Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Berlibur ke desa


__ADS_3

🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹


Hendra dan keluarga nya hari ini berangkat berlibur ke desa Anggrek, mereka tidak mengabari orang tua melani terlebih dahulu karena mereka ingin memberi kejutan orang tua nya.


Ibu marni,hasni dan nina pun sekalian ikut pergi ke desa Anggrek. Nina juga sudah rindu dengan Orang tua nya terakhir dia ketemu saat syukuran anak melani.


Melani sangat bahagia bisa pergi berlibur ke kampung halaman nya bersama keluarga kecil nya, melani maupun hasni juga sudah mengajak Aina tetapi Aina tidak bisa karena dia juga masih ada di rumah orang tua nya.


" Mbak melani nanti aku ingin jalan-jalan di sawah lihat tanaman padi, sambil berfoto - foto pasti asik ya Nin?" Seru hasni saat masih dalam perjalanan menuju desa.


" Ayah mbak melani gak tanam padi Hasni, masak pengusaha kok tanam padi. " Celetuk Nina membuat melani dan yang lain nya tertawa.


" Aku kan gak bilang kalau opa tanam padi, aku cuma bilang mau foto-foto di sawah yang ada padi nya. Kan bisa padi siapa saja" Protes Hasni yang tidak mau kalah sambil cemberut.


Tanpa terasa mobil mereka sudah memasuki desa Anggrek, tidak lama lagi mereka akan sampai ketempat tujuan. Hasni dan Nina sangat antusius, mereka sudah tidak sabar ingin main ke sawah seperti yang mereka bayang kan selama ini.


Akhirnya mobil yang di kendarai hendra pun sampai di halaman rumah orang tua melani. Rumah terlihat sepi dan pintu rumah pun tertutup sudah di pastikan rumah dalam keadaan kosong.


" Mas sepertinya rumah nya kosong, ayah sama ibu mungkin sedang pergi. " Seru melani saat sudah turun dari mobil sambil menggendong Vino yang masih terlelap .


Tiba-tiba dari arah rumah ada suara orang membuka pintu dari dalam.


Ceklek..... suara pintu terbuka dari dalam.


" Melani..." Seru sang ibu dengan gembira nya.


" Assalamualaikum bu" Seru semua nya sambil berjalan ke arah ibu melani.


Mereka semua menyalami ibu nya melani satu persatu, ibu Fatma sangat bahagia dengan kedatangan melani dan keluarga dari suami nya.


" Kenapa kalian tidak ngabarin dulu kalau mau datang kesini? Ibu kan bisa mempersiapkan makan siang untuk kalian?" Seru ibu Fatma yang sudah mengendong Vino.


" Buat kejutan bu, oh iya ayah mana bu? Kami kira tadi dirumah tidak ada orang" Seru melani.


" Ibu tadi di kebun belakang, ayah ada acara di balai desa makanya pintu nya ibu tutup" Jelas ibu melani sambil mengajak semua tamu nya masuk.


" Jeng Fatma apa kabar? Maaf ya kalau kedatangan kami merepotkan jeng" Seru ibu marni sambil memeluk sang besan.

__ADS_1


" Apaan lah Jeng marni ini, saya justru senang kalian datang kesini. Ayuk jeng duduk dulu pasti capek kan, saya buatkan minuman yang segar-segar dulu ya. Jeng dan yang lain nya duduk dan istirahat saja dulu" Seru ibu fatma lalu berlalu ke dapur.


Mereka semua masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu, melani membawa barang-barang nya masuk ke dalam kamar. Hendra dan yang lain nya memilih duduk untuk beristirahat terlebih dahulu.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di tempat lain Raka datang ke kontrakan Nina untuk menemui sang adik dan memberitahu jika dirinya sudah keluar dari penjara. Seharus nya sudah harus dari kemarin Raka menemui Nina, tetapi ada sesuatu yang harus dia kerjakan terlebih dahulu jadi baru hari ini dia bisa datang ke kontrakan Nina, dan besok baru berangkat ke kota B.


Tok tok tok


Raka mengetuk pintu kontrakan Nina tetapi sudah cukup lama Raka mengetuk kontrakan nina tidak ada tanda-tanda nina berada di dalam.


" Cari nina ya mas?" Tanya tetangga kontrakan nina.


" Iya bu, saya cari adik saya Nina. Tapi dari tadi saya sudah ketuk pintu tidak di buka juga,apa nina tidak ada di kontrakan ya bu?" Seru dimas.


" Nina pergi dari tadi pagi mas, sepertinya dia mau liburan soalnya tadi saya lihat dia pergi bawa tas yang lumayan besar. Memang mas tidak ngabarin dulu kalau mau datang?" Tanya ibu itu dengan heran.


