
Setelah makan malam Melani dan Hendra duduk di ruang tengah sambil menonton televisi. Sudah satu bulan lebih melani tinggal dengan ibu mertua nya. Selama sebulan ini melani masih bisa mengatasi sang mertua dan para ipar nya, meskipun harus menebalkan telinga dengan hinaan dan cibiran dari ipar dan mertua nya.
Tok Tok Tok
Suara pintu di ketuk dari arah luar sepertinya ada tamu yang datang. Hendra berjalan ke arah depan untuk membuka kan pintu. Ternyata dimas dan aina yang datang berkunjung.
" Eh mas dimas, mbak aina masuk" Seru hendra saat membuka pintu dan mengetahui siapa yang datang.
" Lama amat si buka pintu nya, biasa nya juga tidak di kunci. Jadi lama kan aku nunggu pintu di buka" Gerutu dimas sambil melenggang masuk ke dalam rumah.
Hendra sudah hafal dengan kebiasan kakak nya, dimas. Dulu memang sebelum rumah ini ada melani, dimas kalau datang selalu saja langsung masuk tanpa permisi. Karena memang pintu jarang di kunci, tapi semenjak ada melani semua nya sudah berubah. Karena hendra tidak mau dimas masuk rumah seenak nya saja, dia tidak mau membuat melani tidak nyaman.
" Kebiasaan kakak mu memang tidak berubah" Ucap aina lalu masuk ke dalam.
" Susah di rubah nya mbak" Jawab hendra.
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga, melani juga sudah membuatkan teh untuk mereka.
" Bu ada apa mengundang kami kemari? mau bagi warisan?" Tanya dimas memulai pembicaraan nya.
" Ngawur kamu dim, ibu mu masih sehat malah kamu bahas soal warisan" Celetuk ibu marni tidak suka dengan ucapan dimas.
" Ada apa si bu? Kenapa ibu mengundang mas dimas dan mbak aina? ada yang mau ibu sampaikan?" Tanya hendra sudah penasaran.
Ibu lasmini melirik ke arah melani, melani tahu saat ini ibu marni pasti akan membahas kejadian di butik siang tadi.
" Kamu tahu gak dim, tadi melani belanja di butik yang terkenal itu sampai menghabiskan uang 13 juta" Ibu marni akhirnya menceritakan kejadian siang tadi.
" Haahhh, 13 juta baju apa yang dia beli bu?" tanya dimas penuh keheranan.
__ADS_1
" Busyett baju 13 juta, duit siapa itu? " Hasni ikut menambahi.
Hendra dan Melani masih menyimak pembicaraan tiga orang yang ada di hadapan nya.
" Terus kalau melani belanja habis 13 juta apa hubungan nya sama kami bu? Kan melani belanja pakai uang melani atau uang hendra, tidak minta sama kami. Tujuan ibu mengundang kami apa cuma mau membahas masalah ini?" Tanya Aina yang tidak mengerti dengan maksut sang ibu mertua.
" Kamu ini bagaimana si Aina? Ya jelas ada hubungan nya dengan kalian, ibu mengundang kalian datang kesini itu supaya kalian mengetahui kelakuan adik ipar mu itu yang suka foya-foya dengan uang suami nya. Agar kamu tidak ikut-ikutan seperti dia" Seru ibu marni dengan suara lantang.
" Lagi pula kalau misal aku belanja habis banyak pun tidak mungkin bu, gaji ku sebagai dokter habis buat bayar cicilan bank dan untuk keperluan makan sehari-hari. Sedangkan mas dimas jarang memberi ku uang, jika aku belanja pun pakai uang ku sendiri" Jawab aina dengan berani, karena dia pun sudah mulai jengah dengan kelakuan ibu mertua nya.
Hendra dan melani masih tetap diam melihat perdebatan yang ada di depan mereka. Mereka hanya sesekali saling pandang dan tersenyum.
" Aina sayang, maksud ibu tidak begitu nak Ibu tahu kalau Aina belanja pasti pakai uang hasil kerja aina sendiri. Tidak seperti melani yang belanja dengan boros menghabiskan uang suami nya. Dengan seperti ini siapa tahu melani bisa mencontoh kamu" Ucap ibu marni memelankan nada bicara nya.
Hasni memandang sinis ke arah melani, hasni semakin tidak suka dengan kehadiran melani di keluarga nya. Karena hasni menyimpulkan gara-gara kehadiran melani sang kakak mengurangi jatah bulanan nya.
" Ndra, ibu mau kamu berlaku adil sama ibu. Melani kamu berikan uang bulanan yang cukup besar, sedangkan ibu cuma 5 juta. Itu kurang ndra, mana sekarang juga ibu harus bayar arisan belum kalau pas lagi jalan sama teman-teman ibu" Ibu marni bicara dengan muka yang di buat sesedih mungkin supaya hendra iba dan mengiyakan permintaan nya.
Hendra membuang nafas dengan berat mendengar permintaan sang ibu.
