
Perusahaan Global property saat ini semakin berkembang, para investor dan klien merasa puas dengan hasil kerja dari Global property. Sebentar lagi Global property akan membuat event tahunan yang rutin di adakan setiap tahun nya.
Perusahaan Global property selalu memberikan bonus untuk para karyawan dan kenaikan gaji untuk para pegawai yang berprestasi tak jarang dari mereka juga ada yang naik jabatan.
Pegawai yang berprestasi salah satu nya adalah Novi staff devisi keuangan. Sejak kejadian keributan antara dirinya dan Melani. Novi sudah meminta maaf secara langsung kepada Hendra dan Melani, dia sangat menyesali perbuatan nya. Dia meminta kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki diri dan untuk bekerja lagi di global property. Akhirnya Melani memaafkan Novi dan memberikan kesempatan sekali lagi untuk bekerja di perusahaan nya.
"Nov , sebentar lagi perusahaan mau mengadakan event tahunan. Di acara itu biasa nya ada beberapa karyawan berprestasi yang mendapatkan bonus tambahan dan ada juga yang naik jabatan atau kenaikan gaji. Sepertinya kamu salah satu nya dech Nov" Ujar Desi salah satu teman Novi saat sedang makan siang di kantin perusahaan .
" Aku tidak berharap banyak Des, aku sudah di izinkan bekerja di sini saja aku sudah beruntung banget. Kalian tahu sendirikan bulan lalu aku melakukan kesalahan yang susah untuk di maafkan,apalagi orang yang aku musuhi pemilik perusahaan tempat ku bekerja" Seru Novi dengan wajah tertunduk malu mengingat kejadian satu bulan lalu.
" Sudah tidak perlu di ingat lagi, kamu kan sudah meminta maaf kepada Ibu Melani dan Pak Hendra. Ibu melani itu orang yang baik banget Nov, walaupun tegas tapi ibu melani itu sangat bijaksana. Dulu juga ada loh karyawan yang bermasalah dengan ibu melani, bahkan dia itu pelakor yang sudah merebut suami ibu melani. Dia masih di perbolehkan kerja disini, dan sampai akhir nya ibu melani menurunkan jabatan nya jadi resepsionis itu wanita tidak terima, dengan sendirinya dia mengundurkan diri" Ucap Desi sambil tetap fokus pada makanan nya.
" Hah...!! yang benar Des? Bu Melani dulu sudah pernah menikah dan suami nya di rebut pelakor?" Tanya Novi dengan nada sedikit tinggi.
" Ssttt... jangan keras-keras kalau kedengaran yang lain nya nanti bisa jadi bahan gosip lagi" Ucap Desi pelan.
Novi tidak menyangka jika melani dulu mengalami hal yang tragis dalam rumah tangga nya. Beruntung Novi segera menyesali perbuatan nya.
" Aku hampir menjadi seorang pelakor. " Gumam Novi dalam hati.Dia sangat menyesali perbuatan nya dan dia berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.
" Nov kok kamu melamun, cepat habiskan makanan mu sebentar lagi jam makan siang sudah habis" Ucap Desi menyadarkan lamunan Novi.
" Ah iya" Jawab Novi singkat.
Tak menunggu lama Novi dan Desi serta teman yang lain nya kembali lagi ke meja kerja nya masing-masing.
Sedangkan di tempat lain Melani sedang memeriksakan kandungan nya di temani sang suami. Di sela-sela kesibukan nya Hendra selalu siap menemani melani saat memeriksakan kandungan.
Melani masih ikut mengantri bersama ibu-ibu hamil yang lain. Ada di antara mereka yang perut nya sudah besar seperti nya tinggal menghitung hari lagi akan melahirkan.
__ADS_1
" Sayang kamu lihat segini banyak wanita semua nya sedang hamil, ini semua akibat ulah perbuatan dari para suami. Enak benar ya para suami tugas nya mencetak saja sedangkan yang merasakan sakit melahirkan sang istri. Tapi kamu suka kan sayang kalau aku ajak mencetak tiap malam." Celetuk hendra saat sedang duduk di kursi menunggu antrian.
