Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Bertemu keluarga


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Hari ini Dimas sudah di perbolehkan pulang, Hasni pun ikut datang menjemput sang kakak. Mereka pulang dengan mengendarai mobil pak Rt, Pak Rt dan Hasni sudah merencanakan sesuatu untuk menyambut kepulangan dimas.


Sebelum pulang Fadli memeriksa kondisi dimas terlebih dahulu dan memberikan resep obat untuk di tebus saat obat bawaan dari rumah sakit sudah habis.


" Jaga kesehatan ya pak dimas, jangan terlalu capek dulu. Untuk sementara waktu jangan jualan dulu ya" Ucap fadli memberi nasihat.


" Iya dokter fadli, terimakasih " Jawab dimas dengan senyum ramah nya.


Hasni terus memperhatikan dokter fadli saat sedang berbicara dengan sang kakak. Hasni benar-benar kagum dengan sosok Dokter Fadli.


" Emh.. dokter fadli terimakasih sudah merawat kakak saya" Ucap hasni dengan senyum malu-malu berbicara dengan dokter fadli.


" Iya sama-sama, lagi pula itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter. Sekarang pak dimas sudah boleh pulang, dan ingat pesan saya tadi ya pak, buat mbak hasni tolong di jaga pola makan kakak nya." Seru Fadli berpesan.


" Baik dokter" Seru Hasni tersenyum manis.


Dimas pun keluar dari kamar rawat nya dengan memakai kursi roda, hasni dengan setia mendorong kursi roda sang kakak. Pak Rt sudah menunggu mereka di parkiran, pak Rt ikut membantu dimas masuk kedalam mobil. Setelah semua nya barang-barang di masukan ke dalam mobil, Pak Rt melajukan mobil nya meninggalkan parkiran rumah sakit.


* Sudah tidak bisa ketemu dokter fadli lagi, dokter fadli itu pria idaman banget. Sudah baik, tampan Semoga suatu saat bisa ketemu dokter fadli lagi* Gumam Hasni dalam hati nya.


Dimas melirik adik nya yang sedari tadi senyum-senyum sendiri, dia tau apa yang membuat hasni bersikap seperti itu.


Mobil yang di kendarai pak Rt pun sudah sampai di halaman rumah kontrakan dimas. Terlihat bu Rt dan Tomo berdiri di depan kontrakan menunggu kedatangan dimas. Tetapi dimas tidak melihat dimana anak nya,Tama. Dimas berfikir mungkin Tama saat ini sedang tidur.


" Hati-hati mas" Seru hasni yang melihat kakak nya turun dari mobil seperti buru-buru.


" Mas sudah kangen banget sama Tama, tiga hari mas tidak ketemu dia" Ucap dimas.


Hasni pun membawa tas dimas yang berisi barang-barang kebutuhan dimas selama di rumah sakit. Pak Rt pun kini sudah berdiri di depan kontrakan bersama Istri nya.


" Loh pak Rt kok tidak masuk malah berdiri disini? Ayuk masuk semua." Ajak dimas.

__ADS_1


" Mas dimas saja masuk duluan, kami ikutin dari belakang" Seru pak Rt dan hanya di anggukin oleh dimas.


Dimas pun berjalan ke pintu masuk dan membuka pintu yang dari tadi tertutup. Saat dimas membuka pintu jantung Hasni, Pak Rt dan yang lain nya deg-degan mereka seolah sedang menyembunyikan sesuatu di dalam rumah.


Ceklek.... Pintu kontrakan pun terbuka, dan dimas kaget saat melihat seseorang berdiri di hadapan nya yang sedang menggendong anak nya,Tama.


" Ibu..." Lirih dimas dengan suara bergetar.


Ibu marni memang sudah di beritahu keberadaan dimas oleh hasni dari semalam. Awal nya ibu marni marah karena hasni menyembunyikan semua nya kepada sang ibu, namun setelah hasni menjelaskan ibu marni pun bisa menerima alasan hasni.


" Dimas anak ku" Seru ibu marni dengan air mata yang tak bisa terbendung lagi.


Dimas berhambur memeluk sang ibu dengan isak tangis yang tak bisa dia tahan lagi. Dimas pun luruh kebawah dan bersujud meminta maaf kepada ibu nya. Hasni yang melihat kejadian itu pun tak bisa menahan air mata nya, dan dengan sigap hasni mendekat lalu mengambil tama yang ada dalam gendongan ibu nya.


" Jangan begini dim, bangunlah.." Ucap ibu marni sambil mencoba mengangkat bahu dimas.


" Maaf.. Maafkan dimas bu,ampuni dimas bu" Seru dimas dalam tangis nya.


