
Seminggu sudah kepergian ibu lasmini, Nina pun kini sudah bisa beraktivutas seperti biasa. Bapak minto dan istri nya pun hari ini akan kembali ke desa lagi, sehari setelah pemakaman pak minto dan istri nya datang ke rumah melani.
Sebelum pulang ke desa pak minto dan mak imah menyempatkan datang menjenguk Raka di kantor polisi.
" Bapak... " Seru Raka saat tahu siapa yang menjenguk nya, Raka bersimpuh di kakaki sang bapak sambil terisak. Raka menyesali semua perbuatan nya, kini Raka lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Pak minto tertegun melihat keadaan anak nya, badan Raka sedikit kurus. Jambang nya sudah mulai tumbuh, pak Minto memeluk Raka dengan penuh haru.
" Raka, anak ku" Seru pak minto di sela tangis nya.
" Pak, maafkan Raka. Raka banyak salah sama bapak, Raka durhaka sama bapak. Ampuni Raka pak" Seru Raka sambil terus terisak.
" Bapak sudah memaafkan mu nak, jalanilah hukuman mu dengan baik. Serahkan semua nya sama Allah, bapak akan selalu mendoakan mu" Seru pak minto haru.
Raka melirik wanita paruh baya yang duduk di samping pak Minto.
" Pak, apa ini istri bapak ?" tanya raka ingin tahu.
" Iya, kenalkan ini mak imah istri bapak yang sekarang. Kamu bisa memanggil nya mak imah " Ucap pak minto.
" Nak Raka, kemarilah nak." Seru mak imah meminta Raka mendekat.
Raka mendekat ke arah mak imah, mak imah memeluk Raka dengan bahagia. Akhirnya dia bisa mempunyai sosok anak laki-laki, lengkap sudah mak imah mendapatkan dua sosok anak lelaki dan perempuan, walaupun mak imah hanya ibu sambung nya.
" Mak, tolong jaga bapak. " Ucap Raka.
" Itu sudah pasti" jawab mak imah.
Raka kembali duduk di tempat nya semula, kini giliran pak minto yang bicara.
" Raka, bapak kesini juga ada sesuatu yang ingin bapak sampaikan. Bapak harap kamu sabar dan kuat serta ikhlas" Ucap pak minto.
" Ibu mu, ibu lasmini sudah meninggal seminggu yang lalu" Ucap pak minto dengan berat hati.
__ADS_1
" Apa? Bapak tidak bohong kan? Ibu.....?" Raka syok mendengar kabar ibu nya sudah tiada.
" Bapak tidak bohong, Melani lah yang mengurus semua nya. Dari rumah sakit sampai proses pemakaman semua melani yang mengurus bahkan semenjak kalian usir Nina tinggal dengan Melani. " Ucap pak minto.
Raka terdiam, dulu dia dan ibu nya berlaku tidak adil bahkan sudah jahat dan menyakiti melani. Seakan tak percaya dengan apa yang di katakan pak minto.
" Betapa baik nya hari Melani, sudah kalian hina dan kalian sakiti. Dia masih tetap mau menolong ibu mu dan Nina, tidak tahu harus bagaimana lagi bapak membalas kebaikan Melani. Bahkan nyawa bapak pun tidak bisa membalas kebaikan nya, berkat dia juga bapak bisa sembuh dari penyakit bapak" Ucap pak minto tergugu dalam tangis.
" Sekarang Melani sudah mau menikah, bapak mohon sama kamu kelak kamu sudah keluar dari penjara tolong jangan ganggu kebahagiaan Melani lagi" Seru pak Minto dengan tegas.
Raka semakin sakit saat mengetahui Melani akan menikah, ada penyesalan dalam hati nya. Menyesal karena telah menyia-nyia kan wanita sebaik melani.
" Iya pak, Raka sudah tidak akan menganggu kehidupan Melani. Melani memang pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik dari saya" Ucap Raka dengan berat hati, sebenarnya dalam hati nya masih ada rasa cinta untuk Melanu. Tapi dia harus ikhlas menerima semua ini.
