Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Jebakan mira


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Setelah kejadian penangkapan di rumah nya kemarin, mira hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Menurut kesaksian nya dia benar - benar tidak tahu jika om jos menjalankan bisnis investasi bodong, dan dengan berat hati mira merelakan rumah nya di sita pihak polisi. Walaupun rumah itu di beli sebelum om jos terjun ke bisnis bodong itu, tetap rumah itu di sita untuk di lelang dan untuk ganti rugi.


Mira kini tinggal di sebuah kontrakan kecil, beruntung mobil nya tidak ikut di sita oleh pihak kepolisian. Mira mulai mengatur rencana untuk memanfaatkan bimo, dia menyuruh seseorang untuk mengintai bimo.


" Malam ini bimo sedang lembur, oke akan ku mulai saja permainan ini " Seru mira dengan senyum licik nya.


Bimo di sibukkan dengan urusan kantor nya yang saat ini sedang banyak pekerjaan yang harus cepat dia selesaikan dan dengan terpaksa dia harus lembur. Malam ini bimo pulang lembur sekitar jam 9 malam.


Dengan badan yang capek dan pegal - pegal bimo mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang standar dia tidak mau membahayakan dirinya ada anak dan istru yang menunggu nya di rumah .


Tiba - tiba bimo menghentikan mobil nya karena melihat seseorang sedang terluka di pinggir jalan. Bimo turun dan menghampiri orang tersebut.


" Mira " Seru bimo saat mengetahui jika wanita yang terluka dan menangis itu adalah mira.


Bimo ingin meninggalkan mira dan membalikkan badan nya dan melangkah menjauhi mira. Namun dengan cepat mira memanggil nya.


" Bimo... tolong aku. Aku tidak bisa mengendarai mobil karena tangan dan kaki ku sakit semua" Ucap mira dengan suara memohon.


Bimo tidak tega meninggalkan mira dengan luka yang mengeluarkan darah seperti itu. Bimo pun kembali menghampiri mira, melihat bimo menghampirinya mira tersenyum tipis dalam hatinya dia merasa senang karena bimo sudah masuk perangkap nya.


" Kenapa kamu bisa seperti ini dan kenapa kamu ada di jalan sepi begini ?" Tanya bimo.


" Tadi aku pulang arisan, dan mobil ku mogok setelah aku turun tiba - tiba ada dua orang menghampiri ku dan mengambil barang - barang ku, gelang kalung dan semua perhiasan yang aku pakai di rampok nya. Beruntung tas ku ada di dalam mobil jadi tidak di ambil nya, saat cahaya lampu mobil mu kelihatan mereka langsung mendorong ku dan mereka langsung pergi. " Ucap mira panjang lebar yang sebenarnya adalah sebuah kebohongan semata.


Bimo tidak percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan mira, tetapi dia kasihan melihat mira terluka seperti itu.


" Aku panggilkan taksi saja untuk mengantar mu pulang " Ucap bimo memberi penawaran.


" Ini sudah malam bim, taksi pun pasti akan lama datang nya tolong lah kamu antar kan aku pulang. Aku janji tidak akan merepotka mu, aku takut bim lama - lama disini. Apakah kamu tega meninggalkan ku disini sendirian?" Seru mira dengan nada suara memelas.


Bimo tampak berfikir, sepertinya apa yang dikatakan mira mulai merasuki pikiran bimo. Bimo akhirnya menyetujui mengantarkan mira pulang, mobil mira di tinggal . Bukan di tinggal begitu saja karena mira sudah menyuruh orang untuk membawa mobil nya, tepat nya orang bayaran mira. Sebenarnya mobil mira tidaklah mogak, semua hanya akal - akalan mira saja.


*******

__ADS_1


" Kenapa kak bimo belum pulang ? sudah hampir jam sebelas malam, apa memang pekerjaan nya terlalu banyak sehingga dia harus sampai lembur. Aku coba telepon saja " Seru nina lalu mengambil ponsel yang ada di atas nakas.


Nina menghubungi bimo tetapi nomor ponsel bimo tidak aktif, membuat hati nina semakin khawatir.


" Kenapa perasaan ku tidak enak begini ya ? Semoga kak bimo baik - baik saja " Ucap nina sambil mengusap dada nya.


Sedangkan di tempat lain bimo sedang berada di rumah mira, tadi mira minta bimo untuk memapah nya masuk ke dalam rumah dan bimo pun mengikuti kemauan mira.


" Bim tolong bantu aku untuk mengobati lutut ku, kamu tahu sendirikan dari dulu aku phobia darah. " Ucap mira mencari alasan.


Bimo ingat betul memang mira phobia dengan darah, bimo bingung dia harus menolong mira atau harus pulang karena waktu sudah semakin malam.


" Maaf mir, ini sudah malam. Lebih baik aku pulang saja kamu obati sendiri luka mu. Tidak bagus dilihat orang kalau aku ada disini " Ucap bimo menolak halus permintaan mira.


Mira tetap mencari alasan lain agar malam ini bisa menjerat bimo kembali. Segala macam cara akan dia lakukan untuk bisa menjerat bimo atau menjebak bimo.


" Kalau kamu tidak mau membantu mengobati luka ku tidak apa - apa bim, oh iya seperti nya kamu terlihat lelah dan mengantuk sebelum kamu pulang aku buatkan kopi dulu ya agar kamu tidak mengantuk. Bahaya bim mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk, nanti kamu bisa meminum nya di teras rumah saja. Aku tahu kamu tidak nyaman duduk di dalam seperti ini " Ucap mira mencoba merayu bimo.


