
Setelah menempuh perjalan empat puluh menit mobil yang membawa melani dan hendra sudah sampai di depan rumah ibu marni. Ibu marni yang melihat ada mobil di halaman rumah nya langsung berjalan kedepan melihat siapa yang datang.
Setelah barang-barang hendra dan melani semua sudah di turunkan Mang Usin kembali lagi melajukan mobil nya ke kediaman melani.
" Assalamualaikum bu" Sapa salam hendra dan melani bersamaan.
" Waalaikumsalam" Jawab bu marni dengan suara pelan.
Melani dan hendra mendekat ke arah ibu marni dan menyalami ibu marni. Ibu marni menybut uluran tangan melani dengan terpaksa karena tidak mau hendra memarahi nya.
" Ya sudah sana kalian masuk, istirahat. Ndra ajak istrimu masuk kamar" Seru ibu marni sambil berlalu meninggalkan hendra dan melani.
" Iya bu, kok sepi bu? Hasni kemana?" Tanya hendra menanyakan keberadaan adik nya.
" Hasni main sama teman nya, sebentar lagi juga pulang." Jawab ibu marni.
Hendra membawa melani ke kamar nya di lantai atas, rumah hendra memang terdiri dari dua lantai. Kamar hendra ada di lantai atas. Walaupun rumah hendra dua lantai tapi tidak sebesar dan semewah rumah melani.
" Maaf ya sayang rumah nya tidak sebagus rumah mu, kamar nya pun tidak sebesar kamar mu" Ucap hendra saat sudah berada di dalam kamar.
" Tidak apa-apa mas, yang penting bisa untuk berteduh dan mas selalu bersama ku" Jawab melani sambil berjalan mendekat ke bingkai foto masa kecil hendra.
" Mas ini kamu? Lucu.. dulu kamu gemuk ?" Seru melani sambil memegang bingkai foto itu.
" Itu saat aku umur 3 tahun, sebelum ibu meninggal." Jawab hendra sendu.
" Maaf mas" Ucap sesal melani.
" Sudah tidak apa-apa sayang, sekarang kamu mandi biar mas bereskan barang-barang dulu" Seru hendra sambil membuka koper nya.
" Kita bereskan bersama saja mas, habis itu baru aku mandi. Kalau mandi dulu nanti badan gerah lagi" Melani ikut membuka koper nya dan mulai mengeluarkan isi nya.
Hendra dan Melani membereskan barang-barang nya dan menyusun nya di dalam lemari. Di kamar hendra ada satu lemari tapi ukuran nya cukup besar muat untuk pakaian hendra dan melani.
Setelah membereskan barang bawaan nya Hendra dan Melani mandi bersama. Ingat ya hanya mandi saja, tidak ada acara yang lain. Para pembaca jangan mikir yang aneh-aneh ya.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian rumahan Melani dan hendra turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam. Jam sudah menunjulan pukul 6 sore, saat di dapur melani membuka kulkas. Dan di dalam kulkas tidak ada stok sayuran. Hanya ada telor dan wortel saja.
__ADS_1
" Kita delivery order saja ya mas, di kulkas bahan makanan habis. Mungkin ibu belum sempat belanja" Ucap melani memberi tahu hendra.
"Tadi seharus nya kita mampir swalayan dulu mas, beli bahan makanan" Seru Melani dengan wajah sesal nya.
" Nanti setelah makan malam kita belanja, sekarang kita order saja lewat aplikasi Online." Ucap hendra sambil mengambil ponsel nya di kantong celana.
" Biar aku saja yang order Mas, aku yang traktir sebagai tanda perkenalan dengan rumah ini." Ucap melani sambil memainkam mata nya.
Hendra hanya bisa mengangguk dan tersenyum, hendra terus memandang melani yang sedang memesan makanan lewat aplikasi online.
Hendra sangat bersyukur bisa mendapatkan wanita sebaik melani, wanita yang bisa menerima dirinya apa ada nya.
" Mas ibu sama hasni suka makanan apa? " tanya melani membuyarkan lamunan nya.
" Ehh apa, ibu dan hasni.. Sudah samakan saja semua nya" Seru Hendra tetap memandang sang istri.
Melani mengangguk dan memesan beberapa menu, melani memesan ayam bakar lengkap dengan sambal, perkedel kentang dan tumis brokoli jamur.
*****
" Kapan kamu masak nya? Kok makanan sudah siap di meja " tanya ibu marni saat sudah di meja makan.
