
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Hubungan bimo dan nina tetap belum ada kejelasan, bimo seakan menyerah untuk mendapatkan hati nina. Nina benar-benar wanita yang sulit di taklukkan, sikap nina kepada bimo memang sedikit mulai melunak tapi saat bimo mengutarakan isi hati nya kembali nina hanya diam dan tidak memberikan jawaban.
Sebenarnya nina hanya ragu untuk menjalin hubungan dengan bimo, bimo orang terpandang sedangkan nina hanya orang biasa. Dia juga ingin melihat lebih jauh lagi usaha bimo untuk mendapatkan nya dan menyakin kan nya.
" Nina, kamu pasti tahu kalau aku ini mencintai mu dam sangat berharap kamu bisa menjadi istri ku. Apakah sedikit pun kamu tidak bisa melihat cinta yang aku berikan untuk mu. ?" Ucap bimo mempertanyakan isi hati nina.
" Aku lebih nyaman kita berteman seperti ini saja om, aku tidak mau merasakan sakit hati karena cinta. Aku harap om bisa mengerti. Lagi pula om belum lama bercerai dengan mantan istri om, orang - orang pasti akan beranggapan akulah orang ke tiga dalam rumah tangga kalian" Ucap nina menjelaskan.
Nina sebenarnya masih takut dengan sebutan kata PELAKOR karena perceraian bimo dan mantan istrinnya juga belum ada dua bulan, pasti banyak orang yang mengira nina merebut suami orang.
Hufft...
Bimo membuang nafas dengan kasar, benar-benar harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan nina lagi.
" Aku akan menynggu mu hingga kamu siap menerima cinta ku. Atau jangan-jangan kamu tidak mau menerima ku karena status ku yang seorang duda anak satu ? Anak itu memang bukanlah anak kandung ku nin, dia anak mantan istri ku dengan pria selingkuhan nya tapi aku juga sangat menyayangi anak itu, aku juga sangat berharap kamu bisa menjadi ibu sambung untuk anak itu. " Seru bimo lagi.
" Bukan begitu Om, aku.. aku tidak mempermasalahkan status duda om. " Seru nina membela diri.
Akhirnya mereka berdua saling diam, mereka sibuk dengan pikiran nya sendiri - sendiri.
Saat mereka saling sibuk dengan pikiran nya masing - masing, mobil raka datang dan berhenti di halaman rumah yang di tempati Nina.
Tampak Raka dan Winda turun dari mobil, Raka memperhatikan mobil yang ada di samping mobil nya. Mobil itu terlihat mobil mahal dan mobil yang tergolong mewah.
" Mobil siapa ini Ka ? Adik kamu ?" Tanya winda yang juga ikut penasaran.
" Tidak tahu Wind, ya sudah yuk kita masuk siapa tahu itu mobil teman nina" Jawab raka lalu mengajak winda masuk ke rumah.
Mereka sampai di depan pintu, pintu memang tidak di tutup karena ada bimo di dalam jadi nina sengaja membuka nya. Raka melihat nina dan temannya duduk berseberang di sofa ruang tamu namun saling diam seperti sedang melamun.
" Assalamualaikum" Sapa raka dan winda bersamaan dari arah pintu depan
__ADS_1
Nina dan bimo kaget dengan salam Raka, hingga mereka berdua bersamaan mengalihkan pandangan nya ke arah pintu depan.
" Waalaikumsalam" Seru nina bimo bersamaan.
" Mas Raka, mbak winda !!" Seru nina yang menyadari kedatangan kakak nya beserta winda orang yang memang sudah nina kenal dari zaman kakak nya kuliah dulu.
Raka dan winda pun masuk ke dalam rumah lalu ikut duduk di sofa yang sama. Raka memandangi lelaki yang duduk di samping nya, dia merasa seperti pernah mengenal lelaki itu.
Tiba- tiba raka pun ingat siapa lelaki yang ada di samping nya, tetapi dia heran kenapa dia ada di rumah nina.
" Ini bukan nya pak Bimo ?" Tanya raka yang mengingat bimo.
" Betul pak Raka , pak raka apa kabar? Senang bisa bertemu dengan pak raka kembali." Seru bimo lalu mengulurkan tangan nya kepada raka, raka pun menyambut uluran tangan bimo dengan hangat.
