
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Sudah seminggu Bimo tidak pulang ke rumah nya, dia tinggal di apartemen nya dan mira tidak tahu dimana apartemen bimo. Mira pun sering datang ke kantor untuk menemui bimo tetapi mira tidak di perbolehkan masuk. Bimo sudah berpesan jika mira datang untuk segera mengusir nya.
Bimo masih mencari bukti tentang kebenaran kehamilan mira, pasal nya bimo meragukan jika anak dalam kandungan mira adalah anak nya.
Seperti hari biasa nya , hari ini mira mendatangi bimo di kantor nya. Namun hari ini mira bisa masuk ke dalam perusahaan, mira menggunakan akal licik nya untuk bisa menemui bimo
" Sayang" Seru mira memanggil bimo yang sedang fokus dengan berkas yang dia pegang.
Bimo pun kaget saat mendengar suara mira, bimo langsung mendongak kan kepala nya dan mendapati mira yang sudah berjalan ke arah nya.
" Kamu kenapa bisa masuk ke sini?" Seru bimo tidak suka dan menatap tajam mira.
" Sayang.. kenapa kamu jahat banget si? sudah seminggu kamu tidak pulang kerumah dan aku datang ke kantor pun selalu di usir" Gerutu mira dengan kesal.
" Aku sibuk, tolong kamu ke luar dari ruangan ku" Usir bimo tidak beranjak dari tempat duduk nya.
Bukan nya pergi mira justru semakin mendekat ke arah bimo dan kini sudah berdiri di samping bimo dengan tangan di kalungkan di leher bimo.
" Sayang aku kangen, seminggu kamu tidak pulang ke rumah." Seru mira dengan suara manja nya.
" Lepaskan mira ini kantor" Ucap bimo sambil menghempaskan tangan mira.
Mira mendengus dengan kesal namum dia tidak pantang menyerah,mira tetap saja mencoba mendekati bimo. Kini mira semakin berani dengan duduk di pangkuan bimo.
" Sayang, selama seminggu ini kamu kemana saja? aku selalu menunggu mu pulang, anak kita kangen dengan ayah nya. Dia ingin sekali di jenguk oleh ayah nya" Seru mira dengan suara menggoda nya.
Bimo akui walaupun sedang hamil besar, mira tetap saja terlihat seksi tubuh nya tetap terawat dengan baik. Bimo menahan gejolak dalam diri nya yang semakin memanas akibat ulah mira yang tidak bisa diam. Bagaimana pun bimo tetap lah lelaki normal yang tidak bisa menahan gejolak dalam diri nya.
Mira menyadari jika bimo saat ini sedang mencoba menahan gejolak panas dalam diri nya, mira menyadari sesuatu di bawah sana sudah mengeras dengan sempurna.
" Aku tahu kamu sekarang sedang menginginkan nya, lakukan lah sayang" Suara mira mendayu dengan lembut di telinga bimo.
" Emhh.. Ku mohon ke luar dari ruangan ku Mira" Seru bimo dengan suara berat nya, karena bimo semakin tidak bisa mengontrol diri nya akibat ulah mira.
Mira tersenyum menggoda bimo, dia mulai menciumi bimo dan membelai pipi bimo dengan lembut. Bimo benar-benar tidak bisa apa-apa dia hanya diam menikmati apa yang di lakukan mira.
Dengan tanpa malu nya mira memainkan sesuatu punya bimo, hingga membuat bimo mengeluarkan suara eksotis nya. Jemari mira bermain dengan apik hingga tanpa bimo sadari kini mira sudah jongkok di hadapan nya memainkan sesuatu dengan mulut nya.
__ADS_1
Bimo benar-benar sudah hilang kendali dan kesadaran, dia sudah tidak tahan lagi hingga dengan kasar bimo membawa mira berbaring di sofa dekat meja kerja nya.
" Lakukan sayang, aku ini istri mu jadi tidak perlu kamu melakakuan dengan perempuan malam di luaran sana" Seru mira dengan suar lembut nya.
Bimo sudah mulai mengungkung tubuh mira dan siap melancarkan aksi nya. Namun tiba-tiba bayangan wajah cewek bar-bar hadir di dalam fikiran bimo.
" Shiittt... Apa yang sedang aku fikirkan kenapa saat seperti ini wajah cewek bar-bar itu hadir" Seru bimo lirih tanpa di dengar oleh mira.
" Kenapa sayang, ayok lakukan aku sudah siap" Ucap mira.
Bimo tidak menghiraukan pertanyaan mira, bimo turun dari sofa lalu masuk ke dalam kamar mandi ruang pribadi nya. Mira melihat tingkah bimo jadi kesal namun dia tetap dalam posisi nya karena dia hanya mengira bimo sedang buang air.