" Tidak bu, tadi nya mau memberi kejutan. " Jawab Raka kikuk.


Ibu itu pun pergi meninggalkan Raka yang masih tetap berdiri di depan rumah kontrakan Nina, Raka mengambil ponsel dalam kantong celana nya lalu menghubungi Nina, beruntung Nina juga selain meninggalkan alamat kontrakan nya juga meninggalkan nomor ponsel nya.


Tanya Nina di seberang sana yang penasaran dengan sang penelpon karena nomor tak ada di dalam kontok ponsel nya.


[ Dek, ini mas.. Raka]


Jawab Raka dengan bahagia nya bisa mendengar suara sang adik.


[ Mas, Raka.. mas ini beneran kamu? Mas telpon pakai ponsel siapa?]


[ Ini nomor ponsel mas ya Nin, kamu simpan. Mas sekarang ada di depan kontrakan kamu tapi kata tetangga mu, kamu tadi pagi pergi dengan membawa tas yang lumayan besar]


[ Ya Allah , kenapa mas tidak bilang kalau sudah bebas dari penjara? dan kenapa mas tidak mengabari terlebih dahulu kalau mau menemui ku. Aku sekarang ada di desa Anggrek, baru sekitar tiga puluh menit yang lalu sampai mas]


[ Kamu menemui bapak? Kamu kesana sama siapa?]


[ Aku bareng mbak melani dengan keluarga nya mas, ini aku masih di rumah orang tua mbak melani. Setelah istirahatb aku baru ke rumah bapak]

__ADS_1


[ Ya sudah salam untuk semua nya, salam juga untuk Bapak dan Istri nya. Nanti lain kali mas temui kamu, mas besok harus ke kota B untuk bekerja]


[ Iya mas, mas Raka hutang penjelasan dengan ku. Nanti kalau kita ketemu mas ceritakan bagaimana mas bisa bebas secepat ini.? Nanti salam nya nina sampaikan]


[ Iya adik ku yang bawel, sudah dulu ya.. Assalamualaikum]


[ Waalaikumsalam]


Raka mematikan sambungan telepon nya, dia harus pergi dari kontrakan Nina karena sang adik tidak ada di kontrakan. Raka kembali ke penginapan yang dia sewa untuk beberapa hari sebelum dia berangkat ke kota B.


Sampai saat ini Raka masih menyimpan rasa untuk melani, tetapi dia hanya bisa menyimpan rasa itu dalam hati nya. Dia tidak mungkin lagi untuk bisa hidup bersama dengan melani. Melani sudah bahagia dengan suami dan anak nya, Raka tidak akan menganggu kebahagian melani. Cukup sudah dia menyakiti melani, rasa sayang dan cinta nya untuk melani akan dia kubur dalam-dalam.


Keberangkatan nya ke kota B sudah raka persiapkan semua, besok pagi raka akan berangkat dengan menaiki taksi yang dia sewa untuk mengantarkan nya sampai ke kota B.


" Raka " Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Raka dari sebrang jalan.


Raka mempehatikan orang yang memanggil nya, dan ternyata orang yang memanggil nya adalah dimas yang baru saja pulang dari berjualan di pasar. Raka pun menyebrang dan menghampiri dimas yang berdiri di pinggir jalan.


" Dimas" Seru Raka sambil memeluk sahabat lama nya itu yang kini badan nya juga mulai kurus dan tak terawat.


Raka memperhatikan dimas dari atas sampai bawah,dia heran kenapa penampilan dimas berubah drastis. Tidak ada kemeja licin dan celana licin yang dia pakai seperti dulu, sekarang dimas hanya mengenakan celana bahan yang kusut dan kaos oblong yang warna nya sudah pudar.


" Kamu ngapain disini dim?" Tanya Raka yang heran dengan penampilan Dimas.


" Aku baru pulang jualan di pasar Ka, kamu sendiri ngapain disni? Dan sejak kapan kamu bebas dari penjara?" Tanya dimas yang juga heran dengan Raka.


" Sudah tiga hari ini aku bebas, kamu jualan apa ? Dan sekarang bagaimana kabar Vera, pasti dia sudah melahirkan ?" Tanya Raka lagi.


Dimas terdiam dia tidak tahu harus cerita atau tidak kepada Raka soal rumah tangga nya bersama Vera. Akhirnya dimas menceritakan semua nya kepada Raka, tidak ada satu pun yang terlewatkan. Raka seakan tak percaya mendengar cerita dari Dimas, dia tidak menyangka ternyata Vera punya masalalu yang menyakitkan hingga dirinya sampai depresi.


🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹


******


Jangan lupa tetap dukung karya nya Author ya kak.


🌻🌻 LIKE, KOMEN, VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA 🌻🌻

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏


__ADS_2