
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Keluarga nina sudah berada di kota begitupun dengan keluarga Melani, mereka akan ikut menghadiri acara pernikahan nina. Bahkan ayah melani di tunjuk sebagai saksi pernikahan nina dan bimo.
Raka akan datang tiga hari sebelum hari pernikahan karena memang pekerjaan nya yang tidak bisa di tinggalkan. Begitupun Winda yang kini sudah resmi menjadi tunangan Raka juga akan hadir di hari pernikahan calon adik ipar nya.
" Nina sudah sampai mana persiapan pernikahan kalian ?" Tanya pak minto ingin tahu tentang persiapan pernikahan putri nya.
" Sudah hampir selesai kok pak, bapak tenang saja kak bimo sudah meminta tolong kepada WO. Saya dan kak bimo juga masih ikut menyiapkan persiapan nya kok pak, tidak hanya mengandalkan WO. " Ucap nina membuat pak minto tenang.
" Oh iya pak, Ayah admaja sudah ada di kota ya pak ?" Tanya nina ingin tahu.
Nina memanggil ayah melani dengan sebutan ayah admaja, karena memang ayah melani sendiri yang meminta nina untuk memanggil nya ayah.
" Iya, kemarin sore mereka sampai. Mereka juga ada urusan dulu di kota maka nya datang dari jauh - jauh hari begini. Selain ada urusan mereka juga kangen dengan cucu nya, bapak nanti siang mau ke rumah mbak mu melani dulu ya. Bapak juga kangen dengan vino " Ucap pak minto lalu menyeruput kopi buatan mak imah.
" Emak ikut pak !!" Seru mak imah yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa sepiring pisang goreng yang masih hangat.
" Iya mak tidak mungkin lah bapak pergi sendiri, nanti emak bagaimana ?" Seru pak minto sambil mengulas senyum penuh kebahagiaan.
Nina ikut tersenyum melihat keakraban dan kebahagian orang tua nya, meskipun mak imah hanya ibu sambung nya namun kasih sayang yang di berikan sudah seperti ibu kandung nya sendiri.
Nina pun teringat dengan ibu lasmini, tidak di pungkiri nina pun merindukan ibu kandung nya yang kini telah tiada. Seperti apa pun kesalahan sang ibu nina tetap menyayangi ibu lasmini, ibu yang telah melahirkan nya dan merawat nya hingga tumbuh menjadi gadis dewasa.
" Pak , sebelum menikah nina mau ke makam ibu. Apa bapak dan emak mau ikut?" Tanya nina pelan seakan ada sesak dalam dada nya karena teringat dengan mendiang ibu Lasmini, ibu kandung nya.
" Nanti kita ziarah sama - sama. Bapak juga sudah lama tidak menjenguk makam ibu mu. Semoga ibu mu bahagia di surga, dia pasti bahagia melihat gadis kecil nya ini yang akan segera menikah. " Ucap pak minto sambil mengusap pucuk kepala nina dengan lembut dan penuh kasih sayang.
" Aamiin " Seru nina dan mak imah bersamaan.
Nina memeluk ke dua orang tua nya dengan penuh haru, dia benar - benar sangat berterimakasih mendapatkan orang tua seperti pak minto yang penuh sabar dan kasih sayang. Dan mak imah yang menyayangi nya dengan sangat tulus.
*******
__ADS_1
" Mas, sekarang kemana mantan istri kamu si mira itu ? Kok bisa ya dia bercerai dengan pak bimo padahal apa loh kurang nya dia ?" Tanya aina kepada fadli saat sedang duduk santai sambil menjaga babby tasya yang sedang tidur di keranjang bayi nya.
Fadli menatap aina dengan lekat, dia heran kenapa aina sekepo ini dengan urusan orang lain. Bahkan dengan sendirinya aina menanyakan soal mira.
" Mas tidak tahu sayang, dia ada dimana dan bagaimana kehidupan nya mas sudah tidak perduli lagi. Untuk apa kamu menanyakan wanita tidak ada hari nurani itu, wanita yang rela meninggalkan anak kandung nya demi kebebasan nya " Ucap fadli.
" Tidak ada apa - apa mas, aku cuma sekedar bertanya saja kok. Aku pun tidak habis fikir dengan wanita seperti mira itu, semoga saja sekar bahagia dalam asuhan pak bimo dan nina. " Seru aina penuh harap.
" Aamiin " Fadli mengaminkan ucapan aina.
Di saat mereka berdua sedang asik dan serius berbincamg tiba - tiba di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari arah pintu depan.
Saat ini di rumah hanya ada aina , fadli dan anak nya tasya. Kedua orang tua aina sudah kembali ke rumah nya, dan kebetulan mbak yang biasa membantu aina hari ini juga sedang izin. Jadi fadli sendiri yang membuka kan pintu untuk tamu nya.