Terpaksa bimo menuntaskan semua nya di kamar mandi tanpa memperdulikan mira yang sedang menunggu nya di sofa ruang kerja nya.
" Kenapa saat aku akan melakukan dengan mira bayangan cewek bar-bar itu muncul, apa yang terjadi dengan ku. Masak iya aku jatuh cinta dengan dia" Tanya bimo dengan diri nya sendiri.
Sudah tiga puluh menit bimo tidak juga keluar, membuat mira geram dan kesal. Mira pun ingin masuk ke dalam kamar pribadi bimo namun saat hendak masuk ternyata di kunci.
" Bimo.. Bimo kenapa lama sekali, aku sedari tadi sudah menunggu. Ini bagaimana, mau di lanjukan atau tidak?" Tanya mira dari depan pintu.
Tidak ada jawaban dari bimo, membuat mira semakin kesal dan mendengus kesal.
" Bimo.. Bimo keluar" Seru mira dengan kencang.
Bimo memilih diam tidak menjawab, saat in dia benar-benar malas bertemu dengan mira. Dia tidak mau hal seperti tadi terulang lagi.
Sudah berulang kali mengetuk pintu dan memanggil bimo tetap tidak ada jawaban, mira pun memilih pergi dari ruangan bimo. Sebelum nya mira merapikan kembali pakaian nya dan riasan wajah nya.
******
Sementara itu di tempat lain fadli dan aina sedang makan siang bersama keluarga Fadli. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun mama fadli, tidak ada acara pesta mewah untuk merayakan ulang tahun sang mama.
" Selamat ulang tahun ya ma, maaf Aina tidak bisa bantuin masak, justru malah baru datang. Tadi pasien di rumah sakit hari ini lumayan banyak,jadi datang juga agak terlambat" Ucap Aina tidak enak kepada mama mertua nya.
" Iya tidak apa-apa sayang, ayuk kita bergabung dengan kakak mu di meja makan mereka juga baru saja datang" Ucap ibu Andin dengan ramah nya.
" Aina saja yang di ajak, fadli di biarkan saja berdiri di sini" Ucap fadli yang pura-pura ngambek.
" Kamu mau berdiri di situ sampai besok pun mama tidak perduli, yang mama perdulikan hanya menantu mama dan calon cucu mama" Ucap ibu andin membuat fadli mendengus kesal.
__ADS_1
Aina menahan tawa nya melihat interaksi antara mama dan anak yang ada di hadapan nya. Jika dengan mama nya fadli memang terlihat seperti anak yang manja.
" Biarkan saja dia berdiri di situ sampai lumutan Ma, anak manja" Seru Jimmy yang tiba-tiba datang.
" Ada sih heboh sekali? Pasti adik tersayang ku sudah datang" Seru sina yang juga mengikuti suami nya.
Sina melangkah mendekati aina dan memeluk aina, sina dan aina sama-sama anak menantu yang sangat di sayang oleh ibu Andin.
" Kak sina apa kabar?" Tanya aina dengan ramah.
" Kakak baik dong, keadaan babby disini baik-baik saja kan?" Tanya sina sambil mengusap perut Aina.
" Alhamdulillah sehat kak, Oh iya Hiro mana kak? " Tanya sina sambil mata nya melirik mencari keberadaan bocah kecil yang selalu membuat fadli kesal.
Hiro adalah anak jimmy dan sina yang saat ini berusia 4 tahun, bocah kecil ini sangat manja dengan fadli dan selalu membuat fadli kualahan jika sedang bermain dengan hiro.
" Ada di belakang lagi main sama mbak nya" Jawab sina.
" Bocah kecil itu kalau tahu aku ada disini pasti selalu aku yang jadi sasaran dia, padahal papa nya ada. " Gerutu Fadli sambil melirik jimmy.
" Mau aku tarik apartement nya? " Seru jimmy membuat fadli meringis sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
" Tidak bisa dong, itu kan sudah kakak berikan kepada kami. Enak saja main tarik, memang nya tari tambang mau di tarik-tarik" Gerutu fadli.
" Terserah dong, saya kan yang punya bangunan itu" Jawab Jimmy tidak mau kalah.
" Sudah ayuk kita makan siang dulu, nanti lagi ribut nya. Ribut juga perlu tenaga makanya sekarang isi dulu tenaga agar nanti kuat untuk ribut dan debat nya" Seru ibu andin sambil menarik ke dua anak laki-laki nya.
Aina dan Sina hanya tertawa melihat tinggkah para suami nya yang seperti anak kecil. Selalu ada saja bahan yang di jadikan perdebatan saat sedang berkumpul.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
SELALU BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
TERUMAKASIH 🙏❤
__ADS_1