" Ibu kira gaji hendra sebagai staff itu berapa? Setiap bulan hendra sudah mentransfer 5 juta untuk ibu, untuk Hasni dulu 1 juta baru dua bulan ini jatah hasni aku kurangi jadi 500 ribu karena hendra juga sudah menikah ada istri yang harus hendra nafkahi. Dan untuk biaya listrik dan air masih hendra yang membayar nya. Kurang apa lagi bu, uang 5 juta itu sudah lumayan besar bu. Tolong lah bu kurangi gaya hidup mewah ibu. " Hendra bicara dengan nafas tersengal karena tersulut emosi.
" Dan untuk mas dimas, kamu sebagai anak laki-laki tertua seharus nya bisa membantu menopang kehidupan ibu. Selama ini mas selalu tutup mata soal uang, bukan nya usaha cafe mas sudah lumayan maju. " Ucap hendra sambil memandang tajam ke arah dimas.
" Tidak bisa!! uang ku aku tabung untuk beli mobil baru. Kamu saja kan bisa memberi jatah lebih untuk ibu. Lagi pula melani juga bekerja. Jadi kamu tidak perlu memberi nya uang lagi" Ucap dimas tak tahu malu.
Hendra tersenyum kecut ke arah dimas.
" Aku bukan kamu mas dimas, yang lari dari tanggung jawab menafkahi istri. Biarpun melani punya penghasilan sendiri aku tetap punya tanggung jawab untuk menafkahi nya. Sama seperti mas dimas, aku pun ingin menabung untuk masa depan anak-anak ku kelak. Kalau mas dimas justru mobil terus yang di fikirin" Ucap hendra ketus ke arah dimas.
__ADS_1
Perdebatan itu terus berlanjut dengan tetap uang yang jadi masalah. Perdebatan keluarga memang sering terjadi dan hendra yang pasti akan mengalah. Tetapi untuk kali ini hendra tidak mau mengalah, dia sudah tidak mau semakin di injak-injak oleh ibu marni dan dimas.
" Mas dimas apa yang di ucapkan hendra itu benar. Kamu itu anak kandung ibu , kamu itu yang lebih wajib menafkahi ibu. Selama ini hendra sudah banyak mengalah sama kamu mas" Ucap aina membenarkan ucapan hendra.
" Kamu ini apa-apaan si malah membela hendra? Aku ini suami mu seharus nya aku yang kamu bela, dasar istri tidak tahu diri" Bentak dimas dengan marah.
Aina terdiam mendapat bentakan dari sang suami, selama ini aina cukup diam dan mengalah dengan suami nya yang sering membentak dan kasar kepada nya. Tapi kali ini dimas membentak Aina di depan keluarga begini, membuat hati aina semakin sakit dan malu.
" Ternyata keluarga ini lebih buruk dari yang ku kira" Gumam melani dalam hati.
" Bu, mas dimas dan semua yang berada di sini. Selama menikah dengan mas hendra aku tidak pernah menghambur-hamburkan uang mas hendra. Aku menikah baru dua bulan ini, dan barang-barang mahal yang aku punya itu semua aku miliki sebelum menikah dengan mas hendra. Bisa kalian tanyakan sendiri kepada mas hendra" Akhirnya melani ikut berbicara untuk meluruskan masalah yang ada.
" Benar, apa yang di ucapkan melani semua benar.. Dan asal ibu tahu selama dua bulan ini aku hanya memberikan melani uang 2 juta per bulan nya. Melani mengalah untuk ibu, seharus nya uang gaji ku aku serahkan kepada melani lebih besar , karena untuk ibu ada yang lebih wajib menafkahi ibu selain diriku, yaitu mas Dimas anak kandung ibu. Sudah bu aku dan melani capek mau istirahat, tenang saja kalau ibu tidak suka aku dan melani tinggal disini besok kami akan pergi dari rumah ini. Padahal seperti yang kalian tahu rumah ini adalah rumah ku, tapi aku tidak mempermasalahkan." Ucap hendra mengakhiri perdebatan malam ini.
" Ayok sayang kita ke kamar, kita istirahat " Ajak hendra sambil menggandeng tangan melani.
Hendra dan melani menaiki tangga menuju ke kamar mereka.
" Ibu tidak percaya dengan ucapan hendra, mana ada dia memberikan uang melani cuma 2 juta bisa belanja barang-barang mewah" Gerutu ibu marni saat hendra sudah tak terlihat.
" Cuma akal-akalan hendra saja itu bu" tambah dimas.
" Benar bu, lihat saja barang-barang yang dimiliki mbak melani semua barang bagus dan branded. Mungkin dari sebelum menikah dengan mas hendra, mbak melani sudah memoroti uang mas hendra. Janda tapi tak tahu diri" Ucap Hasni.
" Pelet apa yang di gunakan melani, sampai-sampai hendra menyukai janda seperti itu" Ibu marni semakin marah dan berfikir buruk.
Mereka bertiga larut dalam fikiran nya masing-masing, nampak Aina yang terdiam karena masih sakit dengan perlakuan dimas yang membentak nya tadi.
******
__ADS_1
Alhamdulillah hari ini bisa up 4 bab. Semoga bisa up tiap hari. Doa kan Author sehat terus ya kak.
Selamat membaca dan terimakasih.