
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Aina dan fadli semakin di sibuk kan dengan urusan persiapan pernikahan nya. Walaupun acara di adakan di rumah orang tua Aina, fadli tetap ingin ikut mempersiapkan semua nya.
Aina pun saat ini sudah cuti dari kerja nya dan sudah berada di rumah orang tua nya. Dari mas kawin, barang seserahan serta undangan semua Aina dan Fadli yang memilih dan menyiapkan nya.
Acara memang tidaklah mewah, tetapi Aina dan Fadli juga mengundang teman-teman seprofesinya . Jarak rumah orang tua Aina ke kota tidaklah jauh , hanya memerlukan kurang lebih satu jam perjalanan, bahkan jika perjalanan lancar empat puluh lima menit sudah sampai.
Aina juga sudah mengabari Melani dan Hendra kapan acara akad nikah nya, dia juga mengundang Aina dan mantan ibu mertua nya. Saat ini dimas memang sudah berbaikan dengan keluarga nya, tetapi dia belum mau tinggal dengan sang ibu. Dimas masih memilih tinggal di rumah kontrakan nya.
" Aina, kamu beneran mau mengundang keluarga mantan suami kamu?" Tanya papa Aina saat sedang duduk di depan teras sambil meminum teh buatan Aina.
" Iya Pa, bagaimana pun sampai saat ini mereka tetap baik dengan Aina. Dulu Aina pernah jadi bagian keluarga mereka, bahkan melani dan hendra juga sudah banyak membantu Aina" Seru Aina menjelaskan kepada papa nya.
" Papa tidak melarang mu untuk mengundang mereka, benar kata kamu bagaimana pun mereka pernah menjadi keluarga kita. Walaupun kamu dan dimas sudah berakhir, tali silahturahmi jangan sampai putus" Ucap sang Papa membenarkan ucapan Aina. Sifat ini lah yang Aina sukai dari sang papa, papa Aina memang terkenal orang yang baik dan sabar.
Pernah dulu papa Aina di dzalimi orang teman nya sendiri sampai papa Aina merugi ratusan juta. Saat itu Papa Aina akan membangun sebuah paprik padi tetapi papa Aina di tipu oleh teman nya sendiri. Saat itu papa Aina belum menjadi kepala desa, hanya sebagai petani padi yang bisa di bilang sukses. Karena kegigihan nya itulah papa Aina bisa membeli banyak tanah, salah satu nya yang saat ini jadi tempat usaha cafe Aina.
Suatu saat teman papa Aina itu mengalami musibah hingga keluarga nya tidak mempunyai tempat tinggal, dan papa aina lah yang menolong nya dengan menyewakan rumah dan dibayarkan selama 3 tahun.
"Sudah jam sembilan Papa ke kantor kelurahan dulu ya, hari ini ada kegiatan di kelurahan. Bilang sama mama, papa berangkat ke kantor kelurahan. " Ucap Papa Aina lalu beranjak dari tempat duduk nya dan menuju motor yang terparkir di halaman rumah.
" Hati-hati pa" Seru Aina sambil melambaikan tangan nya.
Aina masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan mama nya, dilihat nya sang ibu yang sedang asik dengan bunga-bunga mawar nya di halaman belakang rumah.
" Papa sudah berangkat ya In?" Tanya mama Aina , mama Aina memanggil aina dengan panggilan Ina atau di singkat In.
" Sudah ma, mama si sibuk sama bunga terus" Gerutu Aina sambil tertawa.
" Iya mama kalau sudah di taman bunga, pasti lupa waktu beruntung papa mu tidak banyak komentar. Yang terpenting urusan rumah sudah beres" Ucap sang mama sambil memetik bunga-bunga yang sudah mulai layu.
__ADS_1
Aina pun membantu sang mama menyiram tanaman bunga mawar. Mama Aina memang sangat menyukai bunga mawar, semua jenis mawar ada di dalam taman mawar nya.
" Aina, bagaimana kabar mantan suami mu, dimas? Selama kalian sudah berpisah ini kamu sudah bertemu dimas apa belum?" Tanya mama nya Aina sambil terus memetik bunga yang sudah layu.
