Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Aina tahu semuanya


__ADS_3

Di kontrakan Vera


" Mas, aku punya kabar bahagia " Ucap Vera sambil duduk di pangkuan dimas dengan manja.


" Kabar apa sayang?" Tanya dimas sambil meletak kan gawai nya di meja dekat tempat ia duduk.


" Aku hamil mas." Seru Vera sambil menunjukan alat tes kehamilan kepada dimas.


Dimas kaget dengan apa yang di ucapkan Vera, pasal nya dia lupa untuk memberitahu Vera jika harus menunda kehamilan seperti yang di lakukan nya kepada Aina.


Selama ini Dimas meminta Aina untuk tidak hamil terlebih dahulu dengan alasan ekonomi dimas yang belum stabil. Dia beralasan jika ada anak takut tidak bisa memberikan nafkah yang layak, padahal itu hanya alasan dimas saja karena dia tidak menyukai anak kecil.


" Kamu hamil ?" Tanya dimas seolah tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari mulut Vera.


" Iya mas, kamu bahagia kan mendengar kabar kehamilan ku?" Ucap Vera sambil memeluk lengan dimas dengan manja nya.


* Kenapa aku bisa lupa memberitahu Vera agar menunda kehamilan nya, sial aku benar-benar lupa. Ah ya sudah tak masalah lagi pula sekarang keuangan ku sudah jauh lebih dari cukup, penghasilan cafe juga sudah banyak*" gumam Dimas dalam hati.


" Mas kok diam si?" Tanya Vera sambil pura-pura merajuk dan cemberut.


" Ah iya sayang, mas bahagia mendengar kabar kehamilan kamu. Ini yang mas tunggu-tunggu selama ini, kehadiran buah hati dalam rumah tangga. Terimakasih sayang" Ucap dimas memeluk Vera dengan mesra.


" Mas kapan kita beli rumah baru nya, aku perlu rumah yang lebih besar dari kontrakan ini. Masak aku harus tinggal di kontrakan terus si mas, aku lagi hamil loh mas " Gerutu Vera.


" Iya.. iya sayang nanti mas cari rumah yang lebih besar untuk tempat tinggal baru kita" Jawab dimas mengiyakan permintaan Vera agar Vera segera diam tidak merengek terus.


" Terimakasih mas" Ucap Vera sambil mencium bibir Dimas dengan lembut.


Ciuman dari Vera membuat dimas meminta lebih dari sekedar ciuman, Vera yang tahu keinginan dimas langsung mengambil posisi, kini mereka berdua sudah tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun dengan Vera yang ada di pisisi atas tubuh dimas.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Orang itu juga memvideo adegan suami istri yang mereka lakukan di sofa ruang tamu kontrakan. Orang itu tersenyum dengan apa yang dia dapatkan, Boss nya pasti akan senang melihat Video ini, orang itu adalah suruhan aina yang aina suruh untuk mengikuti kemanapun dimas pergi.


*****

__ADS_1


Aina saat ini ada di cafe, Aina datang ke cafe dari jam sebelas siang tadi. Aina menemui Ida orang kepercayaan dimas di cafe.


" Ida keruangan bapak sekarang!!" Pinta Aina dengan serius.


Ida yang mendapati kedatangan Aina pun terkejut, pasal nya dimas sendiri tidak ada di cafe. Tetapi Ida tetap mengikuti perintah Aina.


" Duduk" Seru Aina dengan tegas.


" Tolong kamu katakan sejujur nya, apa bapak sering tidak datang ke cafe seperti ini" Tanya Aina menatap tajam ke arah Ida.


Ida bingung harus menjawab apa, kalau dia jujur dia takut di pecat dimas. Kalau dia tidak jujur sama saja dia menyakiti hati Aina padahal Aina sudah baik banget kepada nya.


" Jawab Da, kamu tidak perlu takut. Aku tidak akan marah asalkan kamu bicara jujur" Aina menurunka intonsi bicara nya, dia tahu kalau saat ini ida sedang ketakutan.


" Maaf bu, aku takut di pecat pak dimas. Semua karyawan diancam pak dimas akan di pecat jika ketahuan mengadu kepada ibu" Jawab jujur ida sambil menunduk karena takut.


" Kalian tidak akan di pecat, mas dimas tidak berhak memecat kalian karena cafe ini punya ku dan mas dimas hanya mengelola nya saja" Ucap Aina membuat kelegaan di hati Ida.


