
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Sesampai nya di rumah om jos langsung meminta mira menjelaskan semua nya tentang kehamilan nya. Wajah mira terlihat cemberut karena tadi dia tidak jadi berbelanja, karena om jos langsung membawa nya pulang.
Om jos menatap tajam ke arah mira, sedangkan mira tidak tahu jika saat ini om jos sedang menahan emosi dan amarah nya, justru mira hanya pura - pura merajuk karena tidak jadi belanja.
" Sayang kenapa kamu membawa ku pulang? bukan nya tadi kita mau belanja? Aku marah dan akan mogok makan " Seru mira sambil bersungut - sungut marah.
Namun om jos tidak memperdulikan ucapan mira, dia masih penasaran dengan ucapan mira yang mengatakan jika dirinya hamil. Sedangkan om jos sudah di vonis mandul oleh tiga dokter, jika mira hamil berarti selama ini mira sudah berselingkuh di belakang nya.
" Apa benar kamu sedang hamil ?" Tanya om jos dengan nada suara datar.
Mira sampai lupa jika dirinya belum memberitahu om jos tentang kehamilan nya, anak om jos atau bukan mira akan tetap bilang jika itu anak nya om jos.
" Iya sayang aku hamil, kamu senang kan ?" Tanya mira dengan wajah yang berbinar bahagia sambil memeluk lengan om jos.
" Tiga hari yang lalu aku periksa dan ternyata aku hamil, semoga dengan ada nya anak ini bisa membuat keluarga kecil kita semakin bahagia ya Om jos ku sayang" Ucap mira yang kini beralih memeluk om jos.
Om jos terlihat kesal, kilatan api amarah nampak di wajah nya. Dengan sangat kasar dia melepaskan pelukan mira dan mendorong tubuh mira hingga miramengaduh kesakitan.
" Aduh... kamu kok kasar banget sih om, aku ini sedang hamil anak mu. Kalau anak ini kenapa - kenapa bagaimana ? Kamu juga kan yang rugi ? sebenarnya ada apa sih om kok kamu bersikap kasar seperti ini dan kamu terlihat marah ?" Ucap mira bertanya dengan beruntun.
" Anak siapa yang kamu kandung ?" Tanya om jos penuh keseriusan dengan menatap tajam ke arah mira.
Deg
Jantung mira seakan berhenti berdetak mendengar pertanyaan om jos tentang anak yang ada dalam kandungan nya. Mira bingung dan gugup harus menjawab apa pertanyaan om jos.
" Sayang kenapa kamu bicara seperti itu, sudah jelas kamu suami ku dan aku istri mu, walaupun kita menikah secara siri anak ini ya anak kamu masak anak orang lain" Seru mira sedikit gugup.
Om jos langsung mencengkram lengan mira dengan sangat kuat hingga mira meringis kesakitan.
" Itu bukan anak ku !!" Bentak om jos dengan suara lantang.
" Kamu bicara apa ? Jelas - jelas ini anak mu sayang " Seru mira terus menyakinkan om jos jika itu adalah anak nya, darah daging nya.
" Jangan berbohong dengan ku mira, dan jangan main - main di belakang ku. Aku tahu anak itu bukanlah anak ku, karena aku ini lelaki mandul.. aku mandul mira jadi tidak mungkin aku bisa menghamiliku dan sudah tiga dokter memeriksa ku, dan hasil nya sama saja jika aku mandul !!" Sentak om jos semakin memperkuat cengkraman nya.
Mira semakin ketakutan karena wajah om jos semakin memerah dan ratapan mata nya seperti ingin membunuh mira, tatapan nya sangat tajam seperti pedang yang siap di hunuskan kepada musuh nya.
" Apa ?? Om.. oo..oom mandul ? kenapa bisa ?" Ucap mira terbata - bata.
" Iya aku mandul , jadi itu anak siapa ? Bicara jujur daripada tubuh mu semakin sakit karena aku hajar kamu pilih mana ? jujur atau aku hajar ?" Seru om jos serius.
