Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Nasib Dimas dan Vera


__ADS_3

Keluarga besar menyambut dengan bahagia kelahiran baby H. Semua antusius untuk datang menjenguk baby H yang baru di lahirkan beberapa jam yang lalu. Saat ini kedua orang tua melani dan ibu marni sudah ada di rumah sakit.


Bahkan pak minto dan mak imah pun ikut datang ke kota untuk melihat baby H. Bagaimana pun pak minto tetap menganggap melani sebagai anak nya walaupun sudah tidak bersama Raka lagi.


" Mbak dari tadi kita manggil nya baby H.. babby H saja, tapi sampai sekarang kita belum tahu nama babby H yang sebenar nya." Seru Hasni yang protes karena memang melani maupun hendra belum memberitahukan nama lengkap anak nya.


" Iya betul mbak" Timpal Nina yang menyetujui ucapan Hasni.


Melani dan hendra saling pandang, soal nya memang mereka benar-benar lupa belum memberitahukan kepada keluarga besar nya siapa nama baby H yang sebenarnya.


" Nama nya Harvino Mahendra Admaja" Seru hendra memberitahukan nama lengkap anak nya.


" Wahhh nama yang bagus itu mas, tapi kenapa tidak di panggil Vino saja kan lebih keren" hasni protes lagi.


" Hasni.. Karena sekarang Vino ini masih bayi mungil jadi di panggil babby H kalau sudah besar ya kita panggil Vino masak iya sudah besar tetap di panggil baby H, iya kan mas, mbak?" Seru Nina meminta persetujuan hendra dan melani.


Hendra dan melani hanya membalas dengan senyuman. Suasana semakin ramai karena keluarga besar semua berkumpul di ruang rawat melani. Beruntung melani dirawat di ruangan VVIP jadi ruangan lebih luas dan tidak mengganggu pasien yang lain.


" Cucu kita mirip sama Hendra ya jeng, cuma mata nya saja yang ngambil melani" Ucap ibu melani berbicara dengan ibu marni.


" Benar banget jeng ini mah 100% foto copy hendra" Jawab bu marni mengiyakan.


Aina baru saja datang karena tadi saat selesai sidang dia pergi ke cafe dulu ada yang harus dia sampaikan kepada para karyawan cafe.


Aina mendekat ke ranjang melani, lalu memeluk dan mengucapkan selamat untuk melani.


" Selamat ya mel atas kelahiran jagoan nya, sekarang kamu sudah sah menjadi orang tua. Maaf mbak baru datang tadi ada urusan sebentar" Ucap Aina dengan ramah nya.


" Terimakasih mbak, tidak apa-apa mbak aku memakluminya kok." Jawab Melani.


Aina menghampiri Babby H di ranjang bayi nya, Babby H sedang tertidur dengan pulas nya sama sekali tidak terganggu dengan suara-suara brisik dalam ruangan nya.

__ADS_1


* Mungkin kalau aku dulu tidak mengikuti kemauan mas dimas untuk memakai alat kontrasepsi, sekarang pasti aku sudah mempunyai anak. Tapi kini semua nya sudah berbeda* Gumam Aina dalam hati sambil membelai pipi babby H yang masih terlihat merah.


Waktu sudah menjelang sore semua keluarga sudah pulang, orang tua melani akan pulang ke rumah melani sedangkan pak minto dan istri nya pulang ke kontrakan Nina. Melani sudah menawarkan untuk menginap di rumah nya tetapi pak minto menolak alasan ingin melihat kontrakan Nina.


Sekarang di ruang rawat hanya ada Melani, hendra dan Aina sedangkan baby H sedang di mandikan oleh suster.


" Tadi bagaimana persidangan nya mbak?" Tanya hendra saat para keluarga sudah pulang.


" Semua nya berjalan lancar Ndra dan sekarang mbak sudah resmi bercerai." Jawab Aina.


" Masalah harta gono- gini bagaimana mbak? apa mas dimas menerima keputusan hakim?" Tanya melani yang memang penasaran.


" Tadi nya mas dimas memang tidak menerima keputusan dari hakim. Tapi setelah hakim menjelaskan jika harta yang mbak miliki tidak termasuk harta bersama jadi tidak bisa di jadikan harta gono - gini. " Jawab Aina menceritakan semua nya.


Melani jadi teringat kisah nya dengan Raka dulu, saat itu melani sudah sah bercerai dari Raka. Baru setelah Raka tahu siapa melani dia menuntut pembagian harta gono-gini yang akhirnya sepeserpun tidak Raka dapatkan.


*****


" Mas Dimas,..kamu itu bodoh banget si, seharus nya kamu menolak keputusan itu. Kamu bisa meminta pembagian harta gono-gini 50% " Seru Vera yang tidak terima.


