
Perdebatan sengit keluarga Hendra pun terus berlangsung. Akhirnya Hendra tidak ada cara lain selain mengancam keluarga nya dengan uang.
" Baiklah kalau kalian tidak menyetujui aku menikah dengan Melani, tidak masalah !! Aku bisa menikah tanpa restu dari kalian, dan aku akan berhenti memberi ibu dan hasni uang" Ucap hendra sedikit mengancam yang sebenarnya hanya untuk menggertak keluarga nya.
" Jangan gitu dong Ndra, gak bisa gitu. Kamu ini anak yang sudah saya besarkan dengan penuh kasih sayang tapi kenapa kamu tidak mau nurut sama ibu" Seru ibu marni dengan terisak, air mata palsu.
" Aku merasakan kasih sayang ibu dari mana? yang ada ibu hanya mengurus ku saat ada ayah dirumah, selebih nya ibu serahkan semua nya ke pengasuh. Sudahlah bu jangan menambah masalah lagi,terserah kalian yang pasti apa yang hendra katakan tadi bukan hanya sekedar gertakan" Ucap hendra dengan serius.
Aina sangat mendukung apa yang di bilang Hendra, sesekali Ibu marni memang harus di bantah. Bukan berarti tidak sopan kepada mertua, tapi bu marni ini memang sudah keterlaluan.
" Mbak dukung apa pun yang kamu lakukan Ndra, kalau perlu bantuan, bilang sama mbak. Mbak siap kapan pun bantu kamu" Ucap Aina sambil melirik ke arah Dimas. Wajah dimas terlihat sangat tidak enak, Aina tahu suami nya tidak setuju dengan apa yang dia ucapkan.
" Terimakasih mbak, Minggu besok Hendra akan melamar Melani. Hendra harap mbak Aina bisa ikut, biarkan yang lain kalau tidak mau ikut. Kita berangkat sama Pak De Yono juga mbak" Ucap Hendra tetap dengan keputusan nya.
Pak De Yono adalah kakak dari almarhum ibu nya Hendra, pak De yono sangat menyayangi Hendra. Hendra sudah menganggap pak de yono seperti ayah nya sendiri.
" Baiklah ibu menyetujui kamu menikahi Melani, begitupun Hasni dan Dimas" Ucap bu marni dengan senyum yang di paksakan.
Hendra tahu ibu nya pasti terpaksa menyetujui nya karena ancaman nya tadi. Hendra sudah paham dengan sifat ibu nya.
Dimas dan Hasni pun terpaksa mengiyakan ucapan ibu nya. Hasni sangat takut jika Hendra menikah dengan melani uang bulanan nya akan berkurang banyak, secara yang hasni tahu melani hanya resepsionis sudah pasti gaji nya sedikit. Jika hendra menikah dengan orang kaya mereka berfikir hendra tidak perlu memberi nafkah istri nya. Karena istri nya orang kaya.
" Tapi walaupun kamu sudah menikah tetap jangan lupa tanggung jawab mu untuk ibu dan hasni" Ucap dimas.
" Mas tenang saja, aku tahu mana yang wajib dan tidak wajib. Aku akan tetap menafkahi ibu dan hasni. Sebenarnya mas dimas yang lebih wajib menafkahi ibu karena mas anak kandung ibu. Tapi tak apa sebagai bakti ku sama ibu, hendra akan tetap menafkahi ibu" Ucap hendra membuat Dimas diam.
" Satu lagi yang ingin hendra katakan soal status melani. Melani adalah seorang janda." Ucap Hendra membuat syock semua orang yang ada di situ. Termasuk sang kakak ipar, Aina.
" Apa-apaan kamu ndra mau menikahi seorang janda" Bentak ibu marni tak setuju.
__ADS_1
" Ndra, kayak tidak ada yang masih gadis saja" Dimas pun tidak menyetujui.
" Mas Hendra ini sudah mapan, tampan dan postur tubuh pun mendukung, tapi kenapa harus janda si mas?" Tambah hasni tidak setuju.
" Apa pun status melani aku tidak perduli, aku tetap akan menikahi nya. Terserah kalian setuju apa tidak" Ucap Hendra mulai geram.
" Mbak setuju, apapun status melani kalau memang sudah jodoh ya mau gimana lagi. Sebenarnya mbak lebih bahagia kamu menikah dengan yang single atau gadis, tapi semua kembali sama jodoh " Tambah Aina mengungkapkan keinginan nya.
