Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Tamu tak di undang


__ADS_3

Tok... Tok.. Tok


Suara pintu di ketuk seseorang dari luar. Melani di dalam kamar sedang memeriksa laporan perusahaan yang dikirim Raya lewat email nya. Melani pun menanyakan siapa yang mengetuk pintunya.


" Siapa?" Tanya melani dari dalam kamar.


" Bu mina Non" Jawab bu mina dari luar kamar.


" Masuk bu pintu nya tidak di kunci" Jawab melani dari dalam kamar.


Bu mina membuka pintu dan menutup nya dengan pelan, lalu menghampiri melani yang sedang duduk di sofa dengan labtop yang masih menyala ada di hadapan nya.


" Non dibawah ada tamu yang nyariin ibu " Ucap ibu marni memberitahu melani.


Mendengar ada tamu yang datang mencari nya melani pun menghentikan aktifitas nya lagi. Walaupun tidak ke kantor melani masih menyempatkan memeriksa berkas-berkas dari kantor. Jadi dia masih tetap memantau pergerakan di perusahaan nya.


" Siapa bu?" Tanya melani yang tidak merasa punya janji dengan siapa pun.


" Saya tidak mengenalinya Non, dia sepertinya baru pertama kali datang ke rumsah ini" Ucap bu mina yang memang tidak mengenali tamu melani.


Melani masih terus berfikir siapa sebenarnya orang yang datang ke rumah nya.


" Sekarang orang nya dimana bu?" tanya melani memastikan sambil mematikan laptop nya.


" Ada di luar Non, tidak ibu izinkan masuk sebelum non melihat nya. Tadi orang nya sudah di tahan sama satpam tapi dia maksa untuk menemui Non" Jelas ibu mina.


" Baiklah temenin aku menemui nya ya bik!" Ajak melani lalu mereka keluar dari kamar untuk menemui tamu itu.


Melani di temani bu mina berjalan ke teras rumah untuk menemui sang tamu. Saat sudah sampai teras melani terkejut dengan seseorang yang sedang duduk di kursi teras nya.


" Vera" Gumam melani dengan suara pelan tetapi masih terdengar oleh Vera.

__ADS_1


Vera tersenyum dan menghampiri melani, Vera mencoba mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan melani. Dengan ragu-ragu melani menyambut uluran tangan Vera.


" Apa kabar Nona Melani, masih ingat kan dengan ku?" Tanya Vera saat saling berjabat tangan .


" Ada apa kamu mencari ku hingga datang ke rumah ku seperti ini, kita sudah tidak ada urusan lagi." Tanya Melani dengan tatapan penuh selidik dia masih takut jika Vera mulai menganggu kehidupan nya lagi.


Vera tersenyum menanggapi pertanyaan Melani, Vera tahu jika melani sangatlah membenci nya.


" Maaf .." Akhirnya kata itu keluar dari mulut Vera.


Melani tertegun mendengar Vera mengucapkan kata maaf kepada nya.


" Maaf untuk?" Tanya melani sedikit bingung.


" Karena aku sudah menghancurkan rumah tangga mu dengan Raka. Aku ingin bercerai dengan Raka,setelah aku resmi bercerai kalian bisa hidup bersama lagi" Ucap Vera dengan penuh percaya diri.


Haaahaaa.... Haaahaaa


Melani tertawa mendengar ucapan Vera, yang melani anggap sebagai pernyataan yang sangat konyol.


" Sekarang kamu pergilah dari rumah ku , tidak perlu meminta maaf. Aku sudah memaaf kan mu !!" Seru Melani lalu dia beranjak dari tempat duduk nya untuk masuk ke dalam rumah.


Vera yang melihat melani ingin masuk ke dalam rumah, dia mencoba mencegah melani.


" Tunggu Mel, ada satu lagi yang ingin aku bicarakan dengan mu" Suara Vera mencoba mencegah melani.


Melani mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam rumah dan dia duduk kembali di kursi yang ada di samping Vera.


" Katakan" Perintah melani singkat.


" Aku ingin minta tolong sama kamu Mel" Ucap Vera dengan mimik wajah yang di buat sesedih mungkin.

