Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Danau hijau penuh kenangan


__ADS_3

Weekend ini Hendra dan Melani pergi jalan-jalan ke salah satu tempat wisata yang tidak jauh dari tempat tinggal nya. Sebenarnya Hendra takut untuk mengajak melani bepergian jauh, tetapi melani beralasan jika sang calon bayi yang meminta jalan-jalan.


" Sudah siap semua nya sayang? " tanya hendra sesaat akan berangkat jalan-jalan.


" Sudah mas, lihat saja di kursi belakang sudah penuh sama barang-barang bawaan kita" Ucap melani sambil menunjuk ke arah mobil.


Hendra mengikuti apa kata melani untuk melihat ke kursi belakang mobil. Saat hendra membuka pintu mobil hendra kaget dengan barang-barang yang di bawa melani.


" Sayang kita mau pindahan atau mau jalan-jalan?" tanya hendra keheranan.


Melani tertawa melihat reaksi terkejut hendra. Melani sudah menduga sang suami pasti akan kaget melihat barang bawaan nya.


" Kita kan mau jalan refreshing ke danau mas jadi harus bawa banyak barang. Itu ada pakaian ganti kita siapa tahu baju kita nanti kotor atau basah, terus ada bantal dan karpet ada juga stok makanan pokok nya lengkap" Ucap melani menjelaskan sejelas nya.


" Ok baiklah ..mas ikut saja apa kata istri tercinta ku ini" Ucap hendra sambil mencubit pipi melani yang semakin mengembang tapi badan melani tidak begitu mengembang.


Setelah semua nya siap dan berpamitan kepada bu mina dan pekerja lain nya melani dan hendra berangkat jalan-jalan ke danau hijau. Danau yang letak nya kurang lebih satu setengah jam dari tempat tinggal melani.


Melani sangat menikmati perjalanan nya, mata melani terus berbinar dan senyum nya terus terukir di bibir manis nya.


" Udara nya sejuk ya mas, jalan nya di penuhi pepohonan begini jadi semakin adem. Tadi nya aku tidak menyangka di kota besar seperti ini ada tempat sebagus dan seindah ini. Dulu saat masih kuliah aku sering mengunjungi danau hijau bersama winda dan teman-teman kosan yang lain" Ucap melani mengingat masa-masa bersama teman kuliah nya dulu.


" Iya sayang, mas cuma sekali saja berkunjung ke danau hijau itu. Karena kesibukan mas mencari nafkah untuk keluarga jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk main jauh-jauh." Ucap Hendra dengan tetap fokus mengendarai mobilnya.


" Suami ku memang pekerja keras" Ucap semangat melani.


Hendra tersenyum ke arah melani, dan tanpa terasa mobil mereka sudah memasuki kawasan danau hijau. Suara kicauan burung-burung liar semakin membuat suasana jadi lebih damai.


Setelah memarkirkan mobil nya hendra dan melani mulai membongkar barang-barang bawaan nya. Danau hijau sudah ramai pengunjung dari muda-mudi dan para keluarga yang sengaja berlibur kesini. Di danau hijau juga tersedia rumah makan dengan berbagai macam menu.


" Mas kita duduk di sebelah sana saja ya?" Tunjuk melani ke arah tempat yang sejuk dekat dengan tanaman bunga bugenvil yang cantik dan warna warni. Dari arah situ danau terlihat dengan jelas, walaupun tidak berada dekat dengan danau nya langsung tetapi suasana nya cukup nyaman dan bikin hati tenang.

__ADS_1


" Iya sayang" Jawab hendra singkat. Mereka lalu berjalan ke arah yang melani tentukan tadi.


Hendra memasang karpet dan menyiapkan barang yang lain nya. Banyak juga para pengunjung yang membawa alas duduk seperti karpet untuk sekedar duduk bersantai bersama pasangan dan keluarga nya.


Sebenarnya hendra tidak menginginkan berada di danau hijau ini lagi. Danau ini mengingatkan hendra akan seseorang yang sudah pergi meninggalkan nya untuk selama - lama nya. Demi melani sang istri tercinta nya hendra kuatkan hati nya untuk mengunjungi danau hijau ini lagi.


" Mas kamu kenapa kok diam saja? Kamu kalau mau mancing bisa sewa alat pancing di sana" Ucap melani sambil menunjuk tempat sewa alat pancing.


Di danau hijau ini selain indah juga terkenal banyak ikan nya. Tak jarang ada beberapa pengunjung yang memancing di area danau hijau.


" Tidak sayang, mas mau disini saja menemani mu. " Jawab hendra terlihat tidak bersemangat.


Melani menyadari perubahan raut wajah hendra dari masuk area danau hijau.


" Mas apa kamu ada masalah?" tanya melani menyelidik.


" Tidak sayang mas tidak ada masalah apa-apa. Mungkin cuma agak capek saja karena perjalanan tadi lumayan jauh di tambah tadi malam kurang istirahat karena istri minta lembur" Goda hendra mencairkan suasana agar melani tidak curiga.


Hendra tidak mau merusak acara liburan nya dengan melani. Hendra tidak mau membuat melani bertanya-tanya kenapa dengan dirinya.


