
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Puas menghajar mira ibu indah pun pergi meninggalkan rumah mira. Dia sudah bertekad akan mengurus perceraian nya dengan suami nya. Sedangkan mira masih menangis menahan sakit pada tubuh nya. Wajah mira tampak memerah akibat tambaran dari istri om jos, hidung mira juga berdarah.
" Om badan ku sakit semua, hidung ku berdarah. Aku akan membalas perbuatan wanita tua itu " Ucap mira sambil mengaduh kesakitan dan menangis.
" Iya sayang sekarang kita siap - siap dulu, aku bawa kamu ke rumah sakit. Lihat aku sampai lupa tidak memakai pakaian ku terlebih dulu karena istri ku sudah menangkap basah kita " Ucap om jos sambil memperhatikan diri nya sendiri.
" Kamu bilang istri mu itu sudah sakit - sakitan dan tidak kuat memberi mu nafkah bathin lagi, tapi lihat saja tadi dia menghajarku membabi buta seperti itu. " Mira bersungut - sungut sambil menahan sakit dan perih.
" Nanti kita bicarakan lagi, sekarang kita ke rumah sakit dulu obati memar - memar di wajah mu itu. Aku juga tadi di pukul oleh istri ku, sebelum pergi dia menendang aset ku beruntung dia masih ber fungsi " Ucap om jos yang kini sudah memakai baju dan bersiap mengantar kan mira ke rumah sakit.
Namun ternyata mira tidak mau di bawa ke rumah sakit, karena rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal nya adalah rumah sakit husada. Rumah sakit tempat fadli bekerja , dia tidak mau fadli melihat nya dengan seorang pria setengah tua seperti om jos.
" Aku tidak mau ke rumah sakit, om panggil kan dokter saja kesini " Mira meminta dokter yang datang ke rumah nya.
Om jos tidak menolak permintaan mira, dia langsung menghubungi dokter kenalan nya dan meminta nya untuk segera datang ke rumah mira.
" Sebentar lagi dokter nya sampai, kamu pakai baju dulu ya jangan sampai dokter itu melihat aset yang ada di tubuh mu " Seru om jos masih bisa menggoda mira.
Setelah membersihkan dirinya dan sudah memakai pakain, dokter datang dan memeriksa mira dokter yang memeriksa mira heran kenapa wajah mira bisa memar - memar begitu, dokter mengira mira mengalami kasus KDRT.
*******
" Menurut orang yang aku minta memata - matai rumah mira, istri bandot tua itu tadi datang ke rumah mira. Dan dia menghajar mira, sampai si bandot tua itu memanggil dokter untuk mengobati mira. Ini foto wajah mira, tadi dokter sempat memfoto nya dikira kasus KDRT." Ucap dani memberitahu bimo.
Bimo mengambil ponsel dani dan melihat foto mira dengan wajah yang memar dan hidung yang bengkak. Bukan prihatin bimo justru tertawa puas dengan apa yang terjadi kepada mira.
" Bagaimana orang suruhan mu mendapatkan foto itu dari dokter yang mereka panggil ?" Tanya bimo yang juga sangat penasaran.
Dani pun menjelaskan bagaimana orang suruhan nya mendapatkan foto dari dokter yang mengobati mira. Bimo mendengarkan nya dengan seksama.
__ADS_1
" Pintar juga orang suruhan mu " Ucap bimo mengakui kepintaran dari orang suruhan dani.
" Iya dong, orang - orang ku memang pintar dan cerdik jadi kamu tidak sia - sia membayar nya " Ucap dani.
" Ini belum seberapa mira, jika kamu masih mengusik kebahagiaan keluarga ku jangan salahkan aku menghadiahkan jeruji besi untuk mu " Seru bimo sambil mengepalkan tangan nya.
Dani melihat keseriusan di wajah bimo, bimo sebenarnya orang yang baik dan enak di ajak bercanda tapi jika dia sudah marah bisa seperti singa kelaparan.
" Aku balik dulu ya ada pekerjaan lain yang sudah menunggu ku " Seru dani sambil menepuk punggung bimo, bimo hanya mengangguk.
*******
Waktu berjalan begitu cepat dan tanpa terasa kini pernikahan nina dan bimo sudah berjalan satu bulan. Mereka terlihat bahagia, terlebih kehadiran sekar membuat kebahagiaan mereka lebih lengkap.
