Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kejujuran Hendra


__ADS_3

Secepatnya hendra akan memecat Novi tapi sebelum nya dia akan membicarakan dulu dengan Melani. Melani pasti menanyakan alasan hendra ingin memecat Novi. Karena menurut laporan Novi termasuk pegawai baru yang berpotensi.


Ceklek


Melani masuk ke ruangan hendra di lihat nya hendra sedang duduk di kursi kerja nya sambil menyenderkan kepala pada sandaran kursi dengan mata terpejam.


" Mas" Panggil melani saat masuk ke ruangan hendra dan mendapati hendra seperti sedang banyak masalah.


Hendra kaget dengan kedatangan melani yang tiba-tiba sudah berada di ruangan nya.


" Sayang, maaf tadi selesai meeting mas langsung ke ruangan kerja karena banyak berkas yang harus mas periksa" Seru hendra saat melani sudah duduk di sofa yang ada di ruangan nya.


" Iya mas tidak apa" Jawab melani singkat, melani terus memperhatikan gerak-gerik Hendra yang seperti tidak biasa.


" Mas ada masalah apa? Apa mas tidak mau cerita?" Tanya melani yang saat ini hendra pun sudah duduk di sofa samping melani.


Hendra bingung harus bicara apa sama melani, harus memulai pembicaraan darimana. Dia takut jika melani salah paham dan marah.


Hufftt...


Hendra membuang nafas dengan berat seakan beban dan permasalahan nya juga begitu berat. Ada saja masalah yang di hadapinya. Masalah dengan sang ibu juga belum lama membaik kini datang lagi masalah dari kisah masa lalu nya.


" Sayang.. Mas mau bicara jujur sama kamu tapi tolong kamu jangan marah. Percaya sama mas" Ucap Hendra dengan serius sambil mengenggam tangan melani.


Melani penasaran ada apa dengan sang suami, apa ada masalah yang melani tidak ketahui.


" Bicaralah mas, aku lebih menyukai sebuah kejujuran daripada sebuah penghiantan dan kebohongan. Kalau kamu tidak bersalah dan kamu jujur aku tidak akan marah mas" Ucap melani memandang tajam ke arah sang suami yang terlihat kalut dan bingung.


" Sayang mas ingin memecat Novi , karyawan baru di bagian devisi keuangan. Mas tidak nyaman dia bekerja di kantor ini" Ucap hendra dengan pelan dan sedikit takut.

__ADS_1


" Bisa berikan alasan nya kenapa dia harus di pecat?" Tanya Melani dengan tegas.


Hendra pun menceritakan siapa Novi dalam masa lalu nya dulu, bagaimana novi menolak cinta nya dan mempermalukan nya di hadapan teman-teman nya. Kejadian di ruang meetiing tadi pun hendra ceritakan semua tanpa ada sedikit pun yang kurang atau lebih.


Mendengar cerita dari sang suami melani seakan tidak percaya ada wanita yang tidak tahu malu seperti Novi. Bahkan Novi sudah mrnghina dirinya sebelum tahu kebenaran nya siapa melani yang sebenar nya.


" Terimakasih mas sudah mau berterus terang dan jujur dengan ku, aku hargai kejujuran mas. Tapi aku tidak setuju mas memecat Novi" Seru melani yang tidak setuju dengan keinginan sang suami.


" Kenapa tidak setuju, dia sudah menghina mu dan menganggu ketenangan mas, Sayang" Hendra bertanya dengan keheranan.


" Mas aku tahu Novi itu kisah masa lalu mu, masalah dia menghinaku tadi sudah lupakan saja itu karena dia belum mengenal ku dan mengetahui aku ini siapa. Yang aku dengar kinerja Novi itu bagus , aku tidak mau memecat karyawan hanya karena masalah pribadi. Jangan campur aduk kan masalah pribadi dengan pekerjaan" Ucap melani sambil duduk menyandar di bahu sang suami.


" Tapi sayang, dia pasti akan terus menganggu ku. Mas jijik melihat kelakuan nya" Hendra tetap tidak mau novi kerja di perusahaan ini. Membayangkan kelakuan nya tadi saja sudah membuat hendra jijik dan ilfiel.


Melani mulai menyeringai licik, dia ada ide untuk menguji sang suami. Tepat nya bukan menguji tapi untuk menjahili sang suami.


