Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Gina Salsabila


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Pov Nina


💞💞💞💞💞


Sebenarnya aku kesal dengan suami ku karena dia memperkerjakan mantan pacar nya, yang mana mantan pacar nya itu terlihat masih menginginkan nya. Bahkan saat aku datang saja dia menghina ku dan merendahkan ku, bahkan suami ku datang dan membela ku dia masih saja merendahkan ku. Di saat itu juga aku tahu jika dia masih ada hati dengan suami ku.


Tapi saat suami ku ingin memecat nya justru aku melarang nya, karena aku ingin tahu lebih jauh maksud dia bekerja di perusahaan suami ku.


" Sayang kenapa kamu tidak membiarkan ku memecat hani? dia sudah menghina mu sayang " Ucap suami ku saat kami sudah ada di rumah.


Mama mertua yang sempat mendengar ucapan suami ku pun ikut penasaran dengan wanita yang bernama hani. Bahkan mama mertua ku juga ikut duduk di ruang keluarga bersama kami.


" Memang nya hani itu siapa?" Tanya mama mertua ku dan memandang ke arah ku untuk mencari jawaban.


" Hani itu sekretaris baru kak bimo ma, lebih tepat nya mantan pacar kak bimo. Kami kemarin sempat ribut karena hani melarang ku untuk menemui kak bimo, itu terjadi karena hani tidak tahu jika aku istri kak bimo salah aku juga sih datang ke kantor dengan pakaian seperti di rumah " Ucap ku kepada mama mertua, bahkan suami ku terlihat hanya mendengarkan saja membuat ku semakin kesal.


Aku kesal karena tiap hari dia pasti bertemu dengan mantan pacar nya itu, sedsngkan aku bertemu dengan haris dia cemburu nya sampai ubun - ubun. Tapi salah ku juga sih membiarkan wanita ulat bulu itu tetap bekerja di sana.


" Sudahlah sayang jangan di bahas lagi soal yang tadi siang, kan aku sudah menjelaskan aku tidak tahu jika dia yang jadi sekretaris baru ku. Semua itu bagian HRD yang merekrut nya, aku terima jadi saja. Aku kan sudah mau memecat nya tapi kamu melarang nya" Ucap suami ku dengan wajah memelas nya.


Sebenarnya aku kasihan juga sih dengan suami ku, karena memang dia tidak salah. Dia sudah menjelaskan semua nya tapi aku masih saja kesal, mungkin karena efek horman kehamilan ku.


" Iya nin jangan menyalahkan bimo, bukan mama mau membela dia. Tapi yang di katakan dia itu memang benar, pegawai itu yang merekrut bagian HRD ya kadang juga sih atasan ikut menyeleksi tapi tidak semua nya. Kamu juga kenapa melarang bimo memecat hani ?" Ucap mama mertua ku.


Loh... Loh.. Tumben mama kali ini setuju dengan suami ku ?


Biasa nya dia akan sejalan dan selurus dengan pemikiran ku, kalau sudah begini pasti memang aku yang harus intropeksi diri. Tidak mungkin juga aku marah kepada suami ku hanya perkara hani si ulat bulu itu, kalau dia tahu dia bisa besar kepala.

__ADS_1


*****


Pov Author


💞💞💞💞


Di ruangan fadli saat ini fadli sedang memeriksa keadaan jantung dimas.


" Kenapa keadaan jantung mu bisa seperti ini lagi dim ? sebelum lebih parah kamu harus benar - benar bisa menjaga pola hidup sehat, sering kontrol dan rutin minum obat. " Ucap fadli setelah selesai memeriksa dimas.


" Sebulan ini aku kefikiran nabila terus Fa, dia mau melahirkan dengan kondisi dia seperti itu. Aku benar - benar takut terjadi sesuatu dengan nya, dan aku juga harus bekerja lebih giat untuk mendapatkan banyak uang untuk biaya operasi nabila " Ucap dimas berterus terang kepada fadli.


Fadli paham betul dengan apa yang dimas rasakan, istri hamil dalam keadaan sakit yang terbilang parah dan perlu biaya yang tidaklah sedikit. Biaya untuk melahirkan dan untuk operasi kanker otak, pasti dimas bingung hingga semua itu menjadi beban pikiran nya.


" Aku sudah sering kali merepotkan hendra dan melani, jadi kali ini aku tidak mau merepotkan mereka lagi. Bahkan mereka pun tidak tahu tentang sakit nya nabila " Ucap dimas lagi.


" Soal biaya operasi kanker nya nabila kamu tidak usah khawatir dim, pihak rumah sakit akan memberi keringanan kamu hanya perlu membayar setengah nya saja, maaf sebelum nya dan jika uang mu masih kurang kamu misa menggunakan uang ku dulu. " Ucap fadli memberi solusi kepada dimas.