" Tadi aku beli lewat aplikasi online bu, di kulkas tidak ada bahan makanan. Lagi pula kalau harus belanja dulu kapan makan malam nya" Jawab melani sambil menyendokkan nasi untuk sang suami.
" Lihat istri mu ndra baru tadi pagi datang sudah bikin ibu marah saja. Begini wanita pilihan mu?"Gerutu ibu marni tidak suka dengan jawaban melani.
" Sudahlah bu, kita ini mau makan malam bukan untuk ribut." Ucap Hendra mencoba menghindari keributan di meja makan.
" Huhh bela terus, biar makin besar kepala" Seru hasni mencibir.
" Hasni !! kamu bisa diam tidak, kalau kamu tidak mau makan ya sudah. Lagi pula melani beli ini semua tidak minta duit kamu, melani membeli semua makanan ini semua pakai uang nya sendiri. Makan tinggal makan saja banyak bicara" Seru hendra marah.
" Sudahlah mas kita lebih baik makan nanti keburu makanan nya dingin" Ucap melani sambil menyendokkan nasi ke mulut nya.
Hasni yang melihat sikap santai melani justru dia semakin benci dengan melani. Begitupun ibu marni, ingin rasa nya dia meninggalkan meja makan tapi rasa lapar tidak bisa di hindari. Mau tidak mau mereka tetap duduk menikmati makan malam nya.
Melani makan dengan santai nya tak menghiraukan tatapan dua pasang mata yang seakan mau menerkam nya.
__ADS_1
" Mas aku sudah selesai makan nya, aku ke kamar duluan ya mas. Aku capek mau istirahat, oh iya hasni nanti tolong bereskan meja makan ya. Jangan lupa cuci piring nya" Seru melani dengan senyum jahil nya.
Melani masuk ke dalam kamar nya, dengan membawa sebotol air minum. Untuk di letakkan di kamar nya.
" Mas lihat istri mu seenak nya nyuruh-nyuruh ku mencuci piring" Gerutu Hasni tidak terima dengan perintah melani.
" Belum juga genap sehari tinggal disini, sudah berani memerintah memang dia kira diri nya itu siapa?" Ucap ibu marni tidak suka dengan kehadiran melani.
" Bu, hasni.. melani itu istri ku. Kalau kalian tidak menyukai nya berarti kalian juga tidak menyukai ku. Apa susah nya si membereskan meja makan dan mencuci piring. Kalian jangan seenak nya saja dirumah ini, aku selama ini sudah sabar bu. Tapi sabar ku juga ada batas nya. " Seru Hendra marah dengan ibu marni dan hasni.
" Aku sudah selesai. Selamat malam" Ucap hendra meninggalkan meja makan.
Ibu marni semakin tidak suka dengan kehadiran melani, baru setengah hari tinggal dengan melani. Hendra sudah berubah dan Melani sudah berani memerintah.
" Bu, mas hendra sudah berubah. Dia membela istri sialan nya itu. Huh rasa nya ingin aku cakar itu mulut nya melani" ucap hasni sambil mengepalkan tangan nya.
" Nanti kita balas wanita sialan itu, biarkan malam ini dia merasa menang. Bila perlu kita tendang wanita itu dari rumah ini" Ibu marni berbicara sambil menatap ke arah tangga yang menghubungkan ke lantai dua.
Ibu marni dan hasni terpaksa membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang tadi di gunakan untuk makan. Biasa nya juga ibu marni di bantu hendra yang membereskan meja makan.
" Sayang maaf kan ibu dan hasni ya, mereka memang seperti itu. Kamu tidak tersinggung kan?" Tanya hendra yang takut melani marah.
" Duch mas santai saja kali. Aku tidak akan marah, dulu aku sering mengalami hal seperti ini. Tapi kali ini aku tidak akan mengalah. Kalau aku mengalah justru mereka semakin menginjak-injak ku. Aku harus tegas, betul kan mas?" Melani bicara dengan penuh keyakinan.
" Betul sayang, biarpun mereka keluarga ku tapi aku tidak suka mereka merendahkan dan menghina istri ku. Mereka memang harus di beri pelajaran biar sedikit jera dan tidak semena-mena" Hendra menyetujui ucapan melani tadi.
Hendra dan melani tertawa bersama, mungkin jika orang tidak tahu yang sebenar nya mereka pasti mengira melani menantu kurangajar dan hendra dikira anak yang durhaka .
*****
Nahh melani sudah mulai menunjukan taring nya.
Siapa yang setuju dengan melani.?
Selamat membaca.
Terimakasih🙏
__ADS_1