
Seminggu sudah Novi bekerja di Perusahaan Global Property, selama seminggu ini pula Novi menunjukkan kinerja dengan baik. Dia bisa menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik dan tepat waktu. Novi juga mendpat banyak pujian dari teman satu devisi nya dan juga kepala devisi nya. Tetapi semua itu justru membuat Novi jadi sombong dan seakan dia merasa paling pintar.
Pagi ini kepala Staff devisi keuangan meminta Novi untuk meminta tanda tangan sang direktur. Dengan senang hati Novi menerima tugas yang diberikan atasanya.
" Nov, kamu antar berkas ini ke ruanngan direktur dan minta tanda tangan nya." Perintah sang kepala devisi keuangan.
" Baik bu" Jawab Novi dengan senyum mengembang.
Novi pergi ke lantai tiga menuju ruangan sang direktur, karena sudah seminggu ini dia bekerja belum pernah ketemu sang direktur sama sekali. Ada yang bilang sang direktur lagi cuti, hari ini Novi ada kesempatan untuk ketemu sang direktur.
Tok Tok Tok
" Masuk" Terdengar sahutan dari dalam ruangan.
Ceklekk
Novi membuka pintu dengan pelan dan masuk ke ruangan sang direktur dengan sangat hati-hati dan anggun. Novi melihat ada sosok pria yang sedang fokus bembaca berkas di meja kerja nya.
" Permisi pak, saya mengantarkan berkas ini untuk bapak tanda tangani" Ucap Novi saat sudah berada di dekat meja sang direktur.
" Iya letakkan saja di situ, nanti saya tanda tangani" Jawab sang direktur dengan masih fokus membaca berkas nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas nya.
" Cihh sombong banget sih, padahal aku kan ingin lihat wajah nya" Gerutu Novi dalam hati.
Hendra menyadari seseorang di depan nya belum juga pergi dari ruangan nya, hendra lalu menegakkan kepala nya dan bertanya kembali.
" Kenapa kamu tidak kelu...ar" Seru hendra dengan wajah terkejut nya.
" Ka..kamu Hendra kan?" Tanya Novi dengan spontan menunjuk ke arah hendra.
" Novi" Seru hendra dengan pelan.
Hendra masih terkejut dan seakan tak percaya dengan apa yang dilihat nya. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Novi. Wanita yang 7 tahun lalu menolak nya secara mentah-mentah, dan menghina nya di depan semua teman-teman nya.
" Iya ini aku Novi, wah ternyata kamu masih ingat saja Ndra. Sekarang kamu sudah sukses ya bisa memimpin perusahaan ini. Aku salut sama kamu Ndra" Seru Novi dengan bahagia lalu duduk di kursi seberang meja kerja Hendra.
__ADS_1
" Sejak kapan kamu kerja di perusahaan ini" Tanya hendra dengan datar.
" Sudah seminggu ini, aku kerja di bagian devisi keuangan " Novi berbicara dengan jujur.
"Ternyata wanita ini yang menggantikan posisi ku di devisi keuangan" Gumam hendra dalam hati.
" Kalau sudah tidak ada perlu lagi, anda boleh keluar. Pekerjaan saya masih banyak" Usir hendra secara halus.
Hendra kembali meraih berkas lain yang ada di meja kerja nya, Saat ini dada hendra bergemuruh. Ada rasa benci dan senang bertemu dengan Novi sahabat masa lalu nya.
" Ndra, kamu sombong banget si mentang-mentang sudah jadi direktur. " Cibir Novi dengan kesal.
" Hufftt... Aku sibuk Nov. Tolong keluar dari ruangan ku, lagi pula disini aku bukan direktur nya aku hanya menggantikan nya untuk sementara saja. Tolong segera keluar dari ruangan ku!!" Usir hendra dengan nada yang mulai ketus.
Tanpa menjawab Novi langsung keluar dari ruangan hendra dengan menggerutu. Dia tidak terima di perlakukan seperti oleh hendra.
#FLASHBACKON
Tujuh tahun lalu tepat nya saat kelulusan SMA hendra dan teman-teman nya sedang merayakan hari kelulusan nya di sekolahan. Setelah pengumuman kelulusan hendra bersama teman-teman nya bersuka cita di halaman sekolahan.
