Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Datang untuk tama


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Hari yang di tunggu vera pun datang juga, dengan mengendarai mobil orang tua nya vera dan gunawan berangkat ke kota pukul 7 pagi. Vera sangat bahagia dan dia pun tidak sabar ingin bertemu dengan anak nya, Tama.


Vera sudah beberapa kali mencoba menghubungi nomor ponsel dimas yang tersimpan di ponsel bapak nya tetapi tidak bisa di hubungi. Vera tidak patah semangat dia tetap berangkat ke kota untuk menemui anak nya, tujuan nya saat ini adalah rumah kontrakan yang terakhir kali dia tempati dengan dimas.


Perjalanan dari desa ke kota sekitar 4 jam perjalanan, mobil vera sudah sampai di rumah kontrakan dimas.Rumah kontrakan terlihat sangat sepi, vera mencoba memgetuk-ngetuk pintu tetapi tidak ada yang menyahut.


" Seperti nya rumah ini kosong Ver, lihat dari tadi tidak ada orang yang membuka kan pintu. Bahkan rumah ini pum terlihat tidak ada yang menempati." Seru gunawan yang terlihat sudah sangat lelah karena perjalanan yang cukup jauh.


" Iya mas, terus mereka sekarang tinggal dimana ya mas? apa mereka tinggal di rumah ibu nya mas dimas? tapi ibu nya mas dimas sangat membenci mas dimas?" Tanya vera beruntun dan tak ada satu pun yang dapat gunawan jawab.


Namun tiba-tiba ada orang yang menghampiri mereka dan orang itu pun mengenali Vera.


" Loh mbak Vera" Seru ibu Rt yang tadi kebetulan lewat dan melihat ada orang di depan kontrakan.


" Iya bu, ini aku vera. Ibu Rt apa kabar?" Tanya vera yang mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


Ibu Rt pun menyambut uluran tangan Vera dengan baik dan memeluk vera dengan erat.


" Oh iya bu, kenalkan ini mas gunawan suami vera" Seru vera sambil menynjuk ke arah gunawan yang berdiri tepat di samping Vera.


Gunawan dan ibu Rt pun saling berkenalan dan berjabat tangan.


" Mbak Vera mencari dimas sama tama?" Tanya ibu Rt dengan ramah, bagaimana pun ibu Rt sudah tahu semua nya tentang perceraian dimas dan vera jadi tidak ada sedikitpun rasa benci kepada Ver.


Justru ibu Rt sangat bahagia melihat vera yang sudah sembuh dan terlihat bahagia dengan suami baru nya. Bahkan vera juga mengingat anak nya, Tama.


" Iya bu saya mencari mas dimas, karena saya ingin bertemu dengan tama. Saya kangen dengan anak saya bu, saya ingin sekali menemuinya" Kata vera dengan mata yang ber kaca-kaca.


Gunawan dengan sigap mengusap punggung sang istri untuk menguatkan hati vera.


" Sabar Ver,nanti kita bakal menemukan anak mu" Seru gunawan dengan sabar nya.


Ibu Rt kasihan melihat vera yang sangat merindukan anak nya, dia ingin memberitahu keberadaan tama namun dia takut jika vera akan mengambil tama dari dimas.


" Maaf bu, apa ibu tahu alamat tinggal nya dimas sekarang ini. Kami hanya ingin bertemu dengan tama bu, vera sangat merindukan anak nya" Seru gunawan berbicara dengan lembut kepada ibu Rt.


" Dimas dan tama tinggal di rumah orang tua nya, sekitar satu jam dari sini" Seru ibu Rt yang akhir nya memberitahu keberadaan dimas dan tama.


Vera melepaskan pelukan suami nya lalu memegang tangan ibu Rt seraya memohon.


" Bu tolong berikan alamat orang tua mas dimas, saya tidak tahu alamat orang tua mas dimas bu. Yang saya punya hanya alamat adik nya mas dimas" Ucap vera dengan memohon.


Vera memang tidak tahu alamat orang tua dimas, yang dia tahu hanya alamat melani dan rumah aina saja, dia tidak mungkin mendatangi rumah melani atau pun rumah Aina.

__ADS_1


Akhirnya ibu Rt pun memberi tahu alamat tempat tinggal dimas.


" Dulu dimas masih sering datang ke rumah saya untuk mengambil kue barang dagangan nya, tapi karena jarak dari rumah nya ke sini lumayan jauh karena 1 jam perjalanan, jadi barang dagangan nya kami antar sembari mengantar pesanan orang" Ucap ibu rt menjelaskan.


" Jadi mas dimas masih jualan kue bu?" tanya vera antusius.


" Iya mbak, tapi dia sudah tidak keliling lagi. Dia ada kios di pinggir pasar Jati sana, tidak jauh si dari sini sekitar 20 menit kok. Biasa nya jam segini dia masih di kios, tapi saya sarankan lebih baik mbak vera langsung datang ke rumah nya saja." Ucap ibu Rt memberi nasihat.


" Iya bu terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu ya bu" Seru Vera berpamitan.


Vera dan gunawan langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya menuju alamat orang tua dimas yang sudah dia catat di ponsel nya.


" Mas,kalau mas capek biar aku saja yang menggantikan mas menyetir. Atau kita istirahat saja dulu, kebetulan sebentar lagi sudah jam makan siang" Ucap vera sambil melirik jam yang bertengger di pergelangan tangan kiri nya.


