Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Sama lemot nya


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Setelah menjalan operasi sebulan yang lalu nabila sudah beraktifitas seperti biasa. Dia benar - benar sudah sembuh, bahkan dimas pun juga sudah tidak pernah merasakan nyeri dan sesak pada dada nya lagi. Dari hasil pemeriksaan jantung dimas sudah tidak bermasalah, namu fadli tetap menyarankan untuk sering cek up dan pola hidup sehat.


Putri kecil nabila dan dimas saat ini sudah berusia 4 bulan, tama semakin menyayangi adik nya dan takut jika orang lain akan mengambil nya. Acara berbagi dengan anak yatim pun sudah nabila laksankan seminggu yang lalu, dengan di bantu dimas dan karyawan cafe nya.


" Mas dimas nanti sepulang dari cafe tolong mampir ke swalayan ya mas, tolong belikan susu nya tama sama sabun mandi nya, stock susu tama cuma tinggal sampai malam saja. Kemarin aku lupa beli karena belanja buru-buru takut gina rewel. Mas tau kan susu dan sabun mandi tama yang seperti apa ?" Tanya nabila memastikan agar suami nya tidak salah beli.


" Iya mas ingat kok, waktu itu sudah mas foto dan mas simpan di ponsel jadi kalau belanja lihat foto nya dulu. Maklum lah bapak - bapak jarang belanja kebutuhan anak " Seru dimas terkekeh pelan.


Ibu marni datang dari arah belakang sambil membawa satu kantong plastik mangga yang belum matang, namun sudah tua jika di eram tiga hari pasti akan cepat matang.


" Ibu bawa apa itu ?" Tanya dimas penasaran karena kantong plastik nya hitam jadi tidak kelihatan isi di dalam nya.


" Oh ini mangga baru saja ibu petik dari kebun belakang, hasni kemarin bilang kalau nina ngidam mangga yang masih mengkal tapi sudah cari kemana - mana tidak ada, ada nya yang sudah matang. Jadi ini ibu ambilkan untuk nina nanti hasni yang mau mengantarkan " Ucap ibu marni.


" Kalau wanita hamil pengen sesuatu itu harus bisa di turuti, karena itu keinginan si calon bayi nya mas. Kalau tidak kesampaian kata orang zaman dulu anak nya nanti ileran " Ucap nabila menambahkan maksud ibu mertua nya.


" Oh begitu " Seru dimas sambil menganggul kan kepala nya tanda dia mengerti.


Dimas pun berangkat ke cafe, dimas selalu ingat pesan fadli kalau bekerja jangan terlalu capek dan istirahat yang cukup agar kondisi jantung stabil. Jadi sekarang dimas hanya membantu di bagian kasir bergantian dengan hasni, dan belanja pun selalu di temani dadang.


Hasni juga saat ini sudah berada di rumah nina mengantarkan mangga untuk nina. Sebenarnya hasni tidak bilang jika pohon mangga di rumah nya buah, dan nina pun tidak tahu jika hasni akan datang dengan mbawa mangga yang dia inginkan.


" Eh hasni.. tumben pagi - pagi main kesini ? Masuk dulu yuk, kita ngeteh sambil ngobrol - ngobrol. Kerja nya nanti saja, lagi pula kamu kerja sama kakak mu sendiri masak iya dia mau pecat adik nya. " Ucap nina tanpa jeda hingga hasni hanya bengong sambil menyimak.

__ADS_1


" Nyuruh masuk tapi ngomong tidak berhenti juga, aku capek berdiri terus bumil yang cantik. Oh iya aku punya hadiah untuk mu, semoga kamu suka ya dan harus di habiskan" Seru hasni sambil memberikan kantong plastik hitam yang berisi mangga kepada nina.


Nina pun menerima pemberian hasni lalu mengajak hasni masuk dan duduk di ruang keluarga. Disana ada mama lusi dan sekar yang sedang menonton televisi acara kartun kesukaan anak - anak zaman sekarang.


" Eh ada hasni, sini has duduk. Kamu datang sama siapa? Bagaimana kabar ibu kamu ? Ibu sudah lama tidak bertemu ibu mu, kami sama - sama sudah tua jadi ya di rumah saja bermain sama cucu. Oh iya kabar nya nabila bagaimana ? dia sudah sehat kan ?" Tanya mama lusi beruntun membuat hasni bingung harus menjawab yang mana dulu.


* Ini mertua sama menantu kok sama saja ya? kalau bertanya tanpa jeda, bingung juga aku mau jawab yang mana dulu * Gumam hasni dalam hatinya.


" Semua nya baik dan sehat tante " Jawab hasni menjawab dengan singkat, karena dia sendiri lupa apa saja yang tadi di tanyakan mertua nina.