" Maaf kan aku sayang, nanti aku pasti akan cerita yang sebenarnya. Tapi tidak untuk saat ini karena aku tidak mau merusak acara liburan yang sudah kamu rencanakan" gumam hendra dalam hati.


******


Di tempat lain Dimas dan Aina sedang bertengkar, karena Aina menemukan struk pembayaran barang belanjaan dalam saku celana Dimas.


" Kamu belanjain siapa mas sampai habis puluhan juta begini .Hahh.. ?? sedang nafkah untuk ku tak kau berikan dengan layak!!" Sentak Aina dengan lantang.


" Kamu apaan sih marah-marah saja, itu struk belanjaan bukan punya ku. Itu punya pelanggan cafe yang tertinggal di meja, tadi nya mau ku buang tapi lupa malah masuk saku celana" Seru dimas berbohong. Tetapi Aina tak akan percaya begitu saja dengan alasan dari Dimas.


" Bohong kamu mas!! Kamu pasti ada main dengan wanita lain. Ingat mas kamu buka usaha cafe itu modal aku yang modalin, bahkan tempat usaha mu itu saja tanah dan bangunan pemberian orang tua ku. Berapa uang yang ku dapat andai bangunan itu aku sewakan kepada orang lain." Ucap Aina semakin berani.

__ADS_1


" Jadi kamu mulai mau hitung-hitungan dengan suami sendiri. " Bentak dimas dengan tatapan nyalang seakan ingin menerkam Aina.


" Seharus nya dari dulu aku lakukan itu mas. Tapi aku masih punya batasan karena kamu itu suami ku. Tapi apa balasan mu, mungkin kamu selama ini mengira kalau aku hanya bisa diam dan jadi istri penurut. Diam nya aku bukan karena aku takut sama kamu mas, diam ku karena aku ingin jadi istri yang baik untuk mu. Tapi tidak untuk sekarang dan seterus nya" Seru Aina dengan berani nya.


" Aina, percaya sama mas kalau itu benar-benar bukan punya mas. Tolong lah percaya, sudah ya jangan marah lagi " Dimas bicara dengan pelan lalu mendekat dan ingin memeluk aina.


Aina menepis tangan dimas dengan kasar dan tidak cuma itu saja Aina juga mendorong tubuh Dimas menjauh dari nya. Sehingga tubuh dimas terhuyung hampir jatuh ke lantai kalau dimas tidak berpegangan meja di dekat nya.


" Jangan sentuh aku, sebelum aku mempunyai bukti yang sah aku tidak mau dekat-dekat dengan mu. Aku jijik dengan tangan kotor mu itu. " Sentak Aina penuh penekanan.


" Kamu ini kenapa si sayang? Ayolah jangan marah - marah begini. Malu di dengar sama tetangga, mumpung hari libur bagaimana kalau kita jalan-jalan kita sudah lama tidak jalan ber dua." Rayu dimas dengan mulut manis nya.


" Tidak perlu, ingat mas jika kamu macam-macam di belakang ku. Aku pastikan kamu akan menjadi gembel di jalanan. Rumah ini rumah pemberian orang tua ku dan tempat usaha mu juga punya orang tua ku, modal usaha bahkan dari ku. Aku benci dengan yang nama nya penghianat !!!" Seru Aina dengan tatapan yang mengerikan.


Dimas tersentak dengan ucapan Aina, kenapa Aina bicara soal harta nya. Dimas semakin ketar-ketir andai ucapan sang istri benar-benar terjadi. Tidak pernah terbayangkan oleh dimas untuk hidup miskin apalagi menjadi gembel seperti yang di ucapkan Aina tadi.


" Kamu bicara apa si sayang, mas tidak berhianat mas setia sama kamu sayang. " Ucap dimas dengan nada lembut.


Aina tidak mau lagi mendengar alasan apa pun dari mulut manis nya dimas. Aina meninggalkan dimas dan masuk ke dalam kamar nya.


Braakk


Aina menutup pintu kamar dengan keras sehingga dinding pun seakan ikut bergetar. Beberapa hari yang lalu saat pulang kerja dan Aina ingin mengunjungi Cafe, di perjalanan Aina melihat suami nya dan seorang wanita cantik dan seksi keluar dari salah satu mall dan membawa beberapa barang belanjaan dengan menaiki mobil taksi online.


Aina mencoba mengikuti mobil taksi yang di naiki oleh suami nya itu, tapi sayang Aina terjebak di lampu merah sehingga kehilangan jejak mobil yang di naiki sang suami dengan seorang perempuan. Dan pagi ini aina menemukan struk belanjaan dengan nominal puluhan juta untuk pembelian barang-barang milik wanita yang aina yakini pasti wanita yang kemarin lusa dilihat nya bareng sang suami.


******


Alhamdulillah hari ini bisa up tiga Bab. Doain Author sehat terus ya kak. Jangan lupa tinggalkan LIKE KOMEN VOTE nya kak.


Klik favorite dan berikan hadiah nya ❤❤❤

__ADS_1


Biar Author makin semangat nulis nya.


Selamat membaca.


__ADS_2