Gunawan menganggukkan kepala nya sambil berkata mengiyakan jika mereka istirahat untuk makan siang terlebih dahulu. Mobil gunawan pun berhenti di depan rumah makan, mereka pun turun dan langsung memesan makanan.


Setelah makanan habis dan beristirahat sejenak mereka melanjutkan perjalanan kembali. Sekitar setengah jam lagi mereka sudah akan sampai ke alamat tujuan.


" Benar daerah sini rumah nya Ver?" Tanya gunawan.


Vera pun ingat jika daerah ini juga tempat tinggal Aina, rumah Aina yang pernah dia datangi bersama dimas saat Aina sedang bekerja.


* Ini kan juga satu daerah dengan rumah nya Aina* Gumam vera dalam hati.


" Eh.. emh iya mas ini benar alamat nya" Ucap vera sedikit terkejut karena dia tadi sedang melamun.


Tidak menunggu lama mobil yang di kendarai gunawan pun sudah sampai di depan rumah dimas. Gunawan turun dan di ikuti vera juga turun dari pintu samping.


" Kalau dari alamat yang ibu Rt berikan tadi si benar ini rumah nya. Jalan merpati 9 rumah nomor 76" Ucap gunawan sambil membaca alamat yang ada di dalam hanphone.


Vera tertegun dengan memandang rumah yang ada di hadapan nya, ada rasa takut untuk datang kerumah ini. Dia takut jika orang tua dimas tidak suka dengan kedatangan nya dan melarang nya menemui anak nya.


" Mas aku takut jika mereka tidak mengizinkan ku menemui tama" Seru vera sambil memegang lengan gunawan dengan erat.


" Kita coba dulu ya, kamu jangan takut. Aku yakin mereka tidak akan mengusir kita. Kita ketuk pintu nya ya" Seru gunawan menenangkan vera.


Gunawan dan vera pun melangkah mendekati pintu lalu mengetuk nya.


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum" Seru gunawan sambil mengetuk pintu.


Tok Tok


" Assalamualaikum.... Assalamualaikum.' Seru gunawan mengulang salam nya sampai dua kali.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah dalam ada seseorang yang membuka kan pintu dengan menggendong anak kecil laki-kaki.


Ceklek..


" Waalaikumsalam" Seru ibu marni saat membuka pintu sambil menggendong tama yang sedang memegang botol susu nya.


Ibu marni pun terkejut dengan seseorang yang saat ini berdiri di hadapan nya. Ibu marni kenal betul dengan wanita yang ada di hadapan nya.


" Vera" Gumam ibu marni pelan tapi masih bisa di dengar oleh vera dan gunawan.


Vera langsung bersimpuh di kaki ibu marni dengan tangis nya yang pecah.


" Ibu maaf kan saya, maaf.. saya banyak salah sama ibu. Saya juga banyak salah sama mas dimas dan tama anak saya, tolong maaf kan saya bu. Saya tidak bermaksud meninggalkan anak saya" Seru vera dalam tangis nya.


" Bangun lah Vera, jangan seperti ini malu di lihat tetangga. Lebih baik kita masuk dulu kita bicara di dalam" Ajak ibu marni.


Gunawan memapah vera masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Ibu marni langsung menuju dapur untuk mengambilkan tamu nya minum.


" Minum dulu,maaf hanya air putih ya. Ibu tidak sempat buat teh karena tama tidak mau turun" Ucap ibu marni tidak enak hati.


" Terimakasih bu, air putih juga tidak apa-apa kok bu" Jawab gunawan dengan ramah.


Vera dan tama pun meminum air yang sudah di suguhkan oleh marni. Ibu marni memangku tama dengan erat, seoalah takut jika vera akan mengambil tama.


Gunawan melihat ketakutan dalam diri ibu marni, dia pun mencoba bicara dengan ibu marni.


" Bu, sebelum nya maaf kalau kedatangan kami mengganggu istirahat siang ibu. Saya gunawan suami dari vera, tujuan kami keseni kami ingin bertemu dengan anak vera. Dan ibu jangan takut kami hanya ingin bertemu saja, kami tidak akan mengambil dari dimas. Karena hak asuh tama memang sudah ada pada dimas. Selama ini vera memang sedang tidak baik sehingga dia tidak ingat dengan anak nya, hanya sesekali saja dia ingat namun terkadang lupa lagi. Baru dua bulan ini vera semakin membaik dan bisa mengingat anak nya, dia sangat ingin bertemu dengan anak nya. Saya harap ibu maupun dimas tidak melarangnya" Ucap gunawan menjelaskan semuanya sehingga ibu marni bisa sedikit lega.


Namun ibu marni tidak begitu saja mengizinkan vera menggendong tama, dia masih takut jika vera tiba-tiba membawa lari tama.


Akhirnya ibu marni memutuskan menghubungi dimas untuk segera pulang. Ibu marni tidak menceritakan jika vera datang kerumah, ibu marni hanya bilang ada urusan penting sehingga dimas harus pulang.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


********


Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, agar author semangat menulis. ❤❤


Sembari nunggu Up, yuk mampur di " Pernikahan Ceo Muda" Cerita nya juga tak kalah bagus, ada adegan hot nya 🤭❤


Jangan lupa berikan rate bintang 5 ya kak 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2