Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Dimas menemui hendra


__ADS_3

Kebetulan hari ini adalah hari minggu dimas berencana menemui hendra untuk meminjam uang untuk modal usaha. Tapi sebelum nya dimas membuat janji kepada hendra terlebih dahulu, dimas memilih menemui hendra di tempat lain. Karena yang dimas tahu keluarga melani masih ada di rumah melani jadi dimas mengurungkan niat nya datang kerumah melani.


Pagi ini seperti biasa Hendra sedang menemani babby H berjemur di halaman belakang dan melani sedang memakan sarapan nya.


Tring ...


Bunyi notifikasi dari ponsel hendra, hendra mengambil ponsel nya yang dia letakkan di kursi dekat kereta dorong babby H.


" Mas dimas!" gumam Hendra pelan. Hendra langsung membuka pesan dari dimas.


[ Hendra, hari ini bisa kita ketemu?]


[ Datanglah kerumah mas ]


[ Aku tidak enak kerumah mu karena masih ada keluarga nya melani, kita ketemu di cafe yang tidak jauh dari tempat tinggal mu saja ]


[ Baiklah mas tentukan saja jam nya]


[ Iya nanti aku kirim lewat chatt]


Setelah berbalas pesan dengan dimas, hendra meletakkan kembali ponsel nya di atas kursi.


Dan kembali melihat babby H yang sedang asik berjemur.


" Chatt sama siapa mas?" tanya melani yang baru datang dan ikut duduk di samping hendra. Tadi saat hendak menghampiri hendra , melani melihat hendra sedang sibuk berkirim pesan.


" Oh itu tadi mas dimas, dia ngajak ketemuan. Kata nya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan mas, tapi mas juga tidak tahu masalah apa yang akan dia bahas" Ucap Hendra jujur.


" Temui saja mas, siapa tahu itu penting dan bagaimana pun mas dimas tetap kakak mas hendra. Sejelek apa pun prilaku nya kita tidak boleh membenci nya. " Ucap melani bicara dengan bijak nya.


Hendra tersenyum dan membawa melani ke dalam pelukan nya, dia sangat bersyukur bisa mendapatkan wanita sebaik dan setulus melani.


" Eheeemmmm..." Suara deheman dari orang yang baru datang mengagetkan mereka, sehingga hendra dengan reflek melepaskan pelukan nya.


Ayah melani senyum-senyum saat menangkap basah anak dan menantu nya yang sedang bermesraan. Hendra dan melani tampak malu-malu dan salah tingkah.

__ADS_1


" Ayah " Seru hendra dan melani bersamaan.


" Kenapa di lepas pelukan nya? Ayah juga pernah muda Ndra kalau cuma pelukan di depan ayah si tidak apa-apa asal jangan yang lain-lain nya " Seru pak Admaja sambil tertawa.


" Ayah apaan si" Melani yang masih tampak malu-malu.


" Tidak usah malu-malu begitu, tadi kalau ayah tidak datang pasti babby H sudah mendapat tontonan gratis. Hahahaa" Tawa ayah melani.


Pak Admaja memang orang yang humoris dan sangat menyayangi keluarga nya tak jarang beliau sering bercanda dengan sang menantu nya.


" Oh iya Ndra, bagaimana kabar kakak kamu dimas ? Ayah dari kemarin tidak melihat nya, saat syukuran Vino kemarin pun dia tidak ada" Tanya pak admaja yang memang penasaran kemana dengan kakak nya yang bernama dimas itu.


" Mas Dimas mungkin lagi sibuk Yah, atau dia memang tidak mau ketemu dulu dengan orang banyak terutama istri nya lebih tepat nya mantan istri nya. Mas dimas dan mbak Aina resmi bercerai seminggu yang lalu bertepatan dengan kelahiran putra ku" Hendra menjelaskan kepada sang ayah mertua nya.


" Sepertinya dimas dan istri nya itu pasangan yang serasi dan istrinya pun wanita yang baik" Ucap pak Admaja.


" Cerita nya sama dengan rumah tangga melani dan mas Raka Yah, dengan wanita yang sama" Bukan hendra yang menjawab tetapi melani lah yang menjawab.


" Maksud kamu dimas selingkuh dengan wanita yang dulu merebut mantan suami mu?" Tanya pak Admaja memastikan.


*****


" Apa yang ingin mas dimas bicarakan?" Tanya Hendra saat sudah berada di hadapan Dimas.


Dimas bingung mau memulai pembicaraan nya darimana, ada rasa tak enak bahkan malu untuk bicara masalah uang dengan Hendra. Karena selama ini dimas selalu menyusahkan hendra dengan meminjam uang yang tak pernah dia kembalikan.


" Emh.. Bagaimana ya Ndra, aku bingung mau mulai darimana?" Seru dimas yang tampak ragu.


" Langsung pada intinya saja mas" Ucap hendra pasti.


Akhirnya Dimas pun mengutarakan keinginan nya menemui Hendra. Hendra yang mendengar keinginan sang kakak pun sudah tidak kaget lagi, karena hendra sudah menebak pasti hanya urusan uang yang bisa membuat dimas bersikap baik kepada nya.


