Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Rencana bulan madu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Selesai periksa dengan dokter spesialis kanker nabila memantapkan diri nya untuk bertemu aina. Saat ini nabila ada di depan ruang praktek aina dan menunggu sampai tugas aina selesai baru dia akan masuk.


Tadi pagi nabila bilang dengan suami nya jika dia hendak pergi ke panti kangen dengan anak - anak panti dan ibu halimah. Sebenarnya dimas ingin mengantarkan nya tetapi nabila menolak nya, karena dia memang hendak ke rumah sakit bukan ke panti.


" Nabila, kita ngobrol di rumah ku saja ya ? Bagaimana, kamu mau kan ?" Tanya aina mengajak nabila ke rumah nya, karena memang jam praktek nya sudah habis dia lebih memilih mengajak nabila ke rumah nya.


" Iya gak apa - apa mbak " Jawab nabila singkat.


Aina dan nabila langsung ke luar menuju lobby rumah sakit, disana supir rumah sakit sudah menunggu aina dan akan mengantarkan aina pulang.


" Suami mbak nabila tidak ikut pulang?" Tanya nabila yang melihat di dalam mobil hanya ada supir.


" Oh mas fadli masih ada rapat dengan dewan direksi rumah sakit. Mungkin dia pulang sore jadi kita bisa ngobrol lebih nyaman di rumah, biasa kan kalau wanita sudah mengobrol pasti banyak yang di bahas " Seru aina sambil terkekeh.


Nabila hanya mengangguk dengan senyum nya yang sedikit di paksakan. Dia sebenarnya sedang menahan rada sakit di kepala nya yang tiba - tiba saja datang, saat periksa tadi rasa sakit nya sudah hilang namun sekarang terasa lagi sakit nya.


Mobil yang membawa aina dan nabila sudah sampai di depan rumah aina. Mereka ber dua pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


Aina mengajak nabila untuk sholat dan makan siang terlebih dahulu.


" Sekarang bicaralah bil, aku siap mendengarkan nya. Tapi tolong kamu bicara jujur siapa tahu aku bisa memberikan kamu solusi nya " Ucap aina lalu menggenggam erat tangan nabila untuk menguatkan nabila.


" Na, aku mau jujur dengan kamu dan hanya kamu yang tahu tentang ini semua, tolong kamu rahasiakan ini dari siapa pun termasuk suami ku " Ucap nabila dengan nada memohon.


" Baik aku tidak akan memberitahu siapa pun, tapi bukan berarti aku berjanji untuk tidak memberitahu keluarga mu. Jika waktu yang benar - benar mendesak aku akan memberitahu keluarga mu, walaupun tidak dengan persetujuan mu. Sekarang kalau kamu mau bicara, bicaralah tapi kalau tidak mau ya tidak apa - apa bil aku tidak maksa" Ucap aina membuat pilihan untuk nabila.


Nabila memikirkan ucapan aina barusan, akhirnya dia memutuskan untuk bicara jujur dengan aina.


" Aku punya prnyakit kanker otak stadium 2 " Ucap nabila jujur dan bersungguh - sungguh.


Deg


Jantung aina seakan berhenti berdetak setelah mendengar pengakuan dari nabila. Aina benar - benar tidak menyangka nabila bisa terkena penyakit seperti itu bahkan dia merahasiakan dari suami dan keluarga nya.


" Nabila, kenapa kamu tidak mau memberitahu suami mu ? Ini penyakit serius bil, aku sarankan kamu segera melakukan pengobatan dan ikuti semua saran dokter. Aku akan membantu semampu ku Bil agar kamu bisa sembuh. " Ucap aina sambil memeluk nabila.


" Tidak Na, Penyakit ini semakin menggerogoti tubuh ku. Aku tidak mau kemoterapi, apalagi aku sedang hamil. Aku tidak mau membahayakan kandungan ku. " Ucap nabila sambil mengusap perut nya yang masih rata.

