Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Tawaran kerja


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Pagi hari Dimas sudah bersiap pergi ke kios nya, sebelum berangkat dimas ke rumah pak Rt terlebih dahulu untuk mengambil kue yang akan dia jual di kios. Untuk kue basah isian dimas memang mengambil tiap hari, agar semua nya baru dan fresh.


Saat di perjalanan dimas tidak sengaja bertemu kembali dengan mira. Dia melihat mira berdiri di pinggir jalan , mira terlihat seperti sedang menangis. Dimas pun menghentikan motor nya dan menghampiri mira.


" Mbak mira? Mbak ngapain disini?" Tanya dimas saat mendekat ke arah mira.


Mira memandang ke arah dimas sebentar, lalu membuang muka ke arah lain.


" Saya lagi nunggu taksi, oh iya terimakasih untuk yang kemarin. " Seru Mira.


Tadi memamg mira satu mobil dengan sang suami, dia akan ikut suami nya ke kantor. Tetapi saat di tengah perjalanan Mira dan suami nya ribut sehingga sang suami menurunkan mira dipinggir jalan.


" Kamu jualan kue?" Tanya mira sambil melihat motor dimas yang membawa gerobak isi kue.


" Iya mbak, kalau begitu saya permisi." pamit dimas lalu menjalankan motor nya kembali.


Mira menatap kepergian dimas.


* Kalau di lihat-lihat dimas itu lumayan, tapi kok mau ya dia jadi tukang kue gitu* Gumam mira sambil menatap kepergian dimas yang semakin jauh.


Sementara itu dimas sudah sampai di kios nya, lalu dimas membuka kios dan membersih kan kios nya serta menyusun kue yang baru saja dia bawa.


" Baru buka ya mas?" Tanya seorang pelanggan dimas yang datang untuk membeli kue.


" Eh ibu rahayu. Iya bu, baru buka. Ibu mau cari kue seperti biasa ya?" Ucap dimas dengan senyum ramah nya.


" Iya mas, oh iya mas untuk lusa saya pesan kue yang isi coklat dan kacang hijau nya 500 ribu. Bisa langsung antar kerumah saya kan mas?" Ucap ibu Rahayu membuat dimas mengucap syukur.


" Alhamdulillah, bisa bu bisa. Kalau boleh tahu mau ada acara apa bu, pesan kue sebanyak itu?" Tanya dimas ingin tahu.


" Mau syukuran khitanan anak mas. Oh iya acara nya sore ya mas, nanti mas antar nya siang tidak apa-apa. Dan ini uang nya saya bayar lunas ya mas." Ucap ibu Rahayu sambil menyerahkan uang sebanyak 500 ribu kepada dimas.


Dengan penuh syukur dan bahagia dimas menerima uang dari ibu Rahayu.


" Baik bu, terimakasih" Jawab dimas sambil menerima uang dari ibu rahayu.

__ADS_1


Ibu rahayu pun memilih kue seperti biasa setiap hari dia akan membeli kue sebanyak 10 biji. Ke dua anak ibu rahayu sangat menyukai kue yang di jual dimas. Setelah membayar kue yang di beli nya ibu rahayu pun pergi meninggalkan kios dimas.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Sepulang dari kantor Hendra berencana mendatangi kontrakan kakak nya, Dimas.


Dimas ingin menawarkan pekerjaan kepada dimas, sudah pasti atas persetujuan melani terlebih dahulu.


Tepat jam lima sore mobil hendra sampai di depan rumah kontrakan dimas. Dari dalam rumah dimas melihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan kontrakan nya pun melihat dari jendela siapa yang datang.


Saat mengetahui hendra lah yang datang, bergegas dimas membuka kan pintu.


" Assalamualaikum mas" Sapa hendra saar dimas sudah membukakan pintu.


" Waalaikum salam,masuk Ndra" Seru dimas tersenyum ramah kepada adik nya.


Hendra pun masuk kedalam rumah kontrakan hendra lalu duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu.


" Tumben kamu main kesini Ndra? pasti baru pulang dari kantor ya ? Oh iya hampir lupa, kamu mau minum apa?" Tanya dimas yang begitu bahagia karena kedatangan sang adik.


Wajah Hendra terlihat sangat lelah, sudah di pastikan saat ini hendra memang sedang sangatlah capek.


" Mas tidak mau kembali tinggal bersama ibu?" Tanya hendra mulai membuka pertanyaan nya.


" Mas masih nyaman tinggal disini, nanti kalau mas sudah tidak nyaman pasti mas tinggal dirumah ibu" Jawab dimas menolak dengan halus pertanyaan dari hendra.


