
Dokter fadli sudah resmi bekerja di rumah sakit husada sebagai dokter spesialis jantung. Fadli termasuk salah satu dokter spesialis jantung yang nama nya cukup di kenal di kalangan rumah sakit besar lain nya.
Karier Fadli di dunia kedokteran memang berjalan dengan lancar dan cemerlang, namun perjalanan cinta nya tak semulus karier nya. Fadli dan Aina sama-sama sudah berpisah dengan pasangan nya dengan cerita yang hampir sama, pasangan mereka sama-sama selingkuh.
Baik fadli dan Aina kini sama-sama sudah melupakan masalalu nya dan ingin menata kehidupan nya lagi. Semenjak fadli bekerja di rumah sakit yang sama dengan Aina, kedekatan fadli dan aina sudah mulai terlihat. Aina hanya menganggap kedekatan nya dengan fadli hanya sebatas rekan kerja ataupun teman seprofesi.
Tapi berbeda dengan fadli, fadli mendekati Aina selain memang aina teman satu profesi nya, fadli diam-diam mulai menyukai Aina. Menurut nya Aina adalah wanita yang baik, pekerja keras dan tidak mudah putus asa.
" Aina nanti malam ada acara tidak?" Tanya fadli saat sedang makan siang di kantin rumah sakit.
" Aku tidak ada acara, di rumah saja memang nya kamu mau ngajak aku pergi?" Tanya Aina tanpa basa-basi.
" Ehh.. itu si kalau kamu mau. Tapi kalau kamu tidak mau ya tidak apa-apa" Seru fadli sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Ok.. nanti jemput aku jam 7 malam lewat jam 7 malam tidak aku bukain pintu" Ucap Aina sambil bercanda.
" Siap tuan putri Aina aku nanti izin dulu sama orang tua mu tidak?" Tanya Fadli yang belum tahu jika Aina tinggal sendirian.
" Aku tinggal sendiri, orang tua ku kan tinggal beda desa sama aku. Aku menempati rumah pemberian orang tua ku, sayang kalau rumah aku kosongkan lagian rumah ku tempati tidak jauh dari tempat kerja" Ucap aina sambil menghabiskan makan siang nya.
Fadli hanya mengangguk kan kepala nya sambil menyimak apa yang di sampaikan Aina. Fadli semakin kagum dengan Aina, tetnyata Aina juga wanita yang mandiri dan sederhana. Yang fadli tahu Aina adalah anak dari seorang kepala desa yang juga seorang juragan tanah. Tanah nya ada di mana-mana, tetapi Aina hidup dengan penuh kesederhanaan. Tidak mengandalkan harta yang di miliki orang tua nya.
__ADS_1
Di tempat lain dimas baru saja pulang dari berjualan di pasar dan saat ini sedang di rumah pak Rt untuk mengambil tama anak nya yang di titipkan kepada istri pak Rt.
Dimas juga sudah menceritakan semua nya kepada Pak Rt jika dirinya dan Vera sudah bercerai, pak Rt sangat menyayangkan tindakan orang tua Vera yang memaksa dimas untuk menceraikan Vera.
" Mas dimas lain kali kalau butuh bantuan bilang saja jangan sungkan-sungkan. Jangan sampai seperti kemarin, tama demam mas dimas tidak memberitahu kami, tama sudah saya anggap cucu saya sendir. Saya sayang sama tama, saya ini punya cucu satu perempuan usia nya sekarang sudah 4 tahun tapi tinggalnya di luar kota. Jadi saya merasa kesepian kalau tidak ada teman, teman-teman saya ya para pegawai di belakang itu yang sibuk sama adonan" Ucap ibu Rt sambil tertawa dan di ikuti juga oleh suami nya dan dimas.
" Iya pak, bu terimakasih atas kebaikan kalian semua. Saya tidak tahu harus dengan apa saya membalas kebaikan kalian. " Ucap dimas yang merasa tidak enak terus merepotkan ibu Rt dan suami nya.
" Tidak perlu bicara srperti itu mas , saya ikhlas lahir batin menolong mas dimas dan tama. Tidak perlu membalas apa-apa, cukup mas dimas kerja yang giat untuk membahagiakan tama" Ucap ibu Rt membuat dimas semakin terharu dengan kebaikan mereka.
Pak Rt sebenarnya ingin menanyakan soal keluarga dimas, tapi dia takut jika dimas tersinggung. Pak Rt tetap memberanikan diri untuk menanyakan keberadaan keluarga dimas.
