
Menjalani sebuah kehidupan dengan ikhlas dan saling menjaga silahturahmi ternyata lebih menyenangkan daripada hidup penuh dengan kedengkian dan keserakahan. Seperti hal nya ibu marni yang saat ini sudah membuang semua sifat dan prilaku nya yang tidak baik.
Kini ibu marni bisa hidup bahagia tanpa ada lagi rasa iri dengki, hubungan nya dengan melani pun semakin membaik . Seperti pagi ini juga ibu marni datang berkunjung ke rumah melani, ibu marni datang dengan di antarkan oleh hasni.
Hasni menurunkan ibu nya di depan gerbang rumah melani, lalu dia melanjutkan perjalanan untuk ke kampus. Pak ahmad yang melihat kedatangan ibu marni langsung membukakan pintu gerbang dan menyuruh ibu marni langsung masuk kedalam.
" Assalamualaikum" Sapa ibu marni dari luar rumah.
" Waalaikumsalam" Jawab bu mina yang terlihat berlari dari dapur untuk membuka kan pintu.
Bu mina pun langsung menyuruh ibu marni masuk ke dalam dan nempersilahkan duduk.
" Ibu mau minum apa?" Tanya bu mina dengan sopan.
" Tidak usah repot-repot bu, nanti kalau saya haus saya ambil sendiri. Oh iya melani nya ada bu? Tanya ibu marni dengan senyum ramah.
" Non melani ada di kamar nya bu kalau Den hendra sudah berangkat ke kantor setengah jam yang lalu. Atau ibu mau saya antar ke kamar Non melani saja. ?" Ucap bu mina lagi.
" Biar saya sendiri saja bu, terimakasih " Jawab ibu marni.
Ibu marni menaiki anak tangga untuk menuju kamar melani, tak perlu waktu lama ibu marni sudah berada di depan kamar melani.
Tok tok tok
" Masuk saja bu Mina pintu nya tidak di kunci" Seru melani dari dalam kamar yang mengira bu mina lah yang datang.
Ceklekk
Pintu kamar melani di buka oleh ibu marni
" Apa boleh ibu masuk mel?" Tanya ibu marni membuat melani sedikit terkejut karena yang datang adalah ibu mertua nya bukan bu mina.
" Oh ibu masuk saja bu, melani kira tadi bu mina yang datang. Soalnya tadi melani minta di buatkan air jeruk hangat."Seru Melani menjelaskan.
__ADS_1
" Tidak apa-apa mel, oh iya bagaimana kabar kamu? calon cucu ibu tidak baik-baik saja kan di dalam sini?" Tanya bu marni sambil mengusap perut melani dengan lembut.
" Kabar melani baik bu, calon cucu ibu juga sehat kok bu. Oh iya Ibu sama siapa datang kesini?" Tanya melani.
" Di antar hasni, tapi dia tidak ikut masuk dia ada kuliah pagi jadi tadi langsung ke kampus nya" Ucap ibu marni.
Ibu mina pun datang dengan membawa segelas jeruk hangat pesanan melani dan segelas teh untuk ibu marni, tidak lupa dengan kue kering buatan bu mina juga ikut di hidang kan. Bu mina kembali lagi untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang belum selesai.
" Melani.. Apa aina ada cerita sesuatu sama kamu atau pun hendra?" Tanya ibu marni dengan raut wajah yang terlihat sendu.
" Ibu sudah tahu semua nya?" Tanya melani menelisik.
Ibu marni mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sangat menyayangkan perceraian antara dimas dan Aina, tapi dia tidak bisa mencegah nya karena memang dimas lah yang membuat semua nya berantakan.
" Ibu tidak menyangka dimas setega ini dengan Aina. Kurang apa Aina sama dimas, Selama ini Aina rela berkorban untuk dimas. Ibu telah salah mendidik dimas ". Tangis ibu marni sudah tidak bisa lagi di tahan.
Melani memeluk sang ibu mertua dan mencoba menenangkan sang mertua nya.
" Ibu juga sangat benci dengan penghianatan Mel, ibu sudah serah kan semua keputusan kepada Aina. Ibu tidak akan membela dimas, dia memang salah." Seru ibu marni dengan terisak.
