
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Semenjak menghadari pesta pernikan nina beberapa hari yang lalu nabila terlihat makin sering lemas dan sakit kepala, sudah berapa kali dimas mengajak nya ke dokter namun nabila selalu menolak nya. Tapi tidak hari ini dimas memaksa nabila dan akhirnya nabila mau di bawa periksa ke rumah sakit.
Nabila punya alasan tersendiri kenapa dia tidak mau ke rumah sakit terlebih itu dengan dimas. Karena nabila punya penyakit yang selama ini dia sembunyikan dari dimas. Dia tidak mau membuat dimas khawatir dan mencemas kan keadaan nya.
" Selamat ya pak dimas saat ini istri anda sedang hamil lima minggu, keadaan janin nya sehat. Cuma saya minta ibu nabila banyak istirahat dan jangan terlalu capek dulu karena usia kandungan nya masih muda. " Ucap dokter kandungan membuat dimas dan nabila terkejut dan bahagia.
" Istri saya hamil dok ?" Tanya dimas ingin lebih menyakinkan pendengaran nya.
" Iya pak, ibu nabila sedang hamil lima minggu " Jawab dokter menyakinkan dimas.
Dimas sangat bahagia, dan dia pun memeluk nabila yang masih terlihat tidak percaya mendengar kabar kehamilan nya.
" Dek kamu hamil, tama akan punya adik " Ucap dimas bahagia.
Tanpa terasa air mata nabila menetes dan membasahi pipi nya, bukan karena bersedih tetapi nabila sangat bahagia dan bersyukur dengan kehamilan nya ini.
" Iya mas, alhamdulillah allah telah mempercayakan aku untuk menjadi seorang ibu. Tama akan punya adik mas " Ucap nabila penuh rasa syukur.
" Terimakasih dokter " Ucap nabila.
" Sama - sama bu nabila, ini resep yang harus ibu tebus ya. Harus di habiskan ya bu dan perbanyak makan buah dan sayur nya " ucap dokter kandungan.
Nabila dan dimas hanya mengangguk dan mengambil kertas resep yang di berikan oleh dokter. Setelah utu mereka keluar dan mengambil obat.
" Apa ?? Nabila hamil ?" Tanya ibu marni dengan nada sedikit tinggi karena terkejut dengan berita yang di dengar nya.
" Iya bu nabila hamil apa ibu tidak bahagia mendengar kabar kehamilan nabila ? Sudah lima minggu bu jadi nabila tidak boleh terlalu capek dulu ya bu " Ucap dimas menjelaskan kepada ibu nya.
Ibu marni terlihat tidak bahagia dengan kabar kehamilan nabila. Dia hanya takut nabila melupakan tama dan akan sibuk dengan anak kandung nya saja. Apalagi usia tama belum ada dua tahun dan sekarang sedang aktif - aktif nya.
" Emmhh... bukan begitu dim, kamu tahukan kalau tama itu masih terlalu kecil. Ibu hanya khawatir kalian akan kesusahan mengurus dua anak yang masih balita, ibu kira kalian menunda kehamilan dulu tidak tahu nya nabila hamil " Ucap ibu marni mengutarakan isi hati nya dan membuat dimas merasa tidak enak dengan nabila yang sedari tadi hanya diam.
Dimas melirik nabila yang diam sambil menunduk kan kepala nya. Lalu dimas mengusap punggung nabila dengan lembut dan meminta nabila untuk masuk kedalam kamar dan betistirahat dia tidak mau membuat nabila stres dan kefikiran dengan ucapan ibu nya.
" Ibu kenapa bicara seperti itu ? Anak itu rezeki dari Allah bu, dimas dan nabila tidak bisa menolak nya jadi tolong bu jangan bicara seperti itu lagi. Jaga perasaan nabila, dimas tidak mau nabila dan calon bayi nya kenapa-kenapa " Ucap dimas menegur perkataan ibu nya yang terdengar tidak enak.