" Mas dimas, sebelum nya maaf ada sesuatu hal yang ingin saya tanyakan kepada mas dimas, tapi jika pertanyaan saya tidak mau mas dimas jawab tidak apa-apa itu hak mas dimas" Seru pak Rt.
" Iya silahkan pak? bapak ingin bertanya apa?" Tanya dimas yang tidak tahu apa yang akan pak Rt tanyakan.
Pak Rt melirik ke arah istri nya, sang istri pun tahu maksud dari lirikan sang suami. Dengan sigap bu Rt mengambil tama yang sedang terlelap dalam pangkuan dimas, lalu membawa nya masuk kedalam kamar.
" Begini mas dimas, saya disini sebagai ketua Rt ingin tahu asal usul mas dimas. Agar nanti tidak ada kesalah pahaman, seharus nya sudah dari dulu saya menanyakan hal ini tetapi seperti yang saya lihat mas dimas ini orang yang baik jadi saya urungkan, baru hari ini saya ingin menanyakan lagi" Ucap pak Rt.
" Maaf pak, saya seharus nya sudah memberitahukan asal usul saya. Saya yang terlalu menutup diri, Sebrnarnya saya masih punya keluarga. Ibu dan ke dua adik saya ada di darah xx sekitar satu jam perjalanan dari sini. Tetapi saya memang sengaja menjauhkan diri dari mereka" Ucap dimas dengan suara yang mulai terdengar berat.
__ADS_1
Akhirnya dimas menceritakan semua permasalahan nya kepada Pak Rt, dengan terisak dimas mengeluarkan semua permasalahan nya yang selama ini dia pendam.
Pak Rt menyimak semua yang di sampaikan dimas, ada rasa kesal saat dimas menceritakan jika dulu dia berselingkuh dengan Vera sampai menikah secara diam-diam. Namun pak Rt tidak mau mencibir ataupum mengucilkan dimas, semua hanya masalalu setiap orang pasti punya masalalu.
" Mas dimas cobalah temuai keluarga mu tetutama ibu mu, minta maaflah sama ibu mu. Aku semua kesalahan mu, ingat ada tama yang juga membutuhkan sosok keluarga. Ajak tama menemui nenek nya, saya yakin ibu nya mas dimas pasti aksn menerima dengan senang hati. Setelah itu minta maaflah kepada mantan istri mas dimas" Ucap pak Rt memberikan saran yang bijak.
" Saya belum sanggup untuk menemui mereka pak, saya malu. Saya takut mereka tidak memaafkan saya dan tidak menerima anak saya" Dimas masih belum berani untuk menemui keluarga nya, rasa bersalah nya yang membuat dia takut untuk bertemu keluarga nya.
" Baiklah saya hanya bisa memberikan saran saja, jika nanti mas dimas sudah siap segera temui mereka dan minta maaflah kepada mereka. Allah saja maha pemaaf, pasti umat nya juga maha pemaaf. Jangan berlarut-larut dalam kesalahan, suatu saat masalah yang mas dimas pendam akan menjadi boomerang buat diri mas dimas sendiri. " Pak Rt mencoba menasehati dimas yang terlihat sangat rapuh dan menyesali perbuatan nya.
Dimas menangisi semua kesalahan nya, dia belum tahu entah sampai kapan dia akan menjauhkan diri dari keluarga nya. Rasa malu dan rasa bersalah terpendam terlalu besar dalam hati dimas.
" Terimakasih atas semua saran dan nasihat nya pak, semoga saya segera bisa mempertemukan tama dengan keluarga saya. Tapi saya masih butuh waktu untuk mempersiapkan diri saya dan menguatkan hati saya, Semoga keluarga saya tidak membenci saya ataupun anak saya." Ucap dimas sambil menyeka air mata nya.
" Sama-sama mas dimas, saya hanya ingin mas dimas menjadi manusia yang lebih baik dan menjadi seorang orang tua yang kuat. Berikan contoh yang baik untuk tama. " Ucap pak Rt lagi.
Setelah berbincang cukup lama dimas pun mohon pamit , sebelum nya tama sudah bangun dari tidur nya dan sudah berada dalam gendongan dimas. Sore ini dimas memutuskan tidak berjualan keliling, dia ingin beristirahat karena badan nya benar-benar lelah mana tiap malam kurang tidur karena harus menjaga tama.
*****
***Jangan lupa setelah membaca tinggalkan Like , Komen nya. Yang belum Vote yuk klik tombol vote dan favorite nya, jangan lupa juga hadiah nya. 🙏❤😍
__ADS_1
TERIMAKASIH***.