Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Resmi adopsi


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Sudah tiga hari mira ke luar dari rumah bimo, dia mengontrak rumah di pusat perkotaan. Walaupun rumah kecil tetapi harga sewa nya lumayan besar. Mira tidak mau tinggal di kontrakan petak, menurut nya itu sangat pengap dan tidak sesuai dengan gaya hidup mewah nya.


" Uang 50 juta dari bimo tinggal segini, bagaimana aku akan bertahan hidup sedangkan uang di ATM ku juga tidaklah banyak. Apa aku harus bekerja, tapi aku tidak punya keahlian lain selain bergoyang di ranjang" Gumam mira sambil menghitung lembaran uang sisa dari pemberian bimo.


" Mobil ku untung waktu itu bimo membelikan nya secara kas, kalau nyicil aku tidak tahu lagi harus bagaimana membayar cicilan nya. Tapi, bimo itu dasar pelit dia memberikan aku uang hanya 50 juta. Padahal uang dia banyak, ini pasti karena hasutan nenek lampir itu. " Mira terus berbicara dengan diri nya sendiri.


Ting


Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel mira.


[ Alamat mu dimana? aku ingin mengirim surat cerai kita ? Dan ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu, atau kita ketemu di luar saja ?]


" Hah.. ternyata dari bimo. Ok aku akan menemui nya siapa tahu aku bisa mendapatkan uang lagi dari dia " Gumam mira dengan senyum licik nya.


Dengan cepat dia mengetik balasan untuk bimo dan segera mengirim nya.


[ Baik, satu jam lagi kamu temui aku di cafe XX ]


[ Ok ]


Mira membaca sekilas balasan singkat dari bimo, lalu mira masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap. Mira tetap berdandan dan bergaya glamor seperti saat menjadi istri bimo.


Setengah jam mira menyiapkan diri nya, dan kini mira sedang dalam perjalanan menuju tempat yang sudah di janjikan kepada bimo.


" Sudah dari tadi?" Sapa mira saat sudah duduk di meja yang ternyata bimo sudah datang terlebih dahulu.

__ADS_1


Di samping bimo ada pak Robert pengacara bimo yang selama ini sudah mengurus perceraian nya dengan bimo. Pak Robert adalah orang yang tegas dan sangat teliti dengan pekerjaan nya, jadi tidak salah dia selalu memenangkan perkara yang sedang dia tangani.


" Belum, mulai saja ini surat cerai dari pengadilan dan berarti hari ini kita resmi bercerai. Aku harap setelah ini kehidupan mu akan jauh lebih baik lagi " Ucap bimo sambil menyerahkan amplop berisi surat cerai.


" Tidak perlu mrmggurui ku, seharus nya kamu ngaca apa dirimu sudah baik. Lelaki penjaja wanita saja sok menasehati ku" Seru mira berbicara dengan ketus.


" Terserah kamu, yang pasti aku saat ini sudah mencoba memperbaiki diri ku. Soal sekar sekali lagi aku tanyakan sama kamu, apa kamu benar tidak mau merawat nya. Sekar itu kan darah daging mu , apa tidak ada rasa sayang mu untuk sekar" Seru bimo mencoba memastikan kembali keputusan mira.


" Aku tidak mau merawat anak itu, pasti akan menyusahkan. " Jawab mira dengan tidak punya hati menolak anak kandung nya sendiri.


Bimo dan pak robert hanya bisa menggelengkan kepala mereka, bahkan pak robert tidak percaya jika mira mempunyai sifat yang sangat buruk. Selama ini pak Robert tertipu dengan wajah cantik mira.


" Pak robert tolong berikan map itu kepada mira" Seru bimo memetintah pak robert.


Dengan sigap pak robert membuka tas nya dan mengambil map berwarna biru dari tas nya lalu di berikan nya kepada mira.


Mira mengambil map biru itu dan membaca nya dengan teliti.


" Ini surat adopsi sekar?" Tanya mira memperjelas isi yang tertulis di dalam map biru.