__ADS_1


" Iya.. ak.. aku ingin minta tolong kamu membantuku mengurus perceraian ku dengan mas Raka. Tolong lah mel, aku juga ingin bahagia dan menikah lagi. Sedangkan mas Raka saat ini di penjara, aku tidak ada biaya untuk menggugat nya " Seru Vera dengan memohon.


" Kamu Gila.. kamu yang menghancurkan pernikahan ku dengan mas Raka dan sekarang kamu meminta ku untuk membantu mu menggugat cerai mas Raka. Kamu benar-benar wanita tidak tahu malu Ver. Pergi dari rumah ku!!" Sentak Melani dengan suara lantang sehingga bu mina yang ada di dalam rumah pun datang menghampiri mereka.


Bu mina hanya memastikan jika melani tidak apa-apa, bu mina berdiri di samping melani untuk berjaga-jaga jika sang Nona akan di sakiti.


" Aku datang kesini itu dengan baik-baik tetapi justru kamu perlakukan aku seperti ini. Sombong sekali diri mu mel. Menyesal aku datang ke sini dan meminta maaf kepada mu" Seru Vera dengan wajah memerah menahan amarah.


" Cihhh... aku tidak menyuruh mu untuk datang kerumah ku. Dirimu sendirilah yang datang menemui ku , sebelum aku panggilkan satpam untuk mengusir mu lebih baik kamu sekarang pergi dari rumah ku" Seru melani lalu berdiri dan menunjuk ke arah gerbang agar Vera segara pergi.


" Asal kamu tahu Nona melani yang sombong, sebenarnya aku ini sudah menikah beberapa hari yang lalu. Ya memang si masih secara siri karena aku juga masih sah istri mas Raka. Jadi hanya bisa menikah siri dan suami ku yang sekarang pun masih punya istri. Haha haha " Ucap Vera dengan tidak tahu malu nya sudah membongkar aib nya sendiri.


Melani terkejut dan langsung menutup mulut nya dengan tangan nya. Tidak habis fikir dengan kelakuan Vera bisa-bisa nya dia menikah lagi dengan suami wanita lain bahkan dengan status nya yang sekarang masih sah istri Raka.


" Dasar wanita gila" Seru melani sambil menggelengkan kepala nya.


" Iya aku memang gila.. haha haha.. kenapa kamu iri kan? karena aku bisa menikah dengan pria kaya ?" Tanya Vera yang semakin tidak tahu malu.


" Suami ku yang sekarang itu orang kaya, dia mempunyai banyak usaha, Cafe nya tersebar dimana-mana. Dan yang pasti suami ku yang sekarang itu sangat mencintai dan menyayangi ku." Vera berkata dengan serius, seakan benar-benar dimas adalah orang kaya.


Melani melirik ke arah bu mina sambil memberi kode untuk memanggil satpam. Dia tidak mau lama-lama berbicara dengan Vera yang saraf itu.


" Oh selamat ya Ver atas pernikahan ke dua mu, semoga kamu bisa bahagia dengan suami mu yang sekarang. Dan tolong jangan ganggu aku lagi, kita sudah tidak ada urusan lagi. Urusan mu dengan mas Raka aku tidak mau tahu. Sekarang tolong pergi dari rumah ku" Setelah melani bicara seperti itu pak satpam juga sudah datang dan berdiri di belakang Vera.


" Terserah kamu, aku tidak mau lagi dengan Raka. Yang penting aku sudah menikah lagi" Seru Vera sambil berlalu pergi meninggalkan Melani.


Vera memilih pergi dengan sendirinya sebelum di seret oleh satpam melani. Sebenar nya tujuan Vera datang kerumah melani untuk meminta tolong melani mengurus perceraian nya dengan Raka. Jika melani menyetujui nya di pun akan meminta dimas untuk menceraikan Aina. Dengan begitu dia bisa secepat nya meresmikan pernikahan nya dengan Dimas. Tapi semua nya tidak semudah bayangan Vera. Ternyata melani sudah menikah lagi dan saat ini sedang hamil.


" Aku tidak mungkin mengurus perceraian ini sendiri, jika mas dimas tahu dia bisa marah bahkan menceraikan ku. Karena aku masih sah istri orang " Gumam Vera saat berada dalam taksi online.


******

__ADS_1


**Sudah uploud bab baru lagi ya kak, tetap jangan lupa dukungan nya.


Terimakasih dan selamat membaca**.


__ADS_2