Dimas pun berdiri lalu ibu marni membawa dimas duduk d kursi yang ada di ruang tamu. Pak Rt dan istri nya serta tomo juga ikut meneteskan air mata nya, mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Membiarkan keluarga itu menyelesaikan masalah nya terlebih dahulu.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Saat ini melani sedang bersama Aina, Aina datang berkunjung ke rumah Melani karena sudah lama Aina tidak bertemu melani dan Vino.


" Jadi nanti acara nya di adakan di rumah orang tua mbak?" Tanya Melani sambil memakan kue kering buatan bu mina.


" Iya, aku tidak mengadakan resepsi mewah apalagi di gedung mewah. Cukup akad nikah dan acara dirumah orang tua ku saja. Lagi pula ini bukan pernikahan pertama kami Mel, kami sama-sama sudah pernah menikah jadi akad saja cukup. Mas Fadli dan keluarga nya pun setuju kok" Seru Aina sambil memanggku Vino yang sudah mulai aktif.


" Iya juga si mbak, aku pun waktu itu hanya akad nikah dan acara di rumah Ayah. Yang penting sah ya mbak, oh iya mbak sudah pesan baju pengantin nya belum? Ambil di butik ku saja ya, aku beri gratis sebagai kado pernikahan kalian" Seru melani yang belum tahu jika Aina memang memesan baju pengantin di butik nya.


" Aku memang memesan baju pengantin di butik kamu mel baru kemarin siang aku dan mas fadli kesana. Disainer mu si Jesi itu memang hebat banget mel aku suka dengan baju-baju buatan nya. Kamu ketemu dimana desainer langka seperti Jesi itu mel?" Tanya Aina sambil tertawa membayangkan fadli yang ketakutan saat di dekati Jesi.


Melani heran kenapa Aina malah menertawakan Jesi, apakah ada yang lucu dengan Jesi. Dan melani baru ingat jika Jesi adalah laki-laki gemulai, mungkin hal itu yang membuat Aina tertawa.

__ADS_1


" Mbak Aina ngetawain Jesi?" Tanya melani mencari tahu.


" Bukan.. Bukan Jesi, tapi mas Fadli. Kamu tahu tidak mas fadli takut banget sama Jesi, sampai waktu ngukur baju saja dia gak mau di ukur Jesi. Mas Fadli takut jika Jesi main nyosor haha haaa " Aina bercerita sambil tertawa sambil mengingat kejadian di butik.


Bukan hanya Aina, Melani pun ikut tertawa mendengar cerita Aina. Dia tidak bisa membayangkan seorang dokter Fadli yang badan nya tegap takut dengan Jesi si lelaki gemulai.


" Ada-ada saja kelakuan calon suami mu mbak, masak badsn tegap kayak gitu takut sama lelaki gemulai itu. " seru melani masih dengan tawa nya.


" Kamu coba saja ajak suami mu ke butik terus ketemu sama Jesi, pasti reaksi suami mu seperti mas Fadli. Mereka itu sebenarnya bukan takut si mel, lebih tepat nya para lelaki normal itu pasti risih melihat manusia sejenis mereka tapi gemulai" Ucap Aina menjelaskan.


" Haha haa benar juga mbak, besok aku mau coba ajak mas hendra ke butik biar ketemu sama Jesi. Aku mau lihat bagaimana reaksi mas hendra" Seru melani sambil tersenyum.


Vino dalam pangkuan Aina hanya bisa menyaksikan obrolan ke dua wanita di dekat nya itu tanpa tahu apa yang sedang mereka obrol kan dan tertawa kan. Vino asik main di pangkuan Aina sambil memainkan mainan bola karet nya.


" Mel, seperti nya sudah siang aku pulang dulu ya mel. Aku ada janji sama mas fadli, mumpung hari ini aku libur jadi aku mau cari cincin nikah. " Seru Aina berpamitan lalu menyerahkan Vino kepada melani.


" Mbak Aina ini sudah ambil cuti kerja ya?"tanya melani.


" Belum si mel, minggu depan aku baru ambil cuti untuk menikah. Hari ini memang jadwal aku libur selain hari minggu, Rumah sakit husada ada beberapa dokter gigi jadi jadwal bisa di atur. " Ucap Aina menjelaskan.


" Oh begitu ya mbak, maklum aku tidak paham sama yang begituan. " Seru melani sambil nyengir kuda.


" Ya jelas kamu tidak paham mel, yang kamu paham itu berkas-berkas proyek kerja sama," Jawab Aina sambil menarik hidung melani.


Begitulah melani dan aina jika berrkumpul ada saja hal yang membuat mereka saling lempar candaan. Mereka sudah seperti saudara adik kakak sekandung.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


*******


Sudah up tiga bab ya kak, jangan lupa tetap dukung karya AUTHOR ya kak. Tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE dan klik Favorite dan Berikan hadiah nya.

__ADS_1


Untuk besok aku up yang lebih seru lagi ya.


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2