" Iya itu surat adopsi sekar, aku masih punya hati nurani dan kasih sayang mir. Aku tidak mungkin membuang anak itu ke jalanan atau ke panti asuhan jadi aku memutuskan untuk mengadopsi sekar. Dengan kamu menandatangani berkas itu berarti sekar sudah resmi jadi anak ku dan tidak ada hubungan nya lagi dengan mu, jadi jangan sekali-kali kamu mencoba untuk mengambil nya lagi kalau tidak mau berurusan dengan polisi. " Ucap bimo penuh penekanan hingga mira merasa ketakutan. Dia tahu betul bagaimana bimo jika sedang marah, ibaratkan mobil bisa hancur berkeping-keping.


" Aku tidak masalah lagi pula aku memang tidak menginginkan anak itu. Daripada hidup dengan ku terlantar lebih baik hidup saja dengan mu, pasti kehidupan dia akan terjamin. Tapi apa tidak ada kompensasi yang ingin kamu berikan kepada ku karena aku sudah mengandung dan melahirkan nya?" Tanya mira mencoba mencari keuntungan.


Bimo tahu apa yang di maksud mira, apalagi kalau bukan uang. Hati mira telah di butakan oleh harta hingga anak tidak lagi dia perdulikan.


" Kamu baca di lembaran ke dua, di situ sudah tertulis berapa yang akan kamu dapat. Aku tahu betul watak kamu, jadi sebelum kamu bertanya pun sudah aku persiapkan. Tapi kamu harus tahu ini bukan jual beli anak, uang ini aku berikan untuk kamu modal usaha. Jadi jangan salah menafsirkan hingga timbul fitnah di luaran sana, jika itu sampai terjadi kamu tahu akibat nya. Sekar ini resmi jadi anak ku, dan berkas-berkas ini semua resmi. Silahkan kamu tanda tangani" Ucap bimo menjelaskan sejelas-jelas nya kepada mira.

__ADS_1


Dengan cepat mira membaca lembaran ke dua dalam map itu , mata mira berbinar saat tahu jumlah nominal uang yang di berikan bimo.


Dengan cepat mira menandatangani berkas-berkas itu.


" Sudah selesai" Seru mira sambil menyerahkan map biru itu kembali kepada pak robert.


" Ok, ini cek dengan nominal seratus juta sudah aku tuliskan disini. Gunakan uang ini sebagai modal usaha agar kehidupan mu bisa lebih baik lagi dan tidak kekurangan uang. Ini uang terakhir jangan kamu datang untuk meminta uang lagi, dan apa pun yang kamu lakukan sekarang sudah tidak ada hubungan nya lagi dengan ku" Ucap bimo mengingatkan mira kembali.


" Aku tidak akan menganggu kehidupan mu dan sekar, rawat sekar baik-baik. Kalau begitu aku permisi karena aku ada acara dengan teman-teman ku. By bimo..." Seru mira lalu pergi keluar dari cafe.


Bimo dan pak robert menatap kepergian mira dengan hati yang benar-benar lega, karena mira tidak mempersulit urusan adopsi sekar.


" Aku tidak menyangka jika ibu mira ternyata berhati batu seperti itu, wajah nya saja yang cantik tapi hati nya membatu. Anak kandung sendiri dengan tega nya dia tidak mau merawat nya justru memberikan kepada pak bimo dengan senang hati, sedikit pun tidak ada rasa sedih ataupun menyesal nya " Ucap pak robert dengan heran.


" Itulah mira pak, ternyata aku pun salah menilai nya. Aku pun tidak menyangka ternyata aku dulu mencintai dan menikahi wanita berhati batu. Ya sudah pak robert mari kita pergi dari sini, bukan nya pak robert masih ada acara dengan klien bapak yang lain" Seru bimo mengajak pergi dari cafe.


" Iya pak bimo" Ucap pak robert.


Bimo dan pak robert pun keluar dari cafe dan menuju parkiran mobil. Pak robert dan bimo mengendarai mobil nya masing-masing. Bimo mengendarai mobil nya dengan kecepatan standar, dia sangat senang dan bahagia karena keinginan nya memiliki sekar secara resmi tercapai juga.


******


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤

__ADS_1


__ADS_2