" Jadi sudah dua bulan ini mas dimas jarang datang ke cafe, dan datang hanya sebentar terus pergi dan datang lagi saat menjelang sore?" Tanya Aina mengambil kesimpulan.


" Iya bu, dan wanita yang sering datang dengan bapak itu pun suka berlaku semena-mena bu. Dia suka mengatur-ngatur kami seperti babu nya saja. Tidak segan-segan memarahi kami jika menurut nya kami melakukan kesalahan" Ucap ida mengungkapkan kekesalan nya yang terpendam.


" Kurangajar... Sekarang soal keuangan jangan kamu transfer semua kepada suami saya, transfer saja 10% hasil cafe ke rekening bapak. Sisa nya transfer ke rekening ku,nanti nomer rekening nya aku kirim ke kamu. " Ucap Aina.


" Iya bu, tapi kalau bapak marah bagaimana bu? " tanya ida dengan ragu.


" Tenang saja kamu tidak perlu takut, itu akan jadi urusan ku. Sekarang kamu boleh kembali bekerja lagi. Terimakasih atas kerja sama nya Da" Ucap Aina tetap mengucapkan terimakasih.


Ida pun keluar dari ruangan Aina dengan perasaan yang lega karena tidak perlu melakukan kebohongan lagi.


Di tempat lain orang suruhan Aina tersenyum dengan apa yang dia dapatkan, dia langsung menghubungi Aina dan meminta nya untuk ketemuan di tempat yang sudah di janjikan.


[ Hallo pram, apa kamu mendapatkan sesuatu?]

__ADS_1


[ Saya mempunyai bukti perselingkuhan suami anda Non, lebih baik kita ketemu di tempat kemarin]


[ Baik aku segera kesana]


Setelah sambungan telepon terputus Aina langsung meluncur ke tempat yang sudah di janjikan. Menempuh perjalan sekitar 25 menit mobil Aina sudah memasuki rumah makan lesehan yang ada di pinggir kota.


" Apa yang kamu dapatkan?" Tanya Aina yang sudah tidak sabar lagi.


Pram langsung menybungkan flashdisk ke lapto nya lalu mengarah kan layar laptop kepads Aina.


Aina pun mengikuti arahan dari pram, Aina mulai menonton Video yang ada dalam laptop pram. Aina syok dan meneteskan air mata saat adegan tak senonoh itu mulai di putar. Aina menyudahi nya dengan meminta pram mematikan laptop nya.


" Nona anda pasti kuat, lelaki seperti itu tidak seharus nya anda tangisi." Ucap pram menenangkan hati Aina.


" Terimakasih pram, tolong kamu kirim video itu ke ponsel saya" Ucap Aina sambil menyeka air matanya.


" Tidak perlu Non, ini semua nya sudah saya pindahkan ke dalam flashdisk ini. Anda pegang satu saya juga pegang satu. Jika nanti suami anda menghancurkan flashdisk ini, anda masih punya bukti yang saya pegang ini" Ucap pram menjelaskan.


" Oh iya baiklah, ini bayaran mu pram sekali lagi terimakasih. Nanti jika aku butuh bantuan mu aku akan menghubungi mu" Ucap Aina sambil memberikan amplob warna coklat ke pada pram.


" Terimakasih Non, kalau begitu saya permisi" Seru pram lalu pergi meninggalkan Aina.


Aina masih tidak menyangka dengan apa yang barusan dia lihat, ternyata suami nya sudah berkhianat bahkan sudah menikah lagi dengan wanita lain. Aina secepatnya akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama, bukti-bukti perselingkuhan sudah Aina dapatkan.


" Kamu akan merasakan akibat dari perbuatan mu mas, Kamu salah jika menganggap ku akan diam saja setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap ku" Gumam Aina dengan pelan sambil mengepalkan tamgan nya.


" Secepat nya surat gugatan perceraian akan sampai di tangan mu, dan saat itu juga kamu sudah kehilangan semuanya" Gumam Aina dengan senyum kecil di sudut bibir nya.


*****


Hari ini Athour sudah up tiga bab, jangan lupa tinggalkan Like dan Komen nya. Vote, dan klik favorite dan hadiah nya. Biar Author makin semangat up nya..


Terimakasih, dan selamat membaca 🙏❤🥰

__ADS_1


__ADS_2