
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
[ Nina, kamu tidak perlu membayar untuk baju pengantin yang sudah di pesan pak bimo, aku memberikan gaun itu secara gratis. Bukan ak menolak rezeki, ak juga tahu pak bimo itu orang kaya, cuma aku sudah berjanji dengan diri ku sendiri jika ada karyawan butik yang menikah aku akan memberikan baju pengantin gratis. ]
Nina membaca pesan yang dikirim kan oleh melani, nina sangat terharu dengan kebaikan melani. Selama ini melani sudah sangat baik dengan nya padahal nina bukanlah siapa-siapa nya, hanya mantan adik ipar nya saja.
[ Terimakasih mbak, nina tidak tahu harus membalas bagaumana lagi kebaikan mbak melani. Tapi mbak aku dan kak bimo memesan dua pasang, untuk akad dan untuk resepsi jadi yang untuk resepsi aku akan tetap membayar nya. ]
[ Iya Nin, kamu urus saja semua nya sama pihak butik ya. Dan kalau kamu butuh apa - apa jangan segan hubungi mbak. Ehh tapi calon suami mu kan orang kaya jadi pasti semua sudah tersedia dan kalau pun kurang tinggal bilang. Hehe heee ]
[ Ahh mbak melani bisa saja, terimakasih ya mbak ]
[ Sama - sama Nin ]
Nina tersenyum membaca pesan singkat yang di kirimkan melani. Selain tegas melani juga sangat baik dan humbel.
" Semoga kelak pernikahan ku dengan kak bimo akan langgeng hingga kami menua bersama, jangan sampai ada yang tersakiti seperti mbak melani dulu. Karena aku pun tak sanggup untuk di madu " Ucap nina penuh harap.
Siang ini nina akan mendatangi MYA butik untuk melakukan fitting baju dan melakukan pembayaran untuk baju yang sudah dirinya dan bimo pesan. Semua urusan baju pernikahan sudah nina serahkan kepada Jesi.
Dengan mengendarai motor matic nya nina melaju menuju MYA butik, sebenarnya bimo sudah menyiapkan satu mobil dan supir nya untuk mengantarkan nina pergi kemanapun namun nina menolak nya dengan alasan lebih nyaman dan enak naik motor. Yah mungkin karena selama ini nina kemana - mana selalu naik motor, jadi sudah terbiasa dengan motor matic nya.
" Selamat datang di MYA butik calon pengantin, ada yang bisa saya bantu " Seru teman nina yang bekerja di butik dengan senyum mengembang.
" Apaan sih, sekali lagi kalian seperti itu. Aku bakalan marah dan tidak akan mengundang kalian saat aku menikah " Seru nina dengan pura - pura menunjukan muka cemberut nya.
" Lahh kalau kagak di undang ya tidak apa - apa dong, justru kita senang . Iya kan Guys" Seru putri yang ikut menimpali.
Nina sengaja datang saat istirahat jam makan siang sehingga dia bisa berbincang dengan teman - teman nya. Karena saat jam makan siang satu jam butik akan off, dan di pergunakan untuk karyawan istirahat.
__ADS_1
" Ehhh mana bisa begitu.. Aku kan saat kalian ada yang menikah juga datang, kalau kalian gak datang bisa kosong dong balasan amplop nya. " Seru nina dengan nyengir kuda.
" Huuuhhhh dasar mata duitan, beruntung calon suami mu orang kaya jadi kamu bakalan tidak kehabisan uang " Seru Tina.
" Aku cuma bercanda tahu guys, kalian datang dan mendoakan aku bahagia aku pun sudah sangat senang. Apalagi kalau datang dengan amplop tebal huhhh aku tambah bahagia. Ha ha haaa " Seru nina dengan tawa lebar nya.
Teman - Teman nina pun ikut tertawa, begitulah mereka jika sedang berkumpul selalu saja ada bahan untuk bercanda.
" Ingat Nina ku sayang, kamu itu sudah mau menikah, kurangi dulu itu sifat bar - bar kamu biar suami mu kagak ilfiel, hehee" Seru Putri dengan nada bicara seperti sedang menasehati nina.