Disaat semua teman nya sudah berkumpul di halaman sekolah hendra menarik Novi yang sedang duduk dengan salah satu teman nya ke tengah-tengah halaman sekolah. Hendra berjongkok di hadapan Novi sambil membawa setangkai bunga mawar.
" Novi mau kah kamu menjadi pacar ku?" Seru hendra dengan lantang dan mendapat tepuk tangan meriah dari teman-teman nya.
Novi kaget dengan apa yang dilakukan oleh hendra, karena selama ini novi tidak ada perasaan apa pun untuk hendra. Novi hanya menganggap hendra teman saja, justru novi mengetahui jika sahabat nya Puji lah yang menaruh hati kepada hendra.
"Terima"
"Terima"
"Terima"
Sorak sorai dari semua teman-teman nya membuat muka novi jadi memerah karena malu.
" Hendra apa kamu serius?" Tanya Novi memastikan dengan senyum di sudut bibir nya.
__ADS_1
" Aku serius Nov, selama ini aku menyukai mu. Mau kah kamu menjadi pacar ku" Tanya hendra sekali lagi.
Novi terdiam dan berfikir, lalu dia tersenyum dengan lebar seperti sedang bahagia. Hendra berfikir jika novi akan menerima cinta nya.
" Maaf ya ndra aku tidak bisa menerima cinta mu, karena aku sudah punya pacar yang lebih baik dari mu." Seru Novi mengagetkan Hendra.
" Aku sudah pacaran dua bulan yang lalu dengan Haikal anak kepala sekolah ini. Dia lebih baik dari kamu, dia lebih kaya dari kamu. Kamu tidak ada apa-apa nya di bandingkan dia. Jadi maaf ya cinta mu aku tolak karena kamu tidak pantas untuk mencintaiku" Seru Novi lalu pergi dari tengah tengah kerumunan para siswa.
Hati hendra sangat sakit dan rapuh, hendra sangat malu. Bukan soal penolakan cinta Novi tetapi hinaan dari Novi lah yang membuat hati hendra sakit.
Teman-teman hendra menghampiri hendra yang masih tertunduk lesu di tengah halaman sekolah.
" Sudahlah Ndra, Mungkin novi memang bukan pilihan yang baik untuk mu. Kamu jangan sedih begini, ayoo bro kamu smart dan kuat masih banyak wanita lain" Seru deni sambil menepuk bahu hendra.
" Hendra coba kau lihat wanita yang berada di bawah pohon jambu itu" Tunjul roby ke arah pohon jambu.
Hendra menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Roby, hendra melihat ada seorang wanita yang berdiri dan memandang ke arah nya. Hendra mengenali wanita itu, wanita itu adalah teman Novi yang sering bareng juga dengan novi dan hendra.
" Puji" Seru hendra dengan pelan.
" Iya benar, dia puji. Kamu tahu tidak puji selama ini itu menaruh hati dengan mu, tapi kamu tidak pernah menyadarinya. Justru kamu asik mengejar cinta nya Novi wanita matrek itu. Bukalah hati mu untuk Puji kami semua yakin puji itu wanita yang baik, dari kelas satu dia itu sudah menaruh hati sama kamu" Ucap Roby dengan jelas.
Hendra memikirkan semua perkataan dari teman-teman nya. Rasa cinta nya untuk novi sepertinya tak mungkin dapat terbalas, justru penghinaan dari novi yang dia terima.
Singkat cerita Hendra sudah mengubur rasa cinta nya untuk Novi. Rasa cinta itu berganti menjadi rasa benci. Hendra saat ini juga sudah mulai kuliah dan puji pun kuliah di kampus yang sama.
Seiring berjalan nya waktu Hendra dan puji semakin dekat , rasa cinta hendra untuk puji mulai tumbuh dengan sendirinya. Akhirnya mereka resmi berpacaran di saat cinta mereka sudah semakin besar dan perjalan cinta mereka mulai melangkah ke titik serius. Tuhan menguji hendra dengan kepergian puji untuk selama-lama nya.
Saat itu hati Hendra sangat rapuh atas kepergian wsnita yang di cintai nya. Wanita yang selalu mengisi hari-hari nya wanita yang membangkitkan semangat nya.
Sampai akhirnya beberapa tahun setelah kepergian puji hendra mengenal sosok Melani.
#FLASHBACKOFF
Cukup tiga bab ya kak. Author usahakan up tiap hari. Jangan lupa Like nya ya kak.
__ADS_1
Terimakasih.