Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Uang bukan segalanya


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Sudah satu bulan dimas tinggal dengan ibu nya lagi,setiap dia pergi berjualan tama di jaga oleh sang. Kesehatan dimas pun semakin membaik, karena dia sudah jarang begadang malam untuk menjaga tama karena sudah ada ibu nya dan hasni.


Seperti biasa pagi ini dimas mau berangkat ke kios nya, untuk kue jualan sudah dia siapkan di gerobak motor nya. Setiap sore atau malam dimas datang ke rumah pak Rt untuk mengambil kue yang akan dia jual. Terkadang karyawan pak Rt sendiri yang mengantarkan kue ke kios.


" Dim, ini bekal makan siang nya jangan lupa di bawa. Ingat makan tepat waktu jangan sampai sakit" Ucap ibu marni sambil meletakkan kotak bekal di atas meja yang ada di teras rumah.


" Iya bu" Jawab dimas singkat karena dia sedang membetulkan gerobak yang sudah di atas motor.


Dari arah dalam hasni keluar sambil menggendong tama lalu diberikan kepada ibu nya.


" Bu, hari ini mungkin hasni pulang nya telat karena di tempat kerja ada orang yang mau mengadakan acara ulang tahun jadi karyawan cafe harus lembur" Ucap hasni menjelaskan sambil memberikan tama ke gendongan ibu marni.


" Iya, kalau sudah selesai langsung pulang" Seru ibu marni sambil mecium cucu nya yang baru saja selesai dimandiin oleh Hasni.


Dimas yang mendengar jika adik nya akan lembur dan akan pulang telat pun menghentikan aktifitas nya lalu berjalan ke arah mereka.


" Biar nanti mas jemput kamu, tempat kerja kamu kan jauh kalau lembur karena ada yang mengadakan ulang tahun sudah pasti pulang di atas jam sepuluh malam." Seru dimas dan di angguki oleh ibu marni.


" Tapi tidak merepotkan mas dimas kan? " Tanya hasni yang tahu jika sang kakak juga sudah pasti capek.


" Tidak ada yang repot kalau untuk keluarga" Seru dimas sambil mengusap pucuk kepala hasni.


" Terimakasih mas, ya sudah bu aku berangkat dulu ya. Hari ini hasni ada kuliah pagi. Mas dimas hasni duluan ya, buat ganteng nya aunty dirumah sama nenek ya. Aunty mau kuliah terus kerja" Seru Hasni sambil mencium keponakan nya.


Setelah berpamitan hasni pun pergi ke kampus begitupun dengan dimas yang juga berangkat ke kios nya, kini tinggallah ibu marni dan tama yang ada di rumah.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Di tempat lain Mira sedang ribut dengan sang suami, Bimo. Karena Mira terlalu boros hingga kartu kridit di sita oleh Bimo.

__ADS_1


" Mas kenapa kartu kridit ku kamu ambil? Balikin sini aku mau belanja mas?" Seru Mira yang marah.


" Aku tidak akan mengembalikan kartu kridit ini, sudah cukup kamu pegang ATM saja. ATM itu pun tiap bulan sudah aku transfer 75 juta, jadi kamu tidak usah pakai kartu kredit lagi." Seru bimo dengan santai nya.


Mira tidak terima jika kartu kredit nya di ambil, uang bulanan 75 juta bagi nya itu kurang bahkan tidak sampai seminggu uang itu sudah habis. Selama ini kartu kreditlah yang bisa dia banggakan dengan belanja apa pun yang dia mau.


" Tapi mas 75 juta itu tidak cukup mas, aku perlu ke salon belanja baju tas sepatu dan arisan juga. Mas kamu jangan pelit dong, aku kan sedang hamil anak kamu kata nya kalau aku hamil apa pun yang aku minta akan kamu kasih tapi ini malah kartu kredit saja kamu ambil. Kamu main sama prempuan pun aku sudah tidak masalah, yang penting keinginan ku dan kebutuhan ku tetap tidak berubah" Seru mira dengan bahasa yang sedikit melunak agar suami nya tidak semakin marah. Mira tahu bimo paling tidak suka jika ada yang berbicara dengan nya dengan marah-marah atau pun teriak.


" Tapi kamu itu terlalu boros Mira, lihat tagihan kartu kredit kamu hampir 200 juta. Kamu belanja apa saja 200 juta? barang-barang mewah dan branded yang kamu beli juga sudah penuh dalam lemari, untuk apa kamu beli lagi. " Seru Bimo dengan menunjuk lemari yang berjejer di ruang ganti.


Mira harus pintar mencari alasan agar bimo mau memberikan kartu kredit nya lagi.


" Mas,, jangan begitu dong barang-barang itu kan aku beli untuk menunjang penampilan ku agar kamu tidak malu. Masak iya istri Bimo Anggoro pakai baju dan tas itu-itu saja, apa mas gak malu? Aku kan sering ikut menemani mas di pertemuan-pertemuan dengan kolega bisnis mas. Apa mas mau aku berpenampilan biasa saja?" Seru Mira beralasan dan mulai mwrayu bimo.


