Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Pria miskin yang sok kaya


__ADS_3

Seperti yang sudah di janjikan dimas kepada Vera, hari ini dimas mencari rumah yang lebih besar dari rumah kontrakan Vera. Dimas tidak membeli rumah itu tetapi hanya menyewa, dimas membayar sewa untuk satu tahun terlebih dahulu.


Dimas mulai kesusahan karena sudah tidak di perbolehkan lagi memakai mobil Aina, dia saat ini kemana-mana dengan menggunakan taksi online dan terkadang menggunakan motor nya.


" Seperti nya aku tidak bisa terus-terusan begini, aku harus punya mobil sendiri. Aina sekarang perhitungan, mobil saja aku tidak boleh memakai nya. Baiklah aku mau beli mobil sendiri, lebih baik setelah ini aku mau ke shoroom mobil" Gumam dimas saat baru selesai melakukan pembayaran sewa rumah.


Tidak menunggu lama dimas langsung pergi ke shoroom mobil di antar oleh taksi online, setelah sampai shoroom dimas langsung memilih mobil dan melakukan DP pembayaran nya, dimas memilih membeli mobil dengan cara kridit selama 3 tahun.


Setelah semua proses nya selesai dimas meminta pihak shoroom untuk mengantarkan mobil kerumah nya, rumah tempat tinggal nya dengan Aina.


Dimas pun memilih pulang ke rumah Aina terlebih dahulu, untuk menunggu kedatangan mobil baru nya.


" Ehh mas, tumben jam segini sudah pulang? Biasa nya pulang tengah malam bahkan menginap di cafe" Tanya Aina heran melihat yang pulang jam 4 sore begini.


" Iya sayang, mas baru dari shoroom. Mas tadi beli mobil baru, sebentar lagi di antar kesini. Tapi mas beli nya kridit." Jawab dimas dengan bahagia karena bisa membeli mobil baru.


Apa yang dikatakan dimas soal dia yang membeli mobil baru membuat Aina tersenyum, dengan begitu uang di rekening dimas pasti berkurang banyak. Saat dia menendang dimas nanti, dimas sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Aina juga tahu jika hari ini dimas baru melakukan pembayaran sewa rumah.


" Kenapa tidak beli kas saja mas, uang mu kan banya?" tanya Aina pura-pura tidak mengerti.


" Uang mas sebagian sudah habis buat modal usaha joint sama teman mas sayang, jadi kridit tidak apa - apa lagi pula cafe juga penghasilan nya sudah lumayan" Ucap enteng dimas yang mengandalkan hasil dari cafe.


* Cihhh... jangan harap kamu akan mendapatkan uang seperti dulu, lihat saja nanti akan aku buat kamu menyesal mas* Gumam Aina dalam hati dengan kesal.


" Mas besok jatuh tempo pembayaran cicilan bank 15 juta tolong kamu bayarin dulu ya,aku masih banyak keperluan. Mau servis mobil, mau bayar pajak mobil juga" Ucap Aina tidak berbohong, mobil Aina memang waktu nya servis dan bayar pajak.


" Kok gitu si dek, uang mas semakin menipis dek. Kamu kan tahu sendiri mas baru DP mobil sama keluarin modal untul joint usaha" Tolak dimas.


" Sekali ini saja mas, bulan depan nanti aku yang bayarin lagi" Ucap Aina dengan sedikit merayu dimas.


Aina sampai sekarang memang masih membayarkan cicilan Bank yang di pakai untuk modal usaha dimas. Karena pinjaman itu atas nama Aina dengan jaminan tanah milik Aina. Aina tidak mau jika bethenti membayar akan berimbas buruk untuk dirinya, nama baik nya akan jelek dan bisa-bisa tanah milik nya akan di tarik oleh pihak bank.

__ADS_1


" Baiklah, sekali ini saja ya. Bulan depan beneran kamu lagi yang bayarin " Ucap dimas yang akhirnya menyetujui permintaan Aina.


Dimas mulai menggeser duduk nya mendekat ke arah Aina, Aina tahu apa yang di inginkan dimas. Tetapi Aina punya seribu macam cara untuk menghadapi dimas.


" Dek.. sudah lama loh kamu tidak melayani ku? Yuk dek mas lagi pengen nih" Ucap dimas sambil berbisik.


" Salah kamu sendiri mas, yang pulang selalu larut malam bahkan tidak pulang ke rumah. Untuk sekarang maaf aku tidak bisa, aku lagi datang bulan" Tolak Aina beralasan datang bulan.


