Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Karyawan baru


__ADS_3

Pagi menjelang sang surya pun sudah menampakkan dirinya, tapi tidak dengan Melani. Pagi ini dia masih bergelung manja di dalam selimut nya, semenjak rasa mual nya hilang justru rasa malas dan sering merasa capek yang datang. Seperti pagi ini hendra sudah siap berangkat ke kantor tapi sang istri masih malas-malasan di dalam selimut nya.


" Sayang, mas berangkat ke kantor dulu ya? kamu beneran gak mau ke kantor?" Seru hendra saat hendak keluar dari kamar.


" Mas saja yang ke kantor, entah kenapa badan ku capek dan rasa nya kok mau ngapa-ngapain malas banget mas. Kan urusan kantor sudah ada mas hendra, nanti kalau ada pekerjaan yang mendesak dan harus aku yang tangani mas kabari aku atau suruh Raya telpon aku" Seru melani dengan suara malas nya.


Tetapi mau tidak mau melani bangun juga untuk menemani sang suami turun dan sarapan.


" Mas tunggu ya, aku cuci muka dulu kita sarapan sama-sama. Aku inget semalam aku minta bu mina masakin bubur kacang hijau untuk sarapan. Ibu dan Ayah pasti juga sudah nunggu kita untuk sarapan" Seru Melani lalu berlalu ke kamar mandi.


Setelah selesai mencuci muka nya, melani dan hendra turun ke lantai bawah untuk sarapan. Kebetulan hari ini juga Ayah dan Ibu nya akan kembali lagi ke desa. Saat empat bulanan nanti mereka akan datang lagi.


" Selamat pagi Ayah , Ibu" Sapa melani dan hendra bersamaan saat melihat kedua orang tua nya sudah duduk di meja makan.


" Pagi juga, ayuk kita sarapan sama-sama. Ini pesanan bubur kamu sudah di masakin sama bu mina, kami makan nasi saja kamu sendiri makan bubur. Ucap sang ibu sambil mengambilkan semangkuk bubur kacang hijau untuk melani.


" Terimakasih Bu.. " Ucap melani dengan binar bahagia melihat semangkuk bubur kacang hijau yang menggugah selera.


" Bu mina ayuk kita sarapan sama-sama, urusan pekerjaan nanti lagi. Kita sarapan dulu" Ajak melani saat ibu mina sedang membersihkan dapur.


Memang tak jarang para pekerja yang bekerja di rumah melani di ajak makan bersama-sama seperti ini. Apalagi ibu mina dan pak ahmad yang sudah bekerja puluhan tahun dan sudah mereka anggap keluarga sendiri.


" Saya nanti saja Non, bareng sama suami saya. Tadi suamu mintak di antar sarapan ke pos saja. Sudah Non dan yang lain duluan saja" Tolak halus bu mina, sebenarnya bu mina tidak enak kalau harus makan satu meja dengan majikan nya. Tapi sang majikan selalu memaksa, tapi kali ini bu mina menolak nya dengan sangat halus.


" Oh ya sudah, jangan lupa sarapan ya bi." Seru melani ramah.


Mereka pun sarapan dengan hening tidak ada yang bersuara hanya terdengar dentingan suara sendok beradu dengan piring masing-masing.

__ADS_1


Sementara itu bu marni dan hasni juga sedang sarapan di rumah nya. Saat ini bu marni cuma tinggal ber dua dengan Hasni. Hasni pun sudah berubah lebih baik, tidak membencj melani lagi justru rasa sungkan terhadap melani.


" Bu, usia kehamilan mbak melani sekarang sudah berapa bulan?" Tanya hasni di sela-sela sarapan nya.


" Sudah masuk usia dua bulan, nanti kapan-kapan kalau kamu libur kamu ikut ibu ke rumah melani. Rumah nya besar dan mewah, ibu sebenarnya juga sungkan sama melani. Tapi melani itu benar-benar wanita yang baik dia tidak menaruh benci sedikit pun kepada ibu" Ucap ibu marni menceritakan tentang kebaikan melani.


" Aku juga menyesal bu telah berbuat jahat sama mbak melani. Bukan karena tahu mbak melani orang kaya, tapi aku benar-benar menyesal dan aku malu ketemu mbak melani" Ucap hasni dengan nada sedih.


