Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Dikira kakak beradik


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Nina kembali menghampiri bimo dengan kedua tangan nya penuh dengan bungkusan berbagai makanan yang baru saja di beli nina. Hampir semua jajanan yang di jual di alun - alun nina beli, ada sekitar 20 macam.


" Makanan sebanyak ini siapa yang mau makan sayang ? Kalau aku tidak mungkin karena tadi baru saja makan malam dan ini aku sudah pesan kopi dan roti bakar " Ucap bimo sambil menunjukan kopi dan roti bakar yang tinggal setengah porsi.


" Kak bimo tenang saja nanti aku yang makan, kalau tidak habis ya kita bawa pulang saja buat aku makan besok pagi. Lagi pula ini ada beberapa makanan yang bumbu nya di pisah kok. Ada somay, sate , lontong kikil dan ada beberapa lagi yang kuah dan bumbu nya aku minta pisah agar bisa di makan lagi besok. Jadi tidak ada yang mubazir kan kak " Ucap nina sambil meletakkan bawaan nya di tikar tempat bimo duduk dekat penjual roti bakar.


" Apa kamu habis dengan makanan sebanyak ini sayang ?" Tanya bimo lagi yang tak yakin dengan nina yang akan menghabiskan semua nya.


" Kalau aku sendiri jelas tidak akan habis dong kak, di rumah kan adi mbak wati dan bik atun jadi mereka uang akan membantu menghabiskan. Sudahlah jangan tanya lagi, sekarang aku mau makan sosis bakar nya dulu habis itu aku mau makan yang lain nya juga, kalau kak bimo mau ambil aja " Ucap nina lalu memakan sosis bakar nya dengan lahab.


Beberapa pengunjung banyak yang melihat ke arah bimo dan nina, nina hanya cuek dan tak menghiraukan mereka.


" Sudah kamu saja yang makan, aku makan ini aja " Ucap bimo sambil mengambil roti bakar dan memakan nya.


Saat nina sedang menikmati makanan nya tiba - tiba ada seorang wanita datang menghampiri mereka dan mencoba duduk di samping bimo. Bimo dan nina menyangka jika wanita itu hendak pesan roti bakar, karena memang tikar yang mereka duduki milik lapak penjual roti bakar.


" Adik nya beli makanan banyak banget mas ?" Seru wanita itu dengan sok kenal nya.


Bimo dan nina masih saja cuek bahkan mereka tidak menyadari jika wanita itu bicara dengan nya tepat nya dengan bimo.


" Mas asli orang sini ? " Tanya wanita itu pantang berhenti sebelum di jawab.


" Ehh.. mbak bicara dengan kami ?" Tanya nina yang menyadari jika wanita itu mengajak bicara bimo.


" Emmhh... iya, maaf ya ganggu waktu kalian. Aku perhatikan dari tadi kalian asik banget jadi aku menghampiri kalian ingin kenalan dan sekalian ngobrol biar aku ada teman, soalnya aku kesini sendirian maklum lah jomblo " Ucap wanita itu dengan senyum genit nya sambil melirik bimo yang tetap diam.

__ADS_1


Nina memperhatikan gerak - gerak wanita yang duduk di samping bimo itu. Wanita itu terus mencuri pandang ke arah bimo, dan mencoba menarik perhatian bimo dengan sesekali mengajal bimo bicara namun bimo tetap saja diam.


" Mbak siapa nama nya ?" Tanya nina sambil mengelap mulut nya dengan tisu yang dia bawa dari rumah.


Nina sudah menghentikan makan nya, perut nya sudah kenyang padahal hanya makan tiga sosis bakar saja dan minum satu cup es cendol dawet.


" Nama saya Ria, saya bekerja di perusahaan global property baru dua bulan ini , saya asli dari kota X datang ke kota ini untuk bekerja dan saya kost tidak jauh dari alun - alun ini " Ucap ria dengan sangat jelas dan detail.


" Oh saya nina dan lelaki yang di samping mbak itu suami saya, Bimo. " Ucap nina juga memperkenalkan bimo sebagai suami nya.


Ria terkejut saat nina memperkenalkan bimo sebagai suami nya. Ria tidak percaya dia menyangka jika nina pasti bohong.


" Haha haaa... Yang benar saja kamu, masak dia suami kamu ? Kalau kakak kamu saya percaya" Seru ria dengan masih tertawa.


