Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Melani semakin berani


__ADS_3

Pagi ini Melani dan Hendra sudah mulai masuk kerja, para petinggi perusahaan sudah tahu soal pernikahan melani dan hendra. Para ketua devisi pun sudah pada tahu, melani memang sengaja mengundang kepala devisi masing-masing devisi untuk menghadiri pernikahan nya. Biar pun para staff dan karyawan yang lain tidak tahu soal pernikahan melani dan hendra, setidak nya para petinggi perusahaan dan para kepala devisi mengetahui nya.


" Mas, semalam kita kan gak jadi belanja bahan makanan. Jadi pagi ini kita sarapan di kantor saja ya mas. Maaf bukan berarti aku tidak mau memasak untuk mu, tapi memang bahan makanan nya kita belum beli" Melani berucap sambil menangkupkan ke dua tangan nya, karena dia tidak enak dengan sang suami.


Hendra yang melihat tingkah melani justru tersenyum, menurut hendra melani terlihat imut dan lucu.


" Iya sayang, mas gak marah kok. Ya sudah yuk kita berangkat, nanti kalau mas terlambat big Boss bisa marah. Mas kan takut kalau big boss marah , nanti jatah mas bisa berkurang" Hendra berucap sambil melirik senyum ke arah melani.


" Awwww.. Aduhhh sakit sayang" Hendra mengaduh karena pinggang nya di cubit melani.


" Syukurin" Gerutu melani sambil berjalan mendahuli sang suami.


Pasangan suami istri itu pun menuruni tangga dan sudah bersiap berangkat ke kantor.


" Kalian sudah mau berangkat kerja?" Tanya ibu marni heran melihat penampilan melani.


" Iya bu " Jawab hendra dan melani bersamaan.


" Kok sudah mau berangkat? Mel, kenapa kamu tidak memasak sarapan untuk kami? Suami mu kan perlu sarapan juga" Seru ibu marni menatap jengah kearah melani.


" Bu aku buru-buru , aku tadi cuma beresin dapur sama nyapu saja bu, maaf aku juga belum sempat ngepel. Nanti tolong ibu atau hasni saja ya yang ngepel. Aku sama mas hendra nanti sarapan di kantor saja. Sarapan ibu masak sendiri saja ya" Jawab melani sambil melenggang ke luar rumah.


" Oh iya tadi pakaian di belakang tidak aku cuci, aku cuma mencuci pakaian punya ku dan punya mas hendra saja" Tambah melani dengan senyum manis nya.


" Tidak bisa begitu dong, kamu kan disini menantu seharus nya bisa mengurus semua pekerjaan rumah dan memasak juga. Ini kok enak banget, kamu sudah seperti ratu saja tinggal disini " Ibu marni tidak terima dengan jawaban melani.


Hendra dan melani menghentikan langkah kaki nya lalu membalikkan badan nya secara bersamaan.


" Maaf bu, bukan nya saya tidak mau masak. Tapi ibu lihat sendirikan di dapur tidak ada bahan makanan, terus aku harus masak apa? Ibu kalau mau sarapan beli saja dulu" Ucap melani dengan lembut.


" Lagi pula ibu juga sudah hendra kasih uang bulanan lebih dari cukup, bahkan itu separuh dari gaji hendra. Tapi bahan makanan saja ibu tidak mau beli. Lima juta itu sudah besar loh bu untuk biaya makan sehari-hari, listrik dan tagihan air tetap hendra yang bayar. Sudah bu hendra sama melani berangkat kerja dulu. " Ucap hendra lalu keluar dan naik ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Sepeninggalan hendra dan melani ibu lasmini marah dan menggerutu sendiri. Dia semakin yakin bahwa melani sudah mempengaruhi hendra, sehingga hendra tadi bisa bicara seperti itu.


" Dasar menantu tidak tahu diri!! disini sudah numpang tapi bersikap semau nya. Memang dikira dia itu ratu " Gerutu ibu marni sambil melemparkan-lemparkan bantal kursi.


" Kenapa lagi si bu pagi-pagi sudah marah?" Tanya dimas yang tiba-tiba masuk dari arah depan.


" Hendra sudah berani melawan ibu Dim, ini pasti karena pengaruh melani sialan itu. Ibu tidak tahan tinggal seatap dengan wanita itu, bisa gila ibu dim!" Seru ibu marni mengadu kepada dimas.


" Mau bagaimana lagi bu, melani itu istri hendra sudah pasti dia tinggal disini juga. Sudahlah bu yang penting uang bulanan dari hendra masih lancar" Ucap dimas mencoba menenangkan sang ibu yang sedang marah.


" Iya tapi kalau begini terus ibu tidak terima dim, ada menantu tapi percuma. Mencuci pakaian ibu dan hasni pun masih ibu yang mencucinya.


Dimas mendengus kesal mendengar cerita sang ibu, seharus nya melani bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tah dia ini menantu yang tinggal secara gratis di rumah ibu nya.


" Nanti dimas akan bicara dengan hendra, biar kebuka pikiran anak itu. Seenak nya saja dia memperlakukan ibu ku seperti ini" Ucap dimas menenangkan sang ibu.


Ibu lasmini mengiyakan ucapan dimas, biasa nya jika dimas yang bicara hendra akan selalu mengalah seperti yang sudah-sudah.


" Hasni dimana bu?" Tanya dimas mencari keberadaan adik manja nya itu.


" Ibu belum sarapan kan? biar dimas belikan sarapan di depan sana. Ibu mau sarapan apa?" Tanya dimas.


" Ibu mau nasi uduk komplit pakai ayam goreng juga, hasni juga belikan yang sama." Ucap ibu marni.


" Ya sudah dimas beli dulu mana uang nya? " Tanya dimas menengadahkan tangan nya di depan sang ibu.


" Ibu kira kamu yang mau bayarin, ternyata tetap saja ibu. " Ucap ibu marni sambil memberikan uang lima puluh ribu kepada dimas.


Setelah menerima uang dari ibu nya dimas pergi keluar rumah untuk membelikan ibu nya sarapan.


*****

__ADS_1


#Perusahaan Global property


Hendra dan melani sampai di depan lobby perusahaan tempat mereka bekerja. Setelah memarkirkan mobil nya hendra dan melani memasuki lobby perusahaan secara bersamaan.


Ada beberapa karyawan yang menyapa kedatangan sang ibu di rektur. Salah saru nya Raya sekretaris Melani.


" Pagi ibu Melani, pak Hendra" Sapa raya saat bertemu di lobby perusahaan.


" Pagi juga Ray" Melani yang menjawab sapaan Raya, hendra hanya menganggukkan kepala nya sambil menyungingkan senyum ramah nya.


Karyawan yang baru datang pun banyak yang menyapa sang ibu direktur, ada beberapa dari mereka juga yang berbisik-bisik.


" Tadi aku lihat ibu melani turun dari mobil nya hendra, apa mereka berangkat bareng ya?" Ucap karyawan A yang baru saja masuk lobby.


" Ehh yang benar? Tapi iya juga si, soalnya tadi mereka masuk ke lobby pun bersamaan" Seru karyawan B yang baru saja mendekat.


Saat ini melani dan hendra sudah berada di kantin perusahaan untuk sarapan.


" Udah deh tidak usah gosip, ini masih pagi say. Kalau si ibu boss tahu kalian membicarakan nya, bisa tamat riwayat kalian. Eike jamin kalian bakal di pecat." Seru karyawan lelaki yang gemulay bicara dengan ciri khas nya.


Karyawan yang sedang bergosip itu pun terdiam, ternyata omongan si gemulay di ada benar nya juga.


" Sudah sana kalian pada masuk, buat apa ngumpul di sini. Gak malu apa sama ibu melani, beliau sudah masuk dari tadi kalian malah masih disini bergosip tidak jelas" Seru Yuna sang resepsionis mengusir para karyawan yang sedang bergosip.


Setelah mendapat usiran dari Yuna semua karyawan berhambur masuk kedalam menuju meja dan ruangan nya masing-masing.


Jam dimulai nya pekerjaan pun sudah ber bunyi, tepat jam delapan pagi sirena jam kantor berbunyi. Itu artinya semua karyawan sudah harus berada di ruang kerja nya masing-masing.


Heheee sudah seperti anak sekolah yang mau ujian ya? Perusahaan melani memang menerapkan kedisiplinan yang ketat, biar para karyawan nya menghargai waktu dengan baik.


*****

__ADS_1


Tetap dukung karya Author ya kak, jangan bosan-bosan baca novel ku ini.


Terimakasih.


__ADS_2