Nina pun ikut duduk di samping hasni, nina membuka kantong plastik pemberian hasni namun dengan seketika nina menjerit, lebih tepat nya menjerit bahagia.


" Asiikkk.... Akhirnya dapat juga ! !" Seru nina tanpa sadar dia bicara cukup kuat.


" Nina kamu ini apa tidak bisa bicara dengan pelan, massk rumah sebagus ini di anggap hutan. " Seru hasni kesal karena telinga nya benar - benar sakit mendengar jeritan nina. Apalagi tadi nina menjerit tepat di dekat telinga nya.


" Ada apa Nin ? Apa yang dapat?" Tanya mama lusi penasaran.


Nina tidak menjawab nya tetapi malah mengeluarkan mangga bawaan hasni tadi dan menunjuk kan kepada mama mertua nya. Setelah melihat mangga yang ada di tangan nina, mama lusi pun mengangguk dia paham karena mangga mengkal itu nina sampai menjerit.


" Kamu dapat darimana ini has? Dari kemarin aku dan kak bimo muter - muter cari mangga yang masih mengkal begini tapi tidak ketemu juga sampai pengen nangis rasa nya has. Beruntung hari ini kamu datang dan membawakan mangga ini untuk ku, jadi anak ku tidak akan ileran " Ucap nina sambil mengusap perut nya yang buncit nya sudah terlihat.


" Aku dapat dari belakang rumah, itu tadi ibu yang mengambil kan khusus untuk ibu hamil yang cerewet. " Ucap hasni meledek nina.


Nina tidak perduli dengan ledekan dari hasni, justru dia langsung membawa mangga nya ke dapur untuk di cuci dan akan segera dia makan. Tidak lupa nina meminta bik atun untuk membuatkan bumbu rujak nya. Setelah di cuci dan bumbu rujak selesai di buat , nina kembali dengan membawa nampan berisi bumbu rujak dan mangga yang masih utuh bulat - bulat dan segelas teh untuk hasni.

__ADS_1


" Busheettt pagi - pagi sudah makan rujak aja kamu Nin ? Gak takut mules tuh perut ?" Tanya hasni heran dengan kelakuan nina. Apa setiap wanita hamil itu akan berprilaku sama seperti nina.


" Itu sudah biasa has, orang hamil memang kadang suka aneh. Tante dulu saat hamil bimo jam 1 malam malah pengen makan rujak, mau tidak mau ya tetap makan rujak dengan buah seadaanya " Ucap mama lusi menceritakan saat kehamilan nya dulu.


" Oh pantas saja si bimo junior juga ikut - ikutan tidak mau kalah sama bapak nya " Seru hasni sambil tertawa kecil.


Nina tidak perduli dia terus memotong mangga dan memakan nya dengan sambal rujak buatan bik atun yang membuat nina semakin ketagihan.


" Tau kalau di rumah mu ada kemarin aku langsung ke rumah mu tidak perlu muter - muter swalayan, pasar semua pedagang buah aku datangi demi mangga seperti ini tapi tetap tidak dapat juga " Ucap nina dengan mulut tetap mengunyah.


" Aku juga tidak tahu jika mangga di rumah buah, semalam aku cerita sama ibu eh kata ibu di rumah ada ya sudah tadi pagi ibu langsung ambil tuh mangga dan meminta ku mengantarkan nya biar anak mu tidak ileran " Seru hasni lagi.


" Wahh ibu marni memang baik, tante tidak tahu lagi mau berterimakasih seperti apa berkat ibu mu cucu ku tidak akan ileran. Orang kalau ngidam tidak kesanpaian kan bisa ileran, tapi itu mitos atau fakta ya ? Seru ibu lusi dengan wajah sedikit bingung.


Hasni lama - lama ada di rumah nina juga bisa bingung, karena ibu lusi dan nina juga sama saja. Kadang bar - bar nya sama, lemot nya juga kadang sama saja. Tapi bagaimana pun mereka, mereka adalah orang baik. Orang kaya namun tidak terlihat kaya, penampilan nya sederhana dan yang utama mau berbaur dengan warga yang kurang mampu tidak membeda - bedakan dalam bergaul.


" Sekar tidak bosan nonton acara itu ? Masak dari tahun ke tahun anak itu sekolah di situ - situ aja, apa anak itu tidak naik kelas ya ?" Ucap hasni bertanya kepada sekar, sepertinya hasni sudah mulai ikut lemot.


" Kamu kok tanya sama sekar ? memang nya sekar paham dengan pertanyaan mu ? Kalau ucapan mu sih dia tahu tapi mau jawab nya dia yang tidak tahu, dasar aneh kamu Has" Seru nina membuat hasni hanya bisa garuk - garuk kepala nya yang tidak gatal.


*****


Hari ini cukup 4 bab dulu ya kak,besok author crazy up lagi ❤


Yang penting terus dukung karya author ya kak 🥰

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2