" Baiklah, saya tunggu di depan " Seru bimo sambil berlalu duduk di teras depan.


Mira tersenyum tipis hingga bimo tidak menyadari jika mira tersenyum, senyum penuh makna. Dengan sigap mira pun ke dapur dan membuat kan kopi hitam untuk bimo tidak lupa mira memasukan sesuatu kedalam kopi bimo.


" Iya terimakasih mir " Ucap bimo lalu mengambil kopi yang mira letakkan di atas meja.


Bimo langsung meminum kopi buatan mira hingga tandas tak tersisa, tiba - tiba bimo terasa mengantuk berat dan kepala terasa sakit. Bimo benar - benar mengantuk hingga tanpa sadar dia tertidur di kursi teras kontrakan mira.


Mira tersenyum senang saat melihat bimo sudah tertidur dengan segera mira membawa bimo masuk kedalam kamar nya. Setelah sampai kamar mira pun menjalankan aksi nya, dengan begini bimo tidak akan bisa lepas lagi dari genggaman nya.


Sementara itu di rumah nya nina terus berusaha menghubungi ponsel bimo tapi tetap tidak ada jawaban, ponsel bimo tidak dapat di hubungi.


" Ya Allah kak , kamu kemana ini sudah jam dua belas malam kamu juga belum pulang. Aku hubungi pun tidak bisa, semoga kamu baik - baik saja kak. " Gumam nina sambil terus memandangi ponsel di tangan nya berharap bimo menghubungi nya.


Hati nina benar - benar sedang tidak enak, sedari tadi dia kefikiran bimo. Takut hal buruk terjadi kepada bimo di luaran sana.


******

__ADS_1


Pagi hari di kontrakan mira, mira pura - pura menangis di samping bimo yang sedang tertidur. Mendengar suara wanita yang sedang menangis, bimo pun terbangun. Dengan kepala yang masih terasa sakit bimo mencari sumber suara, dia pun kaget saat mendapati mira ada di samping nya sambil menangis.


" Mira !! Kenapa kamu ada disini ?" Tanya bimo kaget.


Mira tetap pura - pura menangis dan tidak menghiraukan pertanyaan bimo.


Dan bimo yang bingung pun berusaha untuk turun dari ranjang dan dia menyadari jika dirinya dalam keadaan polos tanpa baju.


" Mira apa yang kamu lakukan pada ku ? Kenapa aku bisa tidak pakai baju begini ?" Bentak bimo dengan keras, suara bimo terdengar memenuhi seluruh ruang kamar mira yang kecil.


" Kamu jangan menyalahkan ku bim, ini semua karena ulah mu. Kamu yang memaksaku, semalam aku sudah meminta mu segera pulang tapi kamu setelah minum kopi malah masuk ke kamar ku " Ucap mira mencoba menjelaskan dengan berbohong.


Bimo nampak syok mendengar penjelasan mira, dia ingat semalam dia minum kopi di teras depan dan dia mengantuk setelah itu dia tidak ingat apa - apa lagi.


" Kamu jangan pura - pura sedih mir, bukan nya kamu sudah sering menjajakan tubuh mu di luaran sana. Jadi anggap saja ini kecelakaan atau kamu mau aku bayar, berapa yang kamu minta? 10, 20 atau 50 juta kata kan saja, tapi aku minta kamu lupakan apa yang sudah terjadi dan jangan kamu kasih tahu istri ku " Seru bimo sambil menatap mira tajam.


" Serendah itukah kamu memandang ku bim ? Aku memang wanita nakal, tapi setiap aku melakukan hubungan itu aku kami selalu melakukan pengaman dan aku meminum pil penunda kehamilan. Tapi semalam semua terjadi secara tiba - tiba, kamu tidak menggunakan pengaman dan pil ku juga habis " Ucap mira sambil menangis semakin kencang.


" Aku takut jika aku hamil bim, apalagi ini masih masa subur ku " Ucap mira dengan menatap bimo tajam.


Bimo semakin merasa bersalah dengan istri nya, pasti saat ini istri nya sedang menghawatirkan nya karena semalaman tidak pulang dan tidak memberikan kabar apa pun.


" Sudah kamu jangan menangis, jika kamu hamil aku akan bertanggung jawab. Kita lihat dulu tiga minggu kedepan jika kamu hamil aku akan bertanggung jawab dengan catatan anak itu anak kandung ku!! " Ucap bimo dengan tegas.


" Apa ucapan mu bisa di percaya ?" Tanya mira .


" Kapan aku berbohong dengan mu ?" Jawab bimo ketus.


Mira tersenyum senang, akhirnya apa yang di rencanakan nya berjalan dengan lancar. Padahal tadi malam dirinya dan bimo tidak melakukan apa - apa, Mira hanya melepas semua pakaian bimo dan menyelimutinya dengan selimut , lalu tiduran saja dan mira mengambil beberapa foto yang terlihat mesra .


*******


DASAR MIRA WANITA YANG TIDAK TAHU MALU, SEMOGA SEGERA MENDAPAT BALASAN YANG SETIMPAL. ❤❤


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, DENGAN CARA KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH YANG BANYAK 🙏❤

__ADS_1


DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2