" Sudah ma, sekali saja waktu Aina pulang dari sini dua minggu yang lalu. Saat Aina mampir mini market, Aina ketemu disana" Seru Aina memberitahu.
Mama Aina menghentikan kegiatan nya lalu mengajak Aina duduk di bangku yang tersedia di taman kecil itu. Mama Aina menatap serius ke arah Aina.
" Kamu ketemu dimas saat pulang dari sini? Berarti fadli juga sudah ketemu dimas?" Tanya sang mama memastikan.
Huft... Aina membuang nafas dengan berat, akhirnya dia menceritakan pertemuan singkat nya dengan dimas saat berada di mini market.
" Jadi fadli belum tahu dan belum pernah ketemu dimas? Suatu saat kamu harus kasih tahu fadli, yang mana itu dimas jadi jika suatu hari nanti saat kamu sedang bersama fadli dan ketemu dimas tidak ada kesalah pahaman lagi. Mama tidak mau kamu dan fadli bertengkar hanya karena salah paham" Seru sang mama menasehati aina.
" Iya ma, mas fadli juga memperbolehkan Aina mengundang mas dimas, tapi sepertinya Aina tidakb akan mengundang nya. Aina tidak tahu dimana sekarang mas dimas tinggal, keluarga nya pun tidak ada yang tahu dia dimana." Ucap Aina menjelaskan, aina memang belum tahu jika keluarga dimas sudah menemukan keberadaan dimas.
" Ya sudah terserah kamu saja, yang penting jangan sampai buat Fadli cemburu. Kalau ada permasalahan bicara kan dengan baik-baik. Mama harap ini pernikahan mu yang terakhir, mama cuma bisa berdoa semoga kamu dan fadli bahagia bersama hingga menua bersama" Seru sang Mama sambil membawa Aina kedalam pelukan nya.
Mereka berdua pun saling berpelukan, Aina sangat bahagia mendapat pelukan hangat dari sang mama.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Di kediaman melani
Saat ini melani sedang berada di kamar nya sedang bermain dengan Vino. Vino semakin aktif dan sudah mulai belajar berdiri.
Tok Tok Tok
Pintu kamar melani di ketuk dari luar.
" Masuk bu" Seru melani dari dalam kamar nya.
__ADS_1
Ceklek.... Ibu mina masuk membawakan buah-buahan segar yang sudah di potong-potong oleh ibu mina.
" Non ini Bu mina bawakan buah segar, Den Vino kan senang banget makan buah. " Ucap bu Mina sambil meletakkan buah di atas meja.
" Terimakasih bu" Seru melani sambil tersenyum.
Vino pun mendekat ke arah bu mina untuk meminta buah kesukaan nya, Vino kecil sangat gemar makan buah. Bu mina selalu menyediakan buah - buahan segar untuk Vino kecil.
" Den Vino mau makan buah?" Tanya bu mina saat Vino sudah mendekati nya.
" Uah.. uah.. uah.." Seru Vino yang meminta buah, dengan suara yang tidak jelas Vino sangat gembira mengucapkan kata buah.
Bu mina mengambilkan sepotong mangga dan menyerahkan nya kepada Vino. Walaupun baru berumur sembilan bulan gigi Vino sudah tumbuh banyak dan sudah mulai berdiri.
" Vino sangat suka buah ya bu, persis seperti Mas Hendra" Seru Melani sambil mengusap kepala sang anak.
" Iya Non, makanya bibi selalu stock buah-buahan di kulkas. " Seru bu mina tersenyum melihat Vino makan buah dengan lahap.
" Oh iya bu, minggu depan mbak Aina menikah bibi ikut ya? " Ucap melani sambil ikut memakan buah yang di bawakan ibu mina.
" Insya Allah ya Non, oh iya Non ibu balik ke dapur lagi ya. Kasihan mbak Siti dia tadi ibu suruh ngupasin bawang di dapur" Seru bu mina lalu keluar dari kamar melani.
Mbak Siti adalah baby sitter nya Vino, karena Vino sedang main bersama melani, mbak siti memilih membantu bu marni memasak di dapur sekalian belajar masak dengan bu mina.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa tetap beri dukungan untuk karya Author ya kak. LIKE, KOMEN, VOTE , KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1