
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Bimo mengambil langkah tegas , mira tidak di perbolehkan keluar rumah tanpa izin bahkan jika dia mau keluar harus di antar supir. Dan semua fasilitas mira di tarik oleh Bimo, dari ATM ,kartu kredit, Handphone serta mobil semua bimo tarik.
" Kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini Bim, aku bukan burung yang harus kau kurung dalam sangkar terus. Aku juga butuh kebebasan. Sudah tiga hari aku hanya berdiam diri di dalam rumah, aku ini sedang hamil aku butuh udara segar" Protes mira tidak terima dengan semua keputusan bimo.
" Kebebasan seperti apa yang kamu mau ? Kamu ingin bebas keluar masuk mall dan menghambur-hamburkan uang ku. Atau kamu mau bebas keluar masuk club malam lagi seperti dulu awal aku ketemu diri mu. !! Hah... !!! " Sentak bimo dengan suara meninggi.
Mira tetap membela diri, dia tidak mau di perlakukan seenak nya oleh bimo. Dia merasa saat ini diri nya seperti tahanan yang tidak bisa bebas pergi kemana-mana, bahkan semua fasilitas pun di tarik.
" Aku minta mas kembalikan semua fasilitas ku, semua itu milik ku." Mira tetap meminta fasilitas nya di kembalikan.
Bimo tertawa mendengar ucapan mira tentang kepemilikan fasilitas.
Haha haa haaaa
" Kamu itu pikun atau bagaimana mir? Semua yang kau miliki itu adalah milik ku. Kamu jangan pura-pura lupa , kamu menikah dengan ku hanya membawa badan saja. Ingat Mir, kamu baik aku akan jauh lebih baik tapi jika kamu sudah membohongi ku sedikit pun aku tidak akan percaya lagi dengan mu" Seru bimo.
" Mas,, !! Aku bosan di rumah terus, aku ingin jalan-jalan aku ingin bebas pergi kemana saja seperti dulu " Ucap mira tetap memberontak.
" Baiklah.. Kamu akan saya bebaskan pergi kemana pun kamu mau..." Ucapan bimo terjeda karena sudah di potong duluan oleh mira.
" Benarkah mas? Terimakasih mas, mas memang suami yang terbaik. Aku semakin mencintai mu mas" ucap mira sambil bergelayut manja di lengan bimo.
Dengan kasar bimo melepaskan tangan mira dari lengan nya. Saat ini bimo benar-benar marah dengan mira, sehingga dia tidak mau di sentuh oleh mira.
" Aku belum selesai bicara, aku akan membebaskan mu pergi kemana saja tapi setelah anak itu lahir !! Setelah anak itu lahir aku akan menceraikan mu !! Jadi kamu bebas mau kemana saja. " Ucap bimo sungguh-sungguh.
Mira menggelengkan kepala nya, dia tidak mau bercerai dengan bimo. Kalau sampai bimo menceraikan nya sudah pasti sedikitpun bimo tidak akan memberikan harta nya. Bimo sudah mengetahui kebohongan mira, jadi mira memilih bertahan dengan bimo.
__ADS_1
" Tidak sayang, Aku tidak mau bercerai. Aku sangat mencintai mu, tolong jangan ceraikan aku. Bagaimana pun anak ini membutuhkan ku, dia membutuhkan kedua orang tua nya. " Ucap mira mengiba dengan tangis air mata buaya nya.
" Andai saja saat ini kamu tidak hamil, sudah aku pastikan kamu sudah aku ceraikan. Aku malu, aku malu dengan keluarga Hilmawan. Apalagi saat ini perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan keluarga hilmawan mau di tarok mana muka ku mir jika mereka semua tahu. Tidak ada pilihan lain selain aku menceraikan mu." Ucap bimo lalu pergi meninggalkan mira sendiri di meja makan.
Bimo memilih cepat pergi ke kantor nya dari pada terus berdebat dengan mira. Banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.
" Mas, mas bimo... !! Sampai kapan pun aku tidak mau bercerai dengan mu. Dan sekarang tolong kembalikan Atm dan kartu kredit ku, aku mau jalan-jalan mas. " Teriak mira.