__ADS_1


" Kamu kasih bisa sembuh bil, apa kamu tidak melihat anak mu tumbuh dan menjadi orang yang sukses. Apa kamu tidak mau hidup bahagia dengan suami dan anak - anak mu. Kamu jangan egois bil, ada suami , keluarga dan anak mu yang sangat menyayangi mu" Seru aina yamg mulai terbawa emosi dengan kelakuan nabila uang egois.


Nabila tetap menggelengkan kepala nya, dia tetap akan merahasiakan penyakit nya dari suami dan keluarga nya. Dia tidak ada semangat untuk sembuh, yang dia fikirkan saat ini hanya ingin menyelamatkan kandungan nya saja.


******


" Sayang kita bulan madu yuk?" Ajak bimo kepada nina.


Nina menatap mata suami nya, mata bimo memancarkan keseriusan. Mereka memang belum bulan madu karena pekerjaan bimo yang memang belum bisa di tinggalkan, saat itu ada beberapa meeting yang harus bimo sendiri yang menghadiri.


" Serius kak ?" Tanya nina antusius.


" Serius sayang" Ucap bimo sambil menganggukkan kepala nya dengan pasti.


" Tapi sekar bagaimana kak, aku tidak tega meninggalkan sekar, walaupun ada bik atun dan mbak wati aku tetap tidak tega. Bukan tidak percaya dengan mereka tapi hanya saja aku kasihan kepada sekar. " Ucap nina dengan wajah yang nampak bersedih.


" Ada mama sayang, aku sudah bicara dengan mama kalau kita akan pergi bulan madu. Jadi mama akan tetap disini untuk menemani sekar, kita tidak mungkin meninggalkan sekar tanpa pantaun dari keluarga." Ucap bimo.


Nina memeluk bimo dengan erat, dia sangat bahagia bisa bulan madu. Bulan madu yang tertunda, karena kesibukan masing - masing.


" Sudah meluk nya jangan erat - erat kamu telah membangunkan dia " Seru bimo sambil tersenyum jahil ke arah nina.


" Siapa yang bangun ? sekar ? mana ada sekar disini kak, gak usah aneh dech " Ucap nina yang tidak tahu maksud bimo.


" Ini sayang yang bangun" Ucap bimo sambil mengarahkan tangan nina ke sesustu yang sudah mengeras.


Reflek nina menggenggam nya cukup lama sambil memperhatikan sesuatu yang sudah mengeras di balik celana sang suami.


" Kok bisa sampai sekeras ini si kak?" Tanya nina dengan wajah polos nya tanpa berdosa.


Bimo semakin gemas dengan sang istri, hingga bimo sudah tidak tahan lagi untuk memakan nya. Tanpa menjawab pertanyaan nina , bimo langsung menggendong nina dan merebahkan nya di kasur king size nya.


" Kak bimo mau ngajak main ? ngomong dech kak dari tadi tidak usah malu - malu begini " Seru nina menggoda suami nya. Nina sudah tahu maksud suami nya jika sudah seperti itu apalagi yang di harapkan bimo selain olah raga ranjang.


" Iya sayang aku sudah tidak tahan lagi, kamu sendirikan sudah memegang nya. Dia sudah berdiri dan keras banget kan, itu berarti dia sudah siap tempur. " Ucap bimo dengan suara yang mulai serak karena sudah tidak tahan lagi, sesuatu di bawah sana sudah mulai memberontak.


" Kok bisa sampai sekeras itu ya, awal nya sakit tapi lama - lama kok enak bahkan sekarang aku pun jadi ketagihan, kadang aku ingin tapi malu mau ngajak duluan " Ucap nina terkekeh yang akhir nya berkata dengan jujur.


Bimo benar - benar sudah tidak tahan lagi, dia tidak menanggapi ucapan nina lagi. Bimo langsung melancarkan aksi nya dan mulai menyelami lautan malam nya dengan sang istri tercinta.

