Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Toko kosmetik


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Jam praktek Aina sudah selesai, tetapi fadli masih ada jadwal operasi. Aina memilih menunggu sambil jalan-jalan di pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari rumah sakit.


" Mas, aku mau belanja kebutuhan dapur di pusat perbelanjaan xx nanti setelah pekerjaan mas selesai mas jemput aku di sana saja ya?" Seru Aina saat menemui fadli di ruangan nya.


" Sayang, apa kamu gak kelamaan nunggu mas di sana? Operasi kurang lebih 3 jam loh sayang, begini saja kamu bawa mobil sendiri saja ya. Nanti mas pulang nya bisa naik taksi, setelah operasi mas masih ada visit dua pasien mas" Ucap fadli menjelaskan.


" Iya juga ya mas. Ya sudah kalau begitu aku yang naik taksi saja ya mas. Mas yang bawa mobil nya" Seru Aina menolak membawa mobil.


" No.. No.. No.. Aku tidak mau istri cantik ku ini naik taksi. Sudah ini kunci nya kamu bawa mobil nya" Seru Fadli sambil memberikan kunci mobil nya.


" Baiklah... Kalau begitu aku pergi ya mas" Seru Aina lalu mencium tangan fadli dan keluar dari ruangan fadli.


Fadli memandang kepergian sang istri dengan perasaan yang bahagia. Dengan Aina dia merasakan sebuah kehangatan dan keharmonisan dalam rumah tangga, berbeda jauh dengan rumah tangga nya yang terdahulu.


Jangankan mencium tangan fadli,menyiapkan keperluan fadli pun mira tidak pernah. Selama berumah tangga dengan mira semua kebutuhan fadli dan pekerjaan rumah hampir fadli sendiri yang mengerjakan. Mira hanya bisa jalan-jalan, Shopping dan merias diri nya saja.


Namun saat itu fadli tidak mempermasalahkan nya,mungkin saat itu fadli telah di butakan cinta nya Mira. Bahkan saat keluarga nya tidak menyetujui pernikahan nya dengan Mira, fadli memilih menikahi Mira di kota kelahiran mira dan meniti karier nya di salah satu rumah sakit di kota kelahiran mira.


Aina sudah sampai di pusat perbelanjaan, sebelum belanja kebutuhan dapur di lantai satu. Aina terlebih dahulu naik ke lantai atas untuk membeli beberapa barang termasuk kosmetik.


Dengan senyum merekah Aina memasuki toko kosmetik langganan nya, karena di toko ini menjual semua brand kosmetik terkenal.


" Selamat datang Nona Aina, Ada yang bisa saya bantu?" Sapa karyawan toko dengan sangat ramah. Para karyawan toko memang sudah banyak yang mengenal Aina, Aina berlangganan di toko kosmetik ini sudah dari zaman dia masih kuliah jadi wajar para karyawan nya mengenalinya.


" Terimakasih" Jawab Aina dengan senyum ramah nya.


Aina pun melangkah ke jajaran skincare dengan harga yang cukup mahal. Tiba - tiba ada seseorang menghampirinya.

__ADS_1


" Hai.. kamu bukan nya istri nya Fadli kan?" Tanya seseorang yang menghampiri Aina.


Aina menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang wanita cantik berdiri di samping nya dengan wajah yang ber mek up tebal, siapa lagi kalau bukan Mira si mantan istri fadli.


" Mira.. , iya aku istri nya mas fadli" Jawab Aina tersenyum ramah kepada mira.


" Oh ternyata benar istri nya mas fadli, aku kira tadi siapa? Oh iya ngapain kamu disini?" Tanya Mira dengan nada mengejek.


" Aku kesini karena mau beli skincare mbak" Jawab Aina masih dengan ramah nya.


Mira dan teman nya tersenyum sinis mendengar jawaban Aina. Seoalah menghina Aina tidak bisa membeli skincare mahal.


" Kamu yakin mau beli di sini? kamu tahukan toko ini menjual skincare dengan brand ternama dan harga nya pun bisa sampai puluhan juta, Apalagi mas fadli cuman seorang dokter, aku sudah pernah hidup dengan nya dan aku juga tahu berapa gaji mas fadli. Jadi kalau kamu beli skincare mahal aku pastikan tidak sampai akhir bulan kalian hanya makan nasi sama tempe tahu, karena gaji mas fadli kamu habiskan untuk beli skincare mahal. Haha..." Seru Mira dengan tawa lepas nya begitupun dengan teman Mira.