__ADS_1
Pilihan yang sangat sulit bagi mira,jujur sudah pasti om jos akan marah dan memukul nya dan jika dia diam saja sudah pasti dia akan di hajar, membayangkan saja mira tidak sanggup apalagi sampai di hajar beneran.
" Tapi.. ini.. ini anak om jos ,aku tidak melakukan nya dengan pria lain selain dengan mu om " Ucap mira tetap berbohong dengan mulai mengeluarkan air mata buaya nya.
" Aku mandul mira... !! aku tidak bisa menghamili mu , sekarang katakan siapa pria yang sudah tidur dengan mu selain diri ku ? Aku sudah rela meninggalkan istri ku dan kemewahan yang selama ini aku nikmati demi bisa hidup bersamadengan mu, tetapi apa yang aku dapat ? wanita yang aku bela dia sudah menghianati ku, ini mungkin karma untuk ku " Seru om jos sambil menunduk kan kepala nya dengan kedua tangan nya memegang kepala nya.
Om jos benar - benar tertipu dengan wajah cantik mira, wajah cantik tapi penuh kebohongan dan kepalsuan. Dia bekerja mati - matian demi bisa membahagiakan mira sampai bisnis bodong yang dia geluti demi bisa membahagiakan mira.
Plakk
Plakk
Om jos sudah hilang kendali dan kesabaran, dia benar - benar marah dengan mira hingga dia menampar ke dua pipi mira. Mira meringis menahan sakit akibat tamparan om jos.
" Maaf om.. Maaf kan aku " Lirih mira sambil menangis.
" Siapa laki - laki yang sudah menghamili mu, aku hanya ingin tahu saja" Ucap om jos sambil menjambak rambut mira hingga wajah mira mendongak ke atas.
" Aku.. aku tidak tahu om, waktu itu aku mabuk dan bangun - bangun aku sudah ada di kamar dalam keadaan tidak berpakaian. Aku tidak bohong om, tolong lepaskan om. Kepala ku sakit dan rambut ku pasti banyak yang terjabut. " pinta mira dengan memohon.
Om jos pun melepaskan jambakan nya, dia terdiam dan mencerna semua yang baru saja di jelaskan oleh mira.
* Semoga dia percaya dengan ucapan ku, aku tidak akan mengatakan yang sejujur siapa laki - laki yang sudah menghamiliku * Gumam mira dalam hati nya.
*******
Om jos masih berusaha ingin memperbaiki hubungan nya dengan mira, dengan mencoba menerima anak yang di kandung mira karena pada dasar nya dia tidak dapat mberikan mira keturunan jadi tidak ada salah nya menerima anak yang di kandung mira.
Namun hati nya belum bisa menerima saat mengingat bagaimana mira tidur dengan pria lain, hal itu yang membuat om jos masih menjaga jarak dengan mira.
" Sayang sudah dong marahan nya, aku benar - benar minta maaf. Saat itu aku tidak sadar karena dalam keadaan mabuk, aku jenuh karena kamu yang sudah beberapa hari tidak pulang jadi aku mencoba menghibur diri dengan main ke club malam tapi ternyata aku mabuk dan dimanfaatkan oleh lelaki hidung belang" Seru mira sambil memeluk om jos dari belakang.
" Tolong lepaskan, aku masih belum bisa memafkan mu tapi aku akan mencoba memafkan mu karena bagaimanapun aku tidak bisa memberi mu keturunan, tapi aku lebih baik mengambil anak dari panti asuhan daripada kamu tidur dengan pria lain begitu " Seru om jos ketus .
Mira masih terus berusaha merayu om jos agar om jos tetap bersama dan tidak meninggalkan nya karena dia takut jika om jos meninggalkan nya , dia tidak ada lagi yang memberikan uang apalagi saat ini dia sedang hamil.
Tok Tok Tok
Tiba - tiba pintu rumah mira ada yang mengetuk dari luar rumah, sepertinya ada tamu yang datang. Mira pun bergegas menuju ruang depan untuk membuka kan pintu.
Ceklek...