__ADS_1


Suara - suara aneh sudah mulai keluar dari mulut ke dua nya, mereka menghabiskan malam nya dengan bermandikan peluh di malam hari. Cukup lama mereka berdua melakukan nya hinga mereka sama - sama kelelahan dan nina pun sampai tertidur dengan keadaan polos.


"Terimakasih sayang, aku berjanji dengan diri ku sendiri jika aku akan berusaha membahagiakan mu dalam keadaan apa pun. Temani aku dan selalu bersama ku sampai kita menua bersama ya sayang" Ucap bimo sambil mencium kening nina.


Nina benar - benar sudah tidur karena kelelahan akibat permainan mereka. Bimo turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah selesai bimo tidur di samping nina dengan memeluk nina.


*******


Pagi pun tiba semua para anak manusia sudah terbangun dari tidur nya, dan mereka mulai beraktifitas mengerjakan tugas dan pekerjaan nya masing - masing. Begitupun bimo dan nina yang pagi ini sudah mempersiapkan semua keperluan nya.


Siang ini bimo dan nina akan berangkat bulan madu ke bali, sesusi permintaan nina. Dari kecil nina sangat ingin berkunjung ke bali, akhirnya suami nya lah yang bisa membawa nya ke bali.


" Apa semua nya sudah siap Nin?" Tanya mama lusi.


" Sudah ma, kita tidak bawa banyak baju kok Ma. Kita disana juga tidak lama, nina tidak bisa meninggalkan mama dan sekar. Bagaimana pun sekarang nina adalah seorang ibu yang harus menjaga anak nya " Ucap nina cukup menyentuh hati mama mertua nya.


Dari kamar sekar, bimo keluar dan membawa sekar dalam gendongan nya menuju tempat mama dan istri nya duduk.


" Kamu tidak usah khawatir ada mama yang menjaga sekar, lagi pula ada mbak wati dan bi atun juga" Ucap mama lusi sambil meminum teh ya.


" Lagi bahas apaan sih" Tanya bimo yang baru saja duduk di samping nina dan memangku sekar.


" Urusan perempuan " Jawab singkat mama lusi.


Bimo tidak memperdulikan jawaban sang mama, dia lebih fokus bermain dengan sekar. Sekar tumbuh menjadi anak yang sehat dan menggemaskan, saat ini sekar sudah berusia 6 bulan wajah sekar sangat mirip dengan mira, tapi bimo sama sekali tidak mempermasalahkan nya dia tetap menyayangi sekar seperti anak kandung nya sendiri.


" Oh iya ma, bagaimana perkembangan bisnis mama ?" Tanya bimo.


" Tumben kamu tanya soal bisnis mama bim ? mimpi apa kamu tadi malam ? atau karena semalam habis di kasih vitamin sama nina, jadi pagi ini kamu sudah waras " Seru mama lusi dengan senyum jahil nya.


Bimo dan nina hanya saling pandang dan melempar senyum mereka tahu apa yang di maksud vitamin oleh mama Lusi.


" Besok - besok kalau mau main itu amankan dulu semua nya, dan yang terpenting jangan lupa tutup pintu dan kunci pintu nya, beruntung mama yang lewat depan kamar kalian kalau misal mbak wati apa kalian tidak kasihan, dia masih belum menikah harus melihat adegan live kalian. " Seru mama lusi membuat bimo dan nina melongo.


Semalam bimo lupa nengunci pintu kamar nya, hingga pintu sedikir terbuka. Niat mama lusi ingin menghampiri bimo di kamar nya ada yang mau mama lusi tanyakan, tetapi bimo sedang berolah raga secara live di kamar nya dengan mengusap dada nya mama lusi pun pergi dan tidak lupa menutup rapat pintu kamar bimo.


********


BESOK - BESOK PERIKSA DULU YA PINTU SEBELUM BERMAIN, KAN MALU KALAU KETAHUAN MAMA LAGI 🤭🤭

__ADS_1


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, ❤❤❤


TERIMAKASIH ❤❤❤❤


__ADS_2