Bimo terlihat memikirkan apa yang barusan mira ucapan kan. Bimo tampak setuju dengan ucapan Mira tetapi dia pun ragu untuk memberikan kartu kredit itu ke mira.


" Baiklah, kartu kredit mu aku kembalikan tapi ingat jika tagihan kartu ini lebih dari 100 juta aku pastikan bulan depan tidak ada lagi kartu kredit untuk mu. Asal kamu tahu keuangan perusahaan sekarang itu sedang tidak baik, makanya kamu jangan boros-boros" Seru Bimo lalu memberikan kartu kredit yang tadi dia sita.


Mira menerima kartu kredit nya dengan mata berbinar, dia tidak memperdulikan ucapan suami nya yang penting kartu kredit nya sudah kembali ke tangan nya.


" Kenapa kamu memandang ku seperti itu?" Tanya bimo yang menyadari mira menatap nya dengan tajam.


" Ah apa sayang, aku gak ada apa-apa kok. Aku cuma kagum dengan mu, ternyata suami ku ini pengertian dan sayang banget dengan ku" Seru mira mencari alasan.


" Sudah berapa bulan usia kehamilan mu? " Tanya Bimo yang memang tidak tahu berapa usia kehamilan mira.


" Sudah 8 minggu sayang, besok lusa aku ada jadwal cek kandungan. Kamu anterin aku ya? " Seru mira dengan nada manja nya sambil duduk di pangkuan bimo.


" Aku besok sibuk ada meeting dengan klien dari luar negeri, kamu pergin sendiri saja minta di antar supir" Ucap bimo menolak ajakan Mira.


Sebenarnya bimo ada janji dengan sekretaris nya, sang sekretaris juga sudah memboking satu kamar hotel untuk tempat nya memadu kasih. Bahkan sebenarnya Mira sudah tahu jika sang suami ada janji dengan sekretaris nya di sebuah hotel, karena tadi saat bimo menelpon sekretaris nya Mira menguping.

__ADS_1


Mendengar ucapan bimo, mira pun sedikit bersedih karena suami nya lebih memilih bersama sekretaris nya daripada menemani nya cek kandungan.


Mira pun mengalungkan tangan nya di leher bimo dengan dada yang dia rapatkan di dada bimo, mira pun mulai mencium bibir bimo . Karena sudah tiga hari Mira tidak di sentuh oleh Bimo. Bagaimanapun Mira tidak akan melepaskan bimo untuk wanita lain, jadi Mira harus bis mengimbangi permainan Bimo. Selama ini Bimo memang menyukai dengan permainan Mira.


Bimo pun mulai terbawa suasana tangan nya pun sudah tidak tinggal diam. Tanggan bimo sudah masuk kedalam baju Mira dan memainkan sesuatu yang ada disana.


Akhirnya permainan itu pun di mulai dengan Mira yang memegang kendali nya. Bimo hanya menikmati permainan yang di berikan oleh Mira. Setelah satu jam mereka pun menyudahi permainan nya.


" Biarpun sedang hamil, permainan mu masih tetap seperti dulu. " Seru Bimo sambil memeluk mira yang tidur di samping nya.


" Iya dong mas, kalau urusan itu harus nomor satu biarpun hamil tidak menjadi masalah. " Seru Mira tersenyum bahagia.


" Ini yang aku suka dari kamu" Seru bimo.


Dilihat nya jam sudah menunjukan pukul 11 siang, bimo ingat jika ada meeting dengan klie nya saat jam makan siang nanti. Bimo pun turun dari ranjang lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" Mas mau ngantor? Sudah siang mas?" Tanya mira yang heran karena bimo mengenakan pakaian kantor. Mira mengira jika sang suami akan libur.


" Iya, jam makan siang nanti ada meeting dengan klien. Kenapa? Kamu curiga aku dengan wanita lain? Kamu kan sudah tahu kalau aku ini memang tidak puas dengan satu wanita, jadi kamu jangan banyak protes. Yang penting uang bulanan kamu tetap tidak berubah,bukan nya kamu sudah menyetujui nya. Tapi untuk siang ini aku memang akan meeting, mungkin malam ini aku tidak akan pulang. Aku akan menginap di apartemen sarah" Seru Bimo sambil memakai dasi.


Mendengar sang suami tidak akan pulang dan akan menginap di apartemen wanita lain membuat hati Mira sakit dan perih. Bagaimanapun mira tetap punya perasaan apalagi status Mira adalah istri sah Bimo Anggoro. Secara terang-terangan sang suami bilang tidak pulang karena menginap di tempat wanita lain.


* Apa ini rumah tangga yang aku inginkan, semua kebutuhan bisa terpenuhi dan aku bisa beli apa pun yang aku mau, tetapi hati ku tak bahagia. Mau sampai kapan rumah tangga ini seperti ini* Gumam mira dalam hati sambil melihat kepergian Bimo yang sama sekali tak mengucapkan pamit kepada nya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Hai kak... Author hari ini up nya agak telat, maklum ya kak author mendekati lebaran sudah mulai repot.😘😘


Tapi jangan takut AUTHOR tetap akan Up tiap hari, Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. 🙏❤❤

__ADS_1


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2