
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Sesuai dengan janji nya di telepon tadi, bimo dan nina membawa sekar ke rumah sakit untuk di pertemukan dengan mira. Sekar saat ini sudah pandai berjalan dan bicara sudah mulai jelas, sekar terlihat bahagia karena di ajak pergi bersama kedua orang tua nya. Balita itu belum paham jika saat ini dia ada di sebuah rumah sakit, tepat nya rumah sakit jiwa dimana sang ibu kandung nya di rawat.
" Pa.. ma ita au ana ?" Tanya sekar dengan suara kgas anak kecil.
" Kita mau ketemu sama seseorang disini, nanti sekar jangan takut ya. Tante nya baik kok,sekar nanti harus salim ya sama tante nya " ucap nina bicara dengan lembut.
Sekar menganggukkan kepala nya dengan senyum manis nya sambil mengacungkan jempol tangan nya. Walaupun baru berusia belum ada dua tahun sekar mengerti dengan apa yang di ucapkan orang tua nya, nina dan bimi membiasakan anak nya untuk salim dengan orang yang lebih tua. Di bawah asuhan nina dan bimo, sekar tumbuh menjadi anak yang baik dan lemah lembut.
" Ya ma " Jawab sekar singkat.
Bimo dan nina sudah sampai di kamar rawat mira, saat mereka datang mira duduk di sebuah kursi dan menghadap ke luar jendela.
" Dari tadi pasien menyebut nama sekar terus mbak, silahkan masuk saja mbak kalau ada apa - apa segera panggil petugas, saya tinggal ya mbak ada kerjaan lain yang harus saya kerjakan. " ucap salah satu perawat rumah sakit.
" Iya mbak terima kasih." Jawab nina sambil mengangguk ramah.
Nina mendekati mira , namun bimo dan sekar masih berdiam diri di depan pintu. Sekar sepertinya mengerti jika saat ini dia sedang menjenguk orang sakit jadi dia diam tidak mau ribut atau banyak bertanya.
" Sekar... sekar.. sekar maaf kan mama " lirih mira dengan pandangan lurus ke arah luar jendela.
" Mira... " panggil nina pelan namun masih bisa di dengar oleh mira.
Mira memandang nina dari atas sampai bawah, namun di mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela lagi.
" Mira.. ini aku nina dan kak bimo datang menjenguk mu dan aku membawa sekar juga." Ucap nina tepat di telinga mira.
Setelah mendengar nama sekar di sebut, mira langsung memandang ke arah nina dengan tatapan penuh kegembiraan. Senyum bahagia pun menghiasi bibir pucat mira.
" Sekar ?" Sebut mira lagi.
__ADS_1
" Iya sekar ada disini , itu dia dalam gendongan kak bimo. Sekar sayang sini nak salim sama tante dulu " Seru nina memanggil sekar.
Bimo menurunkan sekar dan meminta nya untuk menghampiri nina dan mira. Langkah kecil sekar akhirnya sampai juga di dekat nina, dengan lembut nina membimbing sekar untuk menyalami mira.
" Sayang ini nama nya tante mira, tante mira ini teman nya mama dan papa yang sekarang sedang sakit. Sekar kan anak baik, salim dulu sama tante mira ya nak " Ucap nina bicara lembut kepada sekar.
" Ya ma " Jawab sekar singkat sambil mengangguk patuh .
Sekar pun menyalami mira tidak lupa mencium tangan mira, dan mira pun mengusap pucuk kepala sekar dengan lembut dan dia pun memeluk sekar dengan erat. Sekar berontak karena pelukan mira cukup kuat sehingga membuat sekar tidak nyaman.
" Sekar.. sekar kamu sekar ? kamu sudah besar ?" Ucap mira dan melepaskan pelukan nya.
" Ma.. cekal akut " Seru sekar yang takut dengan mira , pelukan erat mira tadi membuat sekar ketakutan.
" Tidak apa - apa sayang ada mama dan papa disini, tante sekar tidak jahat kok dia orang baik. Mama kan sudah bilang tante mira lagi sakit. " Seru nina menasehati anak nya.
