
Kini Aina sudah dalam perjalanan pulang, Dimas yang mengendarai mobil Aina. Ibu marni untuk sementara diminta menginap di rumah Melani karena keluarga melani sedang berkumpul di rumah melani. Jadi tadi hasni pulang sendiri dengan mengendarai motor matic tua nya.
Sepanjang perjalanan Aina hanya diam saja, dia mulai memikirkan rencana untuk menghadapi dimas jika dimas benar-benar berkhianat.
" Kamu dari tadi kok diam saja dek,tumben banget? biasa nya selalu cerita ini itu kalau di dalam mobil seperti ini" Tanya dimas yang heran karena Aina hanya diam saja sedari tadi.
" Aku capek dan ngantuk banget mas, nanti mas mau ke cafe?" Tanya Aina mengalihkan pembicaraan.
" Iya sayang, biasa nya kalau weekend begini cafe lumayan sibuk. Mas mau bantu-bantu mereka, nanti agak sorean mas pulang" Seru dimas tetap fokus mengendarai mobil nya.
" Ya sudah, ini langsung ke cafe saja mas biar nanti aku bawa mobil nya pulang. Kalau mas nganter aku duluan kan justru jadi bolak-balik" Ucap Aina sebenarnya tidak mau mobil nya dibawa oleh dimas. Aina tahu pasti habis ini dimas akan pergi ke rumah wanita itu, dan jalan-jalan pakai mobil nya .
Dimas diam tidak ada jawaban, dia sedang memikirkan bagaimana dengan Vera jika dia datang tanpa membawa mobil. Padahal tadi dia sudah janji mau mengajak Vera jalan-jalan sebagai ganti siang tadi karena acara jalan mereka batal, sebab dimas harus datang ke acara empat bulanan di rumah melani.
" Sayang mas pinjem mobil nya ya, hari ini mas baru ingat kalau mau menemui teman mas di daerah XX kalau pakai motor nanti takut nya tidak ke buru. Tapi kalau tidak boleh ya tidak apa-apa, biar mas batalkan dan mas istirahat saja dirumah. " Ucap dimas beralasan untuk bisa meminjam mobil.
" Baiklah , kali ini saja ya mas. Soal nya mobil ini kan punya ku, aku juga butuh mobil ini mas" Seru Aina akhirnya mengalah untuk meminjamkan mobil nya ke dimas. Kalau dimas tidak jadi pergi sudah pasti dia akan dirumah sampai malam. Jadi Aina akan susah bergerak untuk menyelamatkan surat-surat berharga nya.
" Terimakasih sayang, kamu memang istri ku yang paling baik jadi makin sayang deh sama kamu." Seru dimas dengan menggombal, mulut manis nya sudah tidak bisa membohongi aina lagi.
Aina yakin sekali jika sang suami memang ada main dengan wanita lain, atau wanita yang bernama Vera itu. Karena sudah beberapa bulan ini Dimas selalu pulang larut, bahkan sampai tidak pulang dengan alasan sibuk di cafe dan memilih istirahat di cafe.
" Mas kenapa tidak beli mobil sendiri si? Tabungan mas pasti sudah cukup mas, Cafe sudah berjalan satu tahun lebih kan mas pasti hasil nya pun sudah cukup untuk beli mobil. Dari laporan keuangan yang aku baca beberapa hari yang lalu keuntungan bersih yang masuk rekening mas pribadi bisa sampai 50 juta lebih , coba dikalikan saja 50 juta kali 12 bulan sudah 600 juta mas. Itu sudah bisa buat beli mobil baru mas" Ucap Aina sambil melihat ke arah dimas yang terlihat kebingungan.
" Kamu baca laporan di mana? mungkin kamu salah baca, omset cafe tidak sebanyak itu. Lima puluh juta itu omset kotor belum dibagi setengah nya untuk bagi hasil sama teman mas" Ucap dimas beralasan.
__ADS_1
" Teman mas yang mana lagi mas? Setahu ku usaha cafe itu tanpa ada joint sama siapa pun, ingat mas aku yang minjam ke bank 350 juta untuk modal, belum dari orang tua ku 100 juta. Tanah dan gedung sudah dari orang tua ku, terus teman mas itu joint dimana nya? Aku tahu laporan keuangan itu dari laci meja kerja mas tempo hari, kenapa? Apa aku tidak boleh tahu omset dari cafe itu , di cafe itu juga ada hak ku mas. Kamu tidak berhak menguasai uang cafe sendiri !!" Ucapan Aina semakin memojokkan dimas.
Dimas menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia tidak menyangka jika Aina akan bertanya sedetail itu. Padahal selama ini Aina selalu menjadi istri yang penurut dan tidak banyak menuntut.