" Baik pak bimo " Jawab raka singkat.
Winda dan nina memilih meninggalkan raka dan bimo, mereka memilih berkutat di dapur untuk membuat hidangan makan siang.
" Mbak winda kalau capek istirahat saja di kamar, biar aku yang menyiapkan makan siang nya. Mbak winda kan pasti capek" Ucap nina.
" Bukan mbak, entahlah mbak aku bingung juga. Ehh ngomong-ngomong kok mbak winda datang sama mas Raka ? Atau jangan-jangan kalian...." Nina menjeda ucapan nya.
" Mas Raka semalam melamar mbak, dan hari ini rencana nya kami ingin menemui orang tua mbak Nin. " Seru Winda dengan senyum bahagia nya.
" Wah selamat ya mbak " Seru nina lalu memeluk Winda dengan hangat.
Winda tersenyum dan membalas pelukan nina, nina dan winda pun mulai memasak untuk makan siang mereka ber empat.
*******
Nabila keluar dari kamar mandi dengan wajah murung nya, dia baru saja melakukan tes kehamilan namun hasil nya masih saja tetap negatif, padahal ini sudah masuk bulan ke tiga pernikahan nya dengan dimas.
" Kamu kenapa dek?" Tanya dimas yang baru saja masuk ke kamar dan sambil membawa tama.
__ADS_1
" Aku habis tes kehamilan mas tapi hasil nya masih saja negatif. Padahal ini sudah bulan ke tiga pernikahan kita, aku juga sangat berharap bisa segera hamil mas" Ucap nabila dengan lesu.
" Sabar sayang, mungkin Allah belum memberikan rezeki nya untuk kita. Mungkin biar Tama besar dulu baru kita di kasih lagi, yang sabar ya sayang ! Kita tetap berusaha terus dan tetap berdoa yang terbaik " Ucap dimas sambil membawa nabila dalam pelukan nya.
Walaupun sudah ada Tama, tidak di pungkiri nabila sangat mengharapkan punya anak yang lahir dari rahim nya sendiri. Dia ingin menjadi seorang ibu seutuh nya dengan bisa melahirkan seorang anak.
Biarpun tama hanya anak tiri nya, nabila juga sangat menyayangi tama begitupun dengan tama baru tiga bulan bersama nabila dia sudah sangat dekat dan lengket kepada nabila.
" Dek nanti tidak perlu ke toko ya, karena kita mau jalan-jalan. Mas tadi sudah bilang sama hasni untuk menghandel toko" Ucap dimas saat melepaskan pelukan nya.
" Memang nya kita mau kemana mas? " Tanya nabila yang tidak tahu apa-apa.
" Kita jalan - jalan bertiga yuk, semenjak buka toko baru kita tidak pernah jalan lagi. Mau kan ? " Tanya dimas.
" Mau dong mas, tapi untuk urusan dapur di toko bagaimana mas? Kalau cuma satu orang pasti dia kualahan mas, kan kasihan " Seru nabila ragu.
" Sudah tidak apa-apa semua sudah di atur kok, gak apa-apa sesekali kita juga perlu refresing. Betulkan ? si tama juga pengen banget jalan-jalan. " Seru dimas.
Tama yang tadi sibuk dengan mainan pesawat nya pun kini sudah menghampiri nabila dan dimas sambil memberikan mainan pesawat nya.
" Kenapa sayang, pesawat nya tidak mau jalan ? Coba bunda liat dulu ya, ?" Seru nabila dengan sangat lembut.
Tama sudah berusia satu tahun dan sudah mulai bisa berjalan, dia sangat dekat dengan nabila bahkan jika nabil ke toko dia selalu ingin ikut.
" Ini batre nya habis sayang,nanti kita beli batre yang baru ya " Seru nabila lembut sambil mengusap rambut tama.
Dimas tersenyum bahagia melihat interaksi antara tama dan nabila, nabila memperlakukan tama seperti anak kandung nya sendiri.
*******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN UNTUK KARYA AUTHOR YA KAK. ❤❤
__ADS_1
SEMAKIN BANYAK DUKUNGAN, SEMAKIN SEMANGAT AUTHOR UNTUK MENULIS ATAU UP BAB BARU. ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