" Itu urusan kamu mas, kalau kamu tergoda berarti kamu memang masih mencintai dia. Dan siap-siap saja pusaka mu aku potong habis aku berikan untuk makan anjing gila." Seru melani sambil menahan tawa.


Setelah berbicara seperti itu melani keluar dari ruangan hendra dengan senyum mengembang karena berhasil mengerjai sang suami. Melani puas melihat raut wajah pucat sang suami.


" Sepertinya aku pun perlu bermain-main dengan wanita penggoda itu. Tak akan ku biarkan dia menggoda suami ku lagi, belum tahu kalau melani sudah bergerak. Dasar wanita penggoda" Gumam melani dengan senyum licik nya.


*****


#Di Kontrakan Vera


"Mas dimas aku minta uang dong, aku mau ganti ponsel baru. Ponsel ku ini sudah ketinggalan zaman" Ucap Vera yang masih bergelung di bawah selimut sambil memeluk dimas dengan erat.


Akhir-akhir ini dimas sering mendatangi Vera ke kontrakan nya untuk sekedar mencari kesenangan dari Vera. Semenjak pertengkaran nya dengan Aina ,Aina sudah tidak mau memberikan kewajiban nya lagi.

__ADS_1


" Iya sayang nanti kita beli ponsel yang kamu mau, tapi tidak gratis ya ada bayaran yang harus kamu berikan untuk mas" Jawab Dimas sambil mencubit hidung mancung Vera.


" Tenang saja mas mau minta yang bagaimana pasti aku berikan, tapi tidak sekarang siang ini sudah 3 jam aku mau merilekskan badan ku dulu mas" Sungut Vera pura-pura merajuk.


" Iya sayang, mas juga sudah mau balik ke cafe lagi. Nanti malam mas kesini lagi, kita main sampai pagi. " Ucap Dimas tersenyum menggoda Vera.


Vera nampak sedang memikirkan sesuatu, Vera mandang lekat ke arah Dimas. Tidak di pungkiri dimas termasuk laki- laki yang mendekati sempurna. Wajah oriental dan badan tegap tinggi sekitar 178 cm dengan kulit kuning langsat. Membuat Vera semakin tergila-gila tadinya Ver hanya ingin bermain-main dengan dimas tapi justru sekarang Vera benar-benar jatuh cinta kepada dimas.


" Sayang kapan kamu menikahi ku?" Tanya Vera dengan tiba-tiba membuat dimas kaget dan reflek duduk di ranjang, yang tadinya dimas tiduran kini sudah duduk menghadap ke Vera.


Dimas terdiam, dia ingat kata-kata Aina jika dia terbukti berhianat Aina akan menarik usaha nya dan Dia akan menjadi gembel.


" Mas kok diam si? kapan kamu menikahi ku?" Tanya Vera lagi sehingga Dimas tersadad dari lamunan nya.


" Sayang, kenapa harus menikah? Kita begini saja aku sudah bahagia, bahagia setiap hari bisa bareng kamu tidak menikah pun tidak masalah" Seru dimas seenak nya, pernyataan nya justru membuat Vera marah.


" Mas.. Aku tidak mau kalau hubungan kita tidak ada status yang jelas begini. Enak saja hampir tiap hari kita melakukan nya tapi tidak ada status yang jelas. Aku mau kita segera menikah,menikah siri pun tidak masalah. Apa mas tidak mencintai ku?" Tanya Vera dengan marah lalu Vera turun dari ranjang memunguti pakaian nya dan mengenakan nya. Lalu vera duduk di sofa yang ada di kamar.


Dimas semakin pusing melihat Vera yang justru marah seperti itu. Dimas memujit kening nya yang tiba-tiba mulai terasa pusing. Dia bingung harus bagaimana, dimas pun turun dari ranjang dan mengambil baju nya di atas kursi dekat ranjang lalu memakainya.


" Vera sayang jangan ngambek dong, kamu kan tahu mas mu ini sudah punya istri dan istri ku pun sekarang mulai curiga " Ucap dimas mendekat ke arah Vera duduk.


" Aku minta mas nikahin aku, siri tidak masalah. Kalau mas tidak mau nikahin aku, mulai sekarang mas jangan temui aku lagi." Ucap Vera dengan nada mengancam.


Dimas tidak bisa kehilangan Vera bagaimana pun dimas mendapat apa yang tidak dia dapat dari Aina. Vera siap kapan pun dimas membutuh kan nya. Dimas di buat pusing dengan permintaan vera.


*****


Nahh dimas mulai bingung kan? Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak.

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2