" Kamu ini bisa diam tidak, kepala ku pusing dari tadi mendengar ocehan mu. Kamu bisa nya marah-marah terus" Seru Dimas yang pusing dengan ocehan dari Vera.


Vera mendengus kesal dan memilih diam, percuma dia marah karena tidak akan mengubah keputusan. Sidang keputusan pun sudah berakhir.


" Semua aset yang selama ini mas gunakan itu milik Aina. Cafe,rumah, mobil semua itu milik Aina tidak ada harta ku sedikit pun. Kalau kamu menuntut harta kamu salah besar, sekarang lebih baik kita berfikir kita mau usaha apa dengan uang tabungan yang tersisa untuk menyambung hidup" Ucap dimas dengan nada melemah.


Tabungan di rekening dimas tidak lah banyak, sudah kepakai untuk mengurus surat perceraian raka dan Vera , untuk membayar pengacara dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belum untuk membayar kridit cicilan mobil.


" Vera mungkin dalam beberapa bulan kedepan mobil itu pun akan ditarik, karena aku sudah tidak sanggup membayar cicilan nya lagi. Beruntung bulan ini sudah aku bayar kan" Jawab jujur dimas.


" Jadi mobil itu juga kridit mas? Dan jangan-jangan rumah ini juga kredit atau bahkan mas sewa?" Tebak Vera yang memang semua nya benar.

__ADS_1


Dimas mengangguk dengan lemah, apa yang terjadi nanti dia sudah tidak perduli lagi yang penting dia sudah berusaha jujur sama Vera.


" Brengsek... ternyata selama ini aku menikahi laki-laki kere miskin, menyesal aku menikah dengan mu mas" Ucap Vera dengan tidak memikirkan perasaan dimas.


Plak


Dimas menampar pipi Vera, dia tidak terima Vera perempuan yang selalu dia bela dan banggakan menghina dan merendahkan nya.


" Jaga mulut mu Vera, aku ini suami mu tidak sepantas nya kamu bicara seperti itu dengan suami mu. Dimana rasa hormat mu dan sopan santun mu!!" Sentak dimas dengan emosi.


Vera menangis sambil memegangi pipi nya bekas tamparan dari dimas. Baru kali ini dimas marah dan menampar Vera. Vera berlari dan masuk kedalam kamar dan mengunci kamar dari dalam.


" Shittt... kenapa aku bisa menampar Vera seperti ini, Vera kan sedang hamil kalau terjadi apa-apa dengan kandungan nya bagaimana. Vera juga yang salah tidak bisa menjaga ucapan nya, sudah tahu aku pusing dia justru menyalahkan ku dan merendahkan ku. Istri macam apa itu, tapi bagaimana pun Vera sedang mengandung anak ku" Gerutu dimas dengan suara pelan.


Dimas pun bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Vera di kamar.


" Vera.. Ver, buka pintu nya sayang..Maaf tadi aku kelepasan karena aku benar-benar sedang bingung dan pusing. Ver, ayuk buka pintu nya" Seru dimas sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar.


" Ayolah sayang jangan ngambek dong, mas minta maaf. Buka pintu nya ya, nanti kita jalan-jalan yuk beli perlengkapan bayi sama beli barang-barang keperluan kamu. " Dimas merayu Vera dengan mengajak dia jalan-jalan.


Tetap tidak ada tanda-tanda vera membuka pintu kamar, dia tetap mengunci diri dalam kamar nya. Dimas pun putus asa dan memilih pergi dari rumah untuk menenangkan pikiran nya. Ada di dalam rumah justru tidak membuat fikiran nya tenang, sikap Vera yang menurut nya kekanak-kanakan justru membuat nya semakin pusing.


Dimas menyambar kunci mobil yang ada di atas meja lalu keluar rumah dan melajukan mobil nya kesalah satu tempat yang menurut nya bisa menenangkan pikiran nya.


* Dasar dimas sialan, aku kira dia itu pria kaya tidak tahu nya miskin. Tapi kalau aku pergi meninggalkan nya bagaimana dengan anak ini? siapa laki-laki yang mau dengan ku kalau aku hamil begini. Cinta si cinta tapi kalau aku harus hidup kere dan miskin ya tunggu dulu, tapi.. aku memang mencintai mas dimas* Gumam Vera dalam hati nya.


*********


Siapa tadi yang nungguin cerita dimas dan Vera? Up nya segini dulu ya Kak, tetap jangan lupa selalu berikan LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE DAN HADIAH NYA


Terimakasih. Selamat membaca 🙏❤😍

__ADS_1


__ADS_2