Pintu pun terbuka dan nampak dua orang lelaki berdiri di depan mira, kedua kelaki itu sangat asing bagi mira bahkan mira tidak mengenal nya sama sekali.
__ADS_1
" Maaf anda ini siapa ya dan anda cari siapa ?" Tanya mira sambil menatap kedua pria yang ada di hadapan nya itu.
" Maaf mbak apa benar ini rumah bapak Jos handoko ?" Tanya salah satu lelaki itu dengan wajah serius.
Mira mencium bau - bau tidak enak, bau - mau masalah baru. Tapi dia tidak tahu masalah apa yang akan terjadi.
" Bukan, ini rumah saya. Om jos disini hanya menumpang saja " Ucap mira berkata seperti tidak menghargai suami nya sama sekali.
Rumah itu memang benar rumah mira dan atas nama mira, tetapi apakah mira lupa jika rumah itu om jos lah yang membelikan nya sebelum dia ketahuan selingkuh oleh istri nya, dan tentu saja uang istrinya yang dia gunakan untuk membeli rumah.
" Oh begitu, maaf kami tidak tahu. Kami dari kepolisian ingin bertemu dengan Bapak Jos bisa tolong mbak panggilkan !" Seru poloisi itu sambil menunjukan tanda anggota nya kepada mira.
" Haahh Polisi ? Ada urusan apa om jos dengan polisi ?" Gumam mira lirih dan masih bisadi dengar oleh kedua polisi yang ada di hadapan nya itu.
Mira pun langsung memanggil om jos, dan meminta om jos menemui ke dua polisi itu.
" Ada apa ya pak ?" Tanya om jos yang masih tidak tahu dengan maksud tujuan polisi datang mencari nya.
" Maaf saya membawa surat perintah penangkapan untuk anda atas kasus bisnis investasi ilegal yang sudah anda geluti beberapa bulan ini " Seru salah satu polisi dengan memberikan surat perintah penangkapan kepada om jos.
Dengan tangan bergetar om jos menerima surat itu dan membaca nya. Badan om jos terasa lemas tak berdaya ternyata apa yang di takutkan nya terjadi juga.
* Ini semua gara - gara mira setelah aku mengenal dia semua nya jadi berantakan, aku tergoda dengan nya sampai aku rela memilih nya dan meninggalkan istri ku dan kemewahan nya. Dan aku terpaksa melakukan bisnis ini demi memenuhi gaya hidup nya, sial ini benar - benar sial dan tidak adil * Gerutu om jos kesal.
" Mau dibawa kemana suami saya pak ?" Tanya mira yang melihat tangan om jos sudah di borgol.
" Sebaik nya mbak juga ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan" Ucap polisi itu.
Mira menggeleng dan mencoba masuk ke dalam kamar nya tetapi salah satu dari polisi itu membuat mira tidak bisa berkutik.
" Kalau mbak tidak mau ikut aku pastikan mbak akan ikut mendekam ke penjara. " Seru salah satu polisi menakut - nakuti mira.
Dengan terpaksa mira pun akhir nya ikut dengan polisi itu ke kantor polisi untuk memberilan keterangan yang dia saja tidak tahu keterangan apa yang akan dia berilan karena dia pun memang belum tahu masalah apa yang sedang menimpa om jos sampai harus berurusan dengan polisi.
******
HARI INI UP TIDAK BISA SEPERTI KEMARIN YA KAK, KEMARIN BISA UP 4 BAB KARENA AUTHOR MEMANG LAGI SANTAI PEKERJAAN TIDAK TERLALU BANYAK, TAPI HARI INI AUTHOR ADA ACARA KELUARGA. ❤❤❤
JADI AUTHOR TIDAK BISA UP BANYAK, TAPI AKAN AUTHOR USAHAKAN UNTUK UP 2 BAB ❤❤❤
ADA KESIBUKAN DI REAL LIFE YANG HARUS AUTHOR KERJAKAN, HARAP DI MAKLUMI YA KAK 🙏🙏
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR, AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏
❤❤❤❤