnya ini sudah jam istirahat tapi saya coba tanyakan dulu kepada beliau, bapak tunggu saja disini" Ucap suster ramah, lalu dia masuk ke dalam ruangan fadli.
Selang beberapa menit suster itu pun keluar dan memberitahu bimo jika fadli mengizinkan nya untuk masuk.
" Dokter fadli meminta anda untuk masuk, kalau begitu saya permisi pak" Ucap suster ramah dan meninggalkan bimo.
Bimo pun masuk ke dalam ruangan fadli, fadli menyambut kedatangan bimo dengan ramah.
" Pak bimo silahkan duduk, ada keperluan apa anda menemui saya. Padahal setahu saya anda ini sangat sibuk ?" Seru fadli.
" Saya sengaja datang kesini menemui dokter fadli, saya mau minta maaf atas kejadian beberapa hari yang lalu. Soal pernikahan saya dengan mira saat itu saya benar-benar tidak tahu jika mira masih sah suami Dokter fadli, saya memang bodoh begitu mudah nya saya percaya dengan mira. Karena saat itu mira lah yang mengurus surat-surat pernikahan, dia beralasan saya terlalu sibuk sehingga dia meminta umtuk mengurus semua nya. " Ucap bimo menyesali kecerobohan nya.
" Saya sudah tidak memperdulikan lagi soal mira, sekarang saya sudah menikah dengan wanita yang jauh lebih baik dari mira. Saya tidak marah dengan anda karena memang ini bukan kesalahan anda, sudahlah jangan lagi membahas masalah ini. Sekarang anda bimbing dengan baik istri anda, jangan sampai dia salah arah." Fadli bicara dengan lugas nya.
Bimo benar-benar kagum dengan fadli, sedikitpun dia tidak marah. Nada bicara nya juga tenang tanpa ada emosi.
" Terimakasih dokter fadli, tapi seperti nya setelah mira melahirkan aku akan menceraikan nya. Aku tidak bisa lagi hidup dengan mira, karena aku paling tidak suka dengan kebohongan. " Seru bimo dengan serius.
Fadli hanya mencerna ucapan fadli, dia khawatir jika bimo menceraikan mira sudah bisa di pastikan mira akan menganggu rumah tangga nya dengan aina.
__ADS_1
" Kenapa harus bercerai? Kalian akan punya anak dan anak kalian butuh kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua nya. Tapi semua keputusan ada pada anda, anda yang menjalani hidup anda" Ucap fadli lagi.
" Terimakasih atas saran nya Dok, kalau begitu saya permisi. Maaf sudah menganggu istirahat anda" Ucap bimo tidak enak karena sudah menganggu jam istirahat siang fadli.
" Oh tidak masalah, saya tidak merasa terganggu kok. Oh iya tolong panggil saja saya dengan nama Fadli tidak perlu dengan gelar dokter nya" Seru fadli sambil tertawa renyah.
" Oh baik lah Fadli, kalau begitu kamu juga harus memanggil ku bimo tidak perlu dengan kata pak. Kalau begitu saya permisi" Seru bimo lalu menjabat tangan fadli.
" Baiklah bimo, hati-hati di jalan" Jawab fadli ramah.
Bimo pun keluar dari ruangan fadli dengan perasaan lega karena masalah dengan fadli sudah selesai dan tidak membuat nya pusing lagi. Kini hanya tinggal urusan dengan mira.
******
Sore hari saat sedang dalam perjalanan pulang bimo di kejutkan dengan sebuah motor yang tiba-tiba mengerem mendadak. Sehingga bimo pun terkejut dan hampir saja menabrak motor yang ada di depan nya itu.
Bimo turun dari motor untuk memberi pelajaran kepada pengendara motor.
" Bisa bawa motor gak si mbak? Ini jalanan umum bukan milik nenek moyang mu, dengan seenak nya kamu ngerem mendadak begitu. Beruntung jalanan sepi jadi tidak menyebabkan kecelakaan atau kemacetan" Seru bimo marah panjang kali lebar.
" Maaf Om saya benar-benar minta maaf, tadi tiba-tiba kepala saya sakit banget jadi saya memilih mengerem mendadak dan menepi. Karena jika di lanjutkan jalan saya takut tiba-tiba jatuh" Ucap wanita itu meminta maaf dengan menjelaskan alasan nya berhenti.
Wanita itu adalah Nina, tadi dia baru saja pulang dari kampus mengurus administrasi kampus nya. Karena sebentar lagi dia akan wisuda jadi semua biaya kuliah harus cepat di selesaikan.
" Maaf-maaf kalau tadi kamu yang tertabrak bagaimana? Mobil ku bisa rusak" Seru bimo membuat Nina mengernyitkan kening nya. Pasal nya orang di depan nya ibi justru menghawatirkan mobil nya.
Tidak mau semakin panjang, akhirnya nina memilih segera mungkin meninggalkan orang aneh itu.
" Hai mau kemana kamu?" Tanya bimo saat melihat nina sudah memakai helm nya lagi.
" Saya mau berangkat kerja Om" Jawab nina jujur.
__ADS_1
" Enak saja panggil Om, memang kapan aku menikah dengan tante mu. Lagi pula aku belum tua, seenak jidat nya kamu panggil om" Ucap bimo tidak terima dengan panggilan om dari Nina.
Nina semakin geram dengan bimo, ingin rasa nya dia memukul mulut bimo namun nina tidak berani.
" Baiklah kalau begitu saya panggil Kak saja ya. Permisi ya kak, saya mau berangkat kerja dulu ini sudah semakin sore takut nanti saya terlambat terus di pecat. Kalau saya di pecat bagaimana saya mau makan, bagaimana saya bayar kontrakan" Ucap nina berbohong padahal walaupun dia tidak balik ke butik lagi melani tidak akan memecat nya.
Tadi nina memang izin untuk ke kampus, dan putri selaku penanggung jawab butik sudah mengizinkan nya.
" Terserah kamu itu bukan urusan saya" Seru bimo sambil berkacak pinggang.
" Kalau begitu saya permisi ya kak" Ucap nina dengan senyum di buat semanis mungkin. Padahal dalam hati nya nina sangat geram dan ingin menghajar laki-laki di hadapan nya ini.
" Sana-sana pergi, tidak ada untung nya juga saya bicara sama kamu" Usir bimo dengan sombong nya.
Dengan menahan marah nina pun memilih segera pergi meninggalkan bimo. Namun saat motor sudah di hidup kan Nina pun mengejek bimo.
" Daaa Om.. Anda sudah tua jadi saya panggil Om " Seru nina sambil melajukan motor nya dengan kencang.
" Dasar gadis sialan, awas saja kalau kita ketemu lagi. Ehh siapa juga yang mau ketemu dia lagi. Bisa sial dua kali aku" Seru bimo pada diri nya sendiri.
Bimo pun masuk kembali kedalsm mobil nya dan kembali melajukan mobil nya menuju rumah nya.
" Gadis itu tadi sangat aneh, biasa nya para gadis kalau ketemu diri ku pasti akan salah tingkah dan malu-malu. Tapi gadis itu kenapa tidak, justru dengan berani nya dia memanggil ku Om. Gadis bar-bar, gadis yang aneh" Seru bimo tetap memikirkan kejadian beberapa saat tadi.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak ❤❤
LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
__ADS_1
SEMAKIN BANYAK LIKE KOMEN NYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MENULIS DAN UP NYA ❤
TERIMAKASIH 🙏❤