Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Harapan bimo


__ADS_3

Sesuai janji nya di pesan singkat yang bimo kirim semalam, siang ini bimo mendatangi tempat kerja nina di butik milik melani. Bimo langsung datang ke butik karena dia tidak bisa menghubungi nina, nomor ponsel bimo masih d blokir Nina.


" Permisi pak saya mau mencari nina, apa nina nya ada?" Tanya bimo kepada satpam yang jaga di depan pintu butik.


" Dengan siapa dan ada keperluan apa ya pak?" Tanya satpam dengan sangat ramah.


" Saya bimo, dari kampus XX ada urusan dengan saudara nina. Saya sudah menghubungi nomor ponsel nya tapi sedari tadi tidak di angkat, tolong panggilkan ya pak karena ada peeihal urusan kampus yang harus saya sampaikan" Ucap bimo berbohong demi tujuan bertemu nina tercapai.


" Baik pak saya panggil kan dulu atau bapak mau ikut masuk dan menunggu di ruang tunggu saja" Tawar pak satpam.


" Tidak perlu pak disini saja" Tolak bimo halus.


Pak satpam mengangguk lalu masuk memanggil nina, tidak menunggu lama pak satpam datang bersama nina.


Sebenarnya saat satpam tadi memberitahu nya jika ada bimo yang mencari nya, nina tidak mau menemui nya namun pak satpam bilang jika bimo ada urusan dari kampus XX tempat nina kuliah jadi mau tidak mau nina menemui nya , karena takut teman-teman nya curiga dan banyak pertanyaan.


" Ada apa Om,, ehh Pak bimo?" Tanya nina langsung tanpa berbasa basi saat sudah ada di luar pintu butik.


" Bisa kita bicara berdua, ada yang mau saya sampaikan" Ucap bimo sambil menyunggingkan senyum.


Nina tidak mungkin menolak, apalagi tadi bimo sudah beralasan urusan kampus. Kalau dia menolak nya pasti pak satpam juga curiga.


" Baik kita bicara di cafe sebelah itu saja " Tunjuk nina pada salah satu cafe yang tidak jauh dari butik. Tempat nya masih satu baris dengan butik melani.


" Baik" Jawab singkat bimo.


Nina dan bimo masuk ke dalam mobil, dan bimo melajukan mobil nya menuju cafe yang hanya berjarak sekitar seratus meter dari butik.

__ADS_1


" Apa yang mai om bicarakan ? aku tidak bisa lama-lama karena aku sedang bekerja." Ucap nina tidak mau memandang ke arah bimo. Dia sengaja membuang pandangan nya ke arah luar butik.


" Kamu tidak mau pesan sesuatu dulu, makan atau minum?" Tanya bimo mengulur waktu agar kebersamaan nya dengan nina semakin lama.


" Tidak " Jawab singkat nina.


Bimo menghela nafas berat, lalu dia memanggil pelayan dan memesan dua gelas minuman. Walaupun nina berkata tidak bimo tetap memesan kan untuk nina. Setelah menunggu lima menit pesanan bimo sudah ada di atas meja.


" Cepat om apa yang mau om sampaikan, lima belas menit lagi jam istirahat sudah habis dan aku harus kembali bekerja" Ucap nina acuh.


" Apa kamu tidak bisa bicara dengan menatap ku, aku ada di depan mu nin tapi pandangan mu selalu ke arah luar" Tanya bimo membuat nina semakin jengah.


" Sepuluh menit lagi Om " Seru nina.


Bimo akhir nya mengalah dan memulai pembicaraan nya, dengan hati-hati bimo menyampaikan nya kepada nina.


