Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Surat perjanjian


__ADS_3

🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹


Mobil yang membawa Raka sudah sampai di tempat tujuan, mobil berhenti di parkiran sebuah cafe. Raka dan pak Ibrahim masuk ke dalam cafe , karyawan cafe mengantarkan mereka ke ruangan VIP dimana Tuan Jimmy sudah menunggu.


Tuan Ibrahim mengajak Raka untuk masuk kedalam ruangan VIP tersebut. Ada perasaan takut yang menghantui Raka, dia takut jika Tuan Jimmy akan memperlakukan nya dengan tidak baik atau akan memberikan Raka hukuman yang lebih berat.


" Tuan Jimmy,, !" Seru Raka saat sudah berada dalam ruangan VIP dilihat nya Jimmy sedang duduk sambil memainkan gawai nya.


" Oh kalian sudah datang, silahkan duduk" Seru Jimmy lalu meletakkan gawai nya di meja.


Raka pun mendekat dan mulai duduk di kursi yang ada di seberang Jimmy, sedang kan pak ibrahim duduk di samping Jimmy.


" Apa kabar pak Raka?" Pertanyaan Jimmy mengagetkan Raka yang sedari tadi menundukkan kepala nya.


" Ba.. Baik Tuan" Ucap Raka dengan suara terbata-bata.


Raka masih menundukkan kepala nya, dia malu dan takut dengan Jimmy. Jimmy tahu jika saat ini Raka pasti memang takut dengan nya, Jimmy hanya mengulas senyum tipis melihat Raka yang ketakutan.


" Tidak perlu takut,saya tidak akan memakan mu. Saya punya alasan tersendiri mencabut tuntutan mu, saya ingin kamu bekerja lagi di perusahaan ku. Karena yang saya tahu kamu itu pekerja keras dan prestasi kerja mu juga bagus. Tapi jangan sekali-sekali kamu berkhianat lagi. Kalau itu sampai terjadi saya pastikan saya sendiri yang akan menghukum mu" Ucapan Jimmy membuat bulu kuduk Raka merinding, suara Jimmy terdengar penuh penekanan dan ancaman.


" Maksud Tuan Jimmy saya bekerja lagi di perusahaan Tuan?" Tanya Raka yang belum paham dengan ucapan Jimmy.


" Benar, hukuman 18 bulan dan semua aset yang di sita sudah cukup membuat mu tersiksa kan?" Tanya Jimmy penuh selidik.


Raka hanya terdiam dan semakin menundukkan kepala nya, yang di katakan Jimmy memang benar. Akibat keserakahan nya kehidupan nya berantakan, sang ibu meninggal dan sang istri pergi meninggalkan nya.


Sudah cukup Raka mendapatkan balasan dari keserakahan dan kejahatan nya selama ini, dia tidak mau mengulangi nya lagi. Semua akan dia jadikan sebagai pelajaran, sekarang dia akan mencoba menata hidup nya kembali.


" Maaf kan saya Tuan Jimmy, saya berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi" Raka berjanji di hadapan Jimmy dan sang pengacara.


Pak Ibrahim pengacara Jimmy memberikan kertas perjanjian yang sudah dia persiapkan nya kepada Raka. Raka menerima dan membaca isi dari perjanjian itu, isi perjanjian tidak ada yang memberatkan Raka ataupun merugikan Raka.


Disurat perjanjian itu hanya tertulis jika Raka berkhianat dia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat. Raka juga akan mendapatkan gaji yang sesuai dengan jabatan nya. Raka pun menandatangani surat perjanjian itu dengan perasaan lega karena tuan jimmy tidak mengungkit tentang kerugian perusahaan yang pernah raka lakukan.

__ADS_1


" Sudah jelas?" Tanya Jimmy saat Raka menutup map surat perjanjian itu.


" Iya Tuan, jadi saya akan di pekerjakan di kantor cabang di kota B. ?" Tanya Raka memastikan kembali.


" Betul, saya ingin kamu bekerja di kantor cabang karena perusahaan itu saat ini sedang mengalami penurunan, saya mau kamu menyelesaikan segala permasalahan yang sedang terjadi di kantor cabang itu " Ucap Jimmy dengan pasti.


" Baik Tuan, kapan saya bisa berangkat ke kota B. Kalau boleh saya minta waktu sehari saja untuk saya menemui keluarga saya. " Pinta Raka dengan nada mengiba.


" Baiklah, lusa kamu bisa berangkat ke kota B kamu bisa berangkat sendiri kan? dan ini uang untuk ongkos dan untuk kamu sewa kontralan" Seru Jimmy menyerahkan amplop berwarna coklat kepada Raka.


