
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Seminggu kemudian mira benar - benar mendatangi rumah bimo dengan membawa bukti tes kehamilan berupa tespack dan surat keterangan dari rumah sakit yang sudah dia palsukan tanggal nya. Semua bukti yang dibawa nya memang milik nya, menyatakan dia benar - benar hamil tapi bukan anak dari bimo tetapi anak dari om botak buncit.
Bimo sebelum nya juga sudah mencari tahu siapa om botak buncit yang di maksud mira, ternyata pria itu bernama alex bekerja di salah satu perusahaan yang masih ada dalam satu kota.
" Kak , selama ini kan mama yang selalu datang ke rumah kita, bagaimana kalau weekend besok kita ke rumah mama. Selama ini aku belum pernah ke rumah mama, kata nya rumah mama banyak tanaman hias dan aku ingin belajar berbisnis tanaman hias juga" Ucap nina sambil mengambilkan sarapan untuk bimo.
" Ide kamu boleh juga sayang, baiklah nanti kita atur hari untuk berkunjung ke rumah mama. Di rumah mama memang banyak tanaman hias, karena mama memang usaha nya tanaman hias. Di toko nya lebih banyak dan berbagai macam bunga ada, dari harga yang puluhan ribu sampai yang puluhan juta bund ada. Kamu tinggal pilih saja " Ucap bimo sebelum menyuapkan nasi ke mulut nya.
Nina mengangguk paham, tidak salah lagi jika rumah bimo pun banyak tanaman bunga bahkan ada taman bunga yang cukup inidah, itu semua pasti atas tangan sang mama yang sudah menyulap taman menjadi indah.
Tiba - tiba dari arah pintu depan datang pak satpam dengan jalan sedikit berlari seakan ada hal genting yang ingin di sampaikan nya.
" Mas bimo.. emmhh di luar ada.. ada " Seru pak satpam dengan nafas tersengal - sengal.
" Minum dulu pak " Ucap nina sambil memberikan segelas air putih kepada satpam.
Pak satpam mengambil segelas air yang di berikan nina lalu meminum nya hingga tandas tak tersisa.
" Sekarang katakan ada apa sampai bapak lari - larian seperti tadi ?" Tanya nina. Sedangkan bimo tetap memakan sarapan nya, seperti nya bimo tahu maksud kedatangan pak satpam. Pasti saat ini mira datang dan marah - marah di luar gerbang.
" Itu mbak, di luar ada bu mira. Dia memaksa masuk dan sekarang sedang marah-marah di luar gerbang" Ucap psk satpam memberitahu .
Nina beralih memandang suami nya yang tetap terlihat santai sambil memakan sarapan nya.
" Suruh saja dia masuk pak " Ucap bimo santai.
" Baik mas" Seru satpam lalu pergi keluar rumah untuk membukakan gerbang mira.
Nina dan bimo saling pandang dan akhirnya mereka berdua tertawa, mereka yakin kali ini mira datang pasti ada berita yang ingin dia sampaikan kepada bimo. Pasti mira akan mengaku jika dirinya saat ini hamil anak bimo, mira memang hamil tapi bukan anak bimo.
" Seperti nya pertunjukan akan segera di mulai kak " Seru nina sambil memainkan alis nya.
__ADS_1
" Iya sayang, tapi kamu beneran tidak apa - apa kan? kamu tidak marah atau membenciku, kejadian malam itu aku tidak tahu pasti tapi yang aku rasakan aku sama srkali tidak menyentuh wanita itu " Ucap bimo masih takut jika sang istri akan berubah pikiran setelah bertemu mira.
" Tidak kak, aku percaya dengan suami ku. Jika pun kamu beneran tidur dengan nya itu bukan kemauan mu, tapi karena pengaruh obat yang di berikan mira " Seru nina berbicara penuh kedewasaan.
Tak tak tak
Suara highheels beradu dengan lantai keramik rumah bimo, membuat bimo dan nina mengalihksn pandangan nya. Terlihat mira datang dengan mengenakan pakaian yang cuku seksi dengan senyum mengembang di bibir merah nya.
" Oh ternyata kalian sedang sarapan, bahagia banget sih hidup kalian bisa sarapan berdua seperti ini. Tapi maaf ya sebentar lagi kalian tidak akan berdua seperti ini tapi ada aku yang akan ikut bergabung dengan kalian" Ucap mira lalu duduk di kursi seberang nina.
Mira duduk dengan gaya angkuh nya, seakan dialah tuan rumah di rumah nya. Nina memandang penuh kebencian kepada mira, ingin rasa nya dia mencakar mulut dan wajah mira.
" Apa maksud mu bicata seperti itu ?" Tanya nina pura - pura tidak tahu.
