
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Hari pernikahan Dimas dan Nabila semakin dekat, undangan pun sudah di bagikan kepada sanak keluarga dan para tetangga, tidak banyak yang mereka undang.
Aina dan Fadli salah satu tamu yang di undang oleh dimas, awal nya dimas tidak mau mengundang aina dan fadli namun sang ibu meminta nya untuk mengundang, bagaimana pun Aina sudah di anggap keluarga oleh ibu marni.
" Sayang ini ada undangan dari siapa?" Tanya fadli sambil memegang undangan.
" Undangan? Aku tidak tahu mas, mungkin kemarin yang menerima si bibi" Jawab aina lalu mendekati fadli dan membuka undangan yang sedang di pegang oleh fadli.
Aina membuka dan membaca undangan itu, dia tersenyum saat mengetahui isi dari undangan.
" Undangan dari siapa sayang?" Tanya fadli ingin segera tahu.
" Ini undangan pernikahan dari mas dimas, dia minggu depan akan menikah. " Jawab aina lalu memberikan undangam kepada fadli.
Fadli pun menerima undangan itu dan membaca nya, fadli membolak balikkan undangan yang ada di tangan nya. Dia mencari foto pengantin, karena dia masih penasaran dimas siapa yang menikah.
" Ini dimas siapa sayang? " Tanya fadli yang tidak tahu jika dimas mantan suami Aina yang di maksud.
" Mantan suami ku " Jawab aina singkat.
" Ohh .. berarti pasien ku juga. " Seru fadli sambil meletakkan undangan di atas meja kembali.
Fadli pun memakan nasi goreng nya, sedangkan aina hanya minum susu dan memakan roti bakar. Sarapan nya dia masukkan ke dalam kotak bekal untuk di bawa ke rumah sakit.
******
Siang ini melani datang ke rumah mertua nya untuk mengantarkan pakain pengantin dimas dan nabila. Melani sangat menyukai hasil karya dari Jesi, kebaya nya sesuai dengan imajinasi Melani.
" Wah bagus sekali mel?" Seru ibu marni kagum saat melihat kebaya pengantin nabila.
" Ini ukuran nya juga pas di tubuh nya mbak nabila, mbak melani memang ter the best dech" Ucap kagum hasni.
" Aku hanya meminta jesi membuatkan kebaya sesuai dengan badan ku saja, karena badan nabila kan tidak jauh beda dengan ku. Dan tanpa mengukur pun jesi sudah hafal, semua ini berkat jesi juga" Ucap melani tidak melupakan kehebatan sang desaigner nya.
" Terimakasih ya mel, pakaian ini pasti harga nya sampai puluhan juta. Aku tidak tahu harus membalas dengan apa kebaikan mu ini" Ucap dimas.
__ADS_1
" Sudah tidak perlu bicara seperti itu mas, kita ini kan keluarga. Kalau aku mampu pasti akan aku bantu, mas dimas tidak perlu memikirkan mau membalas dengan apa, cukup balas dengan membahagiakan anak dan istri mas dimas saja" Seru melani sambil tersenyum ramah.
" Insya Allah " Jawab dimas.
" Kalau begitu melani langsung pamit saja ya bu, melani masih mau ke perusahaan dulu. Ada pekerjaan yang harus melani selesaikan, kalau perlu bantuan tolong hubungi melani atau pun mas hendra ya bu, mas" Seru melani dengan ramah nya.
" Iya mel, sekali lagi terimakasih banyak" Ucap dimas lagi.
" Iya sama-sama mas" Jawab singkat melanu.
Setelah berpamitan melani pun meninggalkan kediaman mertua nya lalu ,melajukan mobil nya menuju ke perusahaan. Karena jam dua siang nanti melani ada meeting dengan klien nya dari luar kota.
Dimas dan ibu nya sore ini berencana mendatangi panti untuk mengantarkan baju pengantin nabila. Dimas benar-benar sangat menyukai baju pengantin nabila, sampai dia tidak sabar lagi melihat nabila mengenakan baju pengantin.