Hendra sangat paham dengan karakter sang kakak,dimas jika punya keinginan tidak bisa di cegah.


" Oh iya mas, bagaimana kalau mas dimas ikut bergabung di perusahaan melani. Ada posisi kosong di perusahaan sebagai staff pemasaran, melani menawarkan posisi itu untuk mas dimas. Apakah mas dimas mau ikut bergabung?" Tanya hendra lagi.


Dimas menghela nafas dengan berat, sebenarnya tawaran hendra cukuplah bagus. Dia bisa merubah kehidupan nya dengan bekerja di Perusahaan Global property yang gaji nya pun cukup lumayan besar. Tetapi dimas tidak ada pengalaman sama sekali, dia tidak mau membuat hendra ataupun melani malu karena memperkerjakan kakak yang tidak punya pengalaman.


" Maaf Ndra, mas bukan nya menolak. Kamu tahu sendiri ksn mas tidak punya pengalaman sama sekali kerja kantoran. Mas lebih memilih usaha yang sesuai kemampuan mas saja" Dimas tetap menolak tawaran dari hendra.


" Mas nanti bisa belajar dulu, ada aku dan melani yg bisa mengajari mas dimas. Mas bisa bertanya kepada rekan kerja mas juga" Ucap hendra menyakinkan dimas.


" Terimakasih Ndra, tapi mas tidak tertarik kerja di kantoran" Tolak dimas membuat hendra terdiam.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari dimas membuat hendra ingin segera pulang, dia tidak mau memaksa kakak nya. Setelah obrolan selesai hendra langsung berpamitan.


* Terimakasih atas kebaikan mu Ndra, maaf aku tidak menerima semua nya. Aku malu dengan kalian, biarlah aku hidup dengan begini* Gumam dimas sambil memandang kepergian hendra.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Di tempat lain di sebuah desa tempat vera tinggal, vera sedang diam termenung. Terkadang dia ingat tentang dimas dan anak nya, terkadang dia tertawa dan menangis sendiri. Sampai sekarang Vera masih saja tetap belum sembuh keadaan nya masih seperti saat di jemput orang tua nya.


" Pak bagaimanana dengan nasib anak kita Vera, mau sampai kapan dia seperti itu? Ibu kasihan pak dengan anak kita" Seru ibu wati dengan mimik muka sedih.


" Bapak juga tidak tahu bu , bapak sudah berusaha yang terbaik untuk anak kita, tapi Vera seperti tidak ada keinginan untuk sembuh bu. Bapak juga sudah mencari Gunawan agar dia mau menemui Vera, tapi bapak juga belum menemukan nya" Ucap pak susilo juga dengan wajah sedih nya.


" Iya pak kita harus mencari Gunawan agar dia bisa menemui Vera, siapa tahu dengan kehadiran gunawan akan membantu penyembuhan Vera. Lagi pula gunawan juga sekarang sudah menduda, istri nya meninggal 1 tahun yang lalu" Seru ibu wati.


Gunawan adalah mantan pacar Vera yang dulu meninggalkan Vera karena menikah dengan wanita pilihan orang tua nya. Namun saat ini istri Gunawan sudah meninggal karena insiden kecelakaan motor , jadi orang tua Vera mencoba mencari keberadaan gunawan untuk membantu menyembuhkan vera.


" Bapak besok akan mencoba mencari alamat Gunawan di tempat kerja nya yang lama, siapa tahu di sana ada yang tahu alamat nya Gunawan. Bapak sangat berharap Gunawan bisa membantu menyembuhkan Vera bu, bapak tidak tahu lagi harus bagaimana. Tabungan kita juga sudah terkuras untuk pengobatan Vera, harapan satu-satu nya ada pada Gunawan" Seru pak susilo dengan mata berkaca-kaca.


" Iya pak harapan kita hanya ada pada Gunawan, semoga secepat nya kita bisa menemukan gunawan. " Seru bu wati .


" Aamiin" Pak susilo mengamin kan ucapan istri nya.


Pak susilo dan istri nya menatap sedih ke arah Vera yang sedang duduk sambil berbicara sendiri di dalam kamar nya.


Harapan orang tua adalah melihat anak-anak nya hidup sehat dan bahagia dengan pasangan nya. Begitupun yang di harapkan oleh pak susilo dan bu wati.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


*********


***Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, dengan cara tinggalkan Like, Komen, Vote, Klik Favorite dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ❤❤


Jangan Lupa Berikan Rate Bintang 5 nya 🙏❤❤


TERIMAKASIH ❤🙏***

__ADS_1


__ADS_2