Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Istri, mantan istri


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Dimas dan nabila menjalani hari-hari nya dengan bahagia, kini nabila di sibukkan dengan kegiatan baru nya sebagai ibu rumah tangga. Nabila sangat menyayangi tama seperti anak nya sendiri.


Hari ini genap satu minggu usia pernikahan dimas dan nabila, hari ini dimas di kejutkan dengan kedatangan Aina dan Fadli ke rumah nya.


Aina dan Fadli sengaja datang ke rumah ibu marni karena hanya ingin mengucapkan ucapan selamat kepada nabila dan dimas. Aina juga membawa kado sebagai hadiah pernikahan nya, saat acara pernikahan mereka tidak bisa hadir karena ada acara seminar dari rumah sakit.


" Maaf ya Dim , kami tidak bisa datang saat acara pernikahan kalian. Hari itu berbarengan dengan seminar ke luar kota dan Aina juga saya ajak serta kan karena saya tidak tenang meninggalkan Aina sendirian dengan kondisi hamil" Ucap fadli menjelaskan alasan mereka tidak bisa datang ke acara pernikahan dimas.


" Tidak apa-apa pak dokter , ini saya berterimakasih atas hadiah nya. Repot-repot sampai bawa hadiah segala" Jawab dimas terlihat tidak enak hati.


" Jangan panggil saya pak dokter dong, panggil Fadli saja seperti saya memanggil kamu. Jika panggil nama kan terlihat lebih akrab" Seru fadli dengan senyum ramah nya.


Aina dan nabila hanya menyimak perbincangan antara para suami nya. Sebenarnya nabila malu harus ikut bergabung, karena dia merasa sangat jauh berbeda dengan Aina. Dia berfikir mantan istri dimas adalah seorang dokter sedangkan diri nya hanya tamatan SMA dan tidak punya pengalaman apa-apa.


Aina mencoba mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol Nabila.


" Mbak Nabila kok melamun saja, apa ada yang sedang di fikirkan?" Tanya aina mengagetkan lamunan nabila.


" Eh tidak mbak, oh iya silahkan diminum mbak teh dan kue nya" Seru nabila sambil menunjuk teh yang terhidang di meja.


Aina tersenyum dan membalas dengan anggukan pelan lalu mengambil sepotong kue brownis dan memakan nya.


" Wah kue ini enak sekali, ini mbak nabila yang bikin?" Tanya aina sambil menikmati kue brownis nya.


" Iya Aina, ini kue semua nabila yang buat. Dia memang pintar bikin kue, sama seperti kamu. Dulu hampir tiap minggu kamu buat kue sama ibu. " Ibu marni yang menjawab pertanyaan Aina.


Aina kurang suka dengan jawaban ibu marni, namun dia menyembunyikan nya dia tidak mau merusak suasana. Beruntung dimas dan suami nya sedang fokus dengan pembahasan mereka. Aina hanya tidak suka ibu marni membicarakan hal-hal tentang masa lalu nya walaupun hanya secuil pun, Aina juga tidak mau menyakiti perasaan nabila.


" Oh iya bu mana Tama?" Tanya Aina mengalihkan pembicaraan.


" Dia sama hasni, tadi di ajak jalan-jalan mumpung hari libur dan hasni libur juga. Itu gadis seneng banget kalau suruh bawa keponakan nya jalan-jalan" Terang ibu marni.


" Mbak Aina sudah hamil berapa bulan?" Tanya Nabila yang mengetahui kabar kehamilan aina dari ibu marni beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


" Alhamdulillah sudah masuk tiga bulan" Jawab Aina.


Tiba-tiba dari arah depan ada suara deru mobil berhenti tepat di halaman rumah. Sepertinya ada tamu yang mendatangi rumah ini.


" Assalamualaikum" Sapa tamu dari luar


" Waalaikumsalam" Jawab semua serempak dari dalam rumah.


Semua pandangan mata mengarah ke pintu depan, dimana ada sepasang suami istri yang datang dengan menenteng mainan anak-anak di tangan nya.


" Vera" Lirih aina saat mengetahui jika vera lah yang saat ini datang bertamu di rumah mantan ibu mertuanya.


Fadli dan Nabila hanya terdiam melihat kedatangan sepasang tamu itu, pasal nya fadli dan nabila memang belum pernah bertemu dengan vera.


*******


Vera duduk tidak jauh dari Aina, pandangan mata nya melirik ke arah Aina. Dia sangat ini meminta maaf kepada Aina namun dia urungkan karena tidak mau merusak suasana kekeluargaan.


Ini pertemua pertama Aina dan Vera setelah Aina resmi bercerai dengan Dimas.


" Aina, sudah lama?" Tanya vera yang memulai membuka suara nya.