" Iya teman - teman ku sayang. Oh iya aku ke ruangan Kak Jesi dulu ya, kalau sudah selesai nanti aku balik sini lagi. " Ucap nina lalu pergi melangkah menuju ruangan Jesi.
Teman - teman nina hanya mengangguk sambil menyelesaikan makan siang nya.
********
Sementara itu di rumah bimo, ibu lusi sedang di sibukkan dengan daftar undangan untuk teman - teman nya yang akan dia undang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan bimo dan nina nanti.
" Beruntung hari ini sekar tidak rewal jadi aku bisa menyelesaikan dan memeriksa catatan ku ini, kalau sampai ada teman yang lupa di undang bisa marah dan sudah pasti mereka akan mengoceh dari A sampai Z biasa mulut emak - emak " Seru ibu lusi sambil mengecek catatan yang sudah dia buat.
" Alhamdulillah semua sudah tercatat, kolega bisnis yang di luar kota juga sudah semua. Nah kalau begini kan aku bisa santai sambil menjaga cucu tersayang ku. Untuk urusan pernikahan mereka ber dua mengurus nya sendiri dan sudah minta tolong ke WO langsung, jadi aku tidak perlu pusing lagi." Ucap ibu lusi sambil membereskan catatan nya yang berserakan di atas meja.
Dari arah depan tiba - tiba bik Atun datang menghampiri ibu lusi.
" Nyonya di depan ada Non Nina " Seru bik atun memberitahu.
" Oh anak menantu ku datang ya bik, suruh langsung kesini saja ya bik. Kayak siapa saja lagian rumah ini juga sebentar lagi jadi rumah nya. Bilangin ya bik jangan malu - malu gitu. " Seru ibu lusi dengan binar bahagia.
" Baik Nya" Jawab bi atun.
__ADS_1
Bik atun memanggil nina dan mengajak nya langsung masuk ke ruang keluarga dimana ibu lusi sedang duduk di sofa.
" Sayang kenapa tidak langsung masuk sih kan mama sudah bilang kalau datang langsung masuk, karena rumah ini sekarang juga sudah jadi rumah kamu " Seru ibu lusi menyambut kedatangan nina dan memeluk nya.
" Iya ma, nina sungkan dan tidak enak kalau harus langsung masuk. " Seru nina.
" Apa nya yang tidak enak ? nanti kalau sudah di atas ranjang sama bimo baru enak ya " Seru ibu lusi menggoda calon menantu nya.
Wajah nina memarah karena malu mendengar ucapan calon mertua nya yang tanpa filter.
" Sudah jangan malu - malu gitu sih , nanti kalau kamu sudah tahu rasa nya kamu pasti minta nambah. " Seru ibu lusi lagi tanpa saring menyaring ucapan nya.
" Ahh mama.. apaan sih ma. Apa kira - kira nanti nina bakalan minta tambah ya ma. Memang rasanya bagaimana sih ma, kok nina penasaran " Ucap nina yang ikut gila seperti calon mama mertua nya.
Ibu lusi pun berbisik di telinga calon mantu nya, lalu mereka tertawa lebar secara bersamaan.
" Hahaa.. Haaa mama bisa saja, ihh kok aku cuma mendengar saja merasa geli ya ma. Bagaimana kalau merasakan secara langsung " Seru nina.
" Kamu bakalan mintak nambah lagi " Jawab ibu lusi dengan tawa riang nya.
Bi atun hanya menggeleng dengan kelakuan Nyonya dan Nona muda nya, secara tidak langsung bi atun tadi saat mengantarkan minuman juga mendengar apa yang sedang di bicarakan Nyonya dan calon nona muda nya.
* Mertua dan calon menantu yang benar - benar kompak, sampai bar - bar nya pun juga sama. Beruntung pak bimo bisa mendapatkan istri seperti Non nina, sudah cantik baik, lemah lembut dan somplak juga kayak Nyonya * Gumam bik atun dalam hati.
*******
ALHAMDULILLAH HARI INI SUDAH UP DUA BAB.
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA LAK, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
__ADS_1
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