Raka pun menerima uang yang di berikan oleh Jimmy, setelah urusan nya dengan Raka selesai Jimmy dan pak Ibrahim pergi meninggalkan cafe. Begitupun dengan Raka, dia berencana mencari alamat kontrakan Nina, saat nina menjenguk nya nina sempat meninggalkan alamat kontrakan nya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


" Hasni, kenapa ibu akhir-akhir ini bermimpi tentang kakak mu dimas, ada apa dengan nya? Apa hidup nya bahagia?" Ucap ibu marni membuat hasni terdiam.


Hasni tidak mungkin menceritakan kepada ibu nya jika dia sudah tahu alamat sang kakak bahkan dia juga sudah bertemu dengan sang kakak.


" Memang ibu mimpi nya bagaimana?" tanya hasni mencoba mencari tahu tentang mimpi sang ibu.


* Kenapa mimpi ibu hampir sama dengan kehidupan mas dimas yang sebenarnya, inikah yang dinamakan ikatan batin antara ibu dan anak sangat kuat* Gumam hasni dalam hati nya.


" Hasni kenapa kamu diam saja?" Tanya sang ibu saat mendapati hasni melamun.


" Aah tidak bu, aku hanya berfikir mungkin mimpi ibu itu hanya bunga tidur karena ibu terlalu kangen dengan mas dimas. Aku yakin mas dimas pasti hidup nya bahagia bersama keluarga nya" Seru hasni menyakinkan sang ibu.


* Maafin hasni bu, hasni terpaksa berbohong karena mas dimas yang meminta nya. Mas dimas belum siap bertemu dengan kalian* Gumam hasni lagi.


Ibu marni memikirkan ucapan dari hasni, mungkin memang benar itu hanya bunga tidur karena dia saat ini memang sangat merindukan anak laki-laki nya itu. Dia hanya berharap dan berdoa semoga dimas bahagia dengan keluarga kecil nya.


" Ibu kata nya kita mau ke desa anggrek ya?" Tanya hasni mencoba mengalihkan topik pembahasan.


" Kok kamu tahu?" Tanya Ibu marni.

__ADS_1


" Iya tahu dong, tadi aku ketemu mbak melani dan dia cerita kemungkinan minggu depan kita mau ke desa,mas hendra juga sudah setuju. Dia sudah mengatur jadwal nya untuk dikosongkan beberapa hari. " Jelas hasni dengan antusius.


" Alhamdulillah kalau begitu, nanti ajak Aina.. siapa tahu dia mau ikut juga. " Ucap ibu marni tersenyum .


" Iya bu" Jawab hasni singkat.


Hasni masih kefikiran dimas, sebenarnya dia ingin sekali menghubungi sang kakak tapi dia lupa kemarin tidak meminta nomor telepon dimas, hanya dia yang meninggalkan nomor telepon nya. Tapi sampai hari ini dimas belum menghubungi nya sama sekali.


Hasni berencana besok pulang kerja akan mampir ke kontrakan dimas untuk memastikan keadaan sang kakak dan keponakan nya. Hasni akan membawakan beberapa stel baju untuk tamu sebagai hadiah untuk tama.


Saat hasni sedang asik dengan pikiran nya sendiri tiba-tiba ponsel nya berdering.


Ting... tanda ada pesan masuk, hasni langsung membuka pesan nya. Terlihat sebuah foto yang dikirimkan dari nomor yang tak dikenal.


[ Hasni, kamu sengaja meninggalkan uang di bawah bantal kamar mas ya? ]


Ternyata pesan itu dikirim oleh Raka, Raka mengirimkan beserta foto uang dibawah bantal.


[ Maaf kak, kalau kakak tidak mau menerima pemberian ku setidak nya terimalah untuk Tama, aku memberikan uang itu tama keponakan ku]


[ Selama ini kakak tidak pernah memberi mu uang Has, kenapa kamu masih baik kepada mas?]


[ Sudahlah mas tidak perlu membahas hal yang sudah berlalu, bagaimana pun mas kakak ku dan tama keponakan ku. Oh iya mas bagaimana kabar tama?]


[ Terimakasih hasni, Tama alhamdulillah sudah baikan sudah tidak demam lagi. Ya sudah mas mau istirahat dulu ya, selamat malam.]


[ Iya mas, selamat malam.]


Hasni tersenyum dengan lega ternyata sang kakak akhirnya menghubungi nya, dan tama keponakan nya juga sudah sembuh. Hasni sudah tidak khawatir lagi, setidak nya nomor ponsel sang kakak sudah dia simpan. Dia besok tetap akan berunjung ke kontrakan dimas.


🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹


*******

__ADS_1


Jangan lupa tetap berikan dukungan nya untuk karya Author ya kak. LIKE,KOMEN,VOTE klik Favorite dan berikan Hadiah nya .


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2