
Tanpa sepengetahuan dimas, Vera pergi dari kontrakan nya. Vera berniat menemui melani di saat dimas sedang pergi berdagang. Dengan menaiki ojek online Vera mendatangi rumah melani.
" Bu di depan ada wanita hamil yang mencari ibu" Seru budi memberitahu melani yang sedang duduk di teras belakang.
" Siapa bud?" Tanya melani yang heran.
" Tidak tahu bu, tadi wanita itu maksa untuk ketemu ibu melihat perut nya yang besar pak ahmad kasihan akhirnya di suruh masuk, dan sekarang sedang menunggu di teras depan. Ucap budi menjelaskan.
" Ya sudah nanti aku temui, kamu bisa tolong buatkan minuman buat tamu ku ya bud. Soal nya bu mina masih belanja, bisa kan?" Seru melani.
" Bisa bu" Jawab budi.
Melani pun mendorong stroler babby H ke teras depan untuk melihat tamu nya yang datang. Perasaan melani mulai tidak enak, dia takut jika Vera yang datang seperti dahulu. Takut saja kalau Vera membuat keributan.
" Siapa ya?" Tanya melani saat sudah sampai di teras depan.
Vera mengangkat kepala nya dan menatap sendu ke arah melani..Benar tebakan melani jika vera lah yang datang menemui nya. Tapi kali ini Vera tampak sangat berbeda, tidak ada lagi gaya pakaian yang modis dan mek up tebal nya. Yang ada sekarang hanya kesederhanaan dalam diri Vera.
" Vera, " Gumam melani pelan dan masih di dengar oleh vera.
" Iya mel ini aku Vera, kamu pasti kaget melihat keadaan ku yang sekarang. Allah telah menghukum ku mel semua yang aku miliki tidak menjadikan aku lebih baik, tapi aku bersyukur sampai saat ini aku masih di berikan kesehatan hingga aku bisa menemui mu" Ucap Vera dengan suara bergetar seperti sedang menahan tangis nya.
" Maafkan aku mel, aku benar-benar wanita jahat wanita yang tidak punya hati. Selama ini aku sudah menyakiti mu, aku mohon maafkan aku mel" vera bersimpuh di bawah kaku melani sambil terisak.
Melani kaget dengan apa yang di lakukan Vera, dia tidak menyangka vera bisa melakukan hal seperti itu.
" Bangun Ver, jangan begini tidak enak kalau di lihat orang. Ayuk bangun" Seru melani sambil membantu Vera berdiri.
Budi pun datang dengan membawakan dua gelas es jeruk dan meletakkan nya di meja. Sebelum budi pergi, melani meminta tolong budi untuk menjaga babby H sebentar. Melani ingin berbicara dengan vera.
" Sudahlah Ver, semua sudah berlalu tidak perlu lagi di sesali. Aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kamu mrminta maaf. Aku cuma berharap kamu bisa hidup bahagia dengan mas dimas, jangan pernah ulangi lagi perbuatan yang seperti dulu" Ucap melani dengan bijak.
__ADS_1
" Aku malu Mel, seharus nya kamu memaki ku karena aku sudah jahat sama kamu. Dengan Aina seharus nya aku juga meminta maaf kepada nya,tolong kasih tahu aku Aina ada di mana mel? tadi aku kerumah nya dia tidak ada" Seru vera masih dengan terisak.
" Saat ini mbak Aina ada di luar kota Ver, dia ada tugas dari rumah sakit. Mungkin seminggu lagi dia balik ke kota ini lagi" Ucap melani memberitahu.
Vera mengusap air mata yang membanjiri pipi nya, lalu mengambil sesuatu dalam tas nya. Sesuatu yang memang sudah dia persiapkan dari sebelum berangkat menemui melani.
" Mel, tolong berikan amplop ini kepada Aina. Sampaikan maaf yang tak terhingga ku untuk nya. Aku benar-benar menyesal telah merusak kebahagiaan kalian. Saat ini aku hanya ingin hidup lebih baik, hidup tanpa bayang-bayang dosa di masa lalu ku. " Ucap Vera dengan tangis yang makin terisak.
Melani melihat keseriusan dari mata Vera, Melani pun memeluk Vera untuk yang pertama kali nya. Vera tidak menyangka Melani akan memeluk nya dan memaafkan kesalahan nya dengan lapang dada.
