
Ibu lasmini membuka mata nya dan melirik ke samping dimana tempat melani, nina dan hendra berdiri. Ibu lasmini tersenyum saat melihat melani.
" Mel.. melani kamu datang nak" Ucap ibu lasmini dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh melani.
" Iya bu ini melani" Jawab melani singkat, karena masih sakit hati dengan perkataan dan hinaan ibu lasmini.
Ibu lasmini menatap sendu ke arah melani, air mata nya pun menetes tak tertahan. Ibu lasmini menangis sesunggukan.
" Melani ibu minta maaf, ibu selama ini sudah banyak salah sama kamu. Ibu sudah jahat sama kamu, tolong maafkan kesalahan-kesalahan ibu mel" Ucap ibu lasmini sambil menangis.
" Bu sudahlah melani sudah memafkan ibu, sekarang ibu istirahat biar cepat sembuh. Setelah ini melani minta ke dokter untuk memindahkan ibu ke ruang rawat, ibu tidak perlu memikirkan biaya biar melani yang tanggung" Ucap melani dengan baik hati nya mau memafkan semua kesalahan ibu lasmini.
" Ini si,,siapa?" Tanya ibu lasmini melihat ke arah hendra yang dari tadi diam saja.
" Oh iya bu kenalkan ini mas hendra, calon suami melani" Ucap melani mengenalkan hendra.
Hendra pun mendekat ke arah ibu lasmini dan menyalami ibu lasmini dengan ramah nya.
" Saya hendra bu, melani sudah cerita tentang ibu. Semoga cepat sembuh ya bu" Ucap Hendra lagi.
Ibu lasmini tersenyum menatap ke arah melani dan hendra bergantian. Nina yang dari tadi diam saja kini ikut buka suara.
" Ibu sekarang istirahat ya" Ucap Nina meminta ibu nya istirahat.
" Ti,,tidak Nin. Ibu masih ingin bicara dengan melani. Mel, ibu doakan semoga kamu bahagia hidup dengan hendra. Hendra sepertinya lelaki yang baik, semoga hendra bisa membahagiakan mu. Mel, maafkan juga kesalahan Raka ya nak. Dia sudah menerima balasan yang setimpal" Seru ibu lasmini dengan suara semakin pelan.
" Nak hendra tolong jangan sakiti melani. Melani wanita yang baik, anak ku saja yang bodoh telah menyia-nyiakan wanita sebaik melani." Ucap ibu lasmini sambil melihat ke arah hendra.
" Iya bu" Jawab hendra singkat.
" Mel, apa pun yang terjadi tolong kamu jaga dan bimbing Nina. Ibu titip Nina kepada kalian ber dua. " Ucap ibu lasmini dengan nafas yang semakin sesak.
" Ibu jangan bilang seperti itu, ibu pasti sembuh. Ibu harus berjuang untuk sembuh" Ucap Nina dengan tangis yang semakin terisak.
" Iya bu, ibu harus sembuh. Nina masih membutuhkan ibu" Ucap melani ikut menangis.
" Nin, maafkan ibu dan mas mu Raka. Tolong sampaikan maaf ibu untuk bapak mu. Jika kau ingin tinggal dengan bapak mu ibu tidak marah lagi, kamu harus jadi anak yang lebih baik. Kamu harus bisa menjadi anak yang sukses ya nak. Maafkan ibu....." Ucap ibu lasmini dengan nafas semakin susah.
Ibu lasmini berhenti berbicara dan memejam kan mata nya. Mereka yang ada di ruangan pun panik dengan keadaan ibu lasmini.
__ADS_1
" Bu.. bu bangun bu, ibu jangan bercanda. Ibu.. bu.. bu " Nina memanggil - manggil ibu nya tapi tidak ada balasan dari sang ibu.
Hendra mengecek denyut nadi ibu lasmini. Lalu hendra menggelengkan kepala nya.
" Beliau sudah meninggal" Ucap hendra dengan berat hati mengatakan yang sesungguh nya.
" Innalillahi waa innaillahi rojiun" Ucap melani sambil menutup mulut nya.
" Tidak.. ibu tidak meninggal. Mas hendra pasti bohong, Dokter.. suster..." Ucap Nina tidak percaya lalu lari keluar memanggil dokter.
Dokter pun datang memeriksa kondisi ibu lasmini, tetapi apa yang dokter katakan sama dengan apa yang hendra katakan.
" Maaf beliau sudah meninggal" Ucap sang dokter.
" Ibu.. ibu, jangan tinggalkan nina" ucap nina sambil memeluk sang ibu yang sudah tidak bernyawa lagi.
" Sabar Nin, ikhlas kan kepergian ibu. Sekarang kita urus jenazah ibu" Ucap Melani mencoba menguatkan Nina.