" Sudah hampir satu jam" Jawab aina dengan nada sedikit ketus.


Tidak di pungkuri masih ada rasa sakit saat bertemu dengan Vera bahkan duduk di satu ruangan yang sama. Kata-kata hinaan dari vera masih terngiang di telinga Aina.


" Oh iya Nabila, kenalkan ini Vera. Dia ibu kandung nya tama dan yang di sebelah nya itu Gunawan, suami Vera" Seru ibu marni memperkenalkan Vera dan Gunawan.


" Saya Nabila istri nya mas Dimas, senang bisa berkenalan dengan mbak Vera" Seru nabila sambil menganggukkan kepala nya.


Sebenarnya nabila kaget saat ibu marni memperkenalkan Vera sebagai ibu kandung nya nya Tama. Yang membuat nya semakin terkejut adalah kini ke dua mantan istri dimas ada di depan mata nya.


" Istri, dan mantan istri mas dimas sedang berkumpul!" Seru hasni yang datang secara tiba-tiba mengagetkan mereka semua.


Dengan refleks hasni menutup mulut nya yang sudah berbicara tidak memandang situasi. Sedangkan tama masih tetap dalam gendongan nya.

__ADS_1


Vera berjalan mendekati hasni lalu mengambil tama dalam gendongan Hasni , lalu menciumi pipi tama. Sepertinya Vera sangat merindukan anak nya.


" Maaf, sepertinya kami harus permisi duluan karena kami ada acara lain. Nanti kapan-kapan kami akan mampir lagi " Seru fadli berpamitan. Fadli melihat istri nya yang sudah merasa tidak nyaman berada di sana akhirnya memilih untuk segera pulang.


" Yah mbak Aina baru juga hasni masuk, masak sudah mau pamit juga" Ucap hasni pura-pura cemberut.


Aina pun bangkit dari tempat duduk nya lalu memeluk hasni si gadis manja yang kini sudah terlihat semakin mandiri.


" Mbak sudah dari tadi di sini, salah siapa kamu pergi. Besok-besok kamu mainlah ke rumah mbak, jarak dari sini kan tidak jauh cuma lima belas menit sampai " Seru Aina sambil melepaskan pelukan nya.


Bukan nya hasni tidak mau main kerumah Aina, hati hasni masih terpaut dengan fadli sehingga dia tidak mau ke rumah Aina yang artinya akan ketemu dengan fadli. Hasni tidak mau jika Aina mengetahui kalau dirinya menyukai fadli. Perasaan suka hasni kepada fadli entah suka karena menyayangi atau hanya sebatas kagum saja, hasni pun tidak bisa membedakan nya.


" Iya nanti Hasni kapan-kapan main kerumah mbak " Ucap Hasni sambil melirik ke arah fadli, namun semua nya tidak menyadari nya.


* Bagaimana jika mbak aina tahu tentang isi hati ku untuk suami nya, dia pasti akan membenci ku. Aku tidak tahu perasaan apa ini, aku tidak mau di bilang wanita tidak tahu diri menyukai suami orang. Bahkan jika sebutan pelakor itu ada pada diri ku, aku benar-benar malu. Mbak Aina itu sudah aku anggap kakak ku sendiri, berarti mas fadli pun kakak ku juga. Ya Allah buanglah rasa ini dari dalam hati ku* Gumam hasni dalam diri nya.


Pada dasar nya mencintai dan mengagumi seseorang itu tidak ada salah nya. Yang salah itu jika mencintai seseorang yang sudah beristri atau pun bersuami. Cinta memang tidak memandang kasta, dan cinta juga tidak tahu kapan datang nya. Namun jangan sekali pun mencintai seseorang yang sudah beristri ataupun bersuami.


" Kami permisi, Assalamualaikum" Seru fadli dan Aina.


" Waalaikumsalam, hati-hati Aina fadli" Seru ibu marni melepas kepergian Aina.


Aina dan fadli mengangguk dan tersenyum kepada ibu marni, tidak lupa aina dan fadli bersalaman dan mencium tangam ibu marni. Ibu marni terharu dengan apa yang di lakukan fadli dan aina, aina tetap memperlakukan nya dengan baik bahkan masih sangat menghormati nya meski dirinya bukan ibu mertua nya lagi.


Kini tinggallah dua pasang suami istri yang duduk di ruangan itu. Dimas berbincang dengan gunawan, sedangkan vera sibuk bermain dengan tama. Nabila hanya diam sambil melihat interaksi antara Vera dan tama sesekali nabila ikut tersrnyum mendengar Tama berbicara dengan gaya bahasa khas anak kecil.


**********


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


BAB INI SERU KARENA PARA MANTAN DIMAS PADA KUMPUL 🤭


JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR ❤❤ LIKE, KOMEN, VOTE, KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤❤


DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2