" Nanti sore kita antarkan kebaya ini ke panti ya dim, biar di coba sama nabila, tapi ibu yakin ini ukuran nya sudah pas di badan nabila" Ucap ibu marni yakin.
" Iya bu, dimas ke kios sebentar ya bu. Dimas mau menemui dadang, sepertinya mulai besok kios harus sudah mulai tutup karena pernikahan dimas semakin dekat. " Ucap dimas.
" Iya ibu setuju" Ucap ibu marni menyetujui ucapan dimas.
*****
" Bu, baju kebaya ini bagus sekali. Aku baru kali ini melihat kebaya sebagus ini, bahkan kebaya ini pun pas benar di tubuh ku" Ucap nabila bahagia saat mencoba kebaya dari melani.
Saat ini ibu marni dan nabila beserta ibu halimah ada di kamar nabila untuk membantu nabila mencoba baju kebaya pengantin nya.
" Alhamdulillah kalau kamu suka" Seru ibu marni dengan senyum ramah nya.
" Tolong bilang terimakasih dari ku untuk mbak melani ya bu. Aku tidak pernah membayangkan memakai kebaya sebagus dan secantik ini. Mbak melani benar-benar baik ya bu?" Nabila terlihat sangat bahagia.
" Kamu benar-benar cantik dan kebaya ini juga pas benar di tubuh mu. Pasti ini desaigner nya sangat ahli?" Seru ibu halimah yang juga sangat menyukai kebaya pengantin nabila.
Sedangkan dimas yang berada di ruang tamu hanya duduk sambil memauinkan ponsel nya. Dia tidak di perbolehkan ketemu dengan nabila, jadi hanya sang ibu saja yang bisa menemui Nabila.
Saat sedang memainkan ponsel nya tiba-tiba ponsel dimas ada notifikasi pesan masuk, dimas pun langsung membuka pesan itu dan membaca nya.
[ Mas,ini aku Vera.. Aku besok ingin menemui Tama. Aku sangat merindukan nya, boleh kan mas?]
__ADS_1
Ternyata pesan itu dari Vera sang mantan istri nya, dimas pun mengetik balasan untuk Vera.
[ Kalau kamu cuma ingin menemui nya kapan pun aku tidak akan melaranga nya, tapi kalau kamu ingin mengambil bya dari ku sedikit pun aku tidak akan mengizinkan nya]
[ Tidak mas, seperti sudah yang aku bilang waktu itu aku hanya ingin bertemu dan bermain dengan Tama]
[ Iya datanglah jika kamu hanya ingin menemui tama]
[ Terimakasih mas, tapi aku dengar dari ibu kamu ingin menikah? Apa kamu tidak ingin mengundang ku?]
[ Kalau kamu mau datang ya datang saja, nanti undangan nya bisa sekalian aku berikan saat kamu menemui Tama. ]
[ Baiklah, terimakasih]
Dimas tidak membalas pesan terakhir Vera, dia pun memasukkan ponsel nya kedalam kantong celana nya. Akhirnya ibu halimah dan ibu marni pun keluar dari kamar nabila dan duduk bergabung bersama dimas.
" Bagaimana bu,baju nya pas kan?" Tanya dimas ingin tahu.
" Alhamdulillah pas dan nabila terlihat sangat cantik mengenakan kebaya itu" Ucap ibu marni membuat dimas semakin penasaran.
Dimas hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, dalam benak nya dia membayangkan betapa cantik nya nabila mengenakan kebaya pengantin nya. Dimas senyum-senyum sendiri sambil melamun.
" Kamu kenapa dim, senyum-senyum seperti itu?" Tanya ibu marni heran.
" Mungkin dimas sedang membayangkan nabila memakai kebaya pengantinya itu bu" Ucap ibu halimah membuat dimas tersipu malu.
" Ibu bisa saja" Jawab dimas malu.
Setelah cukup lama berbincang - bincang dimas dan ibu marni pun izin pamit pulang. Tidak lupa dimas menyampaikan salam pamit nya untuk nabila.
******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, LIKE KOMEN VOTE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA, SERTA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤❤
TERIMAKASIH ❤❤
__ADS_1