" Oh iya hampir saja lupa, kedatangan ku kesini mau memberikan hadiah ini untuk bimo" Ucsp mira sambil meletakksn amplop putih berlogo rumah sakit dan kotak kecil yang entah apa isinya.
Nina mengambil amplop dan kotak yang baru saja mira letakkan di atas meja di depan nina. Nia membuka amplop dan kotak kecil itu, tiba - tiba raut wajah nina berubah menjadi sendu. Bimo yang melihat perubahan wajah istrinya pun langsung menghentikan kegiatan makan nya.
" Kamu hamil ? emhh... tapi apa hubungan nya dengan kami ?" Tanya nina pura - pura tidak tahu.
" Kehamilan ku ada hubungan nya dengan suami mu, tepat nya anak ini adalah anak bimo. Tanpa sepengetahuan mu aku dan bimo masih sering bertemu dan melakukan hubungan itu sampai aku hamil, memang nya kamu wanita mandul " Seru mira dengan senyum penuh kemenangan.
Brakk
Bimo menggebrak meja makan dengan kuat, sampai nina dan mira terperanjat kaget. Bimo kali ini sangat emosi karena mulut mira benar - benar tidak bisa menjaga lisan nya, sejak kapan dirinya berhubungan kembali dengan nya.
" Jaga bicara mu mira, istri ku wanita yang baik dan sehat. Seharus nya kamu itu malu datang - datang mengakui hamil dengan ku, kapan aku melakukan itu pada mu. Melihat mu saja sudah membuat ku jijik !!" Seru bimo bicara cukup keras.
" Bimo sayang kenapa kamu bicara seperti itu, kamu melupakan kejadian malam itu " Seru mira tetap tidak perduli dengan amarah bimo.
Nina terdiam di tempat duduk nya, dia pura - pura menangis dengan memegang dada sambil terisak. Seakan dia percaya dengan ucapan mira.
" Kak, kamu harus segera menikahi nya. Kasihan anak dalam kandungan nya, dia tidak salah apa - apa kak " Ucap nina sambil terisak.
__ADS_1
Bimo merasakan perih dalam hati nya melihat istri yang di cintai nya menangis dengan air mata membasahi pipi nya seperti itu. Walaupun hanya akting tapi bimo menangkap kesedihan dari tangisan nina.
" Sayang kamu jangan percaya dengan ucapan nya, semua yang dikatakan nya itu bohong. Cerita yang sebenarnya tidak seperti itu, aku bisa menjelaskan nya " Ucap bimo sambil memeluk nina.
* Sayang kamu tidak perlu mengeluarkan air mata seperti itu, hati ku sakit melihat mu menangis walaupun hanya akting * bisik bimo di telinga nina.
* Biar lebih menyakinkan * Bisik nina.
" Kak .. aku tak sanggup untuk berbagi suami apalagi harus di madu, aku tak sanggup kak. Lebih baik aku yang mengalah" Seru nina menangis lebih kencang.
Mira yamg melihat perdebatan bimo dan nina tersenyum penuh kemenangan. Dia benar - benar merasa menang bisa membuat nina dan bimo berantem dan pasti akan berpisah.
" Kalau kamu tidak sanggup untuk di madu lebih baik kamu ceraikan saja wanita ini sayang, wanita tidak ada guna, wanita mandul " Seru mira menghina nina.
Plak
Plak
Bimo menampar pipi mira dengan sangat keras, sehingga pipi mira memerah dan sudut bibir nya mengeluarkan darah.
" Berani kamu menghina istri ku. !! Kamu itu hanya wanita sampah, murahan. Jangan sekali pun kamu menghina istri ku, di bandingkan dengan mu istri ku jauh lebih dari segala nya " Ucap bimo penuh amarah.
" Mira ! Apa benar anak yang kamu kandung itu anak nya kak bimo ? Kalau itu memang anak kak bimo aku rela melepas kak bimo untuk mu, aku hanya minta sekarang kita ke rumah sakit kita sama - sama periksakan kandungan mu itu " Ucap nina menantang mira .
Wajah mira berubah pucat pasi, tidak mungkin dia memeriksakan kandungan dengan nina dan bimo yang ada kebohongan nya akan terbongkor.
* Bagaimana ini ? kalau aku ikuti permintaan nina, sudah pasti semua kebohongan ku akan terbongkar. Aku memang benar - benar hamil tapi usia kehamilan ku sekarang sudah dua bulan, sedangkan kejadian malam itu baru sebulan yang lalu. * gumam mira dalam hati nya sendiri.
*****
SUDAHLAH MIRA JANGAN BERBOHONG TERUS, NINA DAN BIMO SUDAH TAHU SEMUA KECURANGAN MU. ❤❤❤
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK 🙏❤
__ADS_1
TERIMSKASIH 🙏🙏