* Jijik aku sama kamu mas, setelah kau melakukan dengan wanita simpanan mu sekarang kamu mau meminta dari ku. Enak saja,* Gumam Aina dalam hati.


Hufttt... Dimas membuang nafas dengan kasar, apa yang di katakan Aina memang benar. Jika dirinya pulang saat larut bahkan terkadang tidak pulang. Dimas mengacak-ngacak rambut nya frustasi padahal saat ini dia sangat menginginkan Aina.


" Mas mau mandi dulu dek, nanti kalau ada yang mengantarkan mobil kamu panggil mas ya" Seru dimas sambil berlalu masuk ke dalam kamar.


" Iya mas" Jawab aina singkat.


*****


Suara klakson mobil berbunyi terus menerus di depan kontrakan Vera. Vera yang baru bangun tidur pun di buat geram dengan suara klakson mobil itu, suasana hati Vera saat ini sedang tidak baik. Dia sedang marah dengan dimas karena semalam tidak pulang ke rumah kontrakan justru dimas memilih menginap di rumah nya bersama Aina.


" Siapa sih pagi-pagi sudah berisik" Gerutu Vera sambil melihat ke depan kontrakan nya.


Vera mengintip dari jendela ruang tamu, tampak di luar ada sebuah mobil yang terlihat masih baru. Vera melihat seperti dimas yang duduk di belakang kemudi setir. Lalu Vera dengan cepat membuka pintu kontrakan nya dan menghampiri dimas.


" Wahh bagus banget mas, mobil baru ya mas?" Tanya Vera yang kagum dengan mobil baru dimas.


" Iya sayang, kamu suka?" Tanya dimas yang sudah turun dari mobil.


" Suka mas, yuk mas jalan-jalan aku mau jalan pakai mobil baru ini" Seru vera bahagia.


" Sekarang kamu mandi, mas mau mengajak kamu ke suatu tempat. Mas yakin kamu nanti akan semakin senang" Seru dimas sambil merangkul Vera dan mengajak Vera masuk kedalam kontrakan.

__ADS_1


Vera dengan buru-buru menyelesaikan mandinya karena sudah tidak sabar lagi menaiki mobil baru dan ingin segera tahu kejutan apa lagi yang akan diberikan dimas.


" Ayuk mas aku sudah siap" Ajak Vera yang memang sudah siap .


" Ayo" Jawab dimas.


Mereka ber dua pergi dengan menaiki mobil baru, Vera terlihat sangat bahagia akhirnya suami nya punya mobil baru juga.


Setelah menempuh perjalan sekitar empat puluh menit mobil dimas berhenti di halaman rumah yang terlihat lebih bagus dari kontrakan Vera. Mereka pun turun dari mobil dan menuju ke dalam rumah.


" Mas ini rumah siapa?" Tanya Vera yang segera ingin tahu.


" Coba tebak ini rumah siapa?" Ucap dimas membuat Vera semakin penasaran.


" Aku tidak tahu mas, atau jangan-jangan ini rumah...." Ucap Vera terhenti saat melihat anggukan kepala dari dimas.


" Beneran ini rumah baru kita mas?" Tanya Vera dengan binar bahagia.


" Iya sayang ini rumah untuk kamu dan calon anak kita. Walaupun tidak besar-besar banget ini sudah lebih baik dari kontrakan kamu. " Ucap dimas.


" Terimakasih mas, aku suka rumah nya. " Ucap Vera yang sudah masuk ke dalam rumah dan melihat desain rumah yang memang terlihat sangat bagus dan indah.


" Desain nya bagus mas" Seru Vera yang masih tetap kagum.


Dimas ikut bahagia melihat Vera bahagia, tetapi dimas tidak memberitahu Vera jika rumah itu hanya menyewa bukan rumah yang di beli secara kas. Mobil beli secara kridit pun dimas tidak memberitahu Vera. Dia ingin terlihat kaya di depan Vera, dengan begitu Vera akan semakin cinta dan menyayangi nya.


* Jangan sampai Vera tahu kalau rumah ini hanya rumah sewa dan mobil ku itu kridit. Kalau dia tahu bisa jatuh harga diri ku. Yang Vera tahu kan aku ini orang kaya, pengusaha Cafe. * Gumam Dimas di dalam hati nya.


*****


Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, sebagai ucapan trimakasih nya Author akan up setiap hari 🥰🥰

__ADS_1


Terimakasih, selamat membaca 🙏🥰❤


__ADS_2