" Sayang kita pulang yuk, ini sepertinya sudah malam. Kasihan sekar pasti kalau bangun dia nyariin kita, aku juga perlu olah raga malam " Ucap bimo seketika menghentikan tawa ria.


Nina dan bimo pergi meninggalkan ria yang masih duduk di tikar dengan perasaan malu dan kecewa mencampur jadi satu kesatuan.


* Aku kira tadi mereka kakak adik, beruntung aku belum banyak bicara kalau sudah banyak bicara pasti aku malu. * Gumam ria dalam hati nya.


******


" Sayang sudah sebulan kamu janjiin aku beli mobil baru tapi sampai sekarang kamu diam saja tidak ada kabar, bahkan sekarang kamu pelit banget jarang ngasih aku uang " Ucap mira kesal karena om jos belum juga menepati janji nya untuk membelikan nya mobil. Jangan kan membelikan mobil mira untuk biaya hidup nya sendiri saja dia bingung.


Sampai detik ini om jos belum memberitahu mira jika dirinya sudah jatuh miskin karena semua aset sudah di ambil alih oleh istri sah nya. Hanya mobil itulah yang sekarang jadi harta satu - satu nya om jos.


" Sabar dulu sayang, proyek yang aku tangani masih banyak memerlukan modal jadi uang ku banyak yang di pakai untuk modal, karena ini proyek pribadi ku bukan dari perusahaan jadi pakai uang pribadi ku. Nanti kalau sudah selesai aku untung banyak sayang, kamu juga kan yang senang " Ucap om jos sambil menciumi rambut mira.

__ADS_1


" Tapi janji loh ya, aku sudah malu pakai mobil lama ku itu. " Ucap mira mencari kepastian.


" Janji dong asal kan kamu nurut dan selalu memuaskan ku apa pun yang kamu minta akan aku berikan, apalagi kamu kan memang istri ku. " Seru om jos sambil tetap menciumi rambut mira.


" Urusan mu dengan istri tua mu itu bagaimana ? apakah kamu sudah menceraikan nya? Kamu pasti lebih memilihku daripada wanita tia itu " Seru mira percaya diri.


Om jos hanya tersenyum kecut menanggapi apa yang di ucapkan oleh mira. Dia tidak tahu bagaimana reaksi mira jika tahu saat ini dirinya sudah tidak mempunyai harta yang berlimpah lagi alias melarat.


* Jelas aku memilih mu karena istri ku sudah menceraikan ku, bahkan dengan mudah nya dia mengurus perceraian tanpa persetujuan ku. Daripada aku hidup sendiri ya lebih baik aku bersama mu mir, denhan hidup bersama mu aku bisa mendapatkan kepuasan batin. Uang di tabungan ku masih cukup untuk hidup dua bulan kedepan, setelah nya aku fikirkan nanti * Gumam om jos bicara dengan diri nya sendiri.


" Iya sayang, aku sekarang sudah bercerai dengan istri pertama ku. Tinggal menunggu surat cerai dari pengadilan saja, bagaimana kamu senang kan akhirnya bisa memiliki aku seutuh nya ?" Tanya om jos dengan tangan yang sudah tidak bisa diam lagi.


" Senang dong om, aku sangat bahagia akhirnya aku bisa menjadi wanita satu - satu nya untuk om jos. Karena aku tak mau jadi madu dan aku juga tak mau di madu " Ucap mira sambil mengalungkan ke dua tangan nya di leher om jos.


" Sayang sekarang waktu nya kamu memanjakan ku, kita lakukan disini saja ya. Suasana baru dan gaya baru kita kan tidak pernah melakukan nya di ruang tamu, sekarang kita lakukan " Ucap om jos yang langsung menerkam mira.


Dengan mudah om jos melepaskan baju yang di pakai mira, sekali tarik sudah jatuh ke lantai karena mira hanya mengenakan dres tanpa lengan dan bahu nya pun terbuka.


******


MIRA TUNGGU SAJA KEJUTAN DARI AUTHOR, AUTHOR GERAM SAMA KELAKUAN MU. 🤭🤭


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. ❤❤❤


SUDAH SAMPAI BAB 200 SAJA, ALHAMDULILLAH AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA , SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN KARYA AURHOR INI ❤


TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2