Nina dan bimo sudah sepakat untuk menunda kehamilan, sebenarnya bimo ingin segera mempunyai anak dari nina. Tapi nina masih ingin menunda nya dengan alasan sekar masih kecil, sekar baru berusia 5 bulan.
" Kak, mama kapan ya datang lagi kesini ? Rumah ini sepi kalau tidak ada mama, aku pun kesepian " Ucap nina saat sedang makan malam.
" Baru juga seminggu mama pulang sudah kangen aja, suami yang tiap hari ketemu tidak di kangenin ?" Ucap bimo sebelum menyuapkan nasi ke mulut nya.
" Kalau tiap hari sudah ketemu ya tidak kangen dong kak, aneh banget sih " Gerutu nina sambil mengunyah makanan nya.
" Sudah tidak perlu ngambek, cepat habiskan makanan mu setelah ini kita jalan - jalan. Kita jarangkan jalan - jalan malam, sekar juga sudah tidur kan jadi kita bisa jalan ber dua sambil pacaran " Ucap bimo mencoba menghibur nina yang terlihat bete.
Nina mengangguk dengan senyum mengembang, suasana hati nya kembali baik lagi. Nina pun segera menghabiskan makan malam nya , setelah itu bersiap - siap.
" Kita jalan - jalan pakai motor saja ya kak ? Seperti nya asik naik motor " Ucap nina dengan hati yang benar - benar sedang bahagia.
" Baiklah tuan putri ku " Ucap bimo singkat.
Bimo mengeluarkan motor nya, motor yang sudah lama tidak pernah dia pakai hingga lupa kapan terakhir kali motor itu bimo naiki.
__ADS_1
" Ayuk naik " Ucap bimo meminta nina segera naik ke atas motor.
Dengan segera nina naik ke atas motor sport milik bimo, motor milik bimo jika di belikan motor biasa bisa dapat 15 buah motor. Bimo melajukan motor nya dengan pelan, mereka ingin menikmati suasana angin malam yang sangat jarang mereka nikmati.
" Kita duduk di alun - alun kota saja ya kak " Ucap nina di telinga bimo.
Bimo hanya mengangguk kan kepala saja, karena dia fokus dengan motor nya. Tidak menunggu lama motor mahal bimo sampai di alun - alun kota, tempat itu terlihat ramai dan nyaman untuk sekedar nongkrong menghilangkan penat.
" Ternyata suasana alun - alun kalau malam ramai dan nyaman banget ya kak, baru ini aku keluar malam ke alun - alun. " Ucap nina sambil memperhatikan sekeliling nya. Banyak pedagang gerobakan yang mangkal dan banyak pengunjung yang duduk lesehan.
" Alun - alun kalau malam ya begini suasana nya, ramai dengan para pedagang. Tapi kalau siang tidak ada pedagang, para pedagang disini hanya boleh berjualan dari jam lima sore sampai jam dua belas malam saja " Bimo menjelaskan kepada nina yang masih mengelilingkan pandangan nya ke arah para pedagang.
" Kak aku mau beli itu boleh ?" Tanya nina sambil menunjuk pedagang sosis bakar.
" Iya boleh dong, mau berapa biar aku yang kesana " Seru bimo.
" Biar aku saja yang pesan kak, kamu disini saja. Ada yang lain nya juga yang mau aku beli, itu ada pedagang somay itu ada pedagang boba pokok nya aku mau borong jajanan nya " Seru nina bahagia.
Nina pun berjalan cukup cepat menuju para pedagang yang sudar berjejer. Bimo hanya memandang dari jauh kelakuan sang istri yang memang benar membeli segala macam jajanan yang di perdagangkan.
Bimo sendiri hanya membeli segelas kopi dan roti bakar yang berjualan tidak jauh dari tempat nya. dia menikmati kopi dan roti bakar nya sambil memperhatikan istri nya yang berpindah - pindah ke pedagang yang satu ke pedagang yang lain nya.
* Siapa yang mau makan kalau semua nya dia beli begitu , padahal tadi sudah makan malam. * Gumam bimo heran dengan apa yang di lakukan nina.
********
AWAS BIMO NANTI NINA MINTA KAMU YANG MENGHABISKAN NYA, SIAP - SIAP SAJA PERUT KAMU BUNCIT. 🤭🤭
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH ❤❤