" Nanti kita bicarakan lagi ya dek, ini sudah sampai rumah lebih baik kamu istirahat saja. Mungkin kamu kecapekan jadi bicara mu ngelantur begitu. " Ucap dimas setelah menghentikan mobil nya di halaman rumah.
" Mungkin aku memang mengantuk dan kecapekan jadi aku bicara nya sedikit ngelantur" Ucap Aina agar dimas tidak merasa curiga.
" Iya sayang, mas langsung ke cafe dan menemui teman mas ya. Kalau sore mas belum pulang, mungkin malam mas pulang. Bisa jadi mas istirahat di cafe lagi" Ucap dimas mencari alasan.
Aina langsung turun tanpa mengucapkan kata-kata lagi, dia sudah muak dengan alasan-alasan yang di ucapkan dimas. Ingin rasa nya dia menampar dan mencakar mulut manis nya dimas.
*****
Setelah masuk ke dalam rumah Aina langsung mengunci pintu dari dalam dan masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan badan nya dan mengistirahatkan badan nya. Aina teringat ucapan melani tentang surat-surat berharga yang dia miliki. Setelah menyegarkan badan nya Aina langsung membongkar isi lemari.
Aina langsung menyimpan di tas kerja nya surat-surat berharga itu, dia berencana besok akan menyimpan surat-surat itu di tempat yang aman. Aina tidak lupa mengambil juga ke dua buku nikah, jika nanti terjadi sesuatu proses gugatan perceraian akan semakin mudah.
" Semua surat-surat penting sudah aku amankan, sekarang aku tinggal cari bukti-bukti penghianatan mas dimas. Struk belanja yang aku temukan di saku celana mas dimas waktu itu masih aku simpan dan bukti notifikasi Mbanking tadi pagi juga sudah aku foto" Ucap Aina pada dirinya sendiri.
" Surat rumah, surat cafe, BPKB mobil dan buku nikah semua sudah ada pada ku, tinggal BPKB motor biarlah itu motor memang punya mas dimas. Mobil dan rumah ini atas nama ku semoga nanti tidak akan di jadikan harta gono - gini karena rumah ini atas nama ku dan pemberian orang tua ku. Begitupun dengan mobil itu aku beli dengan uang ku sendiri. Lihat saja Dimas jika kamu terbukti berkhianat siap-siap aku tendang kamu dari rumah ku" Gumam Aina dengan geram.
Setelah semua surat-surat itu Aina simpan, Aina menghubungi melani untuk memberitahu jika dia sudah menjalankan saran dari Melani.
[ Iya hallo mbak Aina, ada apa?]
__ADS_1
[ Mel, aku sudah amankan semua surat-surat penting yang aku miliki. Sekarang aku tinggal cari bukti yang real tentang perselingkuhan mas dimas.]
[ Oh iya mbak, mbak amankan saja dulu surat-surat itu besok bisa mbak simpan di tempat yang lebih aman. Mbak sudah bergerak secepat ini, memang mas dimas tidak ada?]
[ Dia tadi habis mengantar kan ku pulang, dia langsung pergi alasan nya soal pekerjaan. Aku tahu dia pasti ketemu wanita itu]
[ Besok aku akan suruh orang untuk mengikuti kemanapun mas dimas pergi, dengan begitu aku akan mempunyai bukti real perselingkuhan nya. Jadi secepat nya aku akan mengugat mas dimas]
[ Mbak serius? Tidak mencoba berfikir ulang dulu? ]
[ Aku serius Mel, selama hampir 4 tahun aku menikah dengan mas dimas. Aku selalu jadi istri yang penurut dan selalu menerima kekurangan nya. Soal nafkah pun aku tidak mempermasalahkan nya, tapi kalau cara dia sudah berkhianat aku tidak bisa tinggal diam lagi]
[ Hampir sama dengan kisah hidupku dulu mbak. Apa pun keputusan mbak Aina aku selalu mendukung mu mbak. ]
[ Terimakasih ya Mel, aku bisa sekuat ini juga berkat kamu. ]
[ Iya mbak sama-sama]
Setelah lama mengobrol Aina menyudahi obrolan nya tidak enak terlalu lama menghubungi melani, karena saat ini keluarga melani sedang berkumpul di rumah melani. Sebenarnya Aina juga tidak enak hati dengan Melani, dengan dia menceritakan semua yang dia alami kepada melani, melani pasti akan teringat dengan kisah masa lalu nya yang sangat menyakitkan.
Rasa kantuk dan lelah pun menghampiri Aina, setelah memastikan semua pintu terkunci Aina merebahkan tubuh nya di ranjang besar nya untuk mengarungi alam mimpi nya.
*****
Alhamdulillah sepagi ini bisa up bab baru, Jangan lupa tetap tinggalkan Like, Komen, Vote nya serta klik tombol favorite dan hadiah nya ya kak. 🙏❤🥰
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca.
AUTHOR : DHEWY R