Tanpa terasa waktu jenguk pun sudah habis, Raka harus kembali lagi ke dalam sel tahanan, dan pak minto dan mak imah akan pulang ke desa Anggrek kembali.
Sepeninggalan pak minto dan mak imah, Raka terus terdiam perasaan sedih dan menyesal hinggap di dirinya.
*****
Satu bulan kemudian, tanpa terasa pernikahan Melani tinggal beberapa hari lagi. Tepat nya satu minggu lagi acara pernikahan melani akan di gelar
Melani tidak mengadakan acara di gedung mewah atau hotel bintang lima. Tetapi hanya akan mengadakan acara di rumah orang tua nya di desa Anggrek.
Saat ini pun Melani sudah berada di desa Anggrek, orang tua melani meminta nya untuk tidak mengurus perusahaan dalam seminggu ini, Paman Harun lah yang akan menghandel semua nya.
" Ndra,sudah sampai mana persiapan acara pernikahan mu?" Tanya ibu marni dengan wajah sulit di artikan.
" Semua di urus sama keluarga melani bu, acara nya kan di rumah orang tua melani. Aku diminta terima beres saja, Ayah melani tidak mau aku capek bolak-balik" Ucap hendra menjelaskan.
" Hufft... kamu itu jadi laki jangan mau di bodoh-bodohi oleh keluarga calon istri mu itu, bisa saja kan mereka menguntit uang mu. Uang yang kamu kirimkan untuk biaya pernikahan pasti banyak masuk kantong mereka" Ibu marni tetap saja berfikiran buruk.
" Mereka tidak seperti itu bu, justru merekalah yang sudah membantu ku. Uang yang aku kirim kan untuk biaya pernikahan tidaklah banyak" Ucap hendra membela orang tua melani.
__ADS_1
Ibu marni mendengus kesal mendengar jawaban Hendra. Ibu marni tetap beranggapan orang tua melani mengkorupsi uang hendra.
" Terserah kamu saja, Kepala ibu pusing mendengar alasan mu yang tak masuk akal" Ucap ibu marni lalu masuk ke dalam kamar nya.
Ibu marni masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu dengan sangat kasar
Bbrraakk
Hendra terlonjak kaget mendengar pintu yang di tutup dengan keras nya.
" Ibu tidak tahu jika uang yang ku berikan untuk biaya pernikahan tidak ada apa-apa nya dengan uang melani yang di keluarkan nya untuk acara nanti" Gumam hendra dalam hati.
#FLASHBACKON
Hendra memberikan uang 100 juta untuk melani, awal nya melani dan orang tua nya menolak uang pemberian Hendra. Mereka beralasan biarlah uang itu hendra tabung untuk hendra buka usaha, untuk urusan acara pernikahan biar di biayai orang tua Melani.
Hendra tidak enak hati, seharus nya dia bisa memberikan lebih dari 100 juta. Hendra pun memaksa keluarga melani untuk menerima uang pemberian nya.
" Mas bukan nya aku tidak mau menerima uang dari mu, tapi memang semua urusan pernikahan sudah ayah siapkan. Begini saja uang yang dari mas untuk mas kawin saja, untuk beli cincin dan seperangkat alat sholat jadi mas tidak usah mengeluarkan uang untuk beli mas kawin. Mas siapkan saja hantaran yang akan mas bawa saat akad nikah nanti." Ucap melani dengan bijak nya.
" Baiklah sayang. Mas ikuti perkataan kamu saja" Ucap hendra yang akhir nya mengalah.
#FLASHBACKOFF
Di dalam kamar ibu marni masih terus menggerutu, dia masih kesal dengan sikap hendra.
" Aku tidak bisa membiarkan Melani menyetir Hendra. Biar pun nanti sudah menikah , hendra tetap harus menafkahi ku dan hisna. Aku tidak mau wanita sialan itu menguasai uang hendra" Gumam ibu marni.
*****
Alhamdulillah sudap ub bab baru ya kak, selamat membaca dan terimakasih.
Tetap dukung novel Author 🙏❤❤
__ADS_1