Aina tidak menyangka mira seorang wanita yang cantik tetapi ternyata prilaku nya sangatlah busuk. Ternyata apa yang di fikirkan Aina tentang Mira benar, mira tidak tahu jika fadli adalah orang kaya bahkan sekarang fadli pemilik dari Rumah sakit Husada.


" Aku sanggup kok beli skincare di sini, lagi pula aku juga punya penghasilan jadi aku tidak perlu memakai uang pemberian mas fadli. " Jawab Aina dengan santai.


" Terserah kalian lah, aku tidak mau ribut sama kalian. Lebih baik aku belanja" Seru Aina mencoba pergi dari hadapan Mira.


Namun dengan sigap Mira menarik tangan Aina dengan kuat sehingga Aina hampir saja terjatuh.


" Kamu apa-apaan si? " Sentak Aina hingga tangan mira terlepas dari lengan Aina.


" Saya belum selesai bicara sama kamu, jadi jangan coba-coba pergi dari sini" Seru mira sambil menunjuk ke arah wajah mira.


" Iya mira itu belum selesai bicara sama kamu, kamu tahu tidak siapa suami mira? Suami mira itu orang kaya, pengusaha. Jadi kamu jangan main-main sama kami" Seru teman mira.


" Saya tidak cari masalah, kalian sendiri yang menghampiri saya dan menghina saya. Buat apa jadi istri orang kaya tapi tidak bahagia, kebahagian bukan soal uang. Dari wajah kalian saja sudah bisa ketebak kalau kalian tidak bahagia. Hanya uang saja yang kalian kejar, awas suami main gila dengan wanita lain" Seru Aina melirik ke arah Mira.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aina wajah Mira berubah menjadi pucat, dia seolah mengiyakan ucapan Aina.


Saat ini memang rumah tangga nya dengan bimo tidak sedang baik-baik saja. Dia bertahan dengan bimo karena uang, karena dia tidak mau hidup miskin lagi.


" Jangan sok tahu kamu!" Seru mira mencoba menyangkal ucapan Aina.


" Siapa sih yang tidak tahu seorang Bimo Anggoro seorang pengusaha Garment yang sukses dan hidup nya selalu di kelilingi wanita-wanita cantik dan seksi, bahkan hampir tiap malam dia ke club malam dan bermain dengan para wanita penghibur" Ucap Aina tegas sehingga membuat mira menelan saliva nya. Mira tidak menyangka ternyata Aina tahu semua tentang suami nya.


Aina memang sudah tahu semua tentang Bimo suami Mira, semua itu berkat bantuan dari melani. Melanilah yang menyarankan Aina untuk mencari tahu tentang Bimo dan Mira, untuk jaga-jaga jika mira akan mencoba menjatuh kan nya. Dan ternyata semua itu sekarang berguna juga, saat ini wajah mira semakin pucat pasi.


" Heran kan kenapa saya bisa tahu semua nya? Jadi wanita itu smart sedikit dong, jangan cuma mengharapkan uang dan uang saja. Kamu sekarang sedang hamil kan? dan suami kamu sedang main gila dengan sekretaris nya sendiri. Jangan heran aku tahu darimana? " Seru Aina tersenyum sinis kepada Mira.


" Awas kamu, aku akan buat perhitungan sama kamu. Akan aku adukan kamu sama suami mu, akan aku bilang jika kamu sudah menghina ku di tempat umum. Aku yakin mas fadli akan membela ku, dia itu masih cinta sama aku. Kamu pasti akan menyesal, Aina !!" Seru Mira lalu pergi dan keluar dari toko kosmetik.


Aina tersenyum kecut dengan memandang kepergian mira dan teman nya. Aina tidak akan tinggal diam jika mira mencoba mengacaukan hubungan nya dengan fadli.


*Dasar nenek lampir, wanita tidak tahu diri. Memang dikira dirinya siapa mau mengadu dengan suami ku. Sepertinya otak wanita itu sudah korslet* Gumam Aina dengan dirinya sendiri.


Setelah kepergian Mira, Aina mengambil skincare yang akan dia beli lalu membawa nya ke kasir dan membayar nya. Setelah itu Aina keluar dari toko dan turun ke lantai bawah untuk belanja keperluan bahan makanan.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


***************


***JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE,KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA.❤❤


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤❤***

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2