" Aku tidak bisa melarang hati seseorang untuk mencintai ku Om, itu hak nya Om. Tapi maaf aku tidak bisa membalas rasa cinta dari Om, seperti yang om tahu kita bertemu saja baru berapa kali dan itu pun tanpa sengaja tapi om sudah menyataka cinta nya kepada ku dan aneh nya om sudah berkeluarg. Aku jadi yakin jika om ini hanya mempermainkan perasaan ku bahkan mungkin banyak wanita yang sudah om permainkan. Jadi maaf Om aku tidak bisa membalas perasaan om, dan tolong jangan lagi hubungi atau menemui ku lagi." Ucap nina


Bimo tertegun dengan apa yang barusan di sampaikan nina, dia pun menyadari jika apa yang dia lakukan salah namun entah mengapa dia tetap mengutarakan isi hati nya kepada nina.


" Tapi aku sedang mengurus perceraian ku Nina" Ujar bimo.


" Maaf om aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mu, kamu menceraikan istri mu karena kamu ingin mendekati ku. Maaf aku tidak bisa dan aku tidak akan mau dengan mu Om" Seru nina dengan dada bergemuruh.


" Nina aku sangat mencintai mu, aku tahu ini begitu cepat untuk mu tapi setidak nya izinkan aku untuk mengenal mu lebih dekat. " Ucap bimo dengan nada memelas.


" Maaf om, aku tidak bisa !! Siapa pun wanita nya tidak ada yang sanggup untuk di madu om, begitu pun dengan istri mu om. Aku tahu saat ini pasti hati nya sangat hancur dengan apa yang sudah om perbuat" Ucap nina tetap menolak bimo.

__ADS_1


Bimo sudah kehabisan kata-kata dia tidak tahu harus bagaimana lagi bicara dan menyakinkan nina.


" Istri ku sudah membohongi ku, dia selingkuh dan anak yang baru dia lahirkan bukan anak ku tetapi anak selingkuhan nya. Hubungan ku dengan istri ku sudah lama tidak sehat, bahkan sebelum aku mengenal mu. Sudah lama aku ingin menceraikan nya, tapi saat itu dia sedang hamil dan saat ini aku sudah menceraikan nya. Aku akui aku memang bukan pria yang baik, bahkan aku ini penuh dosa tetapi aku tulus mencintai mu Nin" Seru bimo dengan penuh keseriusan.


Nina mendengarkan semua yang di ucapkan bimo, ada rasa kasihan saat dia mengetahui cerita kehidupan bimo. Namun hati kecil nya masih belum bisa untuk menerima bimo, dia masih takut jika dirinya di sebut perempuan perebut suami orang.


" Tolong berikan aku waktu Om, untuk saat ini tolong jangan temui aku dulu. Biarkan aku memikirkan semua ini dengan hati yang benar-benar pasti bukan karena kasihan atau keterpaksaan, aku harap om bisa mengerti keadaan ku. " Ucap nina yang akhirnya mencoba melunak kan ego nya.


" Baiklah aku tidak akan menemui mu dulu, aku hanya berarap aku mendapatkan jawaban yang bisa membuat ku bahagia. Sekali lagi aku mencintai mu tulus, kamu bukan wanita ke tiga dalam rumah tangga ku dan mantan isteri ku. Satu lagi mantan isteri ku sudah tidak tinggal lagi dengan ku, perceraian ku tinggal menunggu surat cerai dari pengadilan saja. " Ucap bimo terus menyakin kan nina.


" Aku permisi Om, oh iya terimskasih untuk minuman nya " Seru nina lalu beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan bimo yang masih diam terpaku.


Nina keluar cafe dan berjalan menuju tempat kerja nya lagi, karena istirahat jam makan siang sudah habis dari lima belas menit yang lalu.


* Aku tidak boleh menyerah, ini baru awal permulaan. Nina memang tidak seperti wanita lain, dia sangat berbeda. Aku harus tetap berusaha untuk mengambil hati nina dan menyakinkan Nina. * Gumam bimo dalam hati nya.


Bimo pun beranjak dari duduk nya, lalu keluar dan menuju parkiran mobil. Sebelum nya dia sudah meletakkan uang di meja untuk membayar minuman nya dan minuman nina.


*****


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Part bucin bimo ke nina sudah di mulai, semoga ending nya bahagia ya ❤


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤


DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2