Melani membiarkan ibu marni menangis mungkin dengan begini perasaan sang ibu mertua menjadi lebih lega. Sebagai seorang wanita melani tahu perasaan sang mertua saat ini. Yang melani tahu ibu marni sangat menyayangi Aina pasti dia tidak mau kehilangan menantu seperti Aina.
" Bu, apakah ibu tahu wanita yang menjadi istri ke dua mas dimas?" Tanya melani dengan suara pelan karena hati nya pun sakit jika harus membahas tentang Vera.
Ibu marni menggelengkan kepala nya sambil berkata " Ibu tidak ingin tahu siapa wanita itu, biarkan saja. Ibu pun tak ingin menerima wanita itu sebagai menantu ibu. Tidak akan pernah" Seru ibu marn.
" Tapi ibu harus tahu.. dan bahkan ibu sudah tahu dan pernah bertemu dengan wanita itu" Seru melani sehingga ibu marni langsung memandang nya.
" Wanita itu, wanita yang sama dengan yang sudah menghancurkan pernikahan ku dengan mas Raka. Wanita yang ibu tampar saat di toilet rumah sakit." Seru melani dengan jelas.
Ibu marni kaget dan menutup mulut nya sambil menggelengkan kepala nya. Ibu marni seakan tidak percaya jika wanita yang dia tampar waktu itu adalah wanita perusak rumah tangga Aina juga.
******
__ADS_1
Dimas sudah sampai di halaman rumah nya, dimas bergegas mematikan mesin mobil nya dan langsung keluar dari dalam mobil.
Tok Tok Tok
" Aina.. Aina... Aina.. " Teriak dimas dari luar rumah.
" Aina buka pintu nya, kita perlu bicara.!! Kamu jangan seenak nya menggugat cerai begini, hanya masalah kecil kamu besar-besarkan begini. Aina..." Dimas terus memanggil nama Aina tetapi tidak ada jawaban dari dalam.
Dimas tidak putus Asa dia terus memanggil - manggil Aina dengan memukul pintu rumah. Tetap tidak ada jawaban dari Aina.
" Brengsek.. sepertinya Aina sengaja menghindari ku" Gerutu dimas.
Tidak ada pilihan lain, dimas berlari ke pintu belakang dan mencoba mencongkel nya. Akhir nya pintu belakang berhasil di buka. Dimas langsung masuk ke dalam kamar dan langsung menuju lemari pakaian. Dia membuka lemari dan mengacak-acak isi dalam lemari.
" Kemana surat-surat itu sepertinya aku menyimpan nya disini. Brengsek ini pasti kerjaan Aina, Aina sudah mengambil surat-surat itu. Ini tidak bisa di biarkan cafe itu harus jadi milik ku. " Teriak dimas frustasi.
Dimas pun keluar dari rumah dan melewati pintu belakang yang tadi dia congkel, pintu itu dia biarkan berantakan begitu saja. Tanpa ingin membereskan nya terlebih dahulu.
" Aku tidak mungkin mencari Aina ke tempat kerja nya, aku tidak mau membuat keributan di sana yang ada aku pasti yang akan babak belur di pukuli para satpam dan teman-teman Aina." Gumam Dimas.
Dengan perasaan kesal dan tanpa membawa hasil apa-apa dimas pun meninggalkan pekarangan rumah Aina. Nanti dia akan menemui Aina lagi saat Aina sudah ada di rumah.
" Lebih baik aku ke cafe, aku akan ambil alih cafe itu. Cafe itu milik ku, aku yang merintis nya. Aku yang lebih berhak mendapatkan cafe itu bukan Aina. Di cafe nanti aku akan mengambil uang, itu uang ku jadi tidak ada salah nya aku mengambil nya. Aina.. Aina kamu jangan coba-coba bermain dengan ku. " Dimas bermonolok dengan diri nya sendiri.
Satu-satu nya tujuan dimas saat ini adalah pergi ke tempat usaha nya selama setahun lebih ini , cafe yang dia anggap milik nya akan dia ambil alih.
******
Sudah up tiga bab ya kak, semoga kalian suka dengan karya ku ini. Jangan lupa terus beri dukungan Author LIKE, KOMEN, VOTE klik favorite dan berikan hadiah nya.
Untuk besok Bab nya lebih seru.
Terimakasih. Selamat membaca 🙏❤
__ADS_1