Namun bimo tidak menghiraukan teriakan mira, dia tetap melangkah keluar menuju mobil yang sudah terparkir di halaman.
*******
Dimas dan Nabila saat ini berada di kios nya, tama pun ikut serta di bawa nya ke kios.
" Mas, bagaimana kalau kita buat toko kue, tapi kita juga menyediakan menu lain seperti jus, kopi dan minuman-minuman kekinian. Kita rubah toko ini seperti cafe, tapi kita tetap menjual kue-kue juga. Cuma kita tambahin tempat untuk nongkrong para anak muda" Ucap nabila memberi ide.
" Wah ide yang bagus itu Dek, tapi kita harus mencari tempat yang strategis dulu. " Ucap dimas memyetujui ide dari nabila.
" Dadang benar mas, toko ini harus tetap buka setidak nya kita buka sampai siang saja. " Seru nabila menyetujui saran dadang.
Dimas pun mrnyetujui saran dari dadang, mulai hari ini dimas akan mencari tempat yang bisa dia sewa untuk memulai bisnis baru nya. Dimas akan mencari tempat yang strategis.
" Besok mas coba cari tempat nya, sementara kita sewa saja dulu karena kita juga pasti perlu modal lebih. " Ucap dimas kepada nabila.
" Iya mas tidak apa-apa, apa pun keputusan mas dimas pasti nabila dukung. " Ucap nabila dengan senyum manis nya.
Sementara itu di rumah yang cukup besar, Mira sedang uring-uringan tidak jelas. Bahkan sedari pagi dia belum makan sama sekali, dia benar-benar tidak menerima keputusan bimo yang menurut nya sangat merugikan nya.
Tok Tok Tok
__ADS_1
" Nona Mira, makan siang nya sudah siap. Non, mau makan di meja makan atau mau saya bawakan ke kamar?" Tanya pelayan dari luar kamar.
Mira tidak menjawab atau pun membuka pintu kamar nya, dia tetap diam duduk di sofa yang ada di kamar nya.
" Non, Non mira. Makan dulu ya Non, Tuan berpesan agar Non tidak terlambat makan" Seru pelayan lagi dari luar kamar.
" Saya tidak mau makan !! Saya tidak lapar !!" Teriak mira dari dalam kamar.
Pelayan itu pun memilih pergi dari depan kamar mira lalu turun ke bawah dan menyampaikan kepada teman nya jika Mira tidak mau makan.
" Non mira tidak mau makan, sedari pagi dia tidak makan. Kalau tuan bimo marah bagaimana?" Ucap salah satu pelayan dengan nada takut nya.
" Sudah biarkan saja dia tidak mau makan, nanti kalau dia lapar pasti nyari makanan juga. Yang penting kita sudah siapkan makanan, tuan bimo pasti sudah tahu dengan kelakuan istri nya. Sudah yuk kita makan siang dulu setelah itu kita lanjutkan lagi pekerjaan kita" Ucap salah satu pelayan.
" Oh ya sudah, aku juga sudah lapar" Kedua pelayan itu pun kembali ke dapur makan siang di meja teras dekat dapur.
Sedangkan di kamar nya mira sedang gelisah, pasal nya dia sangat lapar namun malu mau turun ke bawah karena tadi sudah menolak makan saat pelayan memanggil nya.
" Huh dasar perut tidak bisa di ajak kompromi sama sekali ini perut. Aku kan mau mogok makan juga tapi kenapa perut ku ini sudah lapar sekali. Mana di kamar tidak ada makanan,cemilan pun tidak ada. Huh kasihan sekali si nasib ku " Gerutu mira.
Mira pun turun dari sofa lalu membuka pintu nya dan turun ke lantai bawah untuk mengambil makanan,mira akan makan di kamar nya sehingga tidak di ketahui oleh pelayan.
Tiba di meja makan, mira mengambil 2 piring lalu satu piring di isi nya nasi yang cukup banyak dan satu piring lagi berisi lauk pauk. Dengan sangat hati-hati mira membawa dua piring penuh itu naik ke atas menuju kamar nya. Tanpa mira ketahui dua pelayan tadi memperhatikan kelakuan mira yang seperti sedang maling makanan.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