" Perut kamu sudah besar Ver, kapan jadwal lahiran nya?" Tanya melani mengalihkan pembicaraan.
" Seharus nya kalau menurut hitungan dari dokter sudah dari dua minggu yang lalu aku melahirkan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk melahirkan. Bahkan jika tetangga bertanya aku jawab belum waktu nya atau bulan depan, sepertinya anak ini tidak mau lahir kalau aku belum meminta maaf pada kalian. Doa kan semoga bayi ku sehat ya mel." Ucap Vera sambil mengusap perut buncit nya.
" Aamiin, semoga ibu dan bayi nya sehat semua. " Ucap melani dengan hati yang ikhlas.
Vera hanya tersenyum mendengar doa yang di ucapkan melani, vera tidak berharap banyak dengan anak nya dilahirkan dengan selamat dan sehat saja dia sudah bahagia. Bahkan dia tidak memikirkan tentang kesehatan dirinya sendiri.
Tidak lupa melani memberikan sedikit rezeki untuk Vera, awal nya Vera menolak pemberian melani tetapi melani beralasan itu rezeki untuk calon anak Vera, jadi mau tidak mau vera pun menerima nya.
*****
Sehari setelah meminta maaf kepada melani perut Vera terasa amat sakit, sepertinya Vera akan melahirkan.
" Mas... Mas dimas" Panggil vera sambil merintih kesakitan.
Dimas yang berada di dapur berlari saat mendengar Vera memanggil nya dengan suara seperti sedang kesakitan.
" Vera, kamu kenapa?" Tanya dimas yang mulai panik.
" Aku sepertinya mau melahirkan mas" Jawab Vera sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
" Melahirkan aduh bagaimana ini, aku harus apa?" Tanya dimas semakin panik.
" Antarkan aku kerumah sakit sekarang mas, mas bawa tas yang ada di pojokan lemari itu. Itu aku sudah siapkan baju ganti ku dan perlengkapan bayi. Sekarang mas aku sudah tidak tahan, sakit mas " Seru Vera makin kesakitan.
Dimas langsung mengambil tas dan memapah Vera menuju teras depan dimana motor nya terparkir. Dengan terpaksa dimas membawa Vera dengan menggunakan motor nya karena sudah tidak ada waktu lagi untuk memesan taksi online.
Dimas membawa Vera ke rumah sakit yang tidak jauh dari kontrakan nya, sekitar tiga puluh menit dimas sudah sampai di rumah sakit yang dia tuju.
" Dokter tolong istri saya mau melahirkan" Ucap dimas saat masuk kedalam rumah sakit.
Dengan sigap suster membawakan kursi roda untuk mendorong Vera ke ruang bersalin. Dimas panik dan hanya menunggu di luar ruangan.
" Pak seperti nya istri bapak harus di operasi cesar, karena air ketuban nya sudah pecah tapi dari tadi baru pembukaan 3. Kalau harus menunggu lama takut keadaan bayi semakin memburuk" Ucap dokter membuat Dimas semakin panik dan bingung.
Tidak ada pilihan lain selain menyetujui saran dari dokter, masalah biaya dimas belum memikirkan nya yang penting anak dan istri nya selamat.
" Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya dok" Ucap dimas memohon.
" Bapak berdoa saja untuk mereka. Kami akan melakukan yang terbaik. " Ucap sang dokter lalu memerintahkan suster untuk membawa Vera ke ruang operasi.
Saat ini dimas hanya mengantongi uang 500 ribu, saat sedang kebingungan dia ingat tas yang dia bawa dari kontrakan nya tadi. Dia membuka tas yang sudah Vera siapkan, saat dimas membuka tas itu ada amplop coklat du bawah selipan baju-baju Vera. Dimas mengambil amplop itu dan membukanya.
" Uang ? Uang darimana Vera sebanyak ini? Apa kalung Vera sudah dia jual dan ini uang penjualan kalung itu, tapi tidak mungkin sebanyak ini?" Tanya dimas pada diri nya sendiri.
Dimas menghitung uang dalam amolop itu ada sekitar 30 juta. Dimas ragu untuk nggnakan uang itu, tapì tidak ada pilihan lain selain uang dalam tas Vera yang ia gunakan untuk membayar biasa rumah sakit.
******
Semoga Vera dan calon anak nya baik-baik saja. Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak.
Terimakasih
__ADS_1
Selamat membaca.