Bocah kecil itu pun hanya bisa mengangguk patuh dengan kata - kata sang mama. Sedangkan bimo masih saja diam di tempat nya sama sekali tidak mau mendekat ke arah bimo, hati bimo belum bisa memafkan semua kecurangan mira yang sudah mira lakukan kepada bimo.
Para mama - mama muda akhirnya weekend ini berkumpul juga di rumah Aina. Para suami juga tidak mau ketinggalan dia ikutan juga, mereka beralasan istri adalah belahan jiwa suami jadi di mana pun ada istri di situ ada suami.
Nabila pun ikut berkumpul juga, dia bosan di rumah terus sehingga dia pun dimas izinkan untuk ikut berkumpul di rumah aina. Tidak lupa para anak - anak pun mereka ajak, ada Vino, Tama, Sekar dan babby Tasya yang paling kecil di antara teman - teman nya.
" Nabila kandungan kamu sudah berapa bulan ? tapi kok kelihatan nya kamu kurusan ya bil ?" Tanya melani yang belum tahu jika nabila mengidap penyakit kanker otak.
Bukan nya dimas atau ibu nya tidak memberitahu melani, mereka tidak mau menyusahkan hendra dan melani. Sebagai saudara melani dan hendra sudah banyak membantu dimas dan nabila, dari modal usaha pun sebagian dari hendra tapi hendra maupun melani tidak mau menerima uang nya saat dimas mengembalikan nya.
Jika hendra dan melani tahu nabila sakit sudah pasti mereka akan membantu pengobatan nabila. Itu semua justru membuat dimas semakin tidak enak, terlalu banyak kebaikan hendra dan melani.
" HPL nya sekitar dua minggu lagi mbak, iya kurusan ya aku mbak. Emmhh akhir - akhir ini aku tidak selera makan mbak. Mungkin itu yang membuat aku kurus " ucap nabila berbohong dia tidak mungkin untuk menceritakan yang sebenarnya.
" Mbak nabila bawa perut sebesar itu berat gak sih ?" Tanya nina dengan wajah polos nya.
__ADS_1
Semua wanita yang ada di sana pun tertawa mendengar pertanyaan aneh dari nina. Wajar lah nina bertanya karena dia juga belum pernah merasakan hamil, makanya nin gas terus sama bimo nya biar cepat isi dede bayi.
Author aneh - aneh aja .
" Berat sih tidak Nin, cuma engap aja saat nafas . Dinikmati saja Nin sudah resiko ibu hamil, nanti kamu pasti merasakan nya sendiri. Makanya lembur terus olah raga nya biar cepat jadi tuh dede bayi " Bukan nabila yang menjawab tetapi aina yang menjawab pertanyaan nina.
" Lembur sih sudah mbak, kadang sampai encok tapi belum rezeki. Doain saja semoga aku segera hamil, pengen punya jagoan aku kak" Seru nina.
" Aamiin " Jawab semua nya.
Sedangkan di tempat para suami mereka sedang bermain bilyar di teras belakang. Mereka bermain sambil bercanda yang kalah di coret muka nya dengan tepung terigu. Dan bimo dan Fadli lah yang kalah wajah mereka banyak penuh dengan tepung sudah seperti kue moci.
" Kamu curang bim, mana bisa main nya begitu !" Seru hendra tidak terima karena bimo curang.
" Lah ya main nya memang begitu, sudah terima sajalah kalau kali ini anda kalah " Seru bimo membela diri karena sedari tadi dia baru sekali ini menang.
" Iya nih curang " Tambah fadli setuju dengan hendra.
Mereka pun berdebat sambil mengeluarkan candaan - candaan nya sampai suara mereka terdengar hingga ruang keluarga dimana para istri dan anak - anak berkumpul.
" Bapak - bapak itu ngeributin apa sih ramai amat ? sudah kayak emak - emak lagi ngantri minyak goreng saja" Seru nina sambil memakan kue yang di bawa nabila.
" Kayak kamu pernah ngantri minyak saja Nin ?" Seru melanj menimpali ucapan nina.
" Lihat di Tv mbak, mana ada yang sampai pingsan - pingsan kan kasihan " Seru nina dengan wajah sedih nya.
*****
MAAF YA KAK BARU BISA UP. 🙏
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH.🙏🙏