
Melani pagi ini kembali masuk kantor, dia memoles mek up tipis di wajah nya. Wajah melani walaupun tidak memakai mek up sudah terlihat cantik karena melani cantik secara alami. Hendra yang baru keluar dari kamar mandi tertegun melihat melani yang sedang duduk di depan meja rias nya.
" Mas pakaian nya sudah aku siapin tuh, mas cepetan pakai baju nya setelah itu kita turun sarapan" Seru melani sambil menyisir rambut nya tanpa melihat ke arah sang suami.
Setelah beberapa detik tidak ada pergerakan dan jawaban dari hendra, melani mengalihkan pandangan nya ke arah sang suami. Melani mendapati sang suami diam mematung dengan mata yang terus memandang nya tanpa berkedip. Melani berjalan ke arah sang suami lalu menepuk punggung suami nya.
" Mas kok bengong" Tegur melani membuat hendra kaget.
" Oh maaf sayang, apa? kamu tadi bicara apa?" Jawab hendra dengan suara terbata - bata.
" Mas buruan pakai baju nya, itu sudah aku siapkan. Aku turun duluan ya, aku tunggu di meja makan" Seru melani mengembangkan senyum nya.
Saat melani akan membuka pintu kamar hendra menarik mencengkal tangan melani sehingga melani menghentikan langkah nya dan berbalik kearah hendra.
" Sayang kamu jangan pakai baju seperti ini dong, aku tidak mau orang lain melirik istri cantik ku ini, kamu pagi ini sangat cantik. Hari biasa nya juga cantik tapi pagi ini lebih cantik. Protes hendra dengan rayuan maut nya.
" Mas, apa ada yang salah dengan baju ku?" Tanya melani ingin protes.
" Baju mu terlalu pendek sayang, walaupun tidak memperlihatkan lekuk tubuh tapi mas tidak mau para mata lelaki di kantor melihat kaki mulus istri ku" Ucap hendra seperti anak kecil yang merajuk.
Melani heran dengan tingkah hendra akhir-akhir ini banyak banget permintaan nya. Sampai pakaian yang di pakai melani juga selalu di protes, padahal pakaian melani juga tidak seksi. Mungkin suami nya ini sekarang sudah bucin atau memang sedang mengalami kehamilan simpatik seperti yang di bilang Winda dokter kandungan sekaligud sahabat melani.
" Baiklah suami ku, aku ganti pakai celana panjang saja tapi ingat jatah untuk seminggu ini tidak ada" Jawab melani sambil mengedip-ngedipkan mata nya.
Hendra kaget dengan jawaban sang istri, kalau soal jatah yang itu tidak bisa di ganggu gugat lagi. Lebih baik hendra tidak makan nasi daripada tidak makan jatah itu.
" Sayang jangan bicara seperti itu dong, bisa karatan dia kalau seminggu tidak di asah. Ya sudah kamu boleh kok ke kantor pakai baju itu, baju itu tidak ada masalah kok sayang. Mas pakai baju dulu ya, kamu tunggu di meja makan" Ucap Hendra akhirnya mengalah dengan keputusan nya.
" Dasar suami mesum" Seru melani sambil berlalu ke luar kamar nya.
Di luar kamar melani sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi. Melani menuruni tangga dengan tawa yang tidak visa di tahan nya, sampai ibu mina tergopoh-gopoh menghampiri melani yang sedang menuruni anak tangga.
" Ada apa Non? ibu kaget mendengar ketawa non melani yang terdengar hingga dapur" Seru ibu mina dengan heran nya.
__ADS_1
" Tidak ada apa-apa bu, tadi aku ngetawain mas hendra saja. Masak aku pakai baju seperti ini tidak boleh padahal ini baju juga sopan. Tidak menonjolkan bentuk tubuh panjang juga masih di bawah lutut. Setelah aku ancam baru tuh dia mengalah" Ucap melani masih dengan tawa nya.
" Oh ibu kira ada apa, ya sudah ibu kembali ke dapur ya. Sarapan nya sudah siap di meja makan. " Seru ibu mina dengan sopan.
" Iya bu, bu mina sekalian ya sarapan bareng ?" Ajak melani saat sudah duduk di kursi.
" Tidak Non, Non sama mas hendra saja. Kami nanti sarapan bawa ke pos saja bareng pak ahmad sama usin." Tolak halus ibu mina.
" Oh ya sudah" Jawab melani lalu meminum susu yang sudah disiapkan ibu mina.
Tak menunggu lama Hendra sudah turun dan memulai sarapan nya dengan hening. Setelah selesai sarapan melani dan hendra berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil sport melani.