" Cari siapa ya mbak ?" Tanya fadli saat sudah membuka kan pintu dan ada seorang wanita yang berdiri di hadapan nya namun fadli tidak mengenali nya karena wanita itu membelakangi pintu.
" Masak kamu lupa dengan ku mas " Seru wanita itu dengan suara lembut dan merdu nya.
" Mau apa kamu datang kesini ? dan tahu darimana kamu rumah ku ?" Tanya fadli kesal.
" Apakah mas tidak mengizinkan ku untuk masuk terlebih dahulu, apa kita mau duduk di teras sini saja " Ucap mira sambil menunjuk dua kursi yang ada di teras.
" Lebih baik kamu pergi dari sini mira, jangan ganggu kebahagiaan ku lagi. Lebih baik sekarang kamu jenguk anak mu, dia lebih membutuhkan kehadiran mu " Ucap fadli yang sebenarnya sudah sangat jengah menghadapi mira.
Aina penasaran siapa tamu yang datang ke rumah nya hingga fadli belum juga masuk untuk memberitahu nya. Aina pun berjalan ke depan untuk melihat siapa sebenarnya yang datang.
" Mas apakah kamu tidak merindukan ku, sudah lama kita tidak bertemu. Sekarang aku sudah bebas tidak ada lagi ikatan pernikahan, jadi boleh kan aku dekat dengan mu lagi. Lagi pula istri mu kan baru melahirkan jadi aku bisa memberikan sesuatu yang tidak bisa di berikan istri mu " Ucap mira dengan suara manja nya.
" Jangan kamu sentuh suami ku !!! " Teriak aina dari belakang fadli.
Sedari tadi aina mendengarkan apa yang di ucapkan mura dari balik dinding yang memisahkan antara ruang keluarga dan ruang utama.
" Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan. " Ucap fadli menjelaskan karena tadi mira berusaha memeluk fadli.
__ADS_1
" Aku percaya sama kamu mas, aku tadi sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau memang wanita ini yang mencoba merayu mu. Dasar wanita tidak tahu malu, seharus nya kamu itu malu dan tahu diri. Bertamu ke rumah orang tapi tidak ada etika, tidak ada sopan santun. Datang - datang langsung merayu suami orang. !!" Seru aina dengan sangat berani. Saat ini aina benar - benar tersulut emosi dengan tingkah mira, bisa - bisa nya dia datang dan merayu suami nya bahkan hampir memeluk fadli.
" Hai aina kenapa kamu marah - marah ? seharus nya kamu itu berterimakasih kepada ku karena aku datang kesini untuk membantu mu. " Seru mira dengan santai nya, dan tanpa permisi langsung masuk kedalam dan duduk di sofa dengan gaya angkuh nya.
Fadli dan aina saling pandang lalu mereka berdua pun ikut duduk di sofa seberang mira. Tampak mira tersenyum dengan bangga nya.
" Membantu apa yang kamu maksud ?" Tanya aina ingin segera tahu.
" Aku kemarin datang ke rumah sakit untuk mencari kalian , dan aku dapat kabar kalau kalian masih ambul cuti karena diri mu melahirkan. Jadi aku datang kesini itu dengan maksud baik, jadi kamu jangan marah - marah dulu." Ucap mira yang belum mengatakan maksud dan tujuan nya datang ke rumah.
" Cepat katakan maksud kamu apa jangan berbelit - belit seperti ini!" Bentak aina yang semakin kesal.
Sedangkan fadli hanya diam saja, dia membiarkan istri nya menghadapi mira dan menyampaikan amarah nya.
" Kamu kan habis melahirkan jadi kamu tidak bisa memberukan nafkah batin untuk suami mu selama masa nifas mu belum selesai. Jadi daripada suami mu main dengan wanita di luaran sana, aku datang dengan senang hati membantu mu. Aku bisa memberikan nafkah batin untuk fadli selama kamu belum selesai nifas, bagaimana ? ide ku cemerlang kan ? aku jamin fadli bakal puas dengan permainan ku " Ucap mira dengan tidak tahu malu nya, dia tidak menyadari dua manusia yang ada di hadapan nya sedang di liputi api amarah.
Braakkk
Pllakk
Pllakk
Fadli menggebrak meja dengan sangat kasar beruntung meja di ruang utama terbuat dari kayu jati jadi tidak mudah pecah. Sedangkan aina menampir pipi mira dengan sangat kuat sampai sudut bibir mira mengekuarkan darah.
*******
TETAP BERI DUKUNGAN UNTUK KARYA AUTHOR YA KAK. LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK ❤❤
JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
I MISS YOU ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1