" Ini bukan dari ku dim tapi ini keringanan dari rumah sakit, rumah sakit ini memang memberi keringan biaya untuk pasien penderita penyakit seperti nabila. Dan untuk ke kurangan nya bisa pakai uang ku dulu, kamu tenang saja anggap saja kamu berhutang pada ku. Kalau sama hendra atau melani sudah pasti dia tidak mau menganggap nya hutang" Ucap fadli mencoba memberi pengertian kepada dimas.


" Baiklah aku setuju dengan saran mu Fa " Ucap dimas yang menyetujui saran fadli.


" Apa aku boleh keluar, aku ingin melihat keadaan nabila apa anak ku sudah lahir atau belum? Sudah cukup lama aku disini" Ucap dimas.


" Iya ayuk kita kesana, dan kamu ingat ucapan ku tadi jangan kecapean dan jangan mengabaikan kesehatan " Seru fadli sambil menepuk pundak dimas.


Dimas mengangguk patuh, dimas sebenarnya tidak menyangka akan seakrab ini dengan fadli. Padahal dulu dia sangat sungkan dan malu saat fadli tahu jika dirinya adalah mantan suami aina, mantan suami yang menyia - nyiakan aina. Namun sekarang hubungan nya dengan fadli dan aina semakin membaik bahkan fadli dan aina terlalu baik kepada nya, mereka sama sekali tak menaruh dendam kepada dimas.


" Bagaimana keadaan nabila bu ? apa bayi nya sudah lahir ?" Tanya dimas saat sudah sampai di depan ruang operasi.

__ADS_1


" Baru saja terdengar suara tangisan bayi nya dim sepertinya bayi nya sudah keluar, kita tunggu saja dokter nya keluar." Ucap ibu marni.


Tidak menunggu lama dokter keluar bersama suster yang membawa bayi mungil dan masih merah.


" Selamat ya pak bayi nya lahir dengan selamat, bayi nya sehat tidak kurang suatu apa pun. Sekarang bayi nya biar di bersihkan dulu ya pak nanti akan kami antarkan di ruang rawat ibu nabila " Ucap dokter dengan sopan.


" Iya dokter terimakasih, oh iya keadaan istri saya bagaimana ?" Tanya dimas segera ingin tahu keadaan nabila.


" Ibu nabila alhamdulillah baik - baik saja, walaupun tadi keadaan nya sempat drop tapi sekarang sudah normal kembali. Saat ini beliau masih istirahat setelah ini akan kami pindahkan ke ruang rawat inap. Setelah disana nanti keluarga boleh masuk . " Ucap dokter dengan ramah dan santun.


" Iya dok terimakasih " Jawab dimas.


Setelah empat puluh menit nabila sudah di pindahkan ke ruang perawatan dan bayi nya pun sudah di bawa ke ruangan nabila. Dimas pun sudah mengadzanin bayi mungil nya itu.


" Kalau begitu hasni balik ke cafe dulu ya mas ? Sekalian mau antar ibu pulang, kasihan tama pasti dia nyariin karena kita tinggal dari siang tadi. Ini sudah hampir jam 5. " Seru hasni.


" Iya has, maaf ya bu dimas merepotkan ibu dengan harus menjaga tama sendirian. " Seru dimas dengan wajah tidak enak nya, dia tadi sempat melupakan keberadaan tama anak pertama nya.


" Tidak apa - apa dim, tama kan cucu ibu sudah sewajar nya ibu menjaga nya lagi pula ibu tidak ada kerjaan kalau cuma makan tidur badan ibu malah pegal - pegal. Ya sudah ibu pulang dulu ya, kamu disini saja temani nabila. Nanti kalau nabila bangun bilang saja ibu dan yang lain pulang dulu " Ucap ibu marni lalu keluar dari ruang rawat nabila.


Fadli dan aina sudah pulang dari sepuluh menit yang lalu karena sudah sore, aina harus menjaga anak nya karena sang pengasuh akan segera pulang. Maklum aina hanya memperkerjakan pengasuh sampai jam 5 sore saja selebih nya aina dan fadli yang mengasuh anak nya.


Dimas kembali melihat bayi dalam bok yang tertidur dengan pulas nya, bayi cantik mungil seperti wajah nabila. Mirip sekali dengan nabila hanya hidung nya saja yang mirip dengan dimas, sedikit mancung.


" Ayah akan memberimu nama Gina salsabila , dan panggilan Gina " Seru dimas sambil mengusap lembut pipi anak nya yang masih tertidur.


******


Akhirnya nabila melahirkan bayi cantik ❤❤❤

__ADS_1


Selalu dukung karya Author ya kak, Like Komen Vote Favirite dan Berikan Hadiah , serta Rate bintng 5 nya 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏🙏


__ADS_2