" Aku tidak ada uang sebanyak itu mas, darimana aku uang sebanyak itu. Kamu tahu dendiri kan mas aku sudah berkeluarga ada anak dan istri yang harus aku nafkahi. Aku tidak bisa membantu mu mas" Ucap hendra menolak permintaan dari dimas.


" Istri kamu kan orang kaya, masak uang segitu saja tidak ada. Jangan pelit-pelit dong Ndra aku ini masih kakak kamu ,kamu kan tinggal ambil uang di perusahaan kan bisa." Seru Dimas yang mulai bicara dengan tidak sopan.

__ADS_1


Hufftt...


Hendra menghela nafas dengan berat, dia sudah hafal dengan karakter dimas kalau ada mau pasti selalu memaksa dulu hendra masih berbaik hati tapi tidak untuk sekarang karena dia juga sudah berkeluarga.


" Mas yang kaya itu mertua ku dan istri ku bukanlah aku , 200 juta itu bukan uang yang sedikit mas. Darimana aku uang segitu banyak, aku tidak mau mengambil uang istri ku. Setiap uang yang keluar dari perusahaan itu melalui melani dulu, harus ada tanda tangan melani." Hendra menjelaskan alur keuangan di perusahaan nya.


" Kalau tidak bisa 200 juta, 150 atau 100 juta saja juga bisa Ndra. Aku butuh untuk modal usaha Ndra, mana Vera juga butuh biaya untuk melahirkan" Ucap dimas bernego soal uang pinjaman.


" Aku tetap tidak bisa mas, aku tidak punya uang sebanyak itu. Bukan nya mas dimas banyak uang, yang aku tahu selama ini uang cafe masuk ke kantong mas Dimas. Mbak Aina saja tidak tahu menahu. Mas, aku selama ini sudah sering membantu mas dimas. Mas yang pinjam uang 1 juta atau 2 juta dan kalau hendra jumlahkan ada sekitar 35 juta mas, sampai sekarang uang itu tidak mas kembalikan. " Seru hendra yang mengingat tentang hutang-hutang dimas.


" Hah mana ada aku punya hutang sebanyak itu, jangan ngarang kamu Ndra. Aku memang pernah beberapa kali pinjam uang sama kamu tapi tidak sebanyak itu. Aku memang lupa si berapa jumlah nya tapi seingat ku tidak sampai segitu banyak. Sudahlah Ndra tidak usah bahas hutang yang tidak seberapa itu, nanti kalau ada uang pasti aku bayar. Sekarang masalah nya kamu bisa tidak pinjamin aku untuk modal usaha" Ucap dimas yang tetap ngotot untuk pinjam uang kepada hendra.


Hendra pun mulai jengah dan malas menghadapi sikap kakak nya yang menurut nya terlalu menggampangkan masalah dan bertindak semau nya.


" Maaf mas aku tidak bisa kamu cari pinjaman ke orang lain saja. Permisi mas saya masih ada urusan lain " Seru hendra dan akan beranjak pergi meninggalkan dimas.


Dimas tidak terima dengan penolakan dari Hendra, dia merasa hendra merendahkan nya. Dimas tiba-tiba marah dan menggebrak meja sehingga para pengunjung mengarahkan pandangan nya ke meja dimas.


Braakkk


" Kamu jangan sombong Ndra, mentang-mentang sekarang sudah kaya kamu merendahkan ku. Dasar adik tidak tahu diri" Ucap dimas sengaja berbicara dengan keras agar di dengar oleh pengunjung yang lain nya.


" Terserah kamu mas, aku tidak mau berdebat lagi dengan mu. Aku tetap tidak bisa membantu mu, uang sebanyak itu aku tidak punya" Dimas bicara dengan penuh penekanan. Banyak pasang mata yang melihat perdebatan mereka dan mulai berbisik-bisik.


Hendra yang mendengar kasak kusuk para pengunjung pun merasa risih, karena para pengunjung beranggapan hendra saudara yang pelit dan sombong.


" Pelit dan sombong sekali kamu Ndra" Cibir dimas dengan senyum sinis nya.


" Aku pelit dimana nya mas? Selama ini aku sudah berbaik hati pada mu, hutang-hutang mu yang puluhan juta saja aku ikhlas kan. Dan sekarang kamu datang untuk pinjam uang 200 juta, kamu kira aku ini mesin pencetak uang. Aku sudah berkeluarga mas ada istri dan anak yang harus aku nafkahi. Tidak seperti dulu saat aku masih membujang berapa pun kamu pinjam aku kasih, sampai sekarang pun uang itu tak kau kembalikan" Seru hendraberbicara lumayan keras agar para pengunjung juga ikut mendengar sehingga tidak beranggapan hendra orang yang pelit.


Setelah berbicara seperti itu hendra pergi meninggalkan dimas yang masih terus memanggil nama nya, hendra tak menghiraukan panggilan dari sang kakak.


*****


Nah kasihan sekali dimas, jadi malu sendiri kan!! Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak 🙏❤❤

__ADS_1


Selamat membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2