" Sudah habiskan makanan mu, habis itu berangkat kuliah." Ucap ibu marni.


Hasni pun melanjutkan sarapan nya, setelah itu hasni berangkat kuliah mengendarai motor metic pemberian dari almarhum ayah nya, empat tahun lalu sebelum sang ayah meninggal. Dan saat itu hasni masih duduk di kelas dua SMA.


*****


#Perusahaan Global Property


Saat ini wanita cantik itu ada di ruangan HRD untuk menyelesaikan masalah berkas - berkas kontrak kerja nya di Global property. Pegawai baru yang baru di rekrut untuk mengantikan posisi hendra di devisi keuangan.


" Novi urusan berkas nya sudah selesai, kamu hari ini langsung bisa kerja. Kamu langsung saja menuju bagian devisi keuangan nanti akan ada yang mengantarkan mu" Ucap kepala HRD.


" Baik pak kalau begitu saya permisi, mau ke ruang kerja saya" Pamat Novi sambil membungkukkan badan nya.


" Iya silahkan, di depan ada staff saya yang akan mengantarkan mu" Seru kepala HRD.


Novi keluar dari ruangan kepala HRD untuk menuju ke ruangan devisi keuangan.


" Mbak Novi ini meja kerja mbak Novi, semoga mbak novi betah kerja disini. Saya permisi balik ke ruang kerja lagi" Ucap ramah karyawan yang mengantarkan novi.

__ADS_1


" Terimakasih mbak" Jawab novi dengan tersenyum.


Novi mulai berkenalan dengan anggota staff keuangan setelah berkenalan dan beramah tamah Novi duduk di meja kerja nya dan mulai mempelajari berkas-berkas yang tadi di berikan oleh kepala staff keuangan , Novi sudah mulai mengerti karena pada dasar nya Novi memang gadis yang cerdas walaupun belum punya pengalaman kerja kantoran.


" Oh jadi begini ya rasa nya bisa kerja kantoran, hemm selama 4 tahun aku cuma kerja jadi kasir di mini market punya ayah. Ternyata ijazah dan gelar sarjana ku bisa ku gunakan juga" Gumam novi dalam hati sambil mengitari pandangan nya ke ruangan kerja nya.


Novi kembali lagi mempelajari berkas-berkas yang ada di hadapan nya. Dia pun tidak sungkan bertanya kepada teman di samping nya jika menemukan sesuatu yang tidak dia mengerti.


#Ruangan Wakil direktur.


Hendra sedang sibuk memeriksa berkas-berkas kerja sama yang harus di tanda tangani melani. Dia memeriksa nya terlebih dahulu sebelum diberikan ke melani.


" Raya, untuk berkas-berkas ini biar aku periksa dulu. Disini aku hanya memeriksa dan menjalankan saja sedangkan keputusan tetap ada di bu melani. " Ucap hendra menjelaskan.


" Baik pak, untuk berkas yang mendesak biar saya antarkan saja ke ibu. Karena ini ada beberapa berkas yang harus ibu melani tanda tangani. " Ucap Raya sekretaris melani.


" Iya mana yang butuh tanda tangan bu melani kamu antar kerumah saja Ray, maaf ya Ray sudah merepotkan mu" Ucap hendra merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa Pak" Jawab Raya.


Raya keluar dari ruangan hendra dan menyiapkan berkas yang harus dia antar kan kepada melani. Raya pergi mengendarai mobil nya, mobil hadiah dari perusahaan karena kinerja nya yang bagus.


Setelah kepergian Raya, Hendra melanjutkan memeriksa berkas-berkas laporan perusahaan. Hendra sangat menghargai jabatan baru nya sehingga dia bekerja dengan seteliti dan sebaik mungkin. Hendra tidak mau mengecewakan melani apalagi saat ini melani sedang mengandung buah hati mereka.


******


Alhamdulillah akhirnya Up dua Bab. Tetap dukung terus karya Author ya kak. Berikan dukungan nya , jadi author semangat buat nulis nya.

__ADS_1


Terimakasih. Selamat membaca🙏🙏


__ADS_2