" Tapi ibu mau di bawa pulang kemana mbak? Saya tidak tahu kontrakan ibu?" Ucap Nina masih terus memeluk jenazah ibu nya.
" Ibu bawa pulang kerumah mbak, kita urus jenazah ibu sekarang juga. Mas tolong bantu melani urus pemakaman ibu ya" Ucap Melani .
" Iya mas" Jawab Melani.
Hendra pun pulang ke rumah melani untuk menyiapkan pemakaman. Melani menyelesaikan pembayaran dan kepulangan jenazah ibu lasmini. Nina masih terus menangis di samping jenazah ibu nya.
******
Jenazah ibu lasmini sudah berada di kediaman melani, tidak banyak pelayat yang datang karena memang komplek rumah melani termasuk komplek rumah elit para penghuni banyak yang tidak dirumah.
Para tetangga kontrakan ibu lasmini ada yang datang melayat termasuk ibu Rt. Mereka tahu soal kematian ibu lasmini karena tadi ibu Rt menelpon ibu lasmini tetapi Nina yang mengangkat nya, Nina pun memberi tahu jika sang ibu sudah meninggal.
" Maaf ya nak nina, ibu tidak tahu kalau ibu lasmini ini ibu kamu. Beliau tidak pernah cerita sama ibu" Ucap ibu Rt tempat ibu lasmini mengontrak , ibu Rt mengenal nina dari butik melani.
Ibu Rt adalah salah satu pelanggan di butik Melani, dia mengenal nina karena nina kerja di butik melani.
" Iya bu , selama ini ibu memang memilih tinggal dengan mbak Vera. Ada masalah keluarga yang tidak bisa saya ceritakan" Ucap Nina memberi alasan.
" Iya tidak apa-apa nak Nina. Oh kalau boleh tahu ini rumah siapa? Mewah dan besar banget" Ucap ibu Rt.
__ADS_1
" Ini rumah mbak melani, mantan kakak ipar saya." Jawab Nina.
Ibu RT hanya menganggukkan kepala nya, lalu ikut duduk mengaji di dekat jenazah ibu lasmini.
" Nin, sebentar lagi jenazah ibu mau di bawa ke pemakaman. Ayuk kamu siap-siap kita berangkat sama-sama" Ucap melani.
" Iya mbak" Jawab Nina singkat.
Jenazah ibu lasmini pun di bawa ke pemakaman dengan mengendarai mobil jenazah yang sudah di sewa melani. Nina dan Melani menaiki mobil yang berbeda.
Proses pemakaman ibu lasmini berjalan dengan lancar, para pelayat sudah banyak yang meninggalkan pemakaman. Nina masih bersimpuh di makam sang ibu.
" Mbak melani kami semua ingin pamit pulang dulan ya mbak,mas" Ucap pak Rt komplek perumaham melani.
" Iya pak terimakasih sudah membantu proses pemakaman ini. Hanya terimakasih yang bisa saya ucapkan " Ucap melani kepada Pak Rt.
" Iya sama-sama mbak, kita sebagai warga harus saling tolong menolong. Baiklah mbak kami permisi sekali lagi kami turut berduka cita" Ucap pa Rt.
" Iya pak terimakasih" Ucap melani.
Pak Rt dan yang lain nya meninggalkan area pemakaman. Tak lama Nina, melani dan hendra pun ikut meninggalkan area pemakaman karena hari sudah semakin sore, matahari sudah mulai menyembunyikan sinar nya.
" Mbak, mas terimakasih sudah mau repot membantu proses pemakaman ibu. Nina tidak tahu akan bagaimana jika tidak ada kalian ber dua" ucap nina saat sudah berada di dalam mobil.
" Nin, ini semua sudah jadi kewajiban kita saling tolong menolong. Apalagi kita ini kan keluarga, kamu adik mbak.. jadi sudah sewajar nya mbak menolong mu." Ucap Melani sambil memeluk Nina dengan erat.
" Apa yang di bilang melani itu benar nin, mas juga sudah menganggap mu adik mas sendiri. Jadi jangan sungkan sama mas" Ucap hendra menambahi.
" Terimakasih mbak, mas" Jawab nina semakin mengeratkan pelukan nya kepada melani.
Mobil pun terus berjalan menuju ke rumah, mobil sampai rumah saat sudah mulai gelap. Nampak pak ahmad, bu marni dan mang usin membereskan sisa - sisa acara tadi.
*****
Soal ibu lasmini sudah the end. Semoga suka dengan karya ku ya kak.
Jangan lupa terus dukung novel Author ya kak, biar Author semangat nulis nya 🥰🥰
Terimakasih.🙏🙏
__ADS_1