" Oh jadi mas mau juga merasakan sakit nya melahirkan? boleh nanti aku minta Winda untuk memasang alat yang seperti di Tv - tv itu untuk mas merasakan sakit nya melahirkan, winda pasti punya alat nya." Tanya melani secara tiba-tiba.
Hendra hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil nyengir kuda.
" Maksud mas tidak begitu sayang. Hehehee" Hendra semakin salah tingkah takut apa yang di ucapkan melani akan menjadi kenyataan.
" Makanya jangan bicara yang tidak-tidak" Gerutu Melani sambil memanyunkan bibir nya.
Tiba giliran melani masuk ke dalam ruangan pemeriksaan, Hendra dengan sigap menggandeng Melani masuk ke dalam ruang praktek Winda.
" Selamat siang Mel, bagaimana keadaan mu siang hari ini?" Tanya Winda saat melani memasuki ruangan praktek nya.
" Baik Wind, mas hendra ini yang tidak sedang baik-baik saja. Sepertinya fikiran dia saat ini sedang korslet " Seru Melani masih cemberut.
" Kamu apakan sahabat ku Ndra? Kok dia jadi sewot begini, awas saja ya kamu kalau sampai melani stress aku bikin ayam geprek bener kamu" Seru Winda dengan nada bercanda.
Melani mengikuti perintah dari winda, dan saat ini winda sedang mengoleskan gell di perut Melani lalu menempelkan alat USG dan menggerak-gerakkan nya.
" Bayi nya sehat, berat dan panjang nya juga bagus. Berkembang dengan normal. Aku percaya tidak mungkin anak dari keturunan Admaja sampai kekurangan gizi" Ucap winda sambil terkekeh.
Melani dan hendra hanya tersenyum dan tetap fokus ke pada layar yang menampilkan calon anak nya.
" Wind, anak ku kira-kira baby boy atau baby girl.?" Tanya hendra dengan pandangan tetap ke layar USG.
" Kalian mau lihat jenis kelamin anak kalian? " Tanya Winda menatap ke arah melani.
Melani dan hendra saling pandang dan mengangguk kan kepala nya bersamaan.
__ADS_1
Winda yang tahu jika mereka menyetujui mulai menggerak-gerakkan alat USG nya lagi. Winda tersenyum ke arah melani, yang membuat melani jadi penasaran.
" Seperti nya anak pertama kalian Baby Boy, semoga benar ya baby boy. " Ucap winda.
" Apa pun jenis kelamin nya tidak masalah yang penting dia sehat" Ucap hendra sambil mengusap perut buncit melani dan mencium kening melani.
Ehhemmm....
Winda berdehem untuk menghentikan keromantisan yang ada di depan mata nya.
" Ingat dong sama yang berdiri disin. Ini masih jomblo loh, jangan bikin jiwa jomblo ku meronta-ronta" Ucap winda dengan pura-pura cemberut.
" Issh.. mas hendra sih, liat tuch winda ngambek kan. Kasihan dong dia itu jomblo akurat, entah apa yang di cari dia dari dulu tidak menikah juga" Ucapan Melani membuat winda mendengus kesal.
" Gampang nanti aku kenalkan sama teman ku wind, mereka juga masih ada yang jomblo" ucap santai hendra.
" Ini resep vitamin yang harus kalian tebus, cepat sana keluar. Bisa-bisa aku ikut gila karena kalian dasar suami istri sama saja. Seneng banget pamer kemesraan di depan ku, awas akan ku balas kalian" Winda berbicara dengan kesal.
Hahahahaaaa .. Melani tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Winda, dari dulu winda kalau sedang kesal memang selalu seperti itu.
" Iya - Iya maaf sih say, begitu aja ngambek" Ucap Melani memeluk Winda dan menarik hidung nya.
" Dasar bumil satu ini, benar-benar menguji kesabaran ku." Seru winda sambil membalas pelukan melani.
Winda dan melani dari zaman dulu berteman tidak pernah ribut atau sampai marahan berhari-hari. Karakter kedua nya sama-sama banyak bicara dan suka bercanda. Mau bercanda yang bagaimanapun mereka tidak akan marah, justru itulah bumbu rahasia persahabatan mereka.
*****
Sudah up dua bab ya kak. Tetap dukung karya Author supaya author lebih semangat menulis nya.
__ADS_1
Selamat membaca ❤❤❤❤