******
Di perusahaan Global property
Saat ini hendra sedang memimpin rapat bulanan , seharus nya melani lah yang memimpin rapat, tapi melani justru meminta hendra yang memimpin nya dengan alasan supaya hendra lebih mengetahui soal perusahaan.
Novi sebagai staff mengikuti rapat bulanan mewakili dari devisi keuangan. Di ruang rapat novi selalu mencuri pandang ke arah hendra, membuat hendra merasa risih.
" Baik pak" Seru semua yang ada di ruang rapat dengan serempak.
Para staff dan kepala devisi yang ikut rapat sudah mulai meninggalkan ruang rapat satu persatu. Hendra masih sibuk dengan berkas - berkas yang ada di meja. Dia tidak menyadari jika masih ada Novi di dalam ruangan itu.
Tiba-tiba Novi mendekat ke arah hendra dan duduk di sebelah hendra.
" Kamu... !!! Kenapa kamu masih disini? Sana kembali ke ruang kerja mu!" Sentak hendra dengan kaget nya.
" Kamu kok galak banget si Ndra, tapi aku justru suka dengan kamu yang sekarang. Kamu lebih dewasa dan berwibawa, bisakah kita memulai hubungan kita yang sempat tertunda" Ucap Novi dengan tidak tahu malu nya.
" Gila kamu.. Keluar dari sini atau aku pecat kamu" Ancam hendra dengan serius.
Novi tidak ada rasa takut, justru novi semakin tertantang untuk mendapatkan Hendra. Melihat hendra yang sekarang membuat Novi jatuh cinta.
__ADS_1
" Sudahlah Ndra , Akui saja kalau kamu itu masih mencintai ku. Jangan jual mahal" Novi berkata dengan tangan yang di lingkarkan di lengan hendra.
Hendra kaget dengan tindakan novi yang semakin berani. Dia berniat meninggalkan ruang rapat, saat dia berdiri justru novi memeluk nya dari belakang.
" Hendra.. aku mencintai mu" Ucap novi sambil memeluk Hendra dengan erat.
Hendra mencoba melepaskan pelukan novi, setelah itu dia menghempaskan tubuh novi hingga terjatuh dan lutut nya membentur lantai.
" Jangan kurangajar kamu Nov, seharus nya kamu itu malu melakukan perbuatan ini. Aku disini sebagai atasan mu, jadi jaga sikap mu. Aku bisa berbuat yang lebih dari ini." Hendra bicara dengan nada marah yang meluap.
" Rasa cinta ku untuk mu sudah terkubur bersama penghinaan mu. Aku harap kamu bisa tahu batasan mu dan satu lagi , aku sudah menikah dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. " Ucap Hendra dengan serius.
Novi tidak percaya dengan perkataan hendra, novi menyakini jika hendra pasti berbohong agar dirinya tidak mendekatinya lagi. Pantang menyerah bagi wanita seperti novi.
" Apa wanita kampungan tempo hari yang kau temui di rumah makan pinggir jalan sana itu yang kamu bilang istri. Sadar dong Ndra wanita kampungan seperti itu tidak cocok bersanding dengan mu. Aku tahu kamu pasti berbohong soal menikah agar aku tak menganggu mu lagi. " Ucap Novi dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
Plakkk
Hendra refleks menampar pipi Novi, karena dia tidak terima ada orang yang menghina dan merendahkan istri nya.
" Kamu menampar ku Ndra, demi wanita kampungan itu kamu menampar ku? Aku tahu pasti wanita itu sudah naik ke ranjang mu , dasar kampungan dan murahan" Seru Novi semakin beranu.
Darah dalam tubuh hendra terasa mendidih mendengar hinaan novi untuk istri nya. Hendra menarik rambut Novi sampai wajah novi mendongak ke atas.
" Siapa diri mu berani menghina wanita ku? Kamu tidak tahu dan tidak mengenal wanita ku!! Aku tegaskan jangan ganggu aku lagi. Camkan itu" Hendra bicara dengan penuh penekanan. Setelah melepaskan rambut novi, hendra keluar dari ruangan rapat dan masuk kedalam ruang kerja nya.
" Sialan kamu ndra aku tak akan tinggal diam, aku akan rebut kamu dari wanita kampung itu. Jangan panggil aku Novi jika aku tak dapat memiliki mu" Gumam Novi tersenyum sinis.
Saat novi melihat hendra dan melani saat dirumah makan waktu itu, melani memang hanya mengenakan baju rumahan dan sandal jepit. Sehingga Novi beranggapan melani hanya wanita kampung dan miskin yang mencoba merayu hendra demi harta.
*****
Selamat pagi, jangan lupa dukungan nya ya kak.
__ADS_1
Selamat membaca.