" Maaf ibu tidak bermaksud seperti itu dim" Ucap bu marni seperti sangat menyesali ucapan nya telah membuat nabila down.
__ADS_1
" Ibu hanya takut jika nabila punya anak sendiri dia akan melupakan tama, terlebih tama hanya anak tirinya saja. Ibu tidak mau kalau sampai dia mengabaikan tama, apalagi tama saat ini memang butuh pengawasan yang ekstra lagi" Akhirnya ibu marni jujur dengan ketakutan nya sendiri.
" Bu, aku tahu persis bagaimana nabila. Dia tidak akan mengabaikan tama, nabila itu sangat menyayangi tama seperti anak kandung nya sendiri" Dimas mencoba menasehati ibu nya agar tidak berfikiran buruk kepada nabila.
Tanpa mereka berdua ketahui sebenarnya sedari tadi nabila mendengarkan obrolan dimas dan ibu nya di balik pintu kamar yang tertutup. Nabila bisa memahami ketakutan yang di rasakan ibu mertua nya, mengingat tama memang masih balita dan sedang aktif - aktif nya.
* Insya allah aku tidak akan mengabaikan tama , tama tetap anak pertama ku aku menyayanginya seperti anak ku sendiri. * Gumam nabila dalam hati sambil mengusap air mata nya.
**********
Sementara itu di rumah pengantin baru, tepat nya di rumah nina. Bimo untuk seminggu ini ingin tinggal di rumah nina alasan pengantin baru dan ingin berduaan seperti bulan madu. Namun sebenarnya nina tidak enak karena ada sekar yang harus di urus nya apalagi nina sekarang sudah menjadi mama untuk sekar jadi dia bertanggung jawab atas sekar.
Orang tua nina dan raka sudah pulang dari dua hari yang lalu. Mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama. Apalagi orang tua nina memang sudah datang dari jauh hari sebelum pernikahan nina.
" Kak kita sudah tiga hari tinggal di rumah ini apa sebaik nya kita pulang ke rumah mu saja kak, kasihan mama kalau harus mengurus sekar. " Ucap nina saat sedang menyiapkan sarapan untuk bimo.
" Mama disana tidak sendirian sayang, ada mbak wati juga yang mengurus sekar dan ada bik atun juga yang menyiapkan makan minum mama. Mama di rumah hanya mengawasi para pekerja saja, lagi pula mama tidak keberatan kok kita seminggu disini. Sudah sekarang kita sarapan dulu, setelah ini kita main lagi " Ucap bimo sambil tersenyum jahil ke arah nina.
Nina memelototkan mata nya, nina di buat geram dengan kelakuan suami nya ini. Tidak ada rasa capek sama sekali.
" Kak sudah dulu aku capek, tadi malam kan sudah sampai entah jam berapa kamu main nya. Kalau begini terus lama - lama aku bisa sakit kak. Ini badan ku juga sudah pegal - pegal" Ucap nina sambil memijit punggung nya sendiri.
Nina menggelengkan kepala nya, dia lebih memilih beristirahat di rumah daripada ikut ke kantor.
" Aku di rumah saja kak " Jawab nina singkat sambil menghabiskan sarapan nya.
Seperti yang sudah di katakan kepada nina saat sarapan tadi, bimo setelah bersiap - siap lalu berangkat ke kantornya. Bimo akan di kantor hanya sampai meeting selesai.
" Huhhhh akhirnya aku bisa istirahat juga,sudah empat hari ini aku menjadi istri nya kak bimo selalu di lembur terus. Itu orang tapi tenaga nya sudah seperti kuda tidak ada rasa capek atau lelah nya. " Gerutu nina saat bimo sudah berangkat ke kantor.
Namun baru saja nina tiduran di sofa depan televisi tiba - tiba ada orang yang mengetuk pintu.
" Siapa yang bertamu ?" Tanya nina pada diri nya sendiri.
Nina mengintip dari balik gordeng jendela, di luar terlihat mira yang sedang berdiri di depan pintu terus mengetuk pintu tanpa berhenti.
* Mau apalagi wanita itu datang kesini ? mengganggu waktu istirahat ku saja* Gumam nina dalam hati.
Mira terus mengetuk pintu tanpa berhenti, nina tidak mau membuat tetangga banyak pertanyaan dan akhirnya nina membuka pintu dengan rasa kesal yang ingin dia luapkan.
__ADS_1
" Mau apalagi kamu datang ke rumah ku ?" Tanya nina ketus.
" Mana bimo? aku ingin bertemu bimo, suruh dia keluar dan menemui ku. !" Seru mira tanpa malu bertamu di tempat orang justru dia yang berlaku seenak nya.
" Kak bimo tidak ada, lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan datang lagi kesini. " Usir nina dengan geram.
" Hai wanita sialan berani nya ya kamu mengusir ku!! kamu kira kamu itu siapa berani - berani mengusir wanita elite seperti ku " Tunjuk mira kepada wajah nina.
Nina tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan mira yang aneh dan tidak tahu malu .
" Kamu bilang aku siapa ? apa kamu lupa kalau aku ini adalah pemilik rumah ini dan aku berhak mengusir mu dari rumah ku sekarang juga. Kamu mau pergi sendiri atau aku panggilkan warga untuk mengusir mu. Jangan kira aku takut dengan wanita sampah seperti mu !!" Nina tidak kalah berani dengan mira, nina bukan wanita lemah yang mudah di tindas.
Mira geram dia tidak perduli dengan nina, mira mencoba masuk kedalam rumah nina namun nina menghalangi nya dan mendorong nya hingga mira jatuh ke lantai.
" Mbak nina ada apa ini ?" tanya tetangga yang lewat di depan rumah nina. Melihat nina ribut dengan seorang wanita akhirnya tetangga nina itu mencoba menghampiri nina.
" Ini mbak wanita ini memaksa masuk ke rumah saya, padahal saya sudah melarang nya. " Jawab nina .
" Memang nya siapa wanita ini mbak ?" Tanya tetangga nina ingin tahu.
" Saya istri nya bimo, dan dia telah merebut bimo dari saya. Dia itu wanita pelakor " Ucap mira lantang sambil menunjuk wajah nina.
Nina menggelengkan kepala saat mendengar ucapan mira yang tidak masuk akal dan memfitnah nya. Terlebih mira bicara dengan sangat lantang hingga para tetangga mendekat ingin mengetahui keributan yang sedang terjadi.
Mira tersenyum saat ada tiga tetangga yang ikut datang dan mendekat menyaksikan keributan yang sedang dia ciptakan.
" Asal kalian tahu bimo itu suami saya dan wanita inilah yang telah menghancurkan rumah tangga saya bahkan saat ini saya masih punya bayi yang membutuhkan kasih sayang seorang ayah " Ucap mira dengan raut wajah di buat sesedih mungkin untuk mencari simpati dari warga.
Terbukti beberapa tetangga juga mulai berdatangan dan berbisik - bisik membicarakan nina. Nina tidak bisa tinggal diam, dia mencoba membela diri nya.
" Ibu - ibu jangan percaya dengan mulut wanita ini. Dia memang mantan istri kak bimo, mereka sudah resmi bercerai dan baru saya mengenal kak bimo. Jadi mereka bercerai bukan karena saya tapi karena dia selingkuh dengan pria lain hingga hamil " Ucap nina lantang dan serius, dia tidak mau para tetangga beranggapan negatif kepada nya.
Para tetangga itu pun bingung harus percaya dengan siapa, sedangkan ke dua nya sama - sama punya pembelaan sendiri. Sedangkan mira mulai berfikir untuk membantah omongan nina, mira menghunakan situasi ini untuk memfitnah nina.
*******
KIRA - KIRA APA YANG AKAN DI LAKUKAN NINA UNTUK MENGHADAPI FITNAH MIRA ❤❤
TUNGGU DI BAB SELANJUT NYA YA KAK, TAPI SEBELUM NYA JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