" Terimakasih mbak" Jawab hendra singkat.
Akhirnya keluarga Hendra menyetujui Hendra menikahi Melani, meskipun harus terpaksa karena ancaman dari Hendra. Tapi status janda masih belum di terima oleh ibu marni dan ke dua anak nya. Tapi Mereka mencoba menutupi ketidak setujuan nya, daripada uang bulanan melayang jadi lebih baik pura-pura setuju.
Hari minggu besok tepat nya 4 hari dari sekarang keluarga hendra akan melamar melani, Hendra akan segera memberi kabar melani agar melani mengabari orang tua nya.
*****
Hari ini Hendra ingin membicarakan soal dirinya yang akan melamar nya. Hendra juga hari ini akan mengajak Melani mencari cincin untuk melamar nya nanti.
" Kabar apa mas?" Tanya melani saat sedang asik mengunyak makanan nya.
" Hari minggu aku akan datang menemui orang tua mu untuk melamar mu" Jawab hendra menghentikan acara makan nya.
Melani kaget dengan apa yang hendra ucap kan, apakah secapat ini hendra akan melamar nya secara resmi.
" Mas yakin keluarga mas menyetujui mas menikahi ku" Tanya melani ragu.
Akhirnya Hendra menceritakan bagaimana semalam dia berdebat sengit dengan keluarga nya. Hendra sengaja menceritakan semua nya, supaya melani tahu yang sebenarnya dan melani bisa memaklumi jila suatu saat keluarga nya akan bersikap tidak ramah sama Melani.
Huffttt
__ADS_1
" Terimakasih mas sudah memperjuangkan aku, baiklah aku akan kabari Ayah dan Ibu soal kedatangan keluarga mu" Ucap Melani penuh haru.
" Nanti hari sabtu pagi mas antar kamu pulang ke desa, mas tidak mau kamu mengendarai mobil sendiri" Seru hendra menghawatirkan melani.
" Tidak usah mas, aku sudah biasa menyetir sendiri. Aku tidak mau mas kecapean, sabtu harus mengantar ku setelah itu minggu juga harus datang lagi. Mas persiapkan diri mas dan istirahat. Nanti Aku biar pergi sendiri, nanti aku minta temani sahabat ku" Ucap melani menolak Hendra dengan halus.
" Baiklah kalau begitu. Oh iya sepulang kerja nanti kita cari cincin untuk acara hari minggu besok" Ucap hendra sambil mengakhiri makan nya, karena memang piring nya sudah kosong.
" Iya mas" Jawab singkat melani.
Banyak pasang mata yang melihat ke arah meja Melani dan Hendra. Mereka mulai berbisik-bisik soal melani dan hendra.
" Ehh liat tuh anak baru itu semakin dekat saja dengan Bu Melani" Ucap karyawan A.
" Iya si apa jangan-jangan mereka pacaran. Yang aku dengar bu melani si sudah cerai 6 bulan yang lalu. Tapi bukan nya anak itu baru 2 bulan kerja disini" Ucap karyawan B.
" Tapi sepertinya memang mereka sudah kenal sebelum anak baru itu kerja disini. Benar bu melani memang sudah cerai karena suami nya selingkuh dan menikah diam-diam" Ucap karyawan C.
" Haahh.. Bu melani yang kaya raya dan cantik seperti itu saja di selingkuhi. Padahal ibu melani itu baik dan penurut, buktinya selama menikah dia tidak ke kantor. Baru setelah bercerai beliau aktif di kantor" Tambah karyawan A sambil meminum jus mangga nya.
" Sudah jangan bergosip terus, kedengeran bu melani bau tahu rasa kalian" Ucap karyawan D seorang lelaki yang sedikit melambai.
Para karyawan itu pun tertawa melihat gaya bicara karyawan lelaki yang melambai itu. Biarpun selalu di ejek oleh teman-teman nya, karyawan melambai itu tidak pernah marah ataupun sakit hati. Justru dia merasa itu bentuk kasih sayang dari para teman-teman nya.
Dasar lelaki aneh !!
*****
Sudah up dua bab ya kak, semoga kalian semua